Menjalani kehidupan di dunia hanyalah sementara dan tak kekal selamanya. Ia merupakan persinggahan di antara sekian fase perjalanan seorang hamba.
Ibarat musafir yang sedang bertepi, setelah menyelesaikan hajatnya, ia pun bergegas pergi melanjutkan kembali perjalanannya. Seperti itulah perumpamaan dunia ini.
Namun terkadang kilauan dunia yang hanya sementara, membuat kita lupa akan suatu fase kehidupan yang kekal selamanya. Iya, itulah alam akhirat…
Begitu banyak di antara manusia yang terlena pada dunia. Menggapainya pun tak lagi menghiraukan halal dan haramnya. Segala macam cara rela ia lakukan, demi secuil kenikmatan yang kelak akan menyisakan penyesalan.
Itulah dunia. Kenikmatan sesaat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya kelak. Amat merugilah mereka-mereka yang menghambakan diri padanya, karena tidaklah ia dapati melainkan hanya hina dan sesal semata.
Padahal, bukan kah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman di dalam al-Qur’an:
وَا لْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ وَّ اَبْقٰى
“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” [QS. Al-A’la: 17]
Kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di alam akhirat…
Kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika kedua kaki kita telah bertapak di dalam syurga-Nya…
Saudaraku…
Bersegeralah dalam menjalankan perintah-Nya, tinggalkan larangan-Nya dan bukalah segala pintu-pintu kebaikan yang dengannya semua akan bersaksi membela mu kelak di hadapan-Nya.
Takutlah pada sebuah hari yang tak akan lagi berguna penyesalan. Ketika waktu tak mampu lagi engkau kembalikan, walau itu hanya sedetik. Menunggu dalam penantian yang sangat panjang entah kapan semuanya akan tiba.
Pada saat itu, kita semua punya harapan yang sama. Dengan penuh harap semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan di atas nipan-nipan syurga-Nya.
Namun, harapan itu perlu kita muhasabah kembali hari ini. Di tempat kedua kaki ini berpijak. Yah…Itulah Dunia…
Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Nya?
Menyesal lah di dunia, sebelum tiba suatu masa penyesalan kita tidak lagi bermanfaat…
Suatu ketika Muhammad Ibnul Husain an Naisaburi rahimahullah berkata:
“Aku pernah berkata kepada Ibrahim Ibnu Tsabit tatkala akan berpisah: “Wasiatilah aku…”, beliau menjawab: “Tinggalkanlah semua yang akan membuatmu menyesal kelak…” [Tarikh Baghdad 6/49]
Menjalani kehidupan di dunia hanyalah sementara dan tak kekal selamanya. Ia merupakan persinggahan di antara sekian fase perjalanan seorang hamba.
Ibarat musafir yang sedang bertepi, setelah menyelesaikan hajatnya, ia pun bergegas pergi melanjutkan kembali perjalanannya. Seperti itulah perumpamaan dunia ini.
Namun terkadang kilauan dunia yang hanya sementara, membuat kita lupa akan suatu fase kehidupan yang kekal selamanya. Iya, itulah alam akhirat…
Begitu banyak di antara manusia yang terlena pada dunia. Menggapainya pun tak lagi menghiraukan halal dan haramnya. Segala macam cara rela ia lakukan, demi secuil kenikmatan yang kelak akan menyisakan penyesalan.
Itulah dunia. Kenikmatan sesaat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya kelak. Amat merugilah mereka-mereka yang menghambakan diri padanya, karena tidaklah ia dapati melainkan hanya hina dan sesal semata.
Padahal, bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman di dalam al-Qur’an:
وَا لْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ وَّ اَبْقٰى
“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”[QS. Al-A’la: 17]
Kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di alam akhirat…
Kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika kedua kaki kita telah bertapak di dalam syurga-Nya…
Saudaraku…
Bersegeralah dalam menjalankan perintah-Nya, tinggalkan larangan-Nya dan bukalah segala pintu-pintu kebaikan yang dengannya semua akan bersaksi membela mu kelak di hadapan-Nya.
Takutlah pada sebuah hari yang tak akan lagi berguna penyesalan. Ketika waktu tak mampu lagi engkau kembalikan, walau itu hanya sedetik. Menunggu dalam penantian yang sangat panjang entah kapan semuanya akan tiba.
Pada saat itu, kita semua punya harapan yang sama. Dengan penuh harap semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan di atas nipan-nipan syurga-Nya.
Namun, harapan itu perlu kita muhasabah kembali hari ini. Di tempat kedua kaki ini berpijak. Yah…Itulah Dunia…
Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Nya?
Menyesal lah di dunia, sebelum tiba suatu masa penyesalan kita tidak lagi bermanfaat…
***********
Makassar, 28 Oktober 2020
Penulis: Muhammad Ikram, S.Sos.I
(Founder Pena Ibnu Taimiyah, Pembina Daar Al-Qalam dan Pemred mujahiddakwah.com)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)












































































