Mencintai dan Menjalin Persaudaraan dengan Mereka karena Allah
Hubungan wanita Muslimah yang jujur dengan saudara-saudara dan teman-temannya berbeda dengan hubungan wanita-wanita lainnya, karena dia menjalin hubungan dengan berdasarkan pada prinsip persaudaraan karena Allah. Persaudaraan karena Allah ini merupakan ikatan yang paling kuat antara seseorang dengan lainnya, baik laki-laki maupun perempuan. Yaitu ikatan keimanan kepada Allah yang telah diikatkan Allah pada kaum Muslimin secara keseluruhan melalui firman-Nya,
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.” (Al Hujurat: 10)
Persaudaraan karena iman merupakan ikatan hati yang paling kuat, jalinan jiwa yang paling kokoh, serta akal dan rohani yang paling tinggi.
Sehingga tidak diragukan lagi bila kita melihat wanita-wanita Muslimah menjalin persaudaraan karena Allah dengan ikatan persaudaraan yang sangat kuat dan abadi, berdasarkan pada kecintaan karena Allah, yaitu cinta yang paling luhur, bersih dan tulus dalam kehidupan manusia, Cinta yang bersih dan berbagai nilai materi dan tujuan-tujuan buruk serta pelbagai macam kotoran. Kejernihan dan kebersihan cinta itu disari dari cahaua wahyu dan petunjuk Nabi, cinta suci kaum Muslimin, baik laki-laki maupun perempuan merasakan manisnya iman.
“Ada tiga hal yang di dalamnya orang akan mendapatkan manisnya iman, yaitu: Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada yang lainnya. Kedua, mencintai orang karena Allah. Ketiga, tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya, sebagaimana dia tidak ingin dicampakkan ke dalam neraka.” (Muttafaq Alaih)
Kedudukan Orang-orang yang Saling Mencintai karena Allah
Sudah banyak nash-nash shahih yang meninggikan kedudukan orang-orang yang saling mencintai karena Allah, baik laki-laki maupun perempuan, juga menggambarkan kedudukan mereka yang sangat agung tersebut dan kemuliaan yang diberikan Allah kepada mereka pada hari di mana manusia bangkit untuk menghadap Rabb-nya.
Cukuplah bagi orang-orang yang saling mencintai karena Allah, baik laki-laki maupun perempuan mendapatkan kemuliaan, kehormatan dan tempat yang tinggi, dengan dikumpulkannya mereka pada hari Kiamat kelak oleh Allah seraya befirman,
“Mana orang-orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku? Pada hari ini Aku akan naungi mereka di bawah naungan-Ku, pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Ku?” (HR. Musimi).
Begitu besar kemuliaan dan agungnya kedudukan serta tingginya penghormatan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang salins mencintai karena Allah pada yang penuh kesengsaraan, kekerasan, dan kesedihan.
Yang demikian itu karena cinta yang bersih, murni dan tulus yang karenanya hati orang akan bersikap lembut kepada saudaranya, tidak menghendaki kecuali keridhaan Allah. Memang sangat sulit mencapainya melainkan orang-orang yang bersih jiwanya, suci rohani mereka, tidak mementingkan nilai materi, dan hanya mementingkan nikmat dan keridhaan Allah yang lebih besar. Sehingga tidak aneh bila Allah mengangkat mereka yang menempuh jalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, dan disiapkan bagi mereka kedudukan dan kenikmatan yang setimpal dengan ketulusannya menghambakan diri kepada Allah 3. Hal itu dapat kita temukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz dari Rasulullah , dia menceritakan, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,
“Allah telah befirman, ‘Orang-orang yarng saling mencintai karena kebesaran-Ku akan mendapatkan mimbar dari nur (cahaya), yang sangat dinginkan oleh para nabi dan para syuhada’. “(HR. Ar-Tirmidzi)
Bahkan tidak heran bila Allah menganugerahkan kepada mereka kecintaan yang lebih besar dan agung serta tinggi dari sekedar kedudukan dan kenikmatan tersebut. Dia akan mencintai mereka dengan kecintaan yang sangat mahal dan mulia yang menjadi harapan setiap orang di dunia maupun di akhirat. Hal itu telah disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Nabi , disebutkan, bahwa ada seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di kampung yang lain, lalu Allah Ta’ala mengutus malaikat untuk menjumpainya di sebuah jalan yang dilaluinya. Ketika menjumpainya, malaikat itu bertanya, “Kemana kamu akan pergi?”
Orang itu menjawab, “Aku hendak pergi mengunjungi saudaraku di kampung ini.”
Selanjutnya malaikat itu bertanya, “Apakah dia pernah memberimu suatu kenikmatan yang kamu manfaatkan?
Dia menjawab, “Tidak, tetapi aku mencintainya karena Allah.”
Malaikat bertutur, “Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah yang diutus kepadamu untuk menyampaikan bahwa Dia mencintaimu seperti kamu mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Muslim).
Betapa besar berkah cinta seorang manusia, yang mengangkatnya ke tingkat yang tinggi yang di dalamnya diberikan kecintaan dan keridhaan Allah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengetahui bahwa cinta suci dan bersih ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memper-kuat masyarakat kemanusiaan kedudukan dan kesejahteraannya. Beliau ini setiap saat senantiasa memerintahkan kaum Muslimin untuk saling mencintai dan saling mendekat Selain itu, beliau juga memerintahkan mereka supaya memberitahukan rasa saling mencintai itu agar semua pintu hati terbuka, sehingga tersebar mawaddah (cinta), kasih sayang dalam jiwa setiap orang.
Dari Anas bahwa ada seseorang yang berada di sisi Nabi kemudian ada seorang laki-laki yang lewat, lalu dia bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sangat mencintai orang ini.”
Maka Nabi bertutur, “Apakah engkau telah memberitahukannya?” Orang itu menjawab, “Belum!”
Lantas beliau memerintahkan, “Beritahukanlah kepadanyal!”
Kemudian dia menemuinya dan berkata, “Sesungguhnya aku men-cintaimu karena Allah.
Orang itu pun menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”(HR. Abu Dawud)
Rasulullah menerapkan hal itu pada dirinya sendiri, dalam rangka mengajarkan kepada kaum Muslimin bagaimana mereka harus membangun masyarakat yang penuh kecintaan, persaudaraan dan ketulusan? Pada suatu hari beliau menggandeng tangan Mu’adz seraya berkata, “Wahai Mu’ adz, demi Allah sesungguhnya aku sangat mencintaimu, selanjutnya aku berpesan kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau meninggalkan setiap selesai shalat untuk membaca: “Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu dan bersyukur serta melakukan ibadah yang baik kepada-Mu. ” (HR Abu Dawud dan Nasa’i)
Kemudian Mu’adz bertolak menyebarkan aroma cinta suci yang ada di kalangan kaum Muslimin di dunia Islam. Lalu dia memberitahukan apa yang pernah didengarnya langsung dari Rasulullah tentang pahala besar dan kecintaan yang lebih agung yang dijanjikan Allah bagi orang-orang vang saling mencintai karena Allah? Seperti yang telah diriwayatkan Imam Malik dalam bukanya Al-Muwattha’ dengan isnad shahih, dari Abu Idris ALKhaulani, dia bercerita, “Aku pernah memasuki masjid Damaskus, tiba-tiba terlihat olehku seorang pemuda yang tersenyum hingga tampaklah gigi serinya, sedang orang-orang berkumpul mengerumuninya untuk menyelesaikan suatu masalah yang mereka perselisihkan serta meminta pendapatnya. Kemudian aku menanyakan ihwal tersebut, dan dijawab, Itu adalah Mu’adz bin Jdabal . Pada keesokan harinya aku pergi pagi-pagi ke masjid, ternyata aku melihat Mu’adz telah mendahuluiku dan sedang mengerjakan shalat. Lalu aku menunggunya hingga dia selesai mengerjakan shalatnya. Kemudian aku mendatanginya, dan mengucapkan salam kepadanya dan aku katakan, “Demi Allah, aku sangat mencintaimu.” Lalu Mu’adz berkata, “Karena Allah?”
Aku menjawab, “Benar karena Allah.”
Kemudian Mu’adz menanyakan lagi, “Apakah karena Allah?”
Aku pun menjawab, “Benar karena Allah.”
Lalu dia menarik tepi rida’ ku ke hadapannya seraya berucap “Sebarluaskanlah, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah Ta’ala telah befirman, Cinta-Ku wajib Aku berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang duduk-duduk berkumpul karena Aku, dan orang-orang yang saling berkunjung karena Aku, serta orang-orang yang saling memberi karena Aku’.
Saudaraku, begitu tinggi kedudukan, keagungan dan kemuliaan yang diberikan Allah kepada hambanya yang saling mencintai karena-Nya. Adakah cinta yang lebih indah melebihi cinta karena Allah?? Adakah cinta paling mulia yang menandingi cinta karena Allah?? Olehnya, mari kita sampaikan cinta kita kepada saudari-saudari kita, katakan bahwa ‘aku mencintaimu karena Allah’ karena ikatan persaudaraan yang paling kuat adalah ikatan yang didasarkan dengan ikatan keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala.
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 246-249)
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)









































































