MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Memasuki tahun 2021, beragam musibah dan bencana alam melanda Indonesia diantaranya Kasus Corona yang belum mereda, Erupsi Gunung Semeru, Banjir Kalimantan Selatan, hingga Gempa bumi di Sulawesi Barat.

Sebagai bentuk antisipasi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di berbagai wilayah Indonesia telah mempersiapkan diri dengan menghadirkan relawan-relawan tangguh yang siap membantu masyarakat tak terkecuali relawan yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tepatnya pada Kamis (21/1), ACT MRI Sulawesi Selatan menggelar apel kesiapsiagaan di depan kantor ACT Cabang Sulawesi Selatan Jl. Sultan Alauddin Kota Makassar dengan melibatkan relawan dari berbagai kluster diantara medis, rescue dan media.

Firman selaku Koordinator Program ACT Sulsel mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi atas bencana yang akan hadir kedepannya.

“Apel siap siaga bencana ini dilakukan sebagai upaya persiapan dalam menghadapi bencana yang terjadi kedepannya. Dimana bisa kita saksikan sendiri, telah terjadi berbagai macam musibah dan bencana alam yang datang secara tiba-tiba pada awal tahun 2021 ini. Diharapkan dengan apel ini, para relawan sudah siap ketika bencana datang. Minimal mereka mengetahui hal-hal darurat apa yang harus dilakukan,” ujarnya

Firman menambahkan bahwa jaringan relawan dari ACT MRI Sulsel akan terus melakukan ekspansi sebagai upaya penguatan edukasi kebencanaan yang ada di Sulawesi Selatan.

“Saat ini, jaringan kerelawanan ACT MRI Sulsel sudah menjangkau 22 Kab/Kota yang ada di Sulawesi Selatan, sedangkan di Indonesia sendiri sudah tersebar hingga ke pelosok. Kedepannya kita akan terus melakukan ekspansi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar bersiap ketika bencana itu akan datang sehingga tak kaget lagi,” ujarnya.

Sebagai penguatan ilmu kebencanaan, ACT juga memiliki DMII (Disaster Management Institute of Indonesia) sebuah lembaga yang berkhidmat pada pengembangan ilmu dan manajemen kebencanaan berbasis Total Disaster Management (TDM).

Laporan: Mustafa Mathar
Editor: Muhammad Akbar