MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Ada momen dalam perjalanan sebuah institusi yang tidak sekadar dicatat, tapi dikenang. Dan bagi IAI STIBA Makassar, pengumuman kelulusan angkatan perdana Program Magister Perbandingan Madzhab Hukum adalah salah satu momen itu.
Enam puluh satu calon mahasiswa resmi dinyatakan lulus seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana IAI STIBA Makassar untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025. Mereka adalah angkatan pertama yang akan menempati program studi S-2 Perbandingan Madzhab Hukum. Satu-satunya program studi magister dengan spesialisasi ini di seluruh Indonesia saat ini.
Bukan angka yang kecil untuk sebuah program baru. Dan bukan proses yang mudah untuk sampai ke angka itu. Seleksi berlangsung selama kurang lebih empat bulan dengan rangkaian ujian yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik biasa.
Para calon mahasiswa harus melewati uji pendalaman bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, wawasan syariah, hingga wawancara yang menggali seberapa dalam komitmen mereka terhadap keumatan. Standar yang tinggi, tapi memang itulah yang dibutuhkan untuk melahirkan program yang benar-benar bermakna.
Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., menyambut momen bersejarah ini dengan rasa syukur sekaligus harapan yang besar.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah besar bagi IAI STIBA Makassar. Mahasiswa angkatan pertama S-2 Perbandingan Madzhab Hukum ini mengemban ekspektasi yang tinggi. Kita berharap dari rahim prodi ini kelak akan lahir para cendekiawan muslim dan ulama yang tidak hanya mendalam pemahaman fikihnya, tetapi juga bijak dalam menyikapi ikhtilaf di tengah umat,” ujarnya.
Kalimat terakhir itu terasa penting untuk digarisbawahi—bijak dalam menyikapi ikhtilaf. Di tengah masyarakat yang kerap terpecah oleh perbedaan mazhab dan pendapat hukum Islam, kehadiran para ahli yang memahami perbedaan itu secara mendalam dan proporsional adalah kebutuhan yang nyata.
Sementara itu, Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru IAI STIBA Makassar, Muhammad bin Yusran, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seleksi pada semester ini berjalan sangat ketat untuk menyaring kandidat terbaik.
“Proses yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan itu mencakup seleksi administrasi, tes potensi akademik, hingga wawancara. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa yang diterima benar-benar memiliki kesiapan dan komitmen untuk menempuh pendidikan di program pascasarjana pertama IAI STIBA Makassar ini,” pungkasnya.
Selain 61 mahasiswa yang diterima, terdapat pula 19 calon mahasiswa yang dinyatakan Lulus Tunda berdasarkan SK Rektor Nomor 267 Tahun 2026. Mereka dinyatakan lulus seleksi namun akan memulai masa studi pada Periode 2026-1 Tahun Akademik 2026/2027. Status kelulusan mereka tetap sah dan dijamin secara administratif tanpa perlu mengikuti proses seleksi ulang.
Bagi 61 nama yang tertera dalam Surat Keputusan Kelulusan, proses pendaftaran ulang sudah dapat dilakukan melalui portal resmi pmb.stiba.ac.id.
Program baru ini yang juga perdana bagi IAI STIBA Makassar diharapkan dapat melahirkan ulama dan cendekiawan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di masa yang akan datang.
Laporan: Humas STIBA













































































