Senantiasa Berbuat Baik Tepat Janji kepada Saudara-saudaranya
Islam tidak hanya memerintahkan umatnya untuk berbuat baik kepada teman-temannya, tetapi juga kepada teman-teman orang tua mereka, sebagai penegasan keutamaan penepatan janji dan perbuatan baik dalam diri manusia, serta penanaman kedua sifat tersebut dalam kehidupan Islam. Buku-buku klasik peninggalan ulama terdahulu penuh dengan penjelasan mengenai penepatan janji dan perbuatan baik ini, yang diterapkan olen para ulama salatshaleh dan dijadikan hiasan oleh mereka dalam kehidupan dan mu’amalah mereka. Mereka ini merupakan mutiara yang gemerlapan di pemukaan manusia.
Di antara penjelasan itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh lImam Muslim dalam bukunya Shahih Muslim dari lbnu Umar 8, bahwa Nabi pernah bersabda,
“Sesungguhnya kebaikan yang paling baik adalah seseorang yang menyambung hubungan dengan teman bapaknya.” (HR. Muslim)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam benar-benar serius dalam menanamkan bibit-bibit dari silat penepatan janji dan perbuatan baik dalam diri kaum Muslimin, setiap kali beliau menyampaikan petunjuknya kepada para sahabat-sahabatnya. Pernah ada seorang laki-laki dari Bani Salamah telah datang dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada suatu kebaikan orang tuaku yang bisa saya jadikan untuk berbaktinya setelah mereka berdua meninggal?” Rasulullah menjawab, “Masih, mendoakan, memohonkan ampunan bagi keduanya, dan melaksanakan janji mereka setelah keduanya meninggal, serta melanjutkan silaturahmi (menyambung tali persaudaraan) yang permah mereka jalin serta menghormati teman-temannya.” (HR. Ibnu Majah)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah meletakkan lentera yang menjadi petunjuk dalam menerapkan penepatan janji dan berbuat baik, di mana beliau sangat menjaga hubungan dengan teman-teman Khadijah Radhiyallahu Anha setelah wafatnya. Beliau tidak lupa untuk berbuat baik kepada mereka. Perhatian Rasulullah kepada teman-teman Khadijah inilah yang menyebabkan Ummul-Mukminin Aisyah Radhiallahu Anha marah dan cemburu. Kisah mengenai hal itu dapat kita temukan dalam hadits, yang di dalamnya Aisyah menceritakan,
“Kecemburuanku kepada istri-istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak seperti kecemburuanku kepada Khadijah Radhiallahu Anha, padahal aku tidak pernah melihatnya sama sekali. Beliau seringkali menyebut dia, dan bahkan mungkin beliau menyembelih kambing dan memotong-motongnya untuk diberikan kepada teman-teman Khadijah, sehingga aku katakan kepadanya, Sepertinya tidak ada wanita lain selain Khadijah, Maka Rasulullah menjawab, ‘Dia itu telah ini dan itu, dan dengannya aku mendapatkan karunia anak’. ” (Muttafaq Alaih)
Sedangkan dalam riwayat yang lain disebutkan, “Apabila menyembelih kambing, beliau memberikan bagian kepada teman-teman Khadijah secara merata.”
Apa yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut dan juga petunjuknya merupakan penanaman sifat penepatan janji dan berbuat baik, yang mencakup sampai kepada teman-teman jauh orang tua dan istri yang telah meninggal, lalu bagaimana dengan teman-teman dekat yang masih hidup?
Lemah Lembut kepada Mereka
Wanita Muslimah yang jiwanya telah disirami petunjuk lslam tidak akan bersikap sombong dan merasa lebih tinggi dari saudara-saudara dan teman-temannya. Dia tidak bermuka masam dalam menemui mereka dan tidak kasar dalam berbicara, tetapi senantiasa bersikap lemah lembut, penuh kasih dan keakraban, baik dalam mempergaulinya serta bertutur kata menyenangkan. Cukuplah baginya membaca firman Allah Subhanahu wata’ala yang membahas tentang sifat orang-orang Mukmin, baik laki-laki maupun perempuan,
“Yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang Mukmin dan yang bersikap kasar terhadap orang-orang kafir. “ (Al-Maidah: 54)
Supaya dengan demikian itu, sifat ini dapat menyatu dengan dirinya, sehingga tercipta suasana di mana wanita Muslimah dapat mempergauli saudara-saudara dan teman-temannya dengan baik. Itulah suasana yang dipenuhi rasa tawadhu’, ramah tamah dan pergaulan yang baik, sehingga dia benar-benar sampai pada puncak kelembutan.
Apabila wanita Muslimah mau memperhatikan bimbingan Nabi, niscaya dia akan menemukan sebuah ayat Al-Qur’an yang menanamkan kecintaan bersikap lemah lembut kepada orang lain, hingga dia menjadikannya sebagai perhiasan segala sesuatu dalam kehidupan ini. Yang demikian itu disampaikan melalui sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
“Sesungguhnya kelembutan itu tidak ada pada sesuatu kecuali menjadi penghiasnya, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim)
Selain itu, wanita Muslimah juga senantiasa menelaah sirah (biografi) Rasululah, sehingga merasa kagum akan akhlak agung yang terpati dalam kepribadiannya, di mana beliau senantiasa bersikap lemah lembut dan ramah tamah dalam pergaulannya. Tidak pernah satu hari pun beliau terlihat bermuka masam atau kasar dalam bertutur kata atau bersikap kasar atau berhati keras kepada seseorang. Benar apa yang difirmankan Allah Subhanahu wata’ala,
“Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159)
Inilah Anas , seorang yang pernah menjadi pelayan dan teman Rasulullah menceritakan tentang akhlak dan perangainya yang sangat luhur melalui ungkapannya berikut ini,
“Aku pernah menjadi pelayan Rasulullah selama sepuluh tahun, selama itu pula beliau tidak pernah mengatakan kepadaku, Ah’. Dan, tidak juga menegur apa yang saya kerjakan dengan ucapan, ‘Mengapa kamu mengerjakan ini? Atau sesuatu yang tidak aku kerjakan dengan ucapan, Mengapa kamu tidak mengerjakan ini?
Anas juga menuturkan, “Rasulullah itu bukan seorang yang suka berbuat keji, suka melaknat, dan suka mencela. Pada saat memberi teguran beliau hanya mengucapkan, Hendaklah dia meletakkan dahinya ke tanah’.“(HR. Bukhari).
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 260-263)
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)
,














































































