Makkah Dari Segi Politik

Jazirah Arab mirip dengan sebuah pulau karena ia terletak antara tiga lautan, yaitu: Laut Merah bagian barat, Teluk Persia bagian timur (sekarang Teluk Arab karena 6 negara Arab berada di sana), dan Samudera India bagian selatan.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan tentang jazirah Arab sekarang ini terdiri atas 12 negara, yaitu: Yaman, Arab Saudi, Oman, Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, sebagian wilayah Iraq, Suriah, Jordania, Lebanon, dan Palestina.

Dahulu, wilayah-wilayah bagian utara jazirah ini dikuasai oleh para raja yang tunduk di bawah kerajaan Romawi. Sedangkan bagian timur dikuasai oleh para raja yang tunduk di bawah kerajaan Persia (sekarang Iran). Dan bagian selatan dikuasai oleh para raja Yaman dari kaum Tubba’. Di antara raja mereka ialah yang membakar orang-orang mu’min dalam parit yang dikisahkan oleh Alloh dalam surat al-Buruj, rajanya pada saat itu beragama Yahudi.

Adapun di tengah-tengah jazirah Arab, yaitu: Makkah, Madinah, dan Tho’if (Hijaz) tidak pernah dijajah atau dikuasai oleh Romawi, Persia, maupun kerajaan Yaman. Ini sebagai rohmat dari Alloh karena ia merupakan tempat yang mulia, tempat munculnya fajar Islam yang dijaga oleh Alloh dari tangan-ta-ngan para penjajah dari manapun.
.
Sejarah mencatat bahwa Makkah dan sekitarnya dikuasai oleh Isma’il alaihissalam dan terus diwarisi oleh anak cucunya. Hingga akhirnya kabilah Jurhum mengambil alih kekuasaan Makkah dari anak cucu Isma’il alaihissalam, lantas berabad-abad lamanya mereka berkuasa hingga akhirnya mereka menjadi zholim, maka mereka diperangi dan diusir dari Makkah oleh kabilah Khuza’ah. Inilah sunnatulloh bagi setiap orang yang zholim.

Khuza’ah pun demikian, setelah berabad-abad berkuasa di Makkah mereka menjadi zholim bahkan lebih parah daripada Jurhum, di mana Amr bin Luhai, pemimpin mereka, mengubah agama Ibrohim alaihissalam yang hanif menjadi agama patung dan berhala. Kata Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits shohih Bukhori-Muslim: “Aku melihat Amr bin Luhai menarik ususnya di neraka karena ia yang pertama kali mengubah agama Ibrohim menjadi penyembahan berhala.”

Hingga akhirnya Alloh menjauhkan kabilah Khuza’ah dari kekuasaan Makkah. Kekuasaan beralih ke tangan Quraisy yang pemimpin pertamanya adalah Qushoi, kakek Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam yang ke-4. Dengan demikian, Quraisy mengambil kembali kekuasaan Makkah yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, Isma’il alaihissalam.

Makkah Dari Segi Sosial

Kehidupan bangsa Arab tanpa wahyu Ilahi berlangsung dalam waktu yang sangat lama, yaitu antara Nabi Isma’il alaihissalam hingga nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karenanya, timbullah kebiasaan/adat-istiadat yang sangat buruk, walaupun di sana masih ada kebiasaan-kebiasaan yang baik, tetapi telah tenggelam dalam kejelekan-kejelekan mereka.

Di antara kebiasaan-kebiasaan buruk mereka, ialah:

1.Berjudi, minum khomer, dan saling berlomba dan berbangga-bangga dalam harganya yang mahal.

2.Nikah istibdho, yaitu: istri seseorang suci dari haid lalu mereka mencarikan orang-orang mulia untuk menggaulinya dengan harapan agar ia melahirkan anak yang mewarisi sifat-sifat kemuliaan dari laki-laki yang menggauli tersebut.

3.Membunuh anak-anak mereka karena takut miskin dan mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan mereka karena malu.

4.Wanita-wanita bertabarruj (berdandan/bersolek) di depan laki-laki yang bukan mahrom.

5.Pacaran bagi wanita-wanita merdeka dan bagi wanita-wanita budak memasang bendera di depan rumahnya pertanda bahwa ia pelacur yang menerima setiap laki-laki.

6.Fanatik kabilah dan suka membuat sebab-sebab untuk menyalakan api peperangan, saling merampas, saling menindas, dan yang kuat memakan yang lemah.

7.Orang-orang merdeka tidak mau bekerja karena sombong dan mereka menyerahkan semua pekerjaan mereka kepada budak-budak milik mereka, seperti: bertani, menggembala, hijamah (membekam), menjahit, bertukang kayu, pandai besi, dll. Asal dari budak-budak ini adalah hasil tawanan perang atau orang-orang yang diculik, atau anak-anak yang diperjualbelikan karena kefakiran.

Adapun kebaikan mereka, di antaranya:

1.Jujur dalam ucapan, tepat janji, menjamu tamu, memberi per-lindungan bagi yang membutuhkan.

2.Berani dan tidak mau dihinakan oleh kaum yang lain.

3.Menghormati tanah haram dan bulan-bulan haram, sekalipun seseorang menemui orang yang membunuh bapaknya di kawasan itu ia tidak akan membunuhnya karena menghormati tanah haram.

4.Mengharamkan nikah dengan ibu, anak kandung.

5.Melakukan siwak, potong kuku, mencabut bulu ketiak, khitan, dan mandi junub.

6.Memotong tangan kanan pencuri.

7.Melakukan haji dan umroh.

Ibroh Yang Dapat Diambil

Pertama, Sesungguhnya Makkah dan sekitarnya tidak pernah dijajah oleh bangsa Romawi, Persia, maupun bangsa-bangsa lain. Hingga pada masa penjajahan Barat yang merata di seluruh dunia Islam, tidak pernah terlintas di hati mereka untuk menjajah Makkah. Ini karena Alloh memalingkan mereka darinya sebagai penjagaan-Nya terhadap tanah haram dan kemuliaan penghuninya, nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Sekalipun Quraisy pada masa jahiliah bergelimang dalam syirik, bid’ah, dan maksiat, namun Alloh tetap melindungi mereka. Contoh yang paling besar dalam hal ini adalah serangan Abrahah dan tentaranya terhadap Ka’bah yang dihancurkan oleh Alloh.

Kedua, Sesungguhnya kezholiman tidak pernah abadi di permukaan bumi ini, walaupun ia agak lama namun pasti akan berakhir.

Ketiga, Sifat-sifat tercela sama halnya dengan sifat-sifat terpuji, tidak pernah lepas darinya suatu umat manapun. Namun yang menjadi ibroh adalah sifat-sifat yang umum yang mendominasi. Maka kapan saja suatu umat secara umum memiliki sifat-sifat yang terpuji maka umat atau masyarakat tersebut dianggap sebagai umat yang sholih dan maju. Dan kapan saja suatu masyarakat secara umum memiliki sifat-sifat tercela maka umat tersebut rusak, hina, dan mundur.

Keempat, Islam datang menetapkan sifat-sifat yang terpuji dan menghapus sifat-sifat yang tercela.

Kelima, Lemahnya iman dan sedikit-nya ilmu adalah sebab utama hidupnya kembali kebiasaan-kebiasaan jahiliah di zaman sekarang, seperti: tabarruj, khomer, judi, zina, menggugurkan kandungan, menggunakan pil-pil KB untuk mencegah kehamilan karena takut fakir, dll. Semua ini sebabnya adalah: jahl (kebodohan), kurang iman, mengikuti hawa nafsu, dan mengekor syubhat.
Demikianlah keadaan sosial masyarakat jahiliah, terlebih lagi dari segi agama yang mana mereka benar-benar membutuhkan seorang rosul.

*************

Penulis: Ustadz Abu Hafshoh

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)