• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Rabu, September 23, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

    Besok di UINAM! Moslem Qur’anic Learning (MQL) Batch 10 Ajak Muslimah Kampus Bertumbuh

    Besok di UINAM! Moslem Qur’anic Learning (MQL) Batch 10 Ajak Muslimah Kampus Bertumbuh

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

    Besok di UINAM! Moslem Qur’anic Learning (MQL) Batch 10 Ajak Muslimah Kampus Bertumbuh

    Besok di UINAM! Moslem Qur’anic Learning (MQL) Batch 10 Ajak Muslimah Kampus Bertumbuh

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Aqidah & Manhaj, ARTIKEL

Pelajaran dari Tragedi Guyana 1978

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Juni 16, 2026
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

                                                      بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Amerika adalah sebuah negara adidaya yang mengklaim sebagai masyarakat modern yang berakal. Tapi keberakalan mereka pernah terkoyak sangat besar oleh tragedi yang menggemparkan rakyat Amerika, yaitu tragedi besar yang telah terjadi 31 tahun yang lalu. Kejadian yang menjadi headline surat kabar maupun stasiun televisi seluruh dunia bahkan sampai difilmkan. Tragedi Guyana yang terjadi tahun 1978, dimana 900 orang lebih melakukan bunuh diri masal dengan meminum racun yang mematikan dengan perintah seorang pemimpin mereka. Ada apa dengan ini semua, apa yang menggerakkan mereka untuk menghabisi nyawa mereka sendiri? Suatu contoh yang ekstrim dari ketaatan terhadap seseorang yang ditaati dan dikagumi tanpa menggunakan akal pikiran yang sehat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al Israa’: 36)

You might also like

Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

Agustus 30, 2026
Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

Agustus 18, 2026
Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

Agustus 7, 2026
Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

Juni 16, 2026

Sedikit Kilas Balik dari Tragedi Guyana 1978

Diawali dengan seorang pendeta kharismatik Jim Jones yang sangat memukau dalam berkhutbah dan mempunyai kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit dari jamaah/pengikutnya yang kononnya dianggap mukjizat. Sehingga lama-kelamaan jumlah pengikutnya bertambah banyak dan mempunyai cabang-cabang komunitas di berbagai kota di Amerika Serikat. Pengikutnya menjadi pengikut yang militan, sangat percaya dan mengandalkan Jim Jones sebagai pemimpinnya yang menjanjikan surga dan akhirnya menganggapnya seperti Tuhan dan mengikuti semua perintah dan arahannya. Pengikutnya merasa akan mendapat kedamaian. Dan mereka tidak segan-segan menyumbangkan seluruh harta kekayaannya untuk komunitas ini di bawah kepemimpinan pendeta Jim Jones.

Sampai suatu ketika karena adanya suatu masalah dengan politik dan pemerintahan Amerika, maka Jim Jones memutuskan untuk memindahkan lokasi komunitasnya yang disebut People Temple ke tempat lain. Akhirnya dipilihlah Guyana (negara di utara Brazil) sebagai lokasi untuk membangun area komunitasnya yang diberi nama People Temple Agricultural Project. Tempat yang sangat luas di tengah hutan sehingga terisolir dari dunia luar. Di situ dibangun semacam perkampungan, rumah-rumah (seperti rumah transmigrasi) dan berbagai sarana yang diperlukan.

Setiap waktu Jim Jones mengumpulkan pengikutnya dengan suatu istilah White Night, dimana jika ada seruan tersebut, jam berapa saja, tidak peduli mereka sedang apa, pengikutnya patuh mendengar panggilan dan berkumpul di suatu tempat pertemuan yang telah dibangun khusus, untuk mendengarkan khutbah Jim Jones (yang isinya supaya tetap patuh dan taat dengannya dan diberi harapan untuk mendapatkan kedamaian dan surga). Demikian kehidupan mereka setiap hari dalam perkampungan tersebut.

Perkampungan dan perkumpulan yang cukup besar ini cukup mengusik pemerintah Amerika, sehingga diutuslah seorang anggota kongres AS beserta beberapa wartawan meninjau perkampungan tersebut. Pada awalnya Jim Jones sangat keberatan dengan permintaan ini, tapi karena desakan dari berbagai pihak akhirnya dia mengizinkan. Sepanjang menunggu waktu kunjungan yang telah ditentukan tersebut, Jim Jones telah mempersiapkan segala sesuatu termasuk mengeset semua skenario jawaban dari pertanyaan yang mungkin akan diajukan kepada pengikut-pengikutnya. Jim Jones mengontrol semua jawaban dan pemikiran pengikutnya. Ternyata kedatangan anggota konggres ini dimanfaatkan oleh beberapa pengikutnya (yang merasa ada sesuatu yang tidak betul dalam komunitas ini tapi takut untuk mengemukakan, karena ternyata Jim Jones memiliki semacam tentara yang bersenjata) untuk menyampaikan pesan akan keinginan mereka keluar dari kamp ini. Awalnya Jim Jones sangat keberatan dengan perginya sebagian kecil (mungkin hanya sekitar 20 orang saja dari sekitar 1000) meninggalkan kamp ini, tapi karena desakan dari anggota kongres dan wartawan akhirnya dia mengizinkan. Tetapi dia sudah mempunyai rencana lain, yaitu membunuh pengunjung-pengunjung tersebut di lapangan terbang kecil setempat ketika mereka akan lepas landas meninggalkan Guyana. Terjadilah pembunuhan terhadap anggota kongres itu beserta beberapa wartawan dan beberapa pengikutnya yang dianggap berkhianat, meskipun beberapa orang bisa selamat dan menceritakan kisahnya pada media massa.

Dengan kematian anggota kongres ini maka Jim Jones merasa ada ancaman besar terhadap kelangsungan hidupnya dan komunitasnya. Sehingga pada hari itu juga 18 November 1978, dia memberikan instruksi melalui pemancar radio kepada semua pengikutnya baik yang ada di perkampungan tersebut maupun diluar perkampungan itu untuk “mati/mengakhiri hidupnya”. Waktunya sudah sampai bahwa semua pengikutnya harus mati demi kehormatan untuk menyambut kedamaian dan surga, karena adanya ancaman yang dihasilkan dari peristiwa kunjungan dan kematian anggota-anggota kunjungan. Hal ini disampaikan dengan terus terang melalui pemancar radio.

Maka dipersiapkanlah racun sianida dalam jumlah yang banyak, dicampur dengan air yang diberi aroma buah-buahan, dan memerintahkan semua pengikutnya tanpa kecuali untuk meminum racun tersebut satu persatu (termasuk yang membuat dan mempersiapkan racun tersebut), dimulai dari barisan anak-anak terlebih dahulu. Sehingga hari itu menjadi tragedi yang sangat besar dimana 909 orang termasuk di dalamnya sekitar 276 anak-anak (ditambah 4 pengikut yang berada di luar perkampungan tersebut, yang bunuh diri dengan menggorok leher secara bergantian dengan pisau) melakukan bunuh diri masal. Mereka sangat patuh walaupun diperintahkan untuk mati dengan minum racun. Pada hari itu perkampungan People Temple Agricultural Project menjadi lautan mayat yang bergelimpangan.

Manusia Mudah Terpesona

Dalam kejadian ini tampaklah bahwa manusia sangat mudah terpesona. Terpesona dengan kemampuan Jim Jones menyembuhkan, terpesona dengan khutbahnya yang membakar semangat, yang tampaknya indah, yang menjanjikan surga dan kedamaian. Sehingga pengikutnya bertambah banyak dengan kadar fanatik yang sangat besar, dan dipuncak kejayaannya, pengikutnya tunduk dengan semua apa yang ia katakan dan diperintahkan. Bahkan ketika dimintanya untuk mati pada hari itu, mereka dengan sukarela mau minum racun untuk mendapatkan kedamaian.

Saudaraku, betapa menakutkannya pengaruh orang tersebut sehingga sekian banyak orang tidak mau dan tidak mampu lagi menggunakan akalnya untuk memilah mana yang benar dan mana yang batil. Sehingga benarlah apa yang difirmankan Allah dalam Al-qur’an surah Al Baqarah : 204

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُعۡجِبُكَ قَوۡلُهُۥ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَيُشۡهِدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلۡبِهِۦ وَهُوَ أَلَدُّ ٱلۡخِصَامِ ٢٠٤

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.”

Dan apa yang mereka lakukan, kepatuhan yang luar biasa terhadap pemimpinnya, mereka rasakan sebagai perbuatan-perbuatan yang indah seperti dalam QS. An Naml 24 :

وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُونَ ٢٤

“Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.”

Memilah-MilahInformasi yang Datang (Meskipun dari Kyai, Ustad, Orang Penting)

Sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk memilih dan memilah semua ajaran dan informasi dari kyai atau ustadz kita, dan berusaha selalu mengecek dengan rujukan Al-Quran dan Sunah, bagaimanapun tinggi ilmu mereka sehingga kita terkagum-kagum tetapi tetaplah mereka adalah manusia-manusia biasa yang kadang bisa terpeleset sedikit. Dan kita harus selalu berdoa untuk selalu memohon petunjuk seperti dalam surat al-Fatihah yang selalu kita baca puluhan kali dalam sehari. Dan selalu waspada siapa tahu kita masih tersesat jalannya, karena yang pasti kita belum sampai pada tujuan, jadi kemungkinan tersesat masih ada.

Kultus Individu

Ketika pesona dan kekaguman kita akan seseorang yang luar biasa, mungkin bagi orang Kristen yang mengagungkan mukjizat akan mengidolakan orang yang bisa menyembuhkan seperti pendeta Jim Jones dalam peristiwa Guyana, dan bagi orang-orang “pesantren tertentu” akan mengidolakan seorang kyai ternama yang dianggap punya ilmu laduni, dan bagi penggemar sepak bola akan segera mengidolakan Maradona dan sebagainya. Dan kita yang mengagungkan ilmu akan mengidolakan ustadz atau syekh dan sebagainya. Memasang gambar-gambar mereka (padahal memasang gambar makhluk hidup di dalam rumah merupakan larangan dalam Islam) dan menamakan apapun yang kita sukai dengan nama-nama mereka bahkan nama anak-anak kita dengan nama pemain sepakbola, dan berbondong mengusap-usap kuburan para kyai dan wali untuk mencari berkah mereka. Dengan tanpa sadar kita telah menjadikan mereka ilah-ilah (sesembahan) selain Allah, menjadikan mereka berhala yang apabila mereka berkata maka kita akan menerima segala perkataan mereka tanpa mengecek dan merujuk lagi ke pedoman asas kita yaitu Al-Qur’an dan hadits.

Hubungannya dengan Pencarian Tauhid

Tauhid dalam Islam adalah yang murni dan paling kuat dalam argumen dan dalil, orang-orang kafir pun tidak akan berani mengusik ketauhidan dalam Islam. Dan kita harus menggunakan ilmu dan akal kita untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai mana Tuhan yang pantas kita sembah. Sehingga ketika ada orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah tuhan atau kita perlu wasilah dalam berdoa dan beribadah maka kita bisa bereaksi dengan benar dan menolaknya karena telah sampai kepada kita ilmu yang telah disampaikan oleh Nabi kita, tidak seperti para pengikut Jim Jones yang mengiyakan semua perkataan tanpa memikirkan kebenarannya. Perlunya ilmu dan menggunakan akal dalam memahami tauhid diperintahkan Allah dalam Al Qur’an

“Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” (QS. Huud :14)

 

Dan juga dalam surat Thaha ayat 88-89,

“Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?”
Demikianlah umat Nabi Musa yang terpesona oleh kepandaian Samiri dalam berbicara, memutar balikkan fakta sehingga menuruti semua keinginannya serta mengenyampingkan akal pikiran dan hanya menuruti hawa nafsu sehingga menuhankan patung anak lembu tanpa memikirkan bahwa patung ini tidak memberikan manfaat dan madharat (bahaya) bahkan tidak bisa menjawab ketika ditanya.

Begitu juga dengan perdebatan yang terkenal antara Nabi Ibrahim dan Namrudz raja Babilonia yang penuh dengan pemikiran dan penggunaan akal yang berakhir dengan terdiamnya orang kafir. Atau juga peristiwa penghancuran berhala yang disertai logika yang sangat kuat sehingga kembali Nabi Ibrahim membuat para orang kafir mati kutu tidak bisa membantah lagi.

Meskipun begitu, akal semata tidak akan pernah bisa menemukan Allah tanpa ilmu dari Al-Qur’an dan sunnah yang berasal dari wahyu Allah, karena bagaimanapun kita tetap memerlukan petunjuk dari Allah. Seperti Jahm bin Shafyan (pendiri Jahmiyah) yang ditanya kaum zindiq tentang bukti keberadaan/wujud Allah, maka setelah berpikir keras tanpa landasan wahyu tapi dengan ra’yu (pikiran) semata dan menjawab dengan menyamakan sifat Allah dengan sifat ruh sehingga tersesat jauh dan menghilangkan sifat-sifat Allah.

Berbeda dengan Imam Abu Hanifah yang juga ditanya dengan pertanyaan yang sama oleh kaum zindiq dan dijawab dengan jawaban cerdas berdasarkan ilmu yang benar. Beliau bercerita kepada mereka, “Bagaimana menurut kalian, jika ada sebuah kapal bermuatan penuh dengan barang-barang dan beban. Kapal terse­but mengarungi samudera. Gelombangnya kecil, anginnya tenang. Akan tetapi setelah kapal sampai di tengah samudra tiba-tiba terjadi badai besar. Anehnya kapal terus berlayar dengan tenang sehingga tiba di tujuan sesuai rencana tanpa goncangan dan berbelok arah, padahal tak ada nahkoda yang mengemudikan dan mengendalikan jalannya kapal. Masuk akal­kah cerita ini?”

Mereka berkata, “Tidak mungkin. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal, bahkan oleh khayal sekalipun, wahai syeikh.” Lalu Abu Hanifah berkata, “Subhanallah, kalian mengingkari adanya kapal ­yang berlayar sendiri tanpa pengemudi, namun kalian mengakui bahwa alam semesta yang terdiri dari lautan yang membentang, langit yang penuh bintang dan benda-benda langit serta burung yang beterbangan tanpa adanya Pencipta yang sempurna penciptaan-Nya dan menga­turnya dengan cermat?! Celakalah kalian, lantas apa yang membuat kalian ingkar kepada Allah?”

Meskipun ketauhidan Islam sangat kuat tapi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam masih merasa begitu khawatir umatnya akan melanggar tauhid dengan kesyirikan.

Dari Mahmud Ibnu Labid radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpamu ialah syirik kecil: yaitu riya.” (Riwayat Ahmad dengan sanad hasan).

Begitu juga dalam hadits yang sangat terkenal tapi sering kita mengabaikannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kesyirikan itu lebih samar dari rayapan semut.” Abu Bakar terkejut dan bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah bukankah kesyirikan itu adalah hanya beribadah kepada selain Allah atau menyeru kepada selain Allah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Semoga ibumu kehilangan dirimu! Sungguh kesyirikan di antara kalian lebih samar dari rayapan semut.” (HR. Abu Ya’la dan Ibnul Mundzir)

Bahkan Nabi Ibrahim masih takut akan kegagalan dalam bertauhid dalam doanya yang terkenal dalam Qs. Ibrahim: 35,

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”

Nabi Ibrahim yang pemahaman tauhidnya jelas sangat tinggi jauh dari kita, tapi sayangnya kita sering menganggap kemungkinan kita terjerumus dalam kesyirikan adalah hal yang mustahil.

Sedangkan kita yang mempunyai iman sangat lemah masih bisa menyombongkan diri bahwa kita tidak akan bakal gagal dalam bertauhid, dan menganggap kita sudah sangat memahami kalimat tauhid dengan mudah. Bahkan banyak orang yang menganggap memahami tauhid tidak perlu ilmu sedikitpun, sehingga tak perlulah kita berdoa seperti Nabi Ibrahim di atas. Karena menganggap berhala hanyalah patung-patung besar tak bergerak yang hanya disembah oleh orang yang sangat bodoh yang tidak mungkin dilakukan oleh orang berpendidikan seperti kita. Padahal penyembahan itu tidak hanya dengan membungkukkan badan atau bersujud.

Kesimpulan

Setan adalah musuh utama manusia, seperti dalam QS. Fathir :6

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Setan diberi izin oleh Allah untuk mengganggu manusia melalui bisikannya. Dan perlu diperhatikan bahwa bisikan setan ini tidak langsung memerintahkan kita untuk menyembah berhala, patung atau menuhankan sesuatu, tapi bisikan setan itu sedikit demi sedikit, samar-samar, lama-lama membawa kita melenceng dari jalur petunjuk Allah (seperti memasang foto dan membuat patung untuk menghormati seseorang, mengingat ilmu dan jasanya). Dan kemudian pada akhirnya benar-benar keluar dari petunjuk Allah dengan menyekutukan Allah. Oleh karena itu kita harus selalu meminta perlindungan dan petunjuk Allah dalam kehidupan kita, jangan merasa aman kita sudah pada jalan yang benar karena setan selalu membisikkan sesuatu kepada kita dan perjalanan kita sebelum kita sampai di tujuan.

Semoga kita menjadi hamba yang selalu meminta petunjuk dan perlindungan hanya kepada Allah semata dari godaan setan yang terkutuk dan selalu mengganggapnya sebagai musuh utama kita.

************

Referensi: Muslimah.Or.Id

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

📡 Kunjungi Kami di akun sosial Mujahid Dakwah.Com

📲 Facebook : https://goo.gl/Z63qri

📲 Instagram : https://goo.gl/6tQbJA

📲 Twitter : https://goo.gl/H6DrwK

📲 Youtube : https://goo.gl/xmf1Vi

📲 Telegram : https://goo.gl/9e3ZBe

🌍 Website : http://mujahiddakwah.com

🎗 Sponsor : Kokoh Ikhwah

(Fb : Kokoh Ikhwah. https://goo.gl/1UyF8e)

(Info Pemesanan,  WA +62 852-5475-7734)

(Ingin Jadi Sponsor, Pasang Iklan di Grub dan di website​??)

(Silahkan chat nomor di atas)

Tags: tragedi guyana
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Kita Kembali Diingatkan dengan Gempa

Next Post

Benarkah Fir’aun Seorang Muslim? (Bagian 1)

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua

    Agustus 19, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis

    Agustus 19, 2026
    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 22, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    • Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.  Peringatan satu abad tersebut menjadi momentum kesyukuran atas perjalanan panjang Gontor dalam bidang pendidikan sekaligus refleksi memasuki abad kedua pengabdiannya.  Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan perjalanan dan makna satu abad pengabdian PMDG bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Menurutnya, para pendiri Gontor telah ikhlas mewakafkan ide, nilai, sistem, lembaga, dan cinta kepada bangsa Indonesia  “Sehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini. Dan semuanya mencintai kita semua,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.  Usai menyampaikan sambutan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo. Mushaf Gontor menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG yang proses penulisannya telah dimulai sejak 2023 dan dikerjakan oleh lingkungan santri serta guru Gontor.  Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat hadir bersama keluarga besar Gontor pada momentum bersejarah satu abad perjalanan pondok tersebut.  “Kita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Presiden.  Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang terus menjadi korban serangan Israel. Prabowo mengatakan, Indonesia seolah masih kurang berdaya dalam membantu masyarakat Palestina yang terus dibantai dan dibom.  "Tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    • 𝗦𝗔𝗧𝗨 𝗦𝗨𝗝𝗨𝗗, 𝗦𝗘𝗥𝗔𝗧𝗨𝗦 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗡 𝗣𝗘𝗥𝗝𝗨𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 ✨ Di tengah perjalanan satu abad Gontor, ribuan santri, pimpinan, dan alumni dari berbagai kampus bersimpuh dalam satu sujud syukur. Sebuah momen khidmat yang menyatukan hati, mengenang panjangnya perjuangan, serta memanjatkan doa atas segala nikmat yang mengiringi perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebab hakikat pesantren tidak hanya terletak pada bangunan yang berdiri, tetapi pada santri dan alumni yang membawa nilai-nilainya ke tengah kehidupan. Dari satu sujud, semoga lahir kembali kekuatan untuk melanjutkan perjuangan. 💚 Semoga nilai, perjuangan, dan keikhlasan yang diwariskan para Trimurti terus hidup dari generasi ke generasi. Selamat Milad 100 Tahun Gontor. Terus mengabdi, terus memberi arti, menuju abad kedua. ✨ #gontor #100tahungontor #darusalamgontor #nasional #ponpes
    • Perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mencatatkan jejak sejarah tersendiri dalam jalinan hubungan kebangsaan.  Sejak era kemerdekaan hingga era modern, PMDG terus menjadi simpul silaturahmi yang merekatkan pimpinan pesantren dengan para Kepala Negara Republik Indonesia dari masa ke masa.  ​Tradisi kehadiran Presiden RI di PMDG bermula pada 1946. Kala itu, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menyambangi Gontor di tengah situasi perang kemerdekaan.  Meski saat itu jumlah santri masih terbilang sedikit, kehadiran Sang Proklamator menjadi legitimasi kebangsaan bagi pesantren yang terletak di bumi Reog ini.  ​Jejak tersebut berlanjut pada 1978 ketika Presiden kedua RI, Soeharto, menghadiri peringatan Setengah Abad Gontor. Dalam kunjungan silaturahmi bersama Pendiri PMDG KH Imam Zarkasyi tersebut, Pak Harto meresmikan Masjid Jamik PMDG yang hingga kini berdiri megah sebagai pusat peribadatan santri.  ​Pada era reformasi, hubungan erat ini tak surut. Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, hadir pada 1999 untuk meresmikan sejumlah fasilitas pendidikan sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan. Demikian berlanjut pada Presiden-Presiden berikutnya.  ​Puncak perayaan Kesyukuran 100 Tahun PMDG pada 19 September 2026 mendatang dipastikan kembali mengukir sejarah. Presiden kedelapan RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir langsung di Kampus Pusat PMDG.  ​Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menyambut hangat rencana kehadiran Kepala Negara tersebut. Beliau menegaskan bahwa Gontor senantiasa terbuka dan menjadi rumah perekat persatuan bagi seluruh elemen bangsa.  ​"Gontor ini milik umat dan bangsa. Kehadiran para pimpinan negara dari masa ke masa, termasuk Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan 100 Tahun ini, merupakan wujud nyata ikatan silaturahmi yang tidak pernah terputus antara ulama, santri, dan umara untuk mengawal Indonesia," tuturnya, Senin (14/9/2026).  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    Next Post

    Andalusia Pusat Revolusi Pertanian Dunia Islam

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media