• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, Oktober 4, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in KHAZANAH, Tazkiyatun Nafs

Hijrah Sebagai Momentum Perubahan

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 10 mins read
Juni 16, 2026
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Orang-orang kafir Quraisy tak henti-hentinya malancarkan serangan dan penyiksaan demi penyiksaan terhadap umat Islam, sasaran empuknya adalah para golongan lemah. Inilah yang menjadikan para pemeluk agama baru itu merasa jika Makkah baginya terasa kian sempit dan terjepit, mereka mulai berpikir untuk mencari tempat yang lapang bagi mereka, setidaknya memiliki kemerdekaan dalam beragama.

Tahun kelima pasca diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul (kenabian), sekelompok kaum muslim berangkat ke Habasyah (Etopia), terdiri dari dua belas laki-laki dan empat wanita yang dikepalai oleh Utsman bin Affan. Termasuk dalam kafilah tersebut adalah Ruqayyah, putri Rasulullah. Eksepedisi pertama berangkat pada tengah malam, dengan cara sembunyi-sembunyi, menuju pelabuhan Syaiban yang secara kebetulan terdapat dua kapal sedang berlabuh dan hendak menuju ke Habasyah, mereka pun menumpang dan sampai pada tujuan dengan selamat. Di sana, orang-orang muslim mendapat perlakuan dengan baik.

Mendengar berita itu, orang-orang Quraisy Makkah meradang. Tentu saja, kerena mereka tidak ingin pengikut Muhammad mendapatkan tempat perlindungan di bumi manapun, tak terkecuali Habasyah. Sepakatlah untuk mengirim dua orang yang cakap, cerdas, dan terpandang, Amru bin Ash dan Abdullah bin Rabi’ah –sebelum keduanya memeluk Islam. Misi utamanya adalah melobi pemimpin Habasyah, Raja Najasyi, untuk mengusir kembali kaum muslimin. Namun sebelum menemui sang raja, kedua diplomat itu bertemu dan melakukan lobi-lobi dengan para uskup, agar bersama-sama mempengaruhi Raja Najasyi. Dengan aneka ragam hadiah yang menggiurkan, para uskup pun bersedia membantu mereka bertemu dengan raja.

You might also like

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

September 4, 2026

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Setelah hadiah disuguhkan pada sang raja, mereka berdua menghadap. “Wahai Tuan Raja, sesungguhnya ada beberapa orang bodoh yang telah menyusup ke negeri Tuan. Mereka telah memecah belah agama kaumnya, juga tidak mau masuk agama Tuan. Mereka datang sambil membawa agama baru yang mereka ciptakan sendiri. Kami tidak mengetahuinya secara persis, begitu pula Tuan. Kami diutus para pembesar kaum mereka, dari bapak-bapak, paman, dan keluarga mereka untuk menemui Tuan, agar Tuan sudi mengembalikan orang-orang ini kepada mereka. sebab mereka itu lebih berhak terhadap orang-orang tersebut dan lebih tau apa yang mendorong orang-orang tersebut mencela dan mencaci mereka.”

“Benar apa yang dikatakan mereka berdua, wahai Baginda Raja. Maka serahkanlah mereka itu kepada mereka berdua, agar keduanya mengembalikan mereka kepada kaumnya,” tambah para Uskup.

Namun Raja Najasyi merasa perlu melakukan tabayyun dengan mengutus perwakilan untuk memanggil para imigran itu. Setelah mereka tiba, Najasyi bertanya. “Macam apakah agama kalian? Karena agama itu kalian memecah belah kaum kalian, dan tidak juga masuk agama kalian sendiri?”

Ja’far bin Abu Thalib, yang manjadi juru bicara dari orang-orang Islam imigran itu, menjawab. “Wahai Tuan Raja, dulu kami adalah pemeluk agama jahiliyah. Kami menyembah berhala-berhala, memakan bangkai, berbuat mesum, memutuskan tali persaudaraan, menyakiti tetangga dan yang kuat di antara kami memakan yang lemah. Begitulah gambaran kami dahulu hingga Allah mengutus seorang rasul dari kalangan kami sendiri, yang kami ketahui nasab, kejujuran, amanah, dan kesucian dirinya. Beliau menyeru kami kepada Allah untuk mengesakan dan menyembah-Nya serta meninggalkan penyembahan kami dan bapak-bapak kami terhadap batu dan patung. Beliau juga memerintahkan kami untuk berkata jujur, melaksanakan manah, dan kesucian dirinya. Beliau menyeru kami kepada Allah untuk mengesakan dan menyembah-Nya serta meninggalkan penyembahan kami dan bapak-bapak kami terhadap batu dan patung. Beliau juga memerintahkan kami untuk berkata jujur, melaksanakam amanah, menjalin hubungan kekerabatan, berbuat baik kepada tetangga, menghormati hal-hal yang disucikan dan darah. Beliau melarang kami berbuat mesum, berkata palsu, mengambil harta anak yatim dan menuduh wanita-wanita suci. Beliau memerintahkan kami untuk menyembah Allah semata, tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, memerintahkan kami mengerjakan salat, mengeluarkan zakat dan berpuasa. Lalu kami membenarkan, beriman, dan mengikuti beliau atas apa pun dari agama Allah. Lalu kami membenarkan, beriman, dan mengikuti beliau atas apapun dari agama Allah. Lalu kami menyembah Allah semata, tidak menyekutukan sesuatu dari-Nya, kami mengharamkan apa pun yang diharamkan atas kami, menghalalkan apa pun yang dihalalkan bagi kami. Lalu kaum kami memusuhi kami, menyiksa kami, dan menimbulkan cobaan terhadap agama kami, dengan tujuan mengembalikan kami kepada penyembahan terhadap patung, tanpa diperbolehkan menyembah Allah, agar kami menghalalkan berbagai macam keburukan seperti dahulu. Setelah mereka menekan, berbuat semena-mena, mempersempit gerak kami, dan menghalangi diri kami dari agama kami, maka kami pun pergi ke negeri Tuan dan memilih Tuan daripada orang lain. Kami gembira mendapat perlindungan Tuan dan kami tetap berharap agar kami tidak dizalimi di sisi Tuan, wahai Tuan Raja!”

“Apakah Engkau bisa membacakan sedikit ajaran dari Allah yang dibawa (Rasulullah)?” Tanya Najasyi. “Ya”, jawab Ja’far. “Kalau begitu, bacakanlah padaku!” Ja’far lalu membacakan dengan menghafal, dari Surat Maryam. “Kaaf, haa, yaa, ‘ain, shad…”

Najasyi dan para uskup menangis mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran, hingga jenggut mereka basah dengan air mata. Lalu Najasyi berkata, “Sesungguhnya ini dan yang dibawa Isa benar-benar keluar dari satu misykat. Pergilah kalian berdua. Demia Allah, aku tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian berdua, sama sekali tidak!”

“Kembalikan hadiah yang dibawa dua utusan itu. Aku tidak membutuhkannya…!” lanjut sang raja. Ummu Salmah yang meriwayatkan peristiwa ini, berkata, “Lalu keduanya beranjak dari hadapan Najasyi dengan muka masam karena apa yang dibawanya tertolak. Maka kami menetap di sana dalam suasana yang menyenangkan, berdampingan dengan tetangga yang juga menyenangakan.” Peristiwa ini dikenal dengan hijrah pertama. (lihat, Almubarakfury dalam Arrahiq al-Makhtum). 

Duka Lara

pada tahun sepuluh kenabian, sekitar 619 M, dan ima tahun pasca migrasinya sebagian kaum muslim ke Habasyah, Rasulullah mendapat cobaan yang tak terperikan. Sang paman, Abu Thalib meninggal dunia setelah mengalami sakit keras, duka itu kian mendalam karena sang pamam sampai akhir hayatnya tetap ogah mengucapkan dua kalimat syahadat. Bagai jatuh tertimpa tangga, tiga bulan kemudian istri tercintanya juga tutup usia, Sitti Hadijah, seorang wanita yang telah mendampingi Rasulullah selama seperempat abad, menyayangi beliau di kala resah, melindungi beliau di saat-saat kritis, menolong menyebarkan risalah da’wah, mendampingi beliau dalam menjalankan jihad yang berat, rela berkorban diri dan hartanya. Rasulullah pernah bersabda terkait istrinya itu, “Dia beriman kepadaku saat semua orang mengingkariku, membenarkan aku selagi semua orang mendustakan aku, menyerahkan hartanya padaku selagi semua orang tidak mau memberikannya, Allah menganugrahiku anak darinya, selagi wanita selainnya tidak memberikan kepadaku.”

Dua peristiwa itu datang dalam tempo yang singkat, sehingga menorehkan perasaan duka lara di hati Rasulullah, ditambah lagi penyiksaan yang dilancarkan kaum Quraisy padanya. Kematian keduanya menjadikan musuhnya semakin berani terbuka menyerang dan mengganggu nabi akhir zaman ini. Mendung semakin bertumpuk-tumpuk, dan hampir saja putuh asa, Makkah baginya sudah tidak bershabat lagi.

Sebagai pemimpin Bani Hasyim, Abu Thalib digantikan oleh Abu Lahab, namun perlindungan yang diberikan kepada ponakannya itu, hanya sekadar basa-basi, tetap diperlakukan buruk sebagaimana sebelumnya. Suatu ketika seorang masuk dalam gerbangnya lalau melempar kotoran dalam wadah masakannya, di lain hari, ketika Muhammad sedang salat, salah seorang datang melemparinya tulang domba, darah, serta kotorannya. Di kesempatan lain ketika Nabi kembali dari kakbah, seorang mengambil kotoran lalu melemparkannya ke wajah dan seluruh badannya. Ketika sampai di rumah, seorang putrinya membasuh lalu membersihkan ayahnya sambil menangis. “Jangan menangis putriku, Allah akan melindungi ayahmu!” sabda Nabi.

Ketika bumi terasa sempit, dan penghuninya sudah tidak bersahabat, maka mencari tempat lain dari bumi Allah adalah suatu keniscayaan. Inilah yang mendorong Nabi untuk mencoba berhijrah keluar Makkah, sekitar enam puluh mil jaraknya. Tempat itu bernama Tha’if, berangkat dengan hanya ditemani oleh budaknya, Zayid bin Haritsah.

Sesampainya di Tha’if, beliau langsung mengunjungi pemimpin daerah tersebut, yang dikuasai oleh tiga bersaudara. Ketika Nabi mengajak mereka masuk Islam dan meminta pertolongan serta perlindungan dari mereka bertiga, salah seorang berkata. “Jika Tuhan mengutusmu, aku akan runtuhkan kakbah!” yang lain mengejek, “Apakah Tuhan tidak mendapatkan orang selain darimu untuk menjadi Rasul-Nya?” Sementara yang ketiga menyahut, “Kami tidak ingin berbicara denganmu, seandainya kamu utusan Tuhan seperti yang engkau katakan, Engkau terlalu mulia bagiku, seandainya engkau berbohong, tidaklah aku pantas berbicara denganmu!”

Nabi lantas bangkit dan bermaksud mencari tempat lain di Tha’if, namun budak-budak mereka dikerahkan untuk mengejek dan menyoraki Nabi. Hingga segorombolan orang menyerangnya, melempar dengan batu, menghina, dan memukul mata kakinya sehingga darah segar pun mengucur memenuhi sepatunya. Zayd yang berusaha melindungi majikannya juga terkena lemparan dan pukulan di kepalanya, peristiwa ini terus terjadi di sepanjang jalan hingga lima kilometer, sebelum tiba di sebuah pinggiran kebun anggur milik dua orang Makkah, Utbah dan Syaibah, di bawah pohon itulah dia berteduh setelah lolos dari penyiksaan orang-orang Tha’if.

Saat berteduh dari teriknya matahari, dan perihnya penyiksaan itulah, Nabi berdo’a, “Ya Allah, kepada-Mu aku mengeluhkan ketidak-berdayaanku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai yang Maha Pengasih di antara yang Mengasihi! Engkau Tuhan orang-orang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau hendak menyerahkan diriku…”

Kala itu, dua bersaudara pemilik kebun menyaksikan Muhammad sedang berteduh dengan berlumuran darah, kali terakhir mereka melihatnya ketika Abu Thalib meninggal, dan kini dia hidup sebatang-kara, tanpa pelindung dan juga tiada tempat berbagi karena istrinya juga telah tiada. Inilah yang menggugah hati sang pemilik kebun, sehingga memerintahkan Budaknya yang masih muda itu, “Addas! Ambillah setangkai anggur ini, letakkan di piring dan berikanlah kepada lelaki itu. Persilahkan ia memakannya!” Addas melakukan sebagaimana titah tuannya. Di saat nabi menyentuh anggur itu beliau mengucapkan, “Bismillah!” Addas menatap wajahnya dengan saksama, lalu berkata, “Kata-kata itu tidak boleh diucapkan oleh penduduk negeri ini.” “Dari mana engkau berasal dan apa agamamu?” Tanya Nabi. “Agamaku Kristen. Berasal dari Ninawi” Jawab Addas. “Kota tempat asal seorang hamba yang saleh, Yunus bin Matta,” kata Nabi. “Dari mana engkau mengenal Yunus bin Matta?” Tanya Addas penasaran. “Dia adalah saudaraku; dia seorang nabi, dan aku pun seorang nabi,” Jawab Rasulullah. Kemudian Addas memeluk Nabi, mencium kepala, tangan, dan kakinya. Addas pun memeluk Islam. Ekspektasi Nabi untuk mengislamkan penduduk Tha’if hanya terbayarkan dengan seorang budak asing. Itulah dakwah, bukan melulu berpatokan pada kuantitas. (Marting Lings, Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources).

Ketika beranjak kembali ke Kota Makkah dengan perasaan miris dan sedih yang tak terhingga, sebelum sampai kerumahnya, Allah mengutus Malaikat Jibril yang didampingi Malaikat penjaga gunung. Jibril mengabarkan bahwa doa Nabi telah didengarr oleh Allah, untuk itulah Malaikat penjaga gunung bersamanya, dan siap menjalankan perintah Nabi. Sang penjaga gunung meminta instruksi dari Nabi untuk meratakan dua gunung yang mengapit Makkah dan Tha’if. Itu artinya dua kota beserta penduduknya akan terkubur seluruhnya dalam tempo sekejap. Tapi tawaran menggiurkan itu ditolak oleh Nabi, dengan Sabdanya, “Bal arju an yukhrijallahu ‘azza wa jalla min ashlabihim man ya’budullah ‘azza wajalla wahdahu, laa yusyrik bihi syai’an. [Aku berharap suatu saat Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka –keturunan- yang menyembah Allah seutuhnya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.”

Inilah salah satu kebesaran jiwa Rasulullah dalam menghadapi prilaku kaumnya terhadap dirinya, kendati diperlakukan dengan keji dan biadab, namun tetap mendoakan keselamatan mereka. Sebuah metode dakwah yang kini hanya tinggal dalam sejarah. Inilah hijrah yang terparah dalam sejarah perjalanan hidup dan dakwah Rasulullah. Peristiwa ini sering juga disebut hijrah kedua. 

Titik Terang

Setahun lebih pasca kematian paman dan istrinya, dan berada dalam saat-saat yang sangat sulit. Saat itu pula tujuh pembesar suku Quraisy memutuskan untuk membunuh Muhammad di kala ia sedang terlelap, dengan demikian tamatlah riwayat sang pengacau, sebelum ia benar-benar merusak tatanan kehidupan Kota Makkah terutama perekonomian, Makkah adalah kota wisata agama yang selalu ramai, menjadi mesin uang karena banyak wisatawan religius datang silih berganti. Jika ide dan ajaran Muhammad tentang ‘hanya satu tuhan’ diterima dan menyebar, para pembesar Makkah itu takut karena penyembah dewa lain itu akan berhenti berdatangan –dan kini Makkah tetap menjadi kota wisata nomor satu di dunia. Mereka yang besekongkol itu adalah kerabat dari Nabi sendiri, termasuk pamannya.

Untungnya Nabi mendengar kabar itu, dengan bantuan Abu Bakar dan Ali, pembunuhan itu pun gagal. Pada saat bersamaan, Nabi juga menyusun siasat untuk meninggalkan Makkah dengan melakukan kontak kepada beberapa delegasi dari Yasrib. Sebuah kota dekat pantai Laut Merah, sekitar 250 KM sebelah utara Makkah. Kota pertanian yang sedang dicabik-cabik oleh konflik internal karena para penduduknya terdiri atas beberapa suku yang saling bertikai. Penduduk Yastrib mendambakan orang luar yang berpikiran adil, dan berintegritas untuk datang dan mengawasi negosiasi di antara suku yang saling bermusuhan itu. Mereka berharap jika menyerahkan wewenang paradilan dengan orang yang memiliki integritas akan mampu membawa perdamaian.

Nabi Muhammad memiliki reputasi itu, sebagai seorang yang berpikiran adil dan memiliki integritas serta penengah yang cakap, peran yang telah dimainkannya dalam beberapa perselisihan krusial, karena itu penduduk Yastrib berpikir  beliau sangat cocok untuk amanah itu. Bahkan beberapa penduduk telah bertemu Nabi dan menemukan kharismanya yang luar biasa. Banyak yang memeluk Islam dan mengundang Muhammad untuk pindah ke Yastrib sebagai penengah dan membantu mengakhiri semua pertengkaran; sang Nabi menerima.

Setelah lolos dari maut, Nabi dan Abu Bakar, akhirnya berhasil meninggalkan Makkah menuju Yatsrib. Selanjutnya, kaum muslimin pindah secara sembunyi-sembunyi demi menghindari kejaran Quraisy Makkah. Para imigran itu meninggalkan rumah dan seluruh harta bendanya, dan sebagian lain memutus hubungan keluarga di antara mereka. Hijrah hanya dengan bekal iman. Namun setidaknya mereka ke suatu tempat yang aman untuk beribadah, di samping pemimpin mereka juga menjadi otoritas tertinggi di Yastrib, menjadi penengah di antara suku yang saling bertikai.

Sesuai janjinya, Nabi duduk bersama dengan suku-suku yang bertikai untuk menuntaskan perjanjian yang kemudian disebut ‘Piagam Madinah’. Perjanjian ini menjadikan kota Yastrib sebuah konfederasi. Secara internal:  menjamin bagi masing-masing suku hak untuk menjalankan agama dan adat-istiadat. Menerapkan bagi seluruh warga negara peraturan yang dirancang untuk menjaga perdamaian secara utuh; menegakkan suatu proses hukum yang murni untuk menyelesaikan masalah internal suku mereka sendiri dan menyerahkan kepada Nabi kewenangan untuk menyelesaikan sengketa antarsuku, yang terpenting, semuanya bertanda-tanganan, muslim dan non muslim. Urusan eksternal: berjanji untuk bergabung dengan semua yang lain untuk membela Yastrib terhadap serangan dari luar. Meskipun dokumen ini disebut konstitusi tertulis pertama dalam sejarah manusia, sebenarnya merupakan sebuah perjanjian multipartai (koalisi).

Nabi juga menunjuk salah satu penduduk asli untuk menangani para imigran dari Makkah, agar mereka memulai hidup baru. Para tuan rumah yang menjadi penolong itu digelar “Anshar” dan para imigran yang butuh pertolongan disebut “Muhajirin”, tidak hanya itu, Nabi juga mengubah nama Yastrib menjadi ‘Madinah’ yang berarti ‘Kota Nabi’.

Peristiwa perpindahan (migrasi) kaum muslimin dari Makkah ke Madinah dikenal dengan ‘Hijrah’ –kadang pula dieja Hegira dalam bahasa Eropa. Dua belas tahun kemudian, di zaman Umar bin Khattab, ketika umat Islam menciptakan kalender sendiri, terhitung dari peristiwa hijrah di atas, karena hijrahnya kaum muslimin yang dipelopori Rasulullah dari Makkah ke Madinah menandai poros sebuah sejarah, momentum perubahan, titik balik nasib kaum muslimin, momen yang membagi waktu menjadi sebelum dan setelah hijrah. Dan yang tak terlupakan adalah, dari sinilah peradaban itu bermula dan terus berkembang hingga hari ini. 

Amalan Tahun Baru

Dalam kalender Hijriah, bulan pertama adalah Muharram yang terkenal dalam istilah Jawa sebagai bulan syuro. Bulan ini termasuk salah satu bulan haram (suci, mulia). Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah membuka awal tahun dengan bulan haram, menutup dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah setelah Ramadhan dibandingkan dengan Muharram.” Salah satu keistimewaan bulan haram adalah di dalamnya tidak boleh ada perang. (Abu Ubaidillah Yusuf, Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah).

Keagungan bulan awal tahun ini, juga dilukiskan oleh Rasulullah lewat sabdanya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim. “Puasa yang paling afdal setelah Ramadhan adalah puasa pada Syahrullah al-Muharram.” Ibnu Rajab, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim mengatakan, “Nabi memberi nama Muharram dengan Syahrullah [bulan Allah]. Penyandaran bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keutamannya. Karena Allah tidak menyandarkan sesuatu pada dirinya kecuali pada ciptaan-Nya yang special.”

Abu Utsman an-Nahdi menyebut dalam kitab “Lathai’iful Ma’arif” tetang amalan di bulan Muharram, “Adalah para salaf menggunakan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama untuk memaksimalkan ibadah: sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijjah, dan Muharram.”

Di antara amalan yang sering dilakukan pada bulan Muharram adalah, berpuasa pada tanggal sembilan, sepuluh, dan sebelas, atau hanya pada tanggal sepuluh saja yang masyhur dikenal dengan ‘puasa Asyura’. Termasuk di antaranya adalah memperbanyak zikir, baca Alquran, dan ragam ibadah sunnah lainnya, termasuk menolong dan berbagai dengan sesama.

Namun perlu ditegaskan, bahwa dalam beribadah haruslah ada kejelasan dalil, melakukan ibadah pada malam dan hari-hari tertentu tanpa dalil merupakan perkara bid’ah. Syaikh Bakr bin ‘Abdillah berkata, “Tidak ada dalam syariat ini sedikitpun doa atau zikir khusus untuk awal tahun. Manusia zaman sekarang banyak membuat bid’ah berupa doa, zikir atau tukar-menukar ucapan selamat, demikian pula pada awal tahun baru, menghidupkan  malam pertama bulan Muharram dengan salat, zikir, atau doa-doa, puasa akhir tahun, dan sebagainya yang semua itu tidak ada dalilnya sama sekali.”

Dan yang tidak kalah pentingnya dalam beribadah adalah jangan berlebih-lebihan ‘ghuluw’ sebagaimana para penganut Rafidhah (Syiah) dalam memperingati sepuluh Muharram setiap tahunnya, dengan upacara kesedihan dan ratapan atas meninggalnya Husain di Karbala pada 10 Muharram 61 H. Mereka berdemonstrasi ke jalan-jalan dan lapangan, memakai pakaian serba hitam untuk mengenang gugurnya Husein ra, sembari memukuli pipi mereka sendiri, dada, punggung dan kepala dengan cemeti, pedang, dan benda-benda tajam lainnya, hingga sekujur tubuh mereka berlumuran darah. Sambil menangis dan histeris menyebut, “Ya, Husain… Ya, Husain… Ya, Husain…!” Konyolnya, rangkaiaan ritual sesat di atas dianggapnya sebagai perbuatan mulia yang mendatangkan pahala besar.

Cukuplah ucapan Ibnu Rajab rahimahullah dalam “Latha’iful Ma’arif” menjadi peringatan bagi kita. “Ada pun menjadikan hari ‘Assyura sebagai hari kesedihan/ratapan sebagaimana dilakukan oleh kaum Rafidhah karena terbunuhnya Husain bin Ali, maka hal itu termasuk perbuatan orang sesat usahanya dalam kehidupan dunia, sedangkan dia mengira berbuat baik. Allah dan Rasul-Nya saja tidak pernah memerintahkan agar hari musibah dan kematian para nabi dijadikan ratapan, lantas bagaimana dengan orang selain mereka?” 

************

Penulis : Ustadz Dr. Ilham Kadir, MA
(Peneliti MIUMI, Dosen, Pimpinan BAZNAS Enrekang dan Peneliti LPPI Indonesia Timur)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: DosenDr. Ilham KadirPeneliti LPPI Indonesia TimurPeneliti MIUMIPimpinan BAZNAS Enrekang
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Islamisasi Nusantara: Masuknya Islam, Syi’ah Tak Memiliki Peran

Next Post

Tim Medis Palestina Berhasil Lakukan Transplantasi Ginjal di RS Asy-Syifa

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      906 shares
      Share 362 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      813 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Jumlah warga Palestina yang tewas sejak Genosida Penjajah Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023 telah melampaui 74 ribu orang. Angka tersebut tercatat ketika serangan Israel masih berlangsung di sejumlah wilayah Gaza, meskipun gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.  Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 74.016 orang, sementara 175.068 lainnya terluka.  Hampir setahun setelah kesepakatan gencatan senjata, rekonstruksi Gaza belum berjalan dalam skala yang dibutuhkan. Reuters pada 23 September 2026 melaporkan bahwa lebih dari dua juta penduduk masih tinggal di bangunan rusak atau tempat penampungan sementara.  Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa berlakunya gencatan senjata belum sepenuhnya menghilangkan ancaman kematian bagi penduduk Gaza.  Tragedi kemanusiaan di Gaza menegaskan bahwa perlindungan terhadap nyawa manusia merupakan prinsip mendasar dalam Islam. Di tengah konflik bersenjata, keselamatan warga sipil, penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan, dan penghentian kezaliman harus menjadi perhatian utama.  Gencatan senjata juga harus dimaknai sebagai jalan menuju penghentian kekerasan yang nyata, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Perlindungan warga sipil, kelancaran bantuan kemanusiaan, pembebasan sandera sesuai ketentuan yang berlaku, serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional merupakan bagian penting dari upaya membangun perdamaian.  Membela kemanusiaan berarti menjaga nyawa, menolak kezaliman, dan memastikan bahwa setiap manusia memperoleh haknya atas keselamatan, martabat, serta kehidupan yang layak.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    Next Post

    Inilah Rahasia Tidak Berkahnya Harta Riba

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media