• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, Oktober 4, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in PILIHAN EDITOR

Bagaimana Membaca Pikiran Negara Zionis?

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 12 mins read
Februari 22, 2025
Bagaimana Membaca Pikiran Negara Zionis?
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Pemandangan penuh kebanggaan dan kekuatan saat Hamas menyerahkan tawanan Israel bukanlah kejadian yang muncul begitu saja. Sebelumnya, ada perjalanan panjang penuh keberhasilan dan kemenangan yang ditorehkan oleh perlawanan setiap hari, sementara di sisi lain, Israel mengalami kejatuhan dan kegagalan harian yang membuatnya terperosok ke titik yang tidak pernah dibayangkannya. Hal ini adalah sesuatu yang tidak boleh kita lupakan.

Gaza telah menjalani 15 bulan penuh kobaran api dan kegilaan Zionis, di mana penderitaan penduduknya mencakup pembantaian brutal dan sistematis, eksekusi di tempat, tubuh-tubuh yang tercabik dan tercerai-berai, mayat-mayat yang dimakan anjing, tubuh yang menguap menjadi abu atau hangus terbakar. Kekerasan genosida dan kelaparan hingga mati menciptakan bentuk-bentuk kematian baru yang belum pernah kita saksikan, bahkan dalam narasi Holocaust yang diklaim atau di kamp-kamp penjara beku Gulag di Siberia Utara.

Hal ini ditegaskan oleh Francesca Albanese, Pelapor Khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di Wilayah Palestina, yang dalam pernyataannya mengenai anatomi genosida menyatakan bahwa Israel dengan sengaja telah melakukan tiga tindakan genosida: Membunuh anggota kelompok tertentu, menyebabkan bahaya fisik atau mental yang serius kepada anggota kelompok, dan menciptakan kondisi hidup yang diperhitungkan untuk menghancurkan kelompok tersebut secara keseluruhan atau sebagian.

You might also like

Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

September 28, 2026
Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

Agustus 26, 2026
Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

Agustus 18, 2026
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Agustus 26, 2026

Meskipun Gaza menghadapi neraka yang luar biasa, yang melampaui segala prediksi dan bayangan kita, dunia tetap diam. Baik dari pihak yang dekat namun penuh kebencian dan dendam terhadap perlawanan serta penduduknya, maupun dari pihak yang jauh namun tetap haus darah dan bertindak seperti serigala. Dunia terus menunjukkan sikap munafik dan ketidakpeduliannya yang menjijikkan, seakan pembunuhan adalah sesuatu yang wajar dan penyiksaan hanyalah aspek tambahan.

Tidak mengherankan bahwa negara Zionis memberikan dirinya sendiri hak untuk bertindak semaunya. Ini adalah sifat mereka sejak awal berdirinya. Namun, yang lebih mengejutkan adalah bagaimana dunia tampak menunggu dengan penuh antusias dan curiga saat Gaza mencapai kehancuran total layaknya saudara-saudara Yusuf yang menunggu kesempatan untuk menyingkirkannya, atau seperti segerombolan perampok yang mengintai kafilah yang berjalan sendirian dalam kegelapan malam.

Prinsip strategi Zionis yang haus perang

Ganasnya strategi Zionis ini membawa kita kembali ke tahun 1985, ketika Pusat Studi Strategis di Universitas Tel Aviv menerbitkan serangkaian studi yang disusun oleh pakar Israel, Dov Schaffer, mengenai masa depan kebijakan militer Israel di kawasan Mediterania Timur. Studi tersebut menyoroti beberapa prinsip strategis utama, di antaranya:

Pertama, Israel adalah negara yang berdiri di atas prinsip ekspansi. Ini adalah inti dari konsep Zionisme tentang negara, dan mereka tidak akan meninggalkannya karena ekspansi adalah kunci keberlangsungan mereka. Prinsip ini diterapkan secara nyata melalui pencaplokan berkelanjutan atas wilayah-wilayah di Palestina, Lebanon, dan Suriah.

Kedua, Israel menganggap dirinya sebagai negara Timur Tengah. Strategi ini lebih didorong oleh faktor ekonomi. Intinya, Israel tidak bisa terus bergantung pada Amerika Serikat untuk mempertahankan standar hidup tertentu. Oleh karena itu, mereka mencari alternatif melalui dominasi ekonomi, yang salah satu unsurnya adalah penetrasi pasar di kawasan Timur Tengah.

Ketiga, konsep perang berkala setiap sepuluh tahun sekali. Israel percaya bahwa mereka harus melancarkan perang dalam jangka waktu tertentu agar dapat mencapai beberapa tujuan: memperluas wilayah, mendapatkan simpati dunia, mengalihkan masalah internal, serta memperkuat ekonominya melalui bantuan dan keuntungan perang. Sejarah membuktikan pola ini: Perang 1948, diikuti oleh Perang 1956. Perang 1967, lalu Perang 1973 yang dilancarkan oleh Mesir dan Suriah. Perang Lebanon pada 1982. Intifada pertama pada 1987 dan Intifada kedua pada 2000.

Menariknya, sejak memasuki milenium ketiga, interval perang Israel semakin singkat. Mereka melancarkan perang brutal terhadap Gaza hampir setiap beberapa tahun: (2009, 2012, 2014, 2019, 2021, 2022, dan 2024). Hal ini terkait erat dengan prinsip keempat di bawah ini, yang menurut kami merupakan aspek terpenting karena mencerminkan pembaruan dalam pemikiran strategis Zionis.

Prinsip ini berhubungan dengan masalah keamanan dan berfokus pada dua pertanyaan mendasar: Kapan Israel harus berperang? dan Bagaimana Israel harus berperang? Dengan kata lain, perbedaan antara teori keamanan nasional dan teori peperangan atau pertempuran.

Jawaban atas dua pertanyaan ini mengharuskan strategi militer Israel untuk memenuhi dua syarat utama. Pertama, Israel harus menjadi pihak yang memulai agresi. Kedua, Israel harus unggul secara mutlak dan telak.

Dua prinsip ini telah diterapkan secara konsisten. Dalam doktrin militer mereka, ada dua aturan utama. “Tangan yang berani berpikir untuk menantang supremasi Israel harus dipotong sebelum bergerak,” dan “Jika kita tidak dapat menjadi penguasa sejarah kita sendiri, maka kita harus menemukan cara untuk menundukkan dunia yang liar ini di bawah kendali kita.”

Hanya keganasan yang dapat menandingi keganasan

Kita bisa mengatakan dengan lantang bahwa pengecualian atau “pemutusan” sejarah hadir dengan sangat kuat kali ini, yaitu dalam bentuk keretakan dan perpecahan besar yang disebabkan oleh peristiwa 7 Oktober. Serangan “Thufan Al-Aqsa” telah membuat kebijakan militer Zionis kehilangan kendali, memperlihatkan kelemahannya, dan mengguncang seluruh prinsip dasarnya.

Meskipun kerugian besar yang dialami dalam aspek kemanusiaan, hak asasi manusia, ekonomi, dan infrastruktur, inisiatif dan kejutan tetap menjadi keunggulan pihak Palestina. Hal ini membuat Israel seperti ikan yang dipukul di kepalanya, menggelepar dan kebingungan. Semua kebijakan serta strategi militer yang diadopsi setelah serangan itu hanyalah reaksi dari kekuatan brutal yang tidak tahu bagaimana atau ke mana harus mengayunkan pentungannya.

Akibatnya, kekerasan justru diarahkan pada warga sipil, anak-anak, dan perempuan dengan pembunuhan serta penyiksaan, yang menyebabkan jumlah syuhada di Gaza mencapai 46 ribu orang, dengan sekitar 10 ribu lainnya masih hilang. Ribuan lainnya ditangkap, dan serangan brutal pun menghancurkan semua yang ada masjid, rumah sakit, sekolah, dan universitas.

Ini membawa kita pada kesimpulan utama yang sangat penting: kepemimpinan militer Israel, meskipun tampaknya bebas dari warisan ideologi Zionis dan konflik politik-partisan (di mana politisi juga memainkan peran sebagai pemimpin militer), serta meskipun terbiasa dengan kehidupan militer dan memiliki pengalaman dalam praktik tempur, ternyata kehilangan arah. Mereka tidak tahu pihak mana yang harus mereka dekati. Kekacauan yang melanda institusi militer Israel sejak pecahnya perang hingga penghentian sementara serangan pada 18 Januari lalu adalah bukti nyata dari hal itu.

Kita telah melihat bahwa setiap kali perlawanan Palestina yang gagah berani mempermalukan Israel dan menghancurkan reputasi “tentara yang tak terkalahkan”, semakin brutal agresi mereka terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Dengan perhitungan matematis sederhana, dapat dikatakan bahwa meskipun memiliki persenjataan canggih buatan AS dan sistem pertahanan seperti “Kubah Besi”, Israel tetap gagal mencapai tujuan utama perang ini menghancurkan Hamas atau setidaknya melemahkan dan menetralkannya. Sebaliknya, Hamas telah menguasai seni mengelola kelemahan dan mengubahnya menjadi kekuatan yang luar biasa.

Ganasnya serangan terhadap Gaza dan penduduknya telah merusak salah satu warisan lama Zionisme, yaitu mendapatkan simpati dunia melalui narasi sejarah yang mereka klaim sebagai korban. Kini, dunia mulai menjauh dari mereka. Menurut harian Israel “Yedioth Ahronoth“, semakin lama perang berlangsung tanpa rencana untuk “hari setelahnya”, semakin berkurang dukungan global bagi Israel dan semakin meningkat tekanan internasional terhadapnya dan inilah yang terjadi.

Pada awal Juni, Pusat Penelitian Pew menerbitkan hasil jajak pendapat yang menunjukkan menurunnya simpati internasional terhadap Israel. Survei ini mengungkap bahwa pemerintahan Netanyahu mengalami isolasi politik yang semakin dalam. Mayoritas warga Israel yang disurvei mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap citra negara mereka di dunia, dengan 15% di antaranya bahkan mengatakan bahwa Israel “tidak dihormati sama sekali”.

Selain itu, data yang dibagikan dengan majalah TIME oleh perusahaan intelijen bisnis Morning Consult menunjukkan bahwa dukungan global terhadap Israel telah menurun secara signifikan sejak perang di Gaza dimulai. Antara September hingga Desember 2024, persepsi positif terhadap Israel mengalami penurunan rata-rata sebesar 18,5 poin persentase secara global, dengan penurunan yang terjadi di 42 dari 43 negara yang disurvei.

Di beberapa negara seperti China, Afrika Selatan, Brasil, dan banyak negara di Amerika Latin, persepsi terhadap Israel berubah dari positif menjadi negatif. Bahkan di negara-negara kaya yang sebelumnya sudah memiliki pandangan negatif terhadap Israel seperti Jepang, Korea Selatan, dan Inggris terjadi penurunan drastis.

Sebagai contoh, di Jepang, persepsi negatif terhadap Israel meningkat dari -39,9 menjadi -62,0. Di Korea Selatan, dari -5,5 menjadi -47,8. Di Inggris, dari -17,1 menjadi -29,8. Selain itu, majalah The Economist mempublikasikan hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan kecerdasan buatan DMR terhadap satu juta akun di berbagai platform media sosial, dari 7 hingga 23 Oktober 2023.

Hasilnya mengejutkan pihak Israel, karena menunjukkan bahwa simpati terhadap mereka yang sempat meningkat setelah serangan 7 Oktober, kini telah menghilang. Wakil Presiden DMR, Sonat Frisbee, mengatakan bahwa data ini mencerminkan betapa sulitnya posisi Israel di komunitas internasional saat ini.

Dari sisi lain, aspek penting lain dari warisan Zionisme yang juga terkena dampak besar akibat perlawanan Palestina adalah upaya memperkuat ekonomi Israel melalui donasi dan bantuan asing. Kementerian Urusan Diaspora Israel melaporkan bahwa total donasi dari berbagai organisasi dan individu di seluruh dunia untuk “memulihkan” Israel setelah serangan 7 Oktober mencapai lebih dari 1,4 miliar dolar AS.

Setengah dari jumlah ini dikumpulkan oleh federasi Yahudi di Amerika Utara dan 146 organisasi anggotanya, sementara setidaknya 350 organisasi nirlaba Israel dan berbagai badan pemerintah menerima dana dari luar negeri untuk layanan medis, bantuan darurat, dukungan kesehatan mental, serta bantuan bagi para korban “terorisme”.

Namun, angin 7 Oktober membawa arah yang berbeda. Banyak penyumbang lama Israel, seperti Larry Gottlieb, mulai meragukan alokasi dana mereka, terutama karena semakin banyak Yahudi Amerika yang enggan memberikan donasi kepada Israel karena alasan politik dan religius, terutama karena pemerintahan Netanyahu dan kebijakan ekstrimisnya.

Bahkan, beberapa anggota Kongres AS meminta pemerintahan Biden untuk menghentikan pendanaan yang digunakan Israel dalam pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina. AS sendiri memberi Israel bantuan militer sebesar 3,8 miliar dolar AS setiap tahunnya, menjadikannya negara penerima bantuan terbesar dari AS. Namun, meskipun pemutusan total dana AS untuk Israel mungkin sulit dilakukan, perlawanan Palestina berhasil melemahkan sebagian aliran dana ini dan memangkas sumber-sumber pendukung lainnya.

Kini, setelah perang berlangsung lebih dari 15 bulan, Israel menghadapi tantangan ekonomi terbesar dalam beberapa dekade. Data menunjukkan bahwa ekonominya mengalami perlambatan terburuk di antara negara-negara kaya dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Produk Domestik Bruto (PDB) Israel menyusut 4,1% dalam beberapa minggu setelah serangan 7 Oktober, dan terus menurun hingga tahun 2025.

Tak diragukan lagi, tantangan ekonomi yang dihadapi Israel sangat besar. Perang yang berkepanjangan telah merusak keuangan negara, investasi bisnis, serta kepercayaan konsumen. Bank Sentral Israel memperkirakan bahwa biaya perang akan mencapai 67 miliar dolar AS. Meskipun AS menyetujui paket bantuan militer senilai 14,5 miliar dolar, sumber daya keuangan Israel mungkin tidak cukup untuk menutupi pengeluaran ini.

Bahkan, dampak ekonomi yang parah menyebabkan lembaga pemeringkat kredit seperti Fitch menurunkan peringkat kredit Israel dari A+ menjadi A pada Agustus 2024, karena meningkatnya pengeluaran militer memperburuk defisit fiskal Israel hingga 7,8% dari PDB.

Berdasarkan data pemerintah Israel, sekitar 60 ribu bisnis kecil dan menengah tutup pada 2024—meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pariwisata anjlok lebih dari 70%, sementara sektor konstruksi dan pertanian juga mengalami pukulan berat.

Jelas bahwa Israel mengalami pukulan berat akibat perang ini, dan itu bukan hanya kata-kata dari musuh mereka—tetapi dari rakyat dan ekonominya sendiri.

Menurut data dari Biro Statistik Israel, pariwisata yang masuk turun menjadi 885.000 wisatawan dan pengunjung selama 11 bulan pertama tahun 2024, di tengah ekspektasi bahwa itu akan mencapai 952.000 wisatawan selama setahun penuh. Selain itu, sektor lain seperti konstruksi dan pertanian sangat terpengaruh, karena sekitar 700 hingga 750 perusahaan konstruksi dan infrastruktur tutup tahun lalu, meningkat lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun 2023. Sektor pertanian juga terpengaruh oleh pembatasan keamanan di daerah perbatasan dan kekurangan tenaga kerja.

Jalan menuju reruntuhan politik dan militer

Prinsip-prinsip dan warisan fungsional dari pikiran negara Zionis tidak boleh kita lupakan, tetapi harus kita ingat selalu. Entitas Zionis adalah musuh utama kawasan ini dan merupakan sumber dari semua tragedi yang dialami oleh apa yang dulu kita sebut sebagai dunia Arab. Dunia Arab yang kini terpecah belah, terkoyak oleh sektarianisme, etnisitas, kesukuan, mazhab, fanatisme, dan entitas di bawah negara sejak pasca Perang Dunia II.

Hari ini, setelah 7 Oktober, tidak lagi tersembunyi bagi kita bahwa negara yang memberontak dan bandel ini, dengan citra arogan dan ilusi kehebatannya, tidak akan mampu bertahan tanpa dukungan politik dan militer tak terbatas dari Amerika Serikat serta beberapa negara regional yang berperan sebagai alat kepentingannya. Jika bukan karena itu, entitas ini sudah lama hancur menjadi puing-puing politik dan militer yang kini justru ia banggakan.

Bayangkan jika para pendiri ideologi Zionisme seperti Nathan Birnbaum, Simcha Sudeveld, Theodor Herzl, Edmond de Rothschild, Ben Gurion, Golda Meir, dan lainnya yang telah mengorbankan segalanya, mengadakan konferensi, melancarkan perang, serta merancang konspirasi dan intrik untuk menanamkan ide tanah air nasional bagi Yahudi di Palestina, tiba-tiba kembali dan melihat keturunannya seperti Netanyahu, Yoav Gallant, Bezalel Smotrich, Ben Gvir, dan Moshe Gafni yang kini terombang-ambing secara politik dan militer, telah menjadikan Israel sebagai bahan olok-olok dunia akibat kebodohan mereka yang menghancurkan atau setidaknya melemahkan serta membelenggu akar Zionisme itu sendiri.

Namun, harus diakui bahwa di masa-masa awalnya, “kecerdikan strategis” negara Zionis memang mengesankan, terutama jika dibandingkan dengan para lawannya. Akan tetapi, hari ini dapat dikatakan bahwa erosi strategis sedang menarik Israel ke dalam dua tangan: yang satu bodoh, dan yang lainnya ceroboh. Ini adalah sesuatu yang harus dipahami dan disadari oleh dunia Arab.

Israel mencoba memainkan peran sebagai kucing yang siap menerkam. Ia melepaskan perang dari kendalinya dan memperluas jangkauannya. Namun, ia gagal memahami pola pikir militer Hamas yang memiliki karakteristik unik layaknya gerakan perlawanan di seluruh dunia: strategi napas panjang yang hanya berisi kematian. Hamas dengan sengaja menyeret Israel ke dalam keterkejutan “jatuh bebas” yang mengarah pada kehancuran total.

Keterkejutan ini membongkar narasi Israel yang selama ini terpecah-pecah dan retak-retak, mengembalikannya-meskipun dengan keangkuhannya yang palsu dan mitos militernya yang kosong-ke ukuran sebenarnya, yaitu ke dalam botol kecil tempat seharusnya ia berada.

Hakikat Zionisme adalah mengumpulkan yang tercerai-berai, dan apa yang telah dikumpulkan oleh Zionisme selama dekade-dekade lalu kini telah berhasil dihancurkan dan disebar kembali oleh perlawanan dalam waktu hanya satu tahun, terutama dalam kaitannya dengan mitos “tentara yang tak terkalahkan.”

Kita bisa melihat bagaimana tamparan militer yang menyakitkan menimpa dua brigade paling elit dalam tentara Israel, yaitu Golani dan Nahal. Tentara Israel sendiri mengakui bahwa Brigade Golani kehilangan 92 perwira dan prajuritnya, sementara Brigade Nahal kehilangan 67 orang. Institut Penelitian Keamanan Nasional Israel melaporkan bahwa jumlah tentara Israel yang terluka sepanjang satu tahun perang mencapai sekitar 5.000 orang, dengan 695 di antaranya mengalami luka serius.

Selain itu, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa jumlah korban tewas dari kalangan militer Israel telah mencapai 800 sejak perang dimulai angka yang belum pernah dihadapi Israel selama lebih dari 51 tahun.

Di sisi lain, situasi politik Israel juga mengalami pergolakan. Konflik antara Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, mencerminkan kekacauan politik di Israel. Hal yang sama terjadi dengan Itamar Ben Gvir, pemimpin partai sayap kanan ekstrem Otzma Yehudit (Kebesaran Yahudi), yang mengancam akan mengundurkan diri dari Knesset jika perjanjian gencatan senjata disahkan dan itu benar-benar terjadi pada 19 Januari 2025.

Bencana bagi Netanyahu tidak berhenti di situ. Menurut mantan komandan pertahanan udara Israel, Jenderal Ran Kochav, serangan perlawanan telah memaksa lebih dari dua juta warga Israel untuk berlindung di tempat perlindungan dan ruang aman di lebih dari 190 kota dan permukiman. Selain itu, data resmi menunjukkan bahwa sekitar setengah juta warga Israel yang berada di luar negeri sebelum Operasi Badai Al-Aqsa belum kembali hingga saat ini, sementara 375 ribu lainnya meninggalkan Israel setelah perang pecah.

Akhir perjalanan: Negara Zionis yang keletihan

Setelah lima belas bulan pengorbanan heroik oleh perlawanan dan rakyatnya, kita dapat mengatakan bahwa segalanya dinilai dari hasil akhirnya. Dengan perspektif panoramik dan pemikiran logis yang sederhana, Israel telah kalah dalam perangnya dengan Gaza dan pulang dengan tangan hampa. Semua tujuan yang telah dijanjikan dan diancamkannya telah sirna: mulai dari “menghancurkan Hamas,” “mengembalikan warga Israel ke permukiman mereka,” hingga “hari setelah perang.”

Hari yang telah mereka gembar-gemborkan dengan banyak skenario dan rencana itu kini tak lebih dari sebuah ilusi. Memang benar bahwa biaya perang sangat besar bagi Gaza, dan itu tidak dapat disangkal. Namun, siapa pun yang memahami pola pikir negara Zionis akan menyadari bahwa harga yang harus dibayar oleh Israel jauh lebih besar daripada yang diumumkan.

Tabu-tabu yang telah dihancurkan oleh perlawanan selama lebih dari setahun ini menunjukkan kecerdasan luar biasa dari para pejuang Palestina, dan hasilnya pun menjadi fenomena global.

Untuk pertama kalinya, nama-nama pemimpin politik dan militer Israel diajukan ke Mahkamah Internasional. Bahkan, seruan semakin lantang untuk menyatakan bahwa keberadaan negara Israel di tanah Palestina adalah ilegal. Untuk pertama kalinya juga, Israel dijuluki sebagai “negara paria” di mata dunia.

Perlawanan Palestina telah berhasil mengembalikan sentralitas perjuangan Palestina ke panggung global. Ia juga telah berhasil memperlihatkan wajah asli dari entitas iblis ini yang selama ini berselubung dalam jubah demokrasi dan hak asasi manusia. Perlawanan telah membuka kedok hukum internasional dan organisasi-organisasi global yang lemah dalam menghadapi kejahatan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya sejak berdirinya entitas ini pada tahun 1948, dunia bersatu demi Palestina, seolah-olah Perang Gaza telah membebaskan dunia dari cengkeraman mitos “anti-Semitisme,” “Holocaust,” dan “pecinta Zionisme” yang selama ini digunakan untuk membungkam kebenaran.

Kini, tampaknya pikiran negara Zionis, akibat serangan bertubi-tubi, tidak lagi mampu memahami bahwa perlawanan telah memberikan pukulan telak yang tak terbantahkan. Tirai telah jatuh, sandiwara yang dimainkan di panggung politik internasional telah kehilangan penontonnya.

Dunia telah sepakat untuk mendukung keadilan perjuangan Palestina dan keberanian perlawanan. Sementara itu, pikiran negara Zionis yang melemah secara strategis tidak akan pernah mencapai garis akhir dalam perang ini, tidak peduli seberapa keras ia berusaha. Sebab, perlawanan telah menang, mencapai garis akhir, dan mengangkat bendera keberlanjutan dan keteguhan.

**********

Penulis: Dr. Said al-Hosni

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Bebaskan PalestinaDr. Said al-HosniHamas Pejuang PalestinaPenjajah IsraelPilihan Editor
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 2025 dengan Metode Hisab

Next Post

Jelang Ramadhan, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Masyarakat Indonesia Jangan Lengah Salurkan Bantuan ke Palestina

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      906 shares
      Share 362 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      813 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post
    Jelang Ramadhan, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Masyarakat Indonesia Jangan Lengah Salurkan Bantuan ke Palestina

    Jelang Ramadhan, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Masyarakat Indonesia Jangan Lengah Salurkan Bantuan ke Palestina

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media