MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan SURAT EDARAN Nomor: D.1870/IL/I/09/1441, dalam rangka antisipasi dan pencegahan kasus penyebaran wabah COVID 19 yang bisa semakin meningkat dan meluas di berbagai daerah di Indonesia, Makassar Sulawesi Selatan, Ahad (17/05/2020).

Dalam rangka antisipasi dan pencegahan virus corona yang bisa semakin meningkat dan meluas di Indonesia dan untuk lebih mempertegas surat edaran Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah terkait pelaksanaan Ibadah di masa tanggap bencana Covid-19, sebagaimana diterima oleh mujahiddakwah.com dalam keterangan tertulisnya.

Pertama, Wahdah Islamiyah tidak menyelenggarakan salat idulfitri di lapangan atau di masjid. Salat Idul Fitri di laksanakan bersama keluarga inti di rumah masing masing yang panduan pelaksanaannya di keluarkan oleh Dewan Syariah Wahdah Islamiyah.

Kedua, Seluruh masjid Wahdah Islamiyah dan Masjid lainnya agar tetap meniadakan atau tidak melonggarkan membuka kesempatan pelaksanaan salat Jumat, Salat Fardu berjamaah lima waktu serta salat tarwih sampai adanya kepastian kondisi dianggap aman oleh pihak yang berwenang.

Ketiga, Seluruh anggota dan simpatisan Wahdah Islamiyah serta masyarakat kaum muslimin agar tetap melaksanakan ibadah salat di rumah masing masing selama situasi dianggap belum aman oleh pihak berwenang.

Keempat, Seluruh dai atau khatib Wahdah Islamiyah seluruh Indonesia agar tetap mematuhi arahan agar tidak melakukan atau mengisi khutbah jumat atau cerama atau kajian Ramadhan di masjid masjid.

Kelima, senantiasa menghindari kerumunan serta tetap melakukan social distancing dan phesycal distancing.

Keenam,  pengurus DPD/DPW Wahdah Islamiyah agar melakukan komunikasi kepada pemerinath setempat agar tidak melakukan pelonggaran pembatasan social berskala besar (PSBB), tetap tegas dan disiplin menjalankan aturan PSBB di daerahnya.

Surat edaran ini disampaikan untuk di laksanakan dengan sabaik dan semestinya, agar supaya penyebaran virus corona bisa teratasi. Surat edaran ini di tanda tangani oleh Muhammad Zaitun Rasmin selaku ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah.

Reporter: Risal
Editor: Muh Akbar