• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Jumat, Agustus 14, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in PILIHAN EDITOR

Bagaimana Membaca Pikiran Negara Zionis?

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 12 mins read
Februari 22, 2025
Bagaimana Membaca Pikiran Negara Zionis?
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Pemandangan penuh kebanggaan dan kekuatan saat Hamas menyerahkan tawanan Israel bukanlah kejadian yang muncul begitu saja. Sebelumnya, ada perjalanan panjang penuh keberhasilan dan kemenangan yang ditorehkan oleh perlawanan setiap hari, sementara di sisi lain, Israel mengalami kejatuhan dan kegagalan harian yang membuatnya terperosok ke titik yang tidak pernah dibayangkannya. Hal ini adalah sesuatu yang tidak boleh kita lupakan.

Gaza telah menjalani 15 bulan penuh kobaran api dan kegilaan Zionis, di mana penderitaan penduduknya mencakup pembantaian brutal dan sistematis, eksekusi di tempat, tubuh-tubuh yang tercabik dan tercerai-berai, mayat-mayat yang dimakan anjing, tubuh yang menguap menjadi abu atau hangus terbakar. Kekerasan genosida dan kelaparan hingga mati menciptakan bentuk-bentuk kematian baru yang belum pernah kita saksikan, bahkan dalam narasi Holocaust yang diklaim atau di kamp-kamp penjara beku Gulag di Siberia Utara.

Hal ini ditegaskan oleh Francesca Albanese, Pelapor Khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di Wilayah Palestina, yang dalam pernyataannya mengenai anatomi genosida menyatakan bahwa Israel dengan sengaja telah melakukan tiga tindakan genosida: Membunuh anggota kelompok tertentu, menyebabkan bahaya fisik atau mental yang serius kepada anggota kelompok, dan menciptakan kondisi hidup yang diperhitungkan untuk menghancurkan kelompok tersebut secara keseluruhan atau sebagian.

You might also like

Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

Agustus 8, 2026
Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

Agustus 7, 2026
Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

Juli 9, 2026
Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Juni 17, 2026

Meskipun Gaza menghadapi neraka yang luar biasa, yang melampaui segala prediksi dan bayangan kita, dunia tetap diam. Baik dari pihak yang dekat namun penuh kebencian dan dendam terhadap perlawanan serta penduduknya, maupun dari pihak yang jauh namun tetap haus darah dan bertindak seperti serigala. Dunia terus menunjukkan sikap munafik dan ketidakpeduliannya yang menjijikkan, seakan pembunuhan adalah sesuatu yang wajar dan penyiksaan hanyalah aspek tambahan.

Tidak mengherankan bahwa negara Zionis memberikan dirinya sendiri hak untuk bertindak semaunya. Ini adalah sifat mereka sejak awal berdirinya. Namun, yang lebih mengejutkan adalah bagaimana dunia tampak menunggu dengan penuh antusias dan curiga saat Gaza mencapai kehancuran total layaknya saudara-saudara Yusuf yang menunggu kesempatan untuk menyingkirkannya, atau seperti segerombolan perampok yang mengintai kafilah yang berjalan sendirian dalam kegelapan malam.

Prinsip strategi Zionis yang haus perang

Ganasnya strategi Zionis ini membawa kita kembali ke tahun 1985, ketika Pusat Studi Strategis di Universitas Tel Aviv menerbitkan serangkaian studi yang disusun oleh pakar Israel, Dov Schaffer, mengenai masa depan kebijakan militer Israel di kawasan Mediterania Timur. Studi tersebut menyoroti beberapa prinsip strategis utama, di antaranya:

Pertama, Israel adalah negara yang berdiri di atas prinsip ekspansi. Ini adalah inti dari konsep Zionisme tentang negara, dan mereka tidak akan meninggalkannya karena ekspansi adalah kunci keberlangsungan mereka. Prinsip ini diterapkan secara nyata melalui pencaplokan berkelanjutan atas wilayah-wilayah di Palestina, Lebanon, dan Suriah.

Kedua, Israel menganggap dirinya sebagai negara Timur Tengah. Strategi ini lebih didorong oleh faktor ekonomi. Intinya, Israel tidak bisa terus bergantung pada Amerika Serikat untuk mempertahankan standar hidup tertentu. Oleh karena itu, mereka mencari alternatif melalui dominasi ekonomi, yang salah satu unsurnya adalah penetrasi pasar di kawasan Timur Tengah.

Ketiga, konsep perang berkala setiap sepuluh tahun sekali. Israel percaya bahwa mereka harus melancarkan perang dalam jangka waktu tertentu agar dapat mencapai beberapa tujuan: memperluas wilayah, mendapatkan simpati dunia, mengalihkan masalah internal, serta memperkuat ekonominya melalui bantuan dan keuntungan perang. Sejarah membuktikan pola ini: Perang 1948, diikuti oleh Perang 1956. Perang 1967, lalu Perang 1973 yang dilancarkan oleh Mesir dan Suriah. Perang Lebanon pada 1982. Intifada pertama pada 1987 dan Intifada kedua pada 2000.

Menariknya, sejak memasuki milenium ketiga, interval perang Israel semakin singkat. Mereka melancarkan perang brutal terhadap Gaza hampir setiap beberapa tahun: (2009, 2012, 2014, 2019, 2021, 2022, dan 2024). Hal ini terkait erat dengan prinsip keempat di bawah ini, yang menurut kami merupakan aspek terpenting karena mencerminkan pembaruan dalam pemikiran strategis Zionis.

Prinsip ini berhubungan dengan masalah keamanan dan berfokus pada dua pertanyaan mendasar: Kapan Israel harus berperang? dan Bagaimana Israel harus berperang? Dengan kata lain, perbedaan antara teori keamanan nasional dan teori peperangan atau pertempuran.

Jawaban atas dua pertanyaan ini mengharuskan strategi militer Israel untuk memenuhi dua syarat utama. Pertama, Israel harus menjadi pihak yang memulai agresi. Kedua, Israel harus unggul secara mutlak dan telak.

Dua prinsip ini telah diterapkan secara konsisten. Dalam doktrin militer mereka, ada dua aturan utama. “Tangan yang berani berpikir untuk menantang supremasi Israel harus dipotong sebelum bergerak,” dan “Jika kita tidak dapat menjadi penguasa sejarah kita sendiri, maka kita harus menemukan cara untuk menundukkan dunia yang liar ini di bawah kendali kita.”

Hanya keganasan yang dapat menandingi keganasan

Kita bisa mengatakan dengan lantang bahwa pengecualian atau “pemutusan” sejarah hadir dengan sangat kuat kali ini, yaitu dalam bentuk keretakan dan perpecahan besar yang disebabkan oleh peristiwa 7 Oktober. Serangan “Thufan Al-Aqsa” telah membuat kebijakan militer Zionis kehilangan kendali, memperlihatkan kelemahannya, dan mengguncang seluruh prinsip dasarnya.

Meskipun kerugian besar yang dialami dalam aspek kemanusiaan, hak asasi manusia, ekonomi, dan infrastruktur, inisiatif dan kejutan tetap menjadi keunggulan pihak Palestina. Hal ini membuat Israel seperti ikan yang dipukul di kepalanya, menggelepar dan kebingungan. Semua kebijakan serta strategi militer yang diadopsi setelah serangan itu hanyalah reaksi dari kekuatan brutal yang tidak tahu bagaimana atau ke mana harus mengayunkan pentungannya.

Akibatnya, kekerasan justru diarahkan pada warga sipil, anak-anak, dan perempuan dengan pembunuhan serta penyiksaan, yang menyebabkan jumlah syuhada di Gaza mencapai 46 ribu orang, dengan sekitar 10 ribu lainnya masih hilang. Ribuan lainnya ditangkap, dan serangan brutal pun menghancurkan semua yang ada masjid, rumah sakit, sekolah, dan universitas.

Ini membawa kita pada kesimpulan utama yang sangat penting: kepemimpinan militer Israel, meskipun tampaknya bebas dari warisan ideologi Zionis dan konflik politik-partisan (di mana politisi juga memainkan peran sebagai pemimpin militer), serta meskipun terbiasa dengan kehidupan militer dan memiliki pengalaman dalam praktik tempur, ternyata kehilangan arah. Mereka tidak tahu pihak mana yang harus mereka dekati. Kekacauan yang melanda institusi militer Israel sejak pecahnya perang hingga penghentian sementara serangan pada 18 Januari lalu adalah bukti nyata dari hal itu.

Kita telah melihat bahwa setiap kali perlawanan Palestina yang gagah berani mempermalukan Israel dan menghancurkan reputasi “tentara yang tak terkalahkan”, semakin brutal agresi mereka terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Dengan perhitungan matematis sederhana, dapat dikatakan bahwa meskipun memiliki persenjataan canggih buatan AS dan sistem pertahanan seperti “Kubah Besi”, Israel tetap gagal mencapai tujuan utama perang ini menghancurkan Hamas atau setidaknya melemahkan dan menetralkannya. Sebaliknya, Hamas telah menguasai seni mengelola kelemahan dan mengubahnya menjadi kekuatan yang luar biasa.

Ganasnya serangan terhadap Gaza dan penduduknya telah merusak salah satu warisan lama Zionisme, yaitu mendapatkan simpati dunia melalui narasi sejarah yang mereka klaim sebagai korban. Kini, dunia mulai menjauh dari mereka. Menurut harian Israel “Yedioth Ahronoth“, semakin lama perang berlangsung tanpa rencana untuk “hari setelahnya”, semakin berkurang dukungan global bagi Israel dan semakin meningkat tekanan internasional terhadapnya dan inilah yang terjadi.

Pada awal Juni, Pusat Penelitian Pew menerbitkan hasil jajak pendapat yang menunjukkan menurunnya simpati internasional terhadap Israel. Survei ini mengungkap bahwa pemerintahan Netanyahu mengalami isolasi politik yang semakin dalam. Mayoritas warga Israel yang disurvei mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap citra negara mereka di dunia, dengan 15% di antaranya bahkan mengatakan bahwa Israel “tidak dihormati sama sekali”.

Selain itu, data yang dibagikan dengan majalah TIME oleh perusahaan intelijen bisnis Morning Consult menunjukkan bahwa dukungan global terhadap Israel telah menurun secara signifikan sejak perang di Gaza dimulai. Antara September hingga Desember 2024, persepsi positif terhadap Israel mengalami penurunan rata-rata sebesar 18,5 poin persentase secara global, dengan penurunan yang terjadi di 42 dari 43 negara yang disurvei.

Di beberapa negara seperti China, Afrika Selatan, Brasil, dan banyak negara di Amerika Latin, persepsi terhadap Israel berubah dari positif menjadi negatif. Bahkan di negara-negara kaya yang sebelumnya sudah memiliki pandangan negatif terhadap Israel seperti Jepang, Korea Selatan, dan Inggris terjadi penurunan drastis.

Sebagai contoh, di Jepang, persepsi negatif terhadap Israel meningkat dari -39,9 menjadi -62,0. Di Korea Selatan, dari -5,5 menjadi -47,8. Di Inggris, dari -17,1 menjadi -29,8. Selain itu, majalah The Economist mempublikasikan hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan kecerdasan buatan DMR terhadap satu juta akun di berbagai platform media sosial, dari 7 hingga 23 Oktober 2023.

Hasilnya mengejutkan pihak Israel, karena menunjukkan bahwa simpati terhadap mereka yang sempat meningkat setelah serangan 7 Oktober, kini telah menghilang. Wakil Presiden DMR, Sonat Frisbee, mengatakan bahwa data ini mencerminkan betapa sulitnya posisi Israel di komunitas internasional saat ini.

Dari sisi lain, aspek penting lain dari warisan Zionisme yang juga terkena dampak besar akibat perlawanan Palestina adalah upaya memperkuat ekonomi Israel melalui donasi dan bantuan asing. Kementerian Urusan Diaspora Israel melaporkan bahwa total donasi dari berbagai organisasi dan individu di seluruh dunia untuk “memulihkan” Israel setelah serangan 7 Oktober mencapai lebih dari 1,4 miliar dolar AS.

Setengah dari jumlah ini dikumpulkan oleh federasi Yahudi di Amerika Utara dan 146 organisasi anggotanya, sementara setidaknya 350 organisasi nirlaba Israel dan berbagai badan pemerintah menerima dana dari luar negeri untuk layanan medis, bantuan darurat, dukungan kesehatan mental, serta bantuan bagi para korban “terorisme”.

Namun, angin 7 Oktober membawa arah yang berbeda. Banyak penyumbang lama Israel, seperti Larry Gottlieb, mulai meragukan alokasi dana mereka, terutama karena semakin banyak Yahudi Amerika yang enggan memberikan donasi kepada Israel karena alasan politik dan religius, terutama karena pemerintahan Netanyahu dan kebijakan ekstrimisnya.

Bahkan, beberapa anggota Kongres AS meminta pemerintahan Biden untuk menghentikan pendanaan yang digunakan Israel dalam pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina. AS sendiri memberi Israel bantuan militer sebesar 3,8 miliar dolar AS setiap tahunnya, menjadikannya negara penerima bantuan terbesar dari AS. Namun, meskipun pemutusan total dana AS untuk Israel mungkin sulit dilakukan, perlawanan Palestina berhasil melemahkan sebagian aliran dana ini dan memangkas sumber-sumber pendukung lainnya.

Kini, setelah perang berlangsung lebih dari 15 bulan, Israel menghadapi tantangan ekonomi terbesar dalam beberapa dekade. Data menunjukkan bahwa ekonominya mengalami perlambatan terburuk di antara negara-negara kaya dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Produk Domestik Bruto (PDB) Israel menyusut 4,1% dalam beberapa minggu setelah serangan 7 Oktober, dan terus menurun hingga tahun 2025.

Tak diragukan lagi, tantangan ekonomi yang dihadapi Israel sangat besar. Perang yang berkepanjangan telah merusak keuangan negara, investasi bisnis, serta kepercayaan konsumen. Bank Sentral Israel memperkirakan bahwa biaya perang akan mencapai 67 miliar dolar AS. Meskipun AS menyetujui paket bantuan militer senilai 14,5 miliar dolar, sumber daya keuangan Israel mungkin tidak cukup untuk menutupi pengeluaran ini.

Bahkan, dampak ekonomi yang parah menyebabkan lembaga pemeringkat kredit seperti Fitch menurunkan peringkat kredit Israel dari A+ menjadi A pada Agustus 2024, karena meningkatnya pengeluaran militer memperburuk defisit fiskal Israel hingga 7,8% dari PDB.

Berdasarkan data pemerintah Israel, sekitar 60 ribu bisnis kecil dan menengah tutup pada 2024—meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pariwisata anjlok lebih dari 70%, sementara sektor konstruksi dan pertanian juga mengalami pukulan berat.

Jelas bahwa Israel mengalami pukulan berat akibat perang ini, dan itu bukan hanya kata-kata dari musuh mereka—tetapi dari rakyat dan ekonominya sendiri.

Menurut data dari Biro Statistik Israel, pariwisata yang masuk turun menjadi 885.000 wisatawan dan pengunjung selama 11 bulan pertama tahun 2024, di tengah ekspektasi bahwa itu akan mencapai 952.000 wisatawan selama setahun penuh. Selain itu, sektor lain seperti konstruksi dan pertanian sangat terpengaruh, karena sekitar 700 hingga 750 perusahaan konstruksi dan infrastruktur tutup tahun lalu, meningkat lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun 2023. Sektor pertanian juga terpengaruh oleh pembatasan keamanan di daerah perbatasan dan kekurangan tenaga kerja.

Jalan menuju reruntuhan politik dan militer

Prinsip-prinsip dan warisan fungsional dari pikiran negara Zionis tidak boleh kita lupakan, tetapi harus kita ingat selalu. Entitas Zionis adalah musuh utama kawasan ini dan merupakan sumber dari semua tragedi yang dialami oleh apa yang dulu kita sebut sebagai dunia Arab. Dunia Arab yang kini terpecah belah, terkoyak oleh sektarianisme, etnisitas, kesukuan, mazhab, fanatisme, dan entitas di bawah negara sejak pasca Perang Dunia II.

Hari ini, setelah 7 Oktober, tidak lagi tersembunyi bagi kita bahwa negara yang memberontak dan bandel ini, dengan citra arogan dan ilusi kehebatannya, tidak akan mampu bertahan tanpa dukungan politik dan militer tak terbatas dari Amerika Serikat serta beberapa negara regional yang berperan sebagai alat kepentingannya. Jika bukan karena itu, entitas ini sudah lama hancur menjadi puing-puing politik dan militer yang kini justru ia banggakan.

Bayangkan jika para pendiri ideologi Zionisme seperti Nathan Birnbaum, Simcha Sudeveld, Theodor Herzl, Edmond de Rothschild, Ben Gurion, Golda Meir, dan lainnya yang telah mengorbankan segalanya, mengadakan konferensi, melancarkan perang, serta merancang konspirasi dan intrik untuk menanamkan ide tanah air nasional bagi Yahudi di Palestina, tiba-tiba kembali dan melihat keturunannya seperti Netanyahu, Yoav Gallant, Bezalel Smotrich, Ben Gvir, dan Moshe Gafni yang kini terombang-ambing secara politik dan militer, telah menjadikan Israel sebagai bahan olok-olok dunia akibat kebodohan mereka yang menghancurkan atau setidaknya melemahkan serta membelenggu akar Zionisme itu sendiri.

Namun, harus diakui bahwa di masa-masa awalnya, “kecerdikan strategis” negara Zionis memang mengesankan, terutama jika dibandingkan dengan para lawannya. Akan tetapi, hari ini dapat dikatakan bahwa erosi strategis sedang menarik Israel ke dalam dua tangan: yang satu bodoh, dan yang lainnya ceroboh. Ini adalah sesuatu yang harus dipahami dan disadari oleh dunia Arab.

Israel mencoba memainkan peran sebagai kucing yang siap menerkam. Ia melepaskan perang dari kendalinya dan memperluas jangkauannya. Namun, ia gagal memahami pola pikir militer Hamas yang memiliki karakteristik unik layaknya gerakan perlawanan di seluruh dunia: strategi napas panjang yang hanya berisi kematian. Hamas dengan sengaja menyeret Israel ke dalam keterkejutan “jatuh bebas” yang mengarah pada kehancuran total.

Keterkejutan ini membongkar narasi Israel yang selama ini terpecah-pecah dan retak-retak, mengembalikannya-meskipun dengan keangkuhannya yang palsu dan mitos militernya yang kosong-ke ukuran sebenarnya, yaitu ke dalam botol kecil tempat seharusnya ia berada.

Hakikat Zionisme adalah mengumpulkan yang tercerai-berai, dan apa yang telah dikumpulkan oleh Zionisme selama dekade-dekade lalu kini telah berhasil dihancurkan dan disebar kembali oleh perlawanan dalam waktu hanya satu tahun, terutama dalam kaitannya dengan mitos “tentara yang tak terkalahkan.”

Kita bisa melihat bagaimana tamparan militer yang menyakitkan menimpa dua brigade paling elit dalam tentara Israel, yaitu Golani dan Nahal. Tentara Israel sendiri mengakui bahwa Brigade Golani kehilangan 92 perwira dan prajuritnya, sementara Brigade Nahal kehilangan 67 orang. Institut Penelitian Keamanan Nasional Israel melaporkan bahwa jumlah tentara Israel yang terluka sepanjang satu tahun perang mencapai sekitar 5.000 orang, dengan 695 di antaranya mengalami luka serius.

Selain itu, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa jumlah korban tewas dari kalangan militer Israel telah mencapai 800 sejak perang dimulai angka yang belum pernah dihadapi Israel selama lebih dari 51 tahun.

Di sisi lain, situasi politik Israel juga mengalami pergolakan. Konflik antara Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, mencerminkan kekacauan politik di Israel. Hal yang sama terjadi dengan Itamar Ben Gvir, pemimpin partai sayap kanan ekstrem Otzma Yehudit (Kebesaran Yahudi), yang mengancam akan mengundurkan diri dari Knesset jika perjanjian gencatan senjata disahkan dan itu benar-benar terjadi pada 19 Januari 2025.

Bencana bagi Netanyahu tidak berhenti di situ. Menurut mantan komandan pertahanan udara Israel, Jenderal Ran Kochav, serangan perlawanan telah memaksa lebih dari dua juta warga Israel untuk berlindung di tempat perlindungan dan ruang aman di lebih dari 190 kota dan permukiman. Selain itu, data resmi menunjukkan bahwa sekitar setengah juta warga Israel yang berada di luar negeri sebelum Operasi Badai Al-Aqsa belum kembali hingga saat ini, sementara 375 ribu lainnya meninggalkan Israel setelah perang pecah.

Akhir perjalanan: Negara Zionis yang keletihan

Setelah lima belas bulan pengorbanan heroik oleh perlawanan dan rakyatnya, kita dapat mengatakan bahwa segalanya dinilai dari hasil akhirnya. Dengan perspektif panoramik dan pemikiran logis yang sederhana, Israel telah kalah dalam perangnya dengan Gaza dan pulang dengan tangan hampa. Semua tujuan yang telah dijanjikan dan diancamkannya telah sirna: mulai dari “menghancurkan Hamas,” “mengembalikan warga Israel ke permukiman mereka,” hingga “hari setelah perang.”

Hari yang telah mereka gembar-gemborkan dengan banyak skenario dan rencana itu kini tak lebih dari sebuah ilusi. Memang benar bahwa biaya perang sangat besar bagi Gaza, dan itu tidak dapat disangkal. Namun, siapa pun yang memahami pola pikir negara Zionis akan menyadari bahwa harga yang harus dibayar oleh Israel jauh lebih besar daripada yang diumumkan.

Tabu-tabu yang telah dihancurkan oleh perlawanan selama lebih dari setahun ini menunjukkan kecerdasan luar biasa dari para pejuang Palestina, dan hasilnya pun menjadi fenomena global.

Untuk pertama kalinya, nama-nama pemimpin politik dan militer Israel diajukan ke Mahkamah Internasional. Bahkan, seruan semakin lantang untuk menyatakan bahwa keberadaan negara Israel di tanah Palestina adalah ilegal. Untuk pertama kalinya juga, Israel dijuluki sebagai “negara paria” di mata dunia.

Perlawanan Palestina telah berhasil mengembalikan sentralitas perjuangan Palestina ke panggung global. Ia juga telah berhasil memperlihatkan wajah asli dari entitas iblis ini yang selama ini berselubung dalam jubah demokrasi dan hak asasi manusia. Perlawanan telah membuka kedok hukum internasional dan organisasi-organisasi global yang lemah dalam menghadapi kejahatan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya sejak berdirinya entitas ini pada tahun 1948, dunia bersatu demi Palestina, seolah-olah Perang Gaza telah membebaskan dunia dari cengkeraman mitos “anti-Semitisme,” “Holocaust,” dan “pecinta Zionisme” yang selama ini digunakan untuk membungkam kebenaran.

Kini, tampaknya pikiran negara Zionis, akibat serangan bertubi-tubi, tidak lagi mampu memahami bahwa perlawanan telah memberikan pukulan telak yang tak terbantahkan. Tirai telah jatuh, sandiwara yang dimainkan di panggung politik internasional telah kehilangan penontonnya.

Dunia telah sepakat untuk mendukung keadilan perjuangan Palestina dan keberanian perlawanan. Sementara itu, pikiran negara Zionis yang melemah secara strategis tidak akan pernah mencapai garis akhir dalam perang ini, tidak peduli seberapa keras ia berusaha. Sebab, perlawanan telah menang, mencapai garis akhir, dan mengangkat bendera keberlanjutan dan keteguhan.

**********

Penulis: Dr. Said al-Hosni

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Bebaskan PalestinaDr. Said al-HosniHamas Pejuang PalestinaPenjajah IsraelPilihan Editor
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 2025 dengan Metode Hisab

Next Post

Jelang Ramadhan, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Masyarakat Indonesia Jangan Lengah Salurkan Bantuan ke Palestina

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    Next Post
    Jelang Ramadhan, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Masyarakat Indonesia Jangan Lengah Salurkan Bantuan ke Palestina

    Jelang Ramadhan, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Masyarakat Indonesia Jangan Lengah Salurkan Bantuan ke Palestina

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media