MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Ribuan mahasiswa dan penuntut ilmu dari berbagai universitas di Makassar menghadiri kegiatan Seminar Al-Qur’an International di Baruga AP Pettarani Unhas, Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar, Sabtu (28/9/2024)
Kegiatan ini mengangkat tema Kuliah Jalan, Al-Qur’an Tidak Ketinggalan dengan menghadirkan Pemateri Ustadz Budi Ashari (Pakar Sejarah Islam), Syaikh Munqiz (Alumnis Universitas Islam Madinah dan Dosen STIBA Makassar) dan juga Ahmad Ghozali Idrus (Juara Hafidz Cilik Indonesia 2017.
Ustadz Budi Ashari dalam materinya membeberkan tips utama agar kuliah dapat jalan dan Al-Qur’an tidak ketinggalan.
“Ketika kita ingin menjadikan agar kuliah kita tetap jalan dan Al-Qur’an tidak ketinggalan. Maka yang terpenting adalah dengan menikmatinya. Kejar rasa suka terhadap semua hal, dan masuk didalamnya serta rasakan kenikmatannya,” ujarnya.

Menurutnya, bagi mahasiswa yang paling penting adalah berani untuk mencoba dan masuk bersentuhan dengan Al-Qur’an.
“Jika kita tidak pernah mencoba mendekati Al-Qur’an, maka suatu saat anda akan mustahil menikmatinya. Maka cara untuk mendapatkan kenikmatannya adalah dengan mulai bergaul dengan komunitas yang mengkaji Al-Qur’an,” tuturnya.
“Dalam semua hal yang sudah kita rasakan kenikmatannya, maka kita tidak akan meninggalkannya. Baik dalam membaca, ibadah dan juga dengan Al-Qur’an itu sendiri,” pungkasnya.
Pakar Sejarah Islam tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an telah memberi inspirasi tanpa batas dalam sejarah peradaban Islam.
“Catatan peradaban Islam yang mereka ahli dalam berbagai bidang ilmu, semuannya menghafal Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an itu memberikan inspirasi tanpa batas,” ungkapnya.
“Inspirasi peradaban Islam dapat kita lihat ketika di Andalus, dalam dunia arsitek. Semua rumah yang ada wajib memiliki taman, yang dapat dinikmati oleh penghuninya dan menjadi syurga di dunia,” lanjutnya.

Pembina Kuttab Al-Fatih Depok tersebut juga menyinggung tentang tantangan besar yang dihadapi oleh generasi pada setiap Zaman.
“Apa yang paling kita kagumi saat ini, maka jika Al-Qur’an kita anggap sebagai mukjizat. Maka seharusnya Al-Qur’an bisa mengalahkan tantangan setiap zaman hari ini,” imbuhnya.
“Tantangan zaman kita saat ini adalah teknologi, contohnya kecanggihan AI (Artificial Intelegensi). Maka seharusnya ini yang harus difikirkan, bagaimana kedudukan Al-Qur’an dengan teknologi hari ini,” tambahnya.
Terakhir, Ustaz Budi Ashari memberikan nasehat kepada seluruh peserta agar itqon dalam berbagai hal termasuk dalam menghafal Al-Qur’an dan mendalami ilmu.
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom


















































































