• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Rabu, Agustus 19, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Dikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Berlayar di Atas Kapal KM Dorolonda Menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Ahmad Hanafi Motivasi Kontingen Teguh dalam Perjuangan Dakwah

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Dikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Berlayar di Atas Kapal KM Dorolonda Menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Ahmad Hanafi Motivasi Kontingen Teguh dalam Perjuangan Dakwah

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in KHAZANAH, Sejarah Islam

Mengenal Thaliban: Sejarah, Manhaj, dan Fatwa Ulama Tentangnya

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 21 mins read
Agustus 22, 2021
Mengenal Thaliban: Sejarah, Manhaj, dan Fatwa Ulama Tentangnya
623
SHARES
3.5k
VIEWS
Share on WhatsApp

Secara bahasa, istilah Thaliban berasal dari kata thalib dalam bahasa ‘Arab yang maknanya adalah penuntut ilmu atau santri. Dalam bahasa Persia dan Pasthun, thalib menjadi Thaliban. Adapun secara istilah, kata Thaliban merupakan istilah umum yang ditujukan bagi para santri di Afghanistan dan Pakistan yang mengangkat senjata.

Hal ini sebagaimana terdapat dalam catatan kaki artikel “Sebuah Kesaksian dari dalam” yang ditulis oleh Abu Jarir asy-Syimali yang menerangkan istilah Thaliban adalah,

“Istilah ini memiliki arti ‘pelajar’ dalam bahasa Pasthun dan digunakan untuk merujuk pada kelompok mana pun yang terlihat sebagai ‘siswa/santri’ walaupun mereka tidak masuk dalam satu lembaga atau bahkan mereka saling berperang satu sama lain.”

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Abu Jarir asy-Syimali dalam artikel tersebut juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa kelompok bersenjata dengan bermacam-macam ideologi dan latar belakang yang berada di Afghanistan dan Pakistan. Secara umum terdapat 4 kelompok dengan nama Thaliban. Ia mengatakan,

“Aku mempelajari tentang berbagai kelompok, terutama kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Thaliban.

1. Thaliban Afghanistan semacam faksi Haqqani. Mereka adalah orang-orang Afghanistan asli. Mereka menganggap Mullah Muhammad ‘Umar sebagai pemimpin tertinggi mereka.

2. Thaliban Waziristan yang menganggap diri mereka orang Pakistan. Mereka mempunyai banyak pemimpin, termasuk Qalbhadir, Ghulam Khan, Gud ‘Abdurrahman, dan yang lainnya. Mereka memandang diri mereka orang-orang Pashtun dari Pakistan.

3. Thaliban independen di wilayah Khaibar, sebelah utara Waziristan. Mereka bersekutu kuat dengan pemerintah Pakistan. Mereka hidup dari opium dan marijuana. Mereka melawan Tahrik Thaliban Pakistan dan menghalangi mereka untuk menggunakan jalan perjuangan dengan senjata. Mereka mempunyai banyak nama di antaranya Lasykar Islam, Ansharul Islam, Jama’ah at-Tauhid, Munghul Bagh, dan lain-lain.4. Tahrik Thaliban Pakistan. Mereka adalah para muhajirin dari wilayah-wilayah yang dimasuki tentara Pakistan di Lembah Swat dan daerah-daerah lainnya yang dekat dengan Peshawar. Barang kali mereka adalah kelompok terbaik yang ada di wilayah Waziristan. Namun sayangnya, intelijen Pakistan mampu menyusupkan beberapa personilnya dan menghasut di antara beberapa pemimpin suku mereka untuk berperang di antara sesamanya dalam perkara kepemimpinan. Mereka terdiri dari gabungan beberapa suku dan setiap gabungan mempunyai pemimpin sendiri. Mereka telah menegakkan hukum-hukum syariat di Lembah Swat.”

Adapun yang kita bahas kali ini adalah Thaliban Afghanistan yang memiliki nama resmi Imarah Islam Afghanistan.

Syaikh Dr. Muhammad bin Rizq ath-Tharhuni hafizhahullah mengatakan,

ﻭﺃﻣﺎ ﻃﺎﻟﺒﺎﻥ ﻓﻬﻲ ﺇﻣﺎﺭﺓ ﻗﻄﺮﻳﺔ ﻣﻨﻐﻠﻘﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ ﻭﻟﻬﺎ ﻳﺪ ﻭﺳﻠﻄﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﺎﻃﻖ ﺑﻬﺎ

“Dan adapun Thaliban adalah pemerintahan (emirat) yang wilayahnya terbatas di atas Afghanistan dan ia memiliki kontrol dan kekuasaan atas wilayahnya.”

Sejarah Singkat Gerakan Thaliban

Imarah Islam Afghanistan yang semula dikenal sebagai Gerakan Thaliban bermula dari Amirul Mukminin Mullah Muhammad ‘Umar rahimahullah. Mullah ‘Umar adalah anak dari Maulawi Ghulam Nabi, cucu dari Maulawi Muhammad Rasul, dan merupakan alumni dari Darul Ulum Haqqaniyyah.

Gerakan Thaliban bermula setelah perang melawan Komunis berakhir terjadi kekacauan di seantero Afghanistan. Mullah ‘Umar yang sempat mengikuti aktivitas jihad pada akhir 80-an membuat suatu gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang melayani masyarakat miskin dan melindungi rakyat dari kriminalitas. Gerakan ini nanti diikuti dengan bergabungnya kelompok-kelompok masyarakat lainnya ke dalam tubuh Thaliban, salah satunya adalah pimpinan mujahidin Afghanistan, Syaikh Muhammad Yunus Khalis dari Hizbul Islam Khalis, pembaiatan dari ratusan ulama Afghanistan kepada Mullah ‘Umar sebagai pemimpin, perang menghadapi  Koalisi Utara yang dipimpin oleh Ahmad Syah Mas‘ud, hingga kedatangan penjajah Amerika ke negeri Afghanistan mendirikan negara boneka.

Seiring berjalannya waktu, Mullah ‘Umar wafat digantikan oleh Mukhtar Akhtar Manshur. Kemudian Mullah Akhtar Manshur rahimahullah wafat digantikan oleh Amirul Mukminin Syaikhul Hadits Maulawi Hibatullah Akhunzadah hafizhahullah, seorang ulama Ahlul Hadits dengan latar belakang mazhab Hanafi yang sebelumnya menjabat sebagai qadhi tertinggi dari pengadilan syariat dari Thaliban.

Pada tahun 2021, Thaliban pada akhirnya berhasil menggulingkan pemerintahan boneka bentukan Amerika dan menjadi satu-satunya penguasa de facto yang menguasai Afghanistan.

Manhaj Gerakan Thaliban

Secara umum orang-orang Thaliban berasal dari madrasah Deobandi.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Muhajir hafizhahullah ketika menulis bantahan terhadap orang-orang yang mengafirkan Thaliban dalam kitabnya yang berjudul at-Tibyan, beliau menukil penjelasan Syaikh Yusuf bin Shalih al-‘Uyyairi rahimahullah, ulama Salafi yang menjadi utusan dari Imarah Islam Afghanistan untuk para ulama di Sa‘udi, tentang madrasah Deobandi dalam kitab al-Mizan li Harakah Thaliban.

Syaikh Yusuf al-‘Uyyairi berkata,

وفي الحقيقة أن الديوبندية ليست عقيدة جديدة، ولكنها مدرسة نشأت في بلاد الهند نسبة إلى مدينة ديوبند التي أُسست فيها قبل أكثر من 200 عام، وهذه المدرسة تعتمد المذهب الحنفي مذهبًا فقهيًا،

“Pada hakikatnya Deobandi bukanlah sebuah akidah yang baru, akan tetapi ia adalah madrasah yang berada di negeri Hind yang dinisbatkan pada Kota Deoband yang telah berdiri di sana sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Madrasah ini menganut mazhab Hanafi sebagai mazhab fikihnya.”

فالديوبندية مدرسة وليست عقيدة مستقلة، مثل الأزهر في مصر، فالأزهر مدرسة نشأت في مصر وانتشرت فروعها، وليس كل خريج من الأزهر لا بد أن يكون شافعي المذهب أشعري العقيدة، فالأزهر تخرج منه علماء سلفيون وتخرج منه علماء من أهل الحديث، تمامًا كما هو الحال مع المدرسة الديوبندية،

“Sehingga karena Deobandi adalah sebuah madrasah dan bukan sebuah akidah yang independen, maka ia sebagaimana al-Azhar di Mesir. Al-Azhar adalah madrasah yang berdiri di Mesir dan menyebarkan cabang-cabangnya. Tidak setiap lulusan al-Azhar bermazhab Syafi’i dan berakidah Asy‘ari. Sebagian lulusan al-Azhar adalah ulama Salafi dan Ahlul Hadits. Hal ini sebagaimana kondisi madrasah Deobandi.”

Kemudian sebagai negara yang besar, maka di dalam negara Thaliban terdapat Salafi maupun Shufi. Akan tetapi secara umum Thaliban berpegang teguh pada mazhab Hanafi, baik pada ushul maupun furu’-nya.

Syaikh Yusuf al-‘Uyyairi menjelaskan,

بأننا لا نزعم أن حركة طالبان حركة سلفية ومن قال عن جملتهم ذلك فهو مخطئ، وكذلك ننفي عنهم أنهم قبوريون يشوبهم شرك أكبر، ولكننا نقول يوجد منهم سلفيون ومنهم متصوفة مبتدعة والسواد الأعظم منهم على المذهب الحنفي عقيدة وفقهًا وطريقة.

“Kami tidaklah mengklaim bahwa Gerakan Thaliban adalah gerakan Salafiyyah. Barang siapa yang mengatakan demikian, maka dia telah salah. Begitu juga, kami mengingkari orang-orang yang mengklaim mereka sebagai Quburiyyun yang terjatuh pada syirik akbar. Akan tetapi kami katakan, sebagian mereka adalah Salafiyyun dan sebagian lagi adalah Ahlul Bid‘ah pelaku tasawuf serta mayoritas dari mereka berada di atas mazhab Hanafi, baik secara akidah, fikih, maupun tarekatnya.”

Syaikh Ghulamullah Rahmati rahimahullah berkata,

رأيت الطالبان ثلاثة أصناف:

الطبقة الأولى: والأكثرية حنفيون

والطبقة الثانية: والله هم سلفيون،

والطبقة الثالثة: يوجد فيهم من هو صوفي، ولكن هؤلاء قِلة

“Saya melihat Thaliban terbagi menjadi 3 kelompok:

1. Mayoritas mereka bermazhab Hanafi.

2. Demi Allah, mereka adalah Salafiyyun.

3. Di antara mereka terdapat Shufi, namun hanya sedikit.”

Sejalan dengan yang dikatakan Syaikh Yusuf al-‘Uyyairi dan Syaikh Ghulamullah Rahmati, Syaikh Muhaddits ‘Abdurrazzaq al-Mahdi hafizhahullah pun juga mengatakan demikian, bahkan Syaikh al-Mahdi menerangkan bahwa Thaliban yang berpegang teguh pada mazhab Hanafi menjadinya sebagai negara yang kuat.

Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Mahdi dalam artikel berjudul “Mazhab Hanafi atau Syafi‘i…” mengatakan,

ما سر قوة وتماسك طالبان؟ الجواب: إن سر قوة وتماسك طالبان ليست شخصية الملا عمر الفذة أو الملا أختر أو الملا هيبة الله!  وإنما هو المذهب الحنفي الذى يلتزم به قادة طالبان والجنود معا سواء في الأصول أو الفروع.

“Apa rahasia kekuatan dan ketahanan Thaliban? Jawabannya adalah sesungguhnya rahasia kekuatan dan ketahanan Thaliban bukan dari tokohnya Mullah ‘Umar yang tiada bandingnya atau Mullah Akhtar atau Mullah Hibatullah! Melainkan rahasia tersebut terdapat pada kekuatan keteguhan mereka dalam berpegang teguh dengan mazhab Hanafi yang tampak dari semua elemen Thaliban dari para pemimpin, pasukan, dan lain-lain, baik dalam masalah pokok (ushul) atau masalah  cabang (furu‘).”

فطالما الجميع ملتزمون بمذهب واحد فلن يكون اختلاف فقهي أو منهجي.. فلن يكون تنازع بينهم.. وقد اجتهد بعض الأطراف في الداخل والخارج من خلال بذل المال أو بث فكر الغلو أن يستميل شباب طالبان وأن يحدث انشقاقا واسعا فلم يفلح.. ولم يستجب إلا القليل وسرعان ما تم تلافي ذلك.

“Selama masyarakat berpegang pada mazhab yang satu, maka tidak akan ada terjadi perselisihan baik dalam fikihnya maupun manhaj-nya… maka tidak akan terjadi bantah-bantahan di antara mereka. Beberapa pihak telah berusaha keras baik di dalam dan di luar negeri memberikan harta atau menyebarkan pemikiran ghuluw (ekstrem atau berlebih-lebihan) agar pada pemuda-pemuda Thaliban terjadi perpecahan yang meluas, namun tidak berhasil. Dan tidak ada yang menghiraukannya, kecuali sedikit, dan segera hal itu dapat dicegah.”

Hal ini juga diamini oleh Syaikh Abu Hafsh al-Mauritani hafizhahullah. Beliau mengatakan,

ومما تميزت به هذه التجربة:

1- مراعاة الواقع المذهبي للشعب الأفغاني، فتجنبت بذلك أخطاء بعض الجهاديين السلفيين.

2- رفضها للعبة الديمقراطية، واخذها باسباب القوة العسكرية، فتجنبت بذلك اخطاء الإسلاميين الديمقراطيين.

وفق الله طالبان.

“Di antara karakteristik Thaliban yang membedakannya dengan yang lain:

1. Menjaga realita madzhabiyyah yang dianut masyarakat Afghan sehingga terjauhkan dari kesalahan sebagian jihadiyyin Salafiyyin (yang tidak bermazhab, pent).

2. Menolak permainan demokrasi dan mengambil sebab-sebab kekuatan militer sehingga sehingga terjauhkan dari kesalahan aktivis Islam penempuh demokrasi.

Semoga Allah selalu memberikan taufik kepada Thaliban.”

Mazhab Hanafi itu sendiri termasuk ke dalam mazhab yang mu’tabar dari mazhab yang empat.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻫﻢ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭﻣﻦ ﺳﻠﻚ ﺳﺒﻴﻠﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﻭﺃﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ

“Sesungguhnya Salafush Shalih adalah para sahabat serta orang-orang yang mengikuti jalan mereka dalam beragama, termasuk di dalamnya para tabi’in, atba‘at tabi’in, juga mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali dan yang selain mereka…”

Terkhusus untuk Tahrik Thaliban Pakistan yang merupakan organisasi payung yang mewadahi kelompok-kelompok Thaliban yang lebih kecil di Pakistan yang juga berbaiat kepada Imarah Islam Afghanistan, maka Abu Jarir asy-Syimali -yang notebene musuh Thaliban- menuliskan kesaksian tentang mereka,

“Tahrik Thaliban Pakistan adalah mujahidin terbaik yang kulihat di lapangan. Mereka berada di atas kebenaran. Kebanyakan pemimpinnya berada di atas aqidah shahihah dan manhaj Salaf. Kami memandangnya demikian.”

Lebih jauh lagi, berikut ini beberapa fatwa dan pandangan dari para ulama Salafi tentang Gerakan Thaliban.

1. Fatwa Syaikh Ghulamullah Rahmati (Wakil Syaikh Jamilurrahman as-Salafi al-Afghani)

Syaikh Ghulamullah Rahmati rahimahullah adalah wakil dari Syaikh Jamilurrahman as-Salafi al-Afghani.

Pada mulanya Syaikh Jamilurrahman as-Salafi adalah anggota Sazman Jawanan Musliman pimpinan Qulbuddin Hikmatiyyar yang kemudian berkembang menjadi Hizbul Islam. Sazman Jawanan Musliman dibentuk tahun 1969 dan berubah menjadi Hizbul Islam tahun 1975. Pada tahun 1979, Syaikh Yunus Khalis berpisah dari Hizbul Islam Hikmatiyyar dan kelompoknya dikenal sebagai Hizbul Islam Khalis. Pada tahun itu pula, Syaikh Jamilurrahman as-Salafi menjadi Ketua Hizbul Islam Hikmatiyyar di Provinsi Kunar.

Hingga pada tahun 1985, Syaikh Jamilurrahman mendirikan Jama‘ah ad-Da’wah ilal Qur‘an was Sunnah yang selanjutnya berkembang dengan penegakkan Daulah Islam dengan manhaj Salafi di Provinsi Kunar yang ditandai dengan proklamasi pembentukan Imarah Islam di Kunar pada Januari 1991. Akan tetapi karena terjadi perselisihan Hizbul Islam Hikmatiyyar, Syaikh Jamilurrahman as-Salafi gugur ketika terjadi bentrok dengan Hizbul Islam Hikmatiyyar pada tahun 1991 itu juga. Info lain mengatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah Syaikh Jamilurrahman terbunuh karena tembakan pistol dari penyusup.

Jama’ah ad-Da’wah ilal Qur‘an was Sunnah sendiri pernah mendapat pujian dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz pernah ditanya,

تسمعون عن جماعة الدعوة إلى القرآن والسنة، فما هي انطباعاتكم نحوها؟ 

“Kami mendengar tentang Jama‘ah ad-Da‘wah ilal Qur’an was Sunnah, maka bagaimana gambaran Anda tentangnya?”

Syaikh bin Baz menjawab,

الذي بلغنا عنها هو الخير والاستقامة وأن دعوتها بحمد الله مؤثرة ونافعة ومفيدة، وأنها تسير على منهج السلف الصالح فنسأل الله لها وللقائمين عليها المزيد من الخير.

“Yang sampai kepada kami adalah jama’ah ini berada di atas kebaikan, istikamah, dan dakwahnya -bi hamdillah- berpengaruh, berguna, dan bermanfaat. Jama’ah ini berada di atas manhaj Salafush Shalih. Kami memohon kepada Allah agar jama’ah ini bertambah kebaikannya.”

Tahun 2010, Jama‘ah ad-Da’wah ilal Qur‘an was Sunnah bentukan Syaikh Jamilurrahman as-Salafi yang merupakan kelompok Salafi terbesar di Afghanistan secara resmi berbaiat kepada Amirul Mukminin Mullah ‘Umar rahimahullah.

Situs al-‘Arabiyyah melaporkan,

انضمت أكبر جماعة سلفية مقاتلة في أفغانستان إلى حركة طالبان. وقال بيان لمتحدث باسم الحركة إن جماعة الدعوة الى القرآن والسنة انضمت رسميا الى حركة طالبان و; بايعت ; زعيمها الملا محمد عمر

“Kelompok Salafi bersenjata yang terbesar di Afghanistan bergabung dengan Gerakan Thaliban. Bayan dari juru bicara gerakan mengatakan bahwa Jama‘ah ad-Da‘wah ilal Qur‘an was Sunnah secara resmi bergabung ke dalam Gerakan Thaliban dan membaiat pemimpinnya, Mullah Muhammad ‘Umar.”

Adapun Syaikh Ghulamullah Rahmati yang merupakan wakil dari Syaikh Jamilurrahman as-Salafi, beliau termasuk ulama besar Salafi dengan sanad yang ‘ali yang meninggal beberapa bulan lalu. Pada mulanya beliau mengira bahwa Thaliban adalah antek Amerika dan Pakistan dan juga menyangka bahwa Thaliban adalah Quburiyyun hingga beliau akhirnya berkunjung langsung pada wilayah kekuasaan Thaliban dan memberi kesaksian yang bagus dan memuji Thaliban.

Syaikh Ghulamullah Rahmati dalam wawancaranya dengan Majalah al-Bayyan (yang kemudian dinukil kembali oleh Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman asy-Syinqithi dalam bantahannya terhadap tuduhan-tuduhan Abu Jarir asy-Syimali kepada Thaliban) menjelaskan,

بعد عدة أشهر من سيطرة طالبان، أعلنوا القضاء على المزارات، وقالوا هذه أشياء لا تجوز، وكان منها ما تسمعون عنه في مزار شريف، فهناك مشهد أو ضريح منصوب على قبر يقال إنه قبر علي رضي الله عنه،

“Setelah beberapa bulan pasca Thaliban mengambil kendali kepemimpinan, mereka mengumumkan larangan kunjungan ke tempat-tempat ziarah (makam keramat dan lain sebagainya). Mereka mengatakan bahwa hal-hal semacam ini tidak diperbolehkan dan orang-orang di Mazar E- Sharif mematuhi larangan mereka, di sana ada sebuah makam keramat yang dikatakan sebagai kuburan ‘Ali radhiallahu ‘an hu.”

ﻭﻟﻜﻨﻲ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻧﻪ ﻟﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﺎﻥ ﻗﻀﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ، ﻭﺃﺧﺮﺟﻮﺍ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺿﺮﺣﺔ، ﻭﺃﻏﻠﻘﻮﺍ ﺃﺑﻮﺍﺑﻬﺎ ﻭﻣﻨﻌﻮﺍ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﺇﻻ ﺍﻟﺰﻳﺎﺭﺍﺕ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ، ﻭﻣﻨﻌﻮﺍ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﻄﻠﻘﺎً ﻟﻠﻤﻘﺎﺑﺮ . ﻭﻗﺪ ﺟﺌﺖ ﻓﻲ ﺯﻣﻦ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﺎﻥ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﺃﺷﻴﻊ ﻓﻲ ﺑﻴﺸﺎﻭﺭ ﺃﻧﻬﻢ ﻋﻤﻼﺀ ﺃﻣﺮﻳﻜﺎ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻳﻀﺎً ﻛﻨﺖ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺃﺟﻲﺀ ﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ ﻛﻨﺖ ﺃﻗﻮﻝ ﻣﻦ ﻫﻢ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﺎﻥ؟ ﻛﻨﺖ ﺃﻳﻀﺎً ﺃﻇﻦ ﺇﻧﻬﻢ ﻋﻤﻼﺀ ﺃﻣﺮﻳﻜﺎ، ﻭﻋﻤﻼﺀ ﺑﺎﻛﺴﺘﺎﻥ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻋﻨﻬﻢ ﺃﻳﻀﺎً : ﺇﻧﻬﻢ ﻗﺒﻮﺭﻳﻮﻥ ﻣﺸﺮﻛﻮﻥ ﻭﻓﺌﺔ ﺧﺮﺍﻓﻴﺔ ﺃﺷﻌﺮﻳﺔ ﻣﺎﺗﻮﺭﻳﺪﻳﺔ، ﻛﻞ ﻫﺬﺍ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺁﺗﻲ ﺇﻟﻰ ﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ،

“Saya menyaksikan ketika Thaliban datang, mereka melarang semua hal (yang berbau kesyirikan), mereka mengeluarkan segala sesuatu yang ada di makam tersebut, mereka menutup pintunya dan melarang aktivitas ziarah kubur, kecuali ziarah yang disyariatkan saja, dan mereka melarang para wanita untuk ziarah kubur secara mutlak. Sebelumnya di Peshawar, saya selalu mempropagandakan bahwa Thaliban adalah antek Amerika, sebelum saya datang ke Afghanistan, saya selalu memprovokasi siapa sebenarnya Thaliban itu? Saya juga selalu mengira bahwa mereka adalah antek Amerika dan antek Pakistan. Ada juga rumor yang mengatakan: mereka adalah Quburiyyun yang musyrik serta kelompok khurafat dari Asy’ariyyah dan Maturidiyyah. Semua itu saya dengarkan sebelum saya datang ke Afghanistan.”

Sampai perkataan beliau,

ﺍﻟﺸﺎﻫﺪ ﺃﻧﻲ ﺃﻟﺘﻘﻴﺘﻬﻢ ﻓﻮﺟﺪﺗﻬﻢ ﺃﺧﻲ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺑﺤﺴﺐ ﻣﺎ ﺃﺭﻯ ﺻﺎﻟﺤﻴﻦ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻧﺎ ﻣﺎ ﺑﺎﻳﻌﺖ ﻃﺎﻟﺒﺎﻥ، ﻭﻻ ﻋﻤﻠﺖ ﻣﻌﻬﻢ ﻭﻻ ﺟﺎﺀﻧﻲ ﺇﻟﻰ ﻫﻨﺎﻙ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﺃﻗﻮﻝ ﺍﻟﺤﻖ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻻ ﺑﺪ ﺃﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﻻ ﻳُﻔﺮِّﻁ ﻭﻻ ﻳُﻔﺮِﻁ؛

“Saya sudah pernah bertemu dengan mereka dan saya mendapati bahwa mereka adalah orang-orang yang shalih, wahai saudaraku yang mulia. Demi Allah, saya tidak pernah berbaiat kepada Thaliban. Saya tidak pernah bekerja pada mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang sengaja mendatangkan saya ke sana. Saya hanya ingin mengatakan kebenaran karena seorang muslim harus mengungkapkan kebenaran tanpa melebihkan ataupun menguranginya.”

2. Fatwa Masyayikh Senior ‘Arab sa‘udi

A. Fatwa Imam Hamud al-‘Uqla asy-Syu‘aibi (Gurunya Syaikh Ibnul ‘Utsaimin)

Imam Hamud bin al-‘Uqla asy-Syu‘aibi rahimahullah adalah ulama kibar dari Sa‘udi. Beliau lama berguru dengan Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, dan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumullah. Beberapa murid beliau yang terkenal antara lain adalah Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, ‘Abdullah bin ‘Abdil Mushin at-Turki, Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh, Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, Dr. Salman bin Fahd al-‘Audah, Syaikh ‘Ali bin Khudhair al-Khudhair, Syaikh Sulaiman bin Nashir al-‘Ulwan, dan Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd.

Berkenaan tentang Thaliban, Imam Hamud al-‘Uqla mengeluarkan dua fatwa. Bersama dengan Syaikh Sulaiman bin Nashir al-‘Ulwan dan Syaikh ‘Ali bin Khudhair al-Khudhair, beliau mengirim surat dukungan untuk Mullah Muhammad ‘Umar.

Salah satu fatwa Imam Hamud al-‘Uqla adalah seputar apakah negara yang didirikan Thaliban telah memenuhi syarat-syarat sebagai negara Islam yang sesuai syariat?

Imam Hamud al-‘Uqla menjelaskan,

إن تقييم الدول والحكم عليها بالشرعية وعدمها يتوقف على أمور :أولا :-تحكيمها لكتاب الله وسنة نبيه محمد صلى الله عليه وسلم في جميع المرافق في القضاء وفي غيره من مجالات الحياة .ثانيا :-كما أن من أهم مقومات الدولة الأرض ومعلوم أن حكومة طالبان تسيطر على 95% من أراضي الأفغان .ثالثا :-أن تكون علاقاتها وارتباطاتها بالدول الأخرى قائمة على تعاليم الدين الحنيف

“Sesungguhnya menilai suatu negara dan menghukuminya sesuai syariat atau tidak bergantung pada 3 perkara:

1. Berhukum pada Alquran dan sunah Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam pada semua cabang urusan hukum dan perkara-perkara lainnya kehidupan lainnya.

2. Komponen terpenting suatu negara adalah wilayah dan telah diketahui bahwa Pemerintahan Thaliban menguasai 95% dari bumi Afghan.

3. Hubungannya dengan negara-negara lain didirikan berdasarkan agama Islam yang lurus.”

Kemudian Imam Hamud al-‘Uqla mengatakan,

ﻭﺩﻭﻟﺔ ﻃﺎﻟﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ ﻣﺘﺤﻘﻘﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﻮﺭ، ﻓﻬﻲ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ ﺍﻟﻮﺣﻴﺪﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻮﺟﺪ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺤﺎﻛﻢ ﻗﺎﻧﻮﻧﻴﺔ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺣﻜﻤﻬﺎ ﻗﺎﺋﻢ ﻋﻠﻰ ﺷﺮﻉ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ

“Negara Thaliban di Afghanistan telah terbukti memenuhi perkara ini. Ia adalah satu-satunya negara di dunia ini di mana tidak ada hukum dan undang-undang buatan manusia. Sebaliknya, hukum-hukum mereka seluruhnya berdasarkan syariat Allah dan Rasul-Nya…”

B. Fatwa Syaikhul Islam Sulaiman bin Nashir al-‘Ulwan (Murid Syaikh Hammad al-Anshari)

Adapun Syaikh Sulaiman al-‘Ulwan fakallahu asrah, maka beliau adalah ulama ahli hadis, murid dari Syaikh Hammad al-Anshari, dan hafalannya tentang hadis sering disebut paling besar di antara yang lain dengan diikuti oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ath-Thuraifi di posisi kedua, sebagaimana yang dituturkan oleh Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Mahdi. Syaikh Dr. ‘Abdul Karim al-Khudhair (anggota Haiah Kibar al-‘Ulama) bahkan menyebut Syaikh al-‘Ulwan dengan sebutan,

بحر لا ساحل له

”Lautan ilmu yang tak terbatas.”

Dahulu Syaikh al-‘Ulwan bersama gurunya, Imam Hamud al-‘Uqla, dan Syaikh ‘Ali al-Khudhair mengirim surat dukungan untuk Mullah ‘Umar. Berkenaan tentang pemerintahan Thaliban sendiri di sisi Syaikh al-‘Ulwan, sebagaimana dinukil dari channel Durar asy-Syaikh al-‘Ulwan,

حكومة طالبان حكومة إسلامية، تمثلت فيها حقيقة الإسلام، وقد هدموا كثيرًا من القبور، وحطَّموا الأصنام، وهم في عمل دائم في توجيه الجهال وتوعيتهم والدعوة إلى التوحيد، وهم غير مبرئين من مظاهر بعض البدع، وإن وجد شيء من الشرك في بعض البلاد بسبب قلة العلم وقلة الدعاة.. والحكومة دائمًا تنادي الدعاة والمصلحين لدعوة هؤلاء الجهال وتعليمهم، وهذه المظاهر الجاهلية لا توجد في طلبتهم ولا تحميه الحكومة، بخلاف البلاد الأخرى المنسوبة للإسلام، ففيها شيء من المظاهر الشركية والدولة تحميها، زيادة على هذا البلاد العربية كلها تحكم بغير شرع الله تحكم بالطاغوت والقوانين الوضعية وهي متحالفة أيضًا مع نظام هيئة الأمم، وهذا لا يوجد في حكومة طالبان.

“Pemerintahan Thaliban adalah pemerintahan Islam. Hakikat keislaman terperankan di dalamnya. Mereka telah banyak menghancurkan kuburan (yang diagungkan) dan merobohkan patung-patung. Mereka masih terus menerus memberikan bimbingan dan pengajaran bagi orang-orang jahil dan mendakwahkan tauhid, namun mereka tidak lepas dari penampakan sebagian kebidahan dan meski terdapat suatu hal dari kesyirikan di sebagian negeri disebabkan sedikitnya ilmu dan dai… Pemerintahan Thaliban selalu mengajak para dai dan orang-orang yang mengadakan perbaikan untuk berdakwah kepada orang-orang jahil dan juga mengajarkan mereka. Penampakan-penampakan jahiliah ini tidak terdapat pada pelajar-pelajar mereka dan tidak pula dilindungi oleh pemerintahan Thaliban, berbeda dengan negeri-negeri lain yang menisbatkan diri kepada Islam yang di dalamnya terdapat penampakan-penampakan kesyirikan dan dilindungi oleh pemerintah, ditambah dengan negeri-negeri ‘Arab seluruhnya tidak berhukum dengan syariat Allah justru berhukum dengan tagut dan undang-undang buatan dan juga mereka beraliansi dengan aturan PBB. Ini semua tidak terdapat pada pemerintahan Thaliban.”

3. Fatwa Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali

Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali adalah ulama Sa‘udi yang memiliki hubungan dengan Syaikh Jamilurrahman as-Salafi dan Jama‘ah ad-Da‘wah ilal Qur‘an was Sunnah di Afghanistan. Ketika Thaliban berperang melawan Aliansi Utara, Dr. Rabi’ al-Madkhali mengeluarkan fatwa yang memerintahkan kaum Salafiyyun di Afghanistan semuanya membersamai dengan Thaliban.

Dr. Rabi’ al-Madkhali mengatakan,

نحن رأينا في طالبان من سنوات أنهم أحسن الموجودين في أفغانستان بعد السلفيين , وأنهم خير من الإخوان المسلمين , فلو قابلنا بين الإخوان المسلمين وبين هؤلاء لوجدنا أن هؤلاء خير منهم , لهذا منذ قام الطالبان و بدأ الصراع بينهم وبين التحالف الشمالي المكون من الإخوان المسلمين و الشيوعيين و الروافض و الباطنية و المدعوم من قبل روسيا ومن الحكومة الهندية ومن الروافض الإيرانيين . كنا ننصح السلفيين من الأفغان أن يكونوا مع طالبان, وكنا ننتقد هذا التحالف

“Kita melihat Thaliban selama bertahun-tahun, mereka adalah lebih baik di Afghanistan setelah Salafiyyin. Mereka lebih baik dari Ikhwanul Muslimin. Kalau kita bandingkan antara Ikhwanul Muslimin dengan mereka, sungguh kita akan dapatkan bahwa mereka lebih baik dari Ikhwanul Muslimin. Oleh karena itu, sejak berdiri Thaliban mulailah terjadi persaingan dengan Aliansi Utara yang terdiri dari orang-orang sosialis, Rafidhah, dan Bathiniyyah yang didukung Rusia, India, dan Rafidhah Iran. Kami menasihatkan untuk Salafiyyun dari Afghanistan untuk membersamai Thaliban dan kami mengkritik aliansi yang ada.”

4. Fatwa Syaikh Dr. ‘Abdullah asy-Syammari (Anak Syaikh Muhammad al-Muhaisini, Qari Masjidil Haram)

Syaikh Dr. ‘Abdullah asy-Syammari, anak dari Syaikh Muhammad al-Muhaisini yang seorang qari Masjidil Haram, merupakan ulama Salafi asal Sa‘udi yang sering berhubungan dengan para pejabat Thaliban. Dr. ‘Abdullah bahkan pernah menulis risalah menyoal wafatnya Mullah ‘Umar yang dimuat dalam situs al-Imarah ‘Arabi.

Dr. ‘Abdullah mengatakan dalam risalah tersebut,

“Mullah ‘Umar telah pergi dan cukuplah bagi kita mengetahui bahwasanya saudara-saudara beliau sepeninggal beliau akan menyempurnakan perjalanan beliau dan berjalan di atas langkah beliau. Kita berkata kepada para tentara Thaliban: Kalian adalah mahkota di atas kepala kami, betapa inginnya kami berada di tengah-tengah kalian. Teguhlah kalian, wahai tentara Allah, sungguh kalian telah melakukan keteguhan yang paling tinggi selama ini! Teguhlah kalian, wahai tentara tauhid, dan teruslah berjalan di belakang amir kalian Mullah Akhtar (semoga Allah menjaganya dan meluruskannya). Kalian telah berjalan di atas jalan kemuliaan dengan keteguhan kalian.”

Dr. ‘Abdullah juga pernah menulis surat untuk Amirul Mukminin Syaikhul Hadits Hibatullah Akhundzadah hafizhahullah, Mullah ‘Abdul Ghani Baradar, dan para anggota dewan syura dari Imarah Islam Afghanistan. Beliau mengatakan dalam suratnya,

رحم الله الطالبان، وأبناء الطالبان، وأبناء أبناءِ الطالبان، لقد علّمتنا مدرسة الطالبان أنّ الجهاد في سبيل الله هو الحلّ، لقد علّمتنا مدرسة الطالبان، أنّ الرصاص يُواجه بالرصاص، لقد علّمتنا مدرسة الطالبان أنّ القبيلة عنصر مهم، وسببٌ من أسباب النّصر، إذا أحسن التّعامل معها.

“Semoga Allah merahmati Thaliban, anak-anak Thaliban, dan anak-anak keturunan dari anak-anak Thaliban. Madrasah Thaliban mengajarkan kepada kita bahwa jihad di jalan Allah adalah solusinya. Madrasah Thaliban mengajarkan kepada kita bahwa peluru dihadapi dengan peluru. Madrasah Thaliban telah mengajarkan kepada kita bahwa rakyat adalah elemen penting dan termasuk sebab kemenangan jika hal itu ditangani dengan muamalah (pergaulan) yang terbaik.”

لقد علّمتنا مدرسة الطالبان أنّ التفاوض مع الدّول، والتعامل معها مع بقاء البندقية في اليد والحفاظ على الثوابت والمبادئ، هو الطريق الصحيح لنيل العزّة، ولا عزة في الخضوع والاستكانة.

“Madrasah Thaliban telah mengajarkan kepada kita bahwa bernegosiasi dengan negara-negara dan berurusan dengan mereka sambil memegang senjata di tangan dan melestarikan keteguhan dan menjaga prinsip-prinsip mendasar adalah cara yang tepat untuk mendapatkan ‘izzah/kemenangan dan tidak ada ‘izzah dalam tunduk kepada musuh dan menyerahkan diri.”

علّمتنا مدرسة الطالبان أنّ الاهتمام بالحاضنة الشعبية وتبني الحاضة للمشروع من أعظم أسباب النّصر. لقد علّمتنا مدرسة الطالبان أنّ عدم الالتفات إلى مزاودات الغلاة، والمُضي قُدُمًا والسير في المشروع من أعظم أسباب النّصر.

“Madrasah Thaliban mengajarkan kepada kami bahwa merawat inkubator asuh masyarakat dan mengadopsi rumah asuh untuk proyek tersebut adalah salah satu alasan terbesar untuk kemenangan. Madrasah Thaliban telah mengajarkan kepada kita bahwa tidak memperhatikan harga tinggi, terus maju, dan menjalankan proyek adalah salah satu alasan terbesar untuk kemenangan.”

لقد علّمتنا مدرسة الطالبان أنّ تقديم العلماء، والالتفاف حولهم، والصدور عن رأيهم، هي خطوة عظيمة في درب النّصر والتمكين.

“Madrasah Thaliban telah mengajarkan kepada kami bahwa mengutamakan para ulama, mengikuti siasat mereka, dan merujuk kepada pendapat mereka adalah langkah besar dalam jalur kemenangan dan tamkin.”

5. Fatwa Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Mahdi (Murid Syaikh ‘Abdul Qadir al-Arnauth)

Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Mahdi hafizhahullah merupakan ulama besar Salafi dalam ilmu hadis dari Damaskus. Beliau lama menuntut ilmu dengan Syaikh ‘Abdul Qadir al-Arnauth. Keilmuan beliau bahkan disinggung oleh Syaikh Dr. Thariq ‘Abdul Halim hafizhahullah ketika keduanya tengah berselisih tentang ahkamud diyyar sekalipun.

Berkenaan tentang Thaliban, Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Mahdi menggambarkan Thaliban telah banyak memberikan pelajaran tentang mujahidin Syam. Beliau berkata,

#الفرق_بيننا_وبين_طالبان باختصار: “اجتماع كلمتهم وتفرق كلمتنا” في أرض الشام خلال 10 سنوات تم تشكيل أكثر من 500 فصيل ولواء وكتيبة.. مراجع متعددة ومناهج مختلفة ومنظرون من وراء البحار قد عانت منه الساحات منذ 30 سنة.

“Perbedaan antara kami (mujahidin di Syam) dengan Thaliban secara ringkas adalah: Kalimat mereka bersatu, sedangkan kalimat kami berpecah belah. Di bumi Syam yang sudah lebih dari 10 tahunan ini, terdapat lebih dari 500 kelompok brigade dan batalion telah dibentuk. Berbagai kelompok dari luar negeri dengan referensi dan manhaj-manhaj yang berbeda yang saling berselisih serta berdebat telah mempengaruhi daerah ini sejak 30 tahun yang lalu.”فربما وجدت جماعة تتكون من 50 شخصا لا يعجبهم أحد في الساحة ولا في الدنيا كلها؟!لكن طالبان نجحت في تخطي ذلك بسبب التزامهم بمذهب واحد. #طالبان أعطت الجميع دروسا في الصبر والتحمل ومتابعة المسير..

”Mungkinkah engkau menjumpai suatu jemaah (tetap utuh) dengan 50 tokoh yang tidak suka satu sama lain di suatu daerah atau di seluruh dunia?! Thaliban berhasil mengatasi masalah yang demikian itu disebabkan karena berpegang teguhnya (iltizam) mereka pada mazhab yang satu. Thaliban telah mengajari semua orang arti kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi rintangan.”

6. Fatwa Syaikh Dr. Muhammad bin Rizq ath-Tharhuni (Murid Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i)

Syaikh Dr. Muhammad bin Rizq ath-Tharhuni hafizhahullah merupakan ulama alumni al-Azhar dan Madinah, pernah bergabung dalam Jama‘ah Ansharus Sunnah al-Muhammadiyyah, dan lama berguru dengan Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i rahimahullah.

Syaikh ath-Tharhuni beberapa kali ditanya tentang Thaliban. Salah satunya mengenai tuduhan bahwa Thaliban telah murtad, maka Syaikh ath-Tharhuni menjawab,

أنا لا أوافق الحكم على طالبان بالردة

“Saya tidak setuju menghukumi Thaliban telah murtad.”

Begitu pula Syaikh ath-Tharhuni pernah ditanya,

طالبان مجاهدون يا شيخنا ؟

“Apakag Thaliban terhitung sebagai mujahidin, ya Syaikhuna?”

كل من ادعى الجهاد ورفع رايته فهو مجاهد

“Setiap orang yang menyeru pada jihad dan mengangkat panji-panjinya, maka dia adalah seorang mujahid.”

7. Fatwa Syaikh Dr. al-Hasan bin ‘Ali al-KittaniSyaikh Syarif Dr. Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali al-Kittani al-Hasani al-Maliki hafizhahullah merupakan Ketua Rabithah ‘Ulama Maghribi ‘Arabi. Beliau merupakan dzuriyyah Rasulullah shalallahu ’alaihi was sallam dari jalur al-Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘an huma. Beliau bermazhab Ahlul Atsar secara akidah dan bermazhab Maliki secara fikih. Beliau telah berguru kepada lebih dari 70 ulama. Salah satu ulama yang merekomendasikan beliau salah satunya adalah Syaikh Dr. Sulthan bin ‘Abdirrahman al-‘Umairi dari Markaz Takwin.

Beliau beberapa kali berkomentar tentang Thaliban. Salah satunya mengenai tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa Thaliban pada zaman Mullah ‘Umar telah berbeda dengan zaman setelahnya. Beliau merekomendasikan tulisan Akh Karim an-Nikadi ( https://justpaste.it/5y3ag ).

Kurang lebih an-Nikadi mengatakan bahwa banyak orang mengkhawatirkan kalau ternyata Thaliban telah berubah, bahkan sebagian orang mengklaim Thaliban sekarang telah murtad. Kenyataannya adalah klaim-klaim tersebut tidak terbukti sama sekali. Justru yang dilakukan Thaliban pada masa kini merupakan kelanjutan dari kebijakan-kebijakan Thaliban pada masa-masa sebelumnya. Di akhir, an-Nikadi menyimpulkan bahwa orang-orang yang mengira bahwa Thaliban telah berubah tidak mengetahui manhaj Thaliban sejak awal didirikan pada tahun 90-an.

Selepas kemenangan Thaliban menguasai 100% wilayah Afghanistan, Syaikh al-Kittani sendiri bersama para ulama di Rabithah ‘Ulama Maghribi ‘Arabi menyeru kepada kaum muslimin untuk mendukung Imarah Islam Afghanistan.

Syaikh al-Kittani juga mengatakan,

فالإمارة الإسلامية ليست جماعة طائفية تسلطت على أفغانستان بل هي حركة إسلامية شاملة تسع جميع المسلمين

”Imarah Islam bukanlah kelompok sektarian yang mengambil alih Afghanistan, namun ia adalah gerakan Islam komprehensif yang merangkul seuruh kaum muslimin.”

8. Fatwa Syaikh Turki bin Mubarak al-Bin’ali (Murid Syaikh Ibnu Jibrin)

Dahulu Syaikh Turki al-Bin‘ali rahimahullah atau juga dikenal dengan nama Abu Humam Bakr bin ‘Abdil ‘Aziz al-Atsari pernah berguru dengan Syaikh Ibnu Jibrin dan Syaikh Zuhair asy-Syawisy rahimahumallah, Syaikh ‘Umar al-Haddusyi dan Syaikh al-Kittani hafizhahumallah, hingga dengan Dr. Sa‘ad bin Nashir asy-Syatsri.

Dalam Majmu’ Fatawa Abu Humam al-Atsari, Syaikh Turki pernah ditanya tentang Thaliban. Syaikh Turki pun menjawab,

وإنني لأحسب أن من أفضل الطاعات, وأجل القربات؛ حبك لأنصار الدين وخاصة من ذكرت. فهم طليعة الأمة الإسلامية وفخرها في هذا الزمان.

“Saya menganggap bahwa termasuk bentuk ketaatan yang paling utama dan bentuk pendekatan diri kepada Allah yang paling besar adalah kecintaanmu terhadap para penolong-penolong agama dan khususnya yang engkau sebut tadi. Mereka adalah pasukan terdepan umat Islam dan kebanggaannya pada zaman ini.”

Sampai perkataan beliau,

وأما الطالبان فهم الظهر والسند, والنصرة والمدد

“Adapun Thaliban, mereka adalah penopang, pendukung, penolong, serta penguat.”

Wallahu a‘lam dengan apa yang terjadi sesudahnya.

9. Fatwa Syaikh Mushthafa Hamdan (Murid Syaikh al-Albani)

Syaikh Mushthafa Hamdan, atau yang lebih dikenal dengan nama Syaikh Abul Harits az-Zabadani, merupakan ulama Suriah yang pernah berguru dengan Syaikh Ibnu Jibrin dan Syaikh al-Albani rahimahumallah dan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid fakallahu asrah.

Berkenaan dengan Thaliban, Syaikh Mushthafa memberikan komentar tentangnya,“Thaliban telah mengajari tentaranya di atas fikih jihad yang sesuai dengan syariat.”

Syaikh Mushthafa bahkan sampai menangis gembira dengan kemenangan Thaliban atas Kabul. Beliau mengatakan,

والله إن العين لتدمع فرحا بفتوحات طالبان اللهم أعز الإسلام والمسلمين

“Demi Allah, sunguh kedua mata menangis bahagia dengan penaklukan Thaliban. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.”

10. Fatwa Syaikh Dr. Thariq ‘Abdul Halim

Syaikh Dr. Thariq ‘Abdul Halim hafizhahullah merupakan ulama sepuh asal Mesir yang sekarang ini tinggal di Kanada. Beliau merupakan penulis kitab al-Jawabul Mufid fi Hukmi Jahilut Tauhid yang mendapat taqdim dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dan review dari Syaikh Bilal Khuraisat. 

Seperti Syaikh al-Maqdisi, Dr. Thariq beberapa kali mengkritik dan memberikan nasihat untuk Thaliban. Hal yang wajar mengingat Thaliban sendiri memang tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Syaikh ‘Allamah ‘Athiyyatullah al-Libi rahimahullah dahulu dalam Majmu’ A’malul Kamilah juga menyebutkan beberapa kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam tubuh Thaliban. 
Namun sebagai ulama yang berusaha untuk inshaf, tanpa ifrath, dan tanpa tafrith, maka mereka memberikan nasihat dan kritik kepada Thaliban, menempatkan kesalahan secara proporsional, dan membelanya dari tuduhan-tuduhan yang tidak benar seperti tuduhan kafir dan lain sebagainya.

Pembelaan Dr. Thariq atas Thaliban beberapa di antaranya adalah bantahan beliau atas syubhat dari orang-orang yang memerangi Thaliban hanya karena Thaliban diisi banyak Asy‘ariyyah Maturudiyyah dan menyoal permasalahan hubungan Thaliban dengan Iran. Ketika Thaliban berhasil meraih kemenangan atas Kabul, Dr. Thariq mengatakan,

تمسكت طالبان بحكم الشريعة… الثبات على التوحيد والولاء لله … الثبات على الحكم بالشرع الحنيف…

“Thaliban berpegang teguh pada hukum syariah… Teguh di atas tauhid dan loyalitas kepada Allah… Teguh di atas hukum syariat yang lurus…”
Sampai-sampai Dr. Thariq mengatakan,

لا يفرح اليوم ينصر طالبان إلا مؤمن و لا يحزن ينصر طالبان الا منافق كافر 

***********

Sumber: Fatwa My ID

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Berita AfganistanBerita Dunia IslamThaliban
623
SHARES
3.5k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Sepenggal Kisah Upaya Mencari Titik Temu: Refleksi Perjuangan Kemerdekaan

Next Post

Wanita Muslimah dan Kewajibannya Terhadap Masyarakat (Bag 13)

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Muh Akbar
    Agustus 17, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      901 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Kiyai Muhammad Zaitun Rasmin mengecam keras aksi promosi minuman keras (miras) yang menggunakan tantangan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick pemasaran.  Aksi tersebut menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan sebuah booth produk minuman beralkohol memberikan tantangan hafalan Surah Ad-Duha kepada pengunjung beredar luas di media sosial.  Menurut Kiai Zaitun Rasmin, penggunaan Al-Qur’an untuk kepentingan pemasaran produk yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan sangat melukai perasaan umat Islam.  “Demi marketing, demi gimmick, Al-Qur’an yang sangat dimuliakan umat Islam justru dilecehkan. Ini melukai hati seluruh umat Islam,” tegas Kiai Zaitun, Rabu, (12/8/2026).  Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan dengan permintaan maaf atau klarifikasi dari pihak terkait. Menurutnya, kasus tersebut perlu diusut secara serius untuk memastikan adanya pertanggungjawaban.  “Ini harus diusut dan dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.  Kiai Zaitun berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku usaha serta penyelenggara kegiatan agar menghormati nilai-nilai agama dan tidak menggunakan simbol ataupun ajaran agama sebagai gimmick pemasaran yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.  #zaitunrasmin #nasional #mui #penistagama
    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    Next Post
    Wanita Muslimah dan Kewajibannya Terhadap Masayrakat (Bag 2)

    Wanita Muslimah dan Kewajibannya Terhadap Masyarakat (Bag 13)

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media