Saat ini hampir seluruh negara di dunia diserang oleh virus yang ganas dan mematikan yang bernama Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Virus yang berasal dari provinsi Wuhan di China ini telah menginfeksi ratusan ribu orang dan memakan korban kematian puluhan ribu orang. Namun, sampai saat ini wabah ini belum mereda dan belum pula ditemukan obatnya. Wabah ini semakin menyebar dan mengganas di seluruh dunia.
Menurut para ahli medis, social distancing (menjaga jarak sosial) dan isolasi (karantina) mandiri dengan cara tinggal di rumah itu solusi terbaik untuk mencegah penyebaran virus di samping cara lockdown. Oleh karena itu, para ahli medis, ulama, dan pemimpin di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah menghimbau semua orang untuk social distancing dan isolasi mandiri di rumah selama wabah penyakit menular Covid-19.
Untuk itu pula, para ulama dunia seperti organisasi para ulama besar Al-Azhar, Arab Saudi, Kuwait, Turki, Persatuan Ulama Sedunia, Liga Arab, Malaysia dan MUI, dan lainnya telah menghimbau umat Islam untuk shalat berjama’ah di rumah selama wabah. Mereka telah menfatwakan kebolehan tidak shalat berjama’ah dan Jum’at di masjid untuk sementara waktu karena khawatir wabah. Shalat Jum’at boleh digantikan dengan shalat zhuhur di rumah. Kehawatiran terhadap wabah ini uzur syar’i dan darurat.
Tinggal di rumah saja selama wabah Covid-19 bukanlah suatu hal yang sulit bagi semua orang, kecuali ada keperluan mendesak seperti membeli kebutuhan pokok dan sebagainya. Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak mematuhi himbauan para medis, pemerintah dan ulama tersebut. Bagi mereka, tinggal di rumah dalam waktu yang lama itu membosankan. Asumsi ini bisa jadi benar, jika tidak ada kegiatan bermanfaat yang dilakukan di rumah. Namun, jika kita melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat, maka tinggal di rumah tidak membosankan. Bahkan bermanfaat bagi diri dan keluarga kita.
Bagi seorang muslim, tinggal di rumah bersama keluarga merupakan suatu hal yang menyenangkan dan kebahagiaan tersendiri. Banyak kegiatan yang bermanfaat bisa dilakukan di rumah untuk dunia dan akhiratnya. Baginya, rumah itu surga di dunia. ”Baiti Janti” (rumahku adalah surgaku). Dia bahagia dan senang tinggal di rumah. Tentu jika dia mendekatkan diri kepada Allah swt dengan ibadah dan berbuat baik kepada keluarga.
Untuk itu, agar tinggal di rumah selama wabah Covid-19 berjangkit ini menjadi suatu hal yang menyenangkan, bukan membosankan, maka kita harus mengisi hari-hari selama di rumah dengan memperbanyak ibadah dan kegiatan yang bermanfaat untuk diri dan keluarga kita. Sehingga kita merasa dekat dengan Allah Swt dan keluarga kita.
Berikut ini tips-tips yang dapat kita lakukan selama tinggal di rumah agar lebih bermanfaat, tidak membosankan, dan pastinya bernilai ibadah:
Pertama: Memperbanyak tadarus Al-Quran baik dengan membaca, memahami, mengkhatamkan, menghafal dan mempelajarinya.
Keutamaannya banyak, di antaranya, orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya itu orang yang terbaik. Rasulullah Saw bersabda: ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari).
Orang yang membaca Al-Quran akan dimasukkan ke dalam surga bersama malaikat. Rasulullah saw bersabda: ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Orang yang membaca Al-Quran hatinya menjadi tenang, dilimpahi rahmat dan dipuji oleh Allah Swt. Rasulullah saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (Al-Quran) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim).
Selain itu, orang yang membaca Al-Quran mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah (Al-Qur’an) maka ia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa ”alif laam miim”itu satu huruf, tetapi alif itu satu huruf, laam itu satu huruf dan miim itu satu huruf.” (HR At-Tirmizi).
Kedua: Melakukan shalat lima waktu di awal waktu secara berjamaah bersama keluarga.
Shalat berjamaah diperintahkan dan sangat digalakkan dalam Islam. Shalat jamaah merupakan amalan yang paling dicintai Allah. Ibnu Mas’ud ra. berkata: ”Aku bertanya kepada Rasulullah saw, ”Amalan apakah yang paling dicintai Allah?, Rasulullah saw bersabda: ”Shalat di awal waktunya.”. Aku bertanya: ”lalu apa lagi?”. Rasulullah saw bersabda: ”Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya: ”Kemudian apa lagi?” Rasulullah saw bersabda: ”Jihad fii sabiilillah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Di samping itu, orang yang melaksanakan shalat berjamaah juga mendapat pahala berlipat ganda. Rasulullah saw bersabda:”Shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian dengan pahala 27 kali lipat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga: Melakukan shalat sunnat seperti shalat sunnat Fajar, Syuruq, Rawatib, ghair Rawatib, Dhuha, wudhu’, Qiyamul lail (shalat malam) termasuk Tahajjud dan Witir.
Keutamaan sunnat fajar adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Rasulullah saw bersabda: ”Dua raka’at fajar lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Muslim). Keutamaan shalat Dhuha adalah pahalanya senilai dengan pahala sedekah. Rasulullah saw bersabda: ”Pada setiap pagi setiap persendian anggota badan di antara kamu berkewajiban memberi sedekah. Setiap tasbih itu sedekah. Setiap tahmid itu sedekah. Setiap tahlil itu sedekah. Setiap takbir itu sedekah. Setiap amar ma’ruf itu sedekah. Setiap nahi munkar itu sedekah. Dan semua itu tercukupi dengan shalat dua raka’at waktu dhuha.” (HR. Muslim).
Adapun keutamaan shalat rawatib adalah dibangunkan rumah di surga. Rasulullah saw bersabda: ”Tidaklah seorang muslim yang shalat karena Allah setiap harinya dua belas rakaat shalat sunnat bukan fardhu melainkan Allah membangun baginya sebuah rumah di surga atau melainkan dibangunkan rumah baginya di surga.” (HR. Muslim).
Keutamaan shalat sunnat setelah wudhu adalah dimasukkan dalam surga. Rasulullah saw bersabda kepada Bilal: ”Wahai Bilal, beritahukan kepadaku amalan apa yang paling kamu harapkan mendapat pahala dalam Islam? Karena aku mendengar bunyi sandal kamu di sekitarku di surga”. Bilal menjawab: ”Tidaklah aku mengerjakan suatu amalan yang paling aku harapkan pahalanya dari berwudhu pada waktu malam dan siang melainkan aku shalat dengan wudhu tersebut semampuku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Keutamaan shalat malam termasuk tahajjud dan witir banyak, di antaranya adalah diangkat oleh Allah swt ke tempat yang terpuji. Allah swt berfirman: ”Dan pada sebahagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-Mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’: 79).
Shalat malam juga merupakan yang paling utama setelah shalat fardhu. Rasulullah saw bersabda: ”Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim).
Dan shalat malam adalah amalan yang memasukkan seseorang ke surga. Rasulullah saw bersabda: ”Wahai manusia, ucapkanlah salam, berilah makanan, dan shalatlah pada waktu malam pada saat manusia tidur, niscaya kamu masuk surga dengan selamat.” (HR. At-Tirmizi).
Keempat: Memperbanyak doa dan zikir.
Paling tidak, membaca zikir pada setiap pagi dan petang serta setelah shalat. Keutamaannya banyak, di antaranya: Pertama; Mendapat keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Allah swt berfirman: ”Dan berzikirlah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Al-A’raf: 205).
Kedua; Memperoleh ketenangan hati. Allah swt berfirman: ”Bukankah dengan berzikir kepada Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Ketiga; Memperberat timbangan amal shalih. Rasulullah saw bersabda: ”Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Allah adalah subhaanallahu wa bihamdih dan subhaanallahul azhiim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Keempat: Mendapat pengampunan dosa.
Rasulullah saw bersabda: ”Barangsiapa yang bertasbih setiap setelah shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir sebanyak tiga puluh tiga kali, dan disempurnakan menjadi seratus kali dengan ucapan laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ’alaa kulli syai’in qadiir, niscaya diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim).
*************
Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA
(Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)










































































