Ketika hati telah mengenal Rabb Nya, tidaklah melahirkan sesuatu kecuali kata ‘Taat’ dengan menghambakan diri di hadapan Nya, serta rasa takut akan kebesaran Nya. Sehingga tiap langkah demi langkah sang hamba tak bertapak kecuali atas tuntunan Nya dan harapan atas ridha dari Nya.

Seorang hamba yang senantiasa takut akan kebesaran Rabb Nya, hatinya akan cepat luluh dan mudah untuk menangis atas rasa takutnya kepada Allah. Sebagaimana teladan terbaik dari para salaf yang hari-harinya penuh dengan kataatan, namun mereka juga adalah orang yang paling banyak menangis karena rasa takut kepada Allah.

Mereka lebih suka menangis karena Allah daripada segalanya, karena tangisan itu menunjukkan kadar keimanan dan hidupnya hati sang hamba di sisi Rabb Nya.

Ka’ab Al-Ahbar berkata,

لأن أبكى من خشية الله فتسيل دموعي على وجنتي أحب إلى من أن أتصدق بوزني ذهباً .

“Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”

Begitulah seharusnya orang-orang yang beriman. Sebagaimana khalifah amirul mukminin Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, mengisi malam-malamnya dengan menangis karena rasa takutnya kepada Allah, hingga nampak membekas di kedua matanya.

Namun, apalah jadinya jika Kita masih saja sulit menangis karena Allah?

Maka tangisilah diri kita!

Tangisilah hati kita yang mungkin sudah mati, tangisilah jiwa kita yang mungkin tak ada lagi setitik keimanan, serta tangisilah raga kita yang kita bawa berjalan di muka bumi, karena pada hakikatnya ia telah mati.

Ibnul Qayyim al Jauziyah Rahimahullah mengatakan;

“Ketika mata tak dapat lagi menangis karena takut kepada Allah, maka ketahuilah bahwa tertahannya air mata itu merupakan tanda kerasnya hati.”

Belajarlah untuk menangis. Bersimpuhlah di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan penuh harap, semoga dengan menangisi diri kita, Allah berkenan menjadikan hati kita sebagai قلب سليم (hati yang selamat) serta menjadikan keimanan senantiasa terpatri di dalamnya. Allahumma Aamiin

***********

Bulukumba, 15 Maret 2021

Penulis: Muhammad Ikram, S.Sos.I.
(Founder Pena Ibnu Taimiyah, Pembina Daar Al-Qalam dan Pemred mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan