MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Keputusan Pemprov DKI Jakarta membatasi pergerakan warga (“Bekerja di Rumah” dan “Diam di Rumah”) guna memutus rantai penyebaran Covid-19 berdampak amat luas di masyarakat.
Diperkirakan hampir 2 juta orang pekerja sektor informal di Jakarta berkurang pendapatannya hingga 80-90 persen, bahkan ada yang tidak berpenghasilan sama sekali selama masa pembatasan gerak sosial tersebut.
Tukang ojek, pedagang asongan, dan pemulung adalah sebagian dari mereka yang terdampak.
Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Peduli Driver Ojol, melakukan pembagian nasi box usai shalat jumat (27/3/2020). WIZ yang konsen membantu masyarakat meringankan beban, terutama di masa sulit sekarang ini. Disisi lain driver ojol tetap melakukan aktifitasnya karena adanya tuntutan biaya hidup buat keluarga tercinta di rumah.
Kagiatan yang berlangsung di bilangan Pesing Daan Mogot Jakarta Barat ini, bekerjasama dengan Gerbang Betawi dan Ummat TV Peduli. Terlihat beberapa driver ojol menerima nasi box untuk makan siang yang cukup membantu minimal bisa menghemat. Selain itu rasa solidaritas sesama, juga dibangkitkan terutama menghadapi kondisi yang serba sulit.
Menurut informasi driver ojek online (ojol) mengeluhkan penghasilannya yang merosot lantaran merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Pendapatannya turun drastis hingga 50 persen. Berbagai sektor selain penyedia jasa ojol pun turut merasakan imbasnya.
WIZ dengan Gerakan Peduli Ojol mengetuk hati para muhsinin untuk menyisihkan kelebihan rezeki buat meringankan beban saudara kita. Adapun bantuan akan dikonversi bentuk nasi box seharga Rp 20.000/porsi.
Setiap hari kami akan menyediakan makan bagi 150 nasi box. Selain priorotas ke driver ojol nasi box ini juga diberikan ke tukang ojek pangkalan, pedagang asongan, pemulung, yang ditemui saat aksi ini dijalankan.
Laporan: Humas WIZ
Editor: Muhammad Akbar















































































