MUJAHIDDAKWAH.COM, KENDARI – Lembaga Dakwah Kampus Ulul Albaab Universitas Halu Oleo (LDK UA UHO) sukses adakan Seminar Pemuda Peradaban dengan tema “Revitalisasi Pemuda Pengukir Peradaban, Back to Al-Qur’an!”, Sabtu (16/12/2023).
Acara yang dihadiri oleh 244 peserta dari berbagai Fakultas yakni, Fakuktas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Hukum, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Pemuda dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam tingkatkan soft skill dan keterampilan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wally Abdian selaku Ketua umum LDK UA UHO dalam sambutannya.
“Kita Mahasiswa harus memanfaatkan waktu muda ini, memanfaatkan dalam hal ini adalah kita kembangkan soft skill keterampilan kita serta apa yang kita miliki untuk bisa menjadikan kehidupan yang lebih baik lagi, baik itu dilingkup masyarakat, kampus atau pun di Negara kita,” jelasnya.
Turut hadir Prof. La Ode Muhammad Aslan selaku pembina LDK UA sekaligus dosen pembuka kegiatan, mengajak peserta mengenal arti peradaban Islam itu sendiri bahwa peradaban Al-Madania dan Al-Hajr.
“Peradaban dalam Islam ada dua yang pertama kita bisa liat, ada dua kata yang mendekati peradaban yaitu yang pertama ada kata Al-Madania dan ada Al-Hajr. Al-Madania dalam prestasi dan ilmu praktis empiris,” terangya.
Selain itu, Ia juga menambahkan harapan bahwa diskusi tidak sekedar duduk namun mengambil pelajaran dari sejarah peradaban penaklukannya Konstantinopel.
“Saya berharap diskusi kita tidak hanya sekedar duduk-duduk disini saja tapi kita perlu melihat adik-adik sekalian tadi ketua LDK menceritakan masa lalu tentang bagaimana sejarah contoh tadi bagaimana penaklukan konstantinopel itu luar biasa ya, luarbiasa bagaimana Rasulullah sudah memiliki visi penaklukan konstantinopel sebelum kejadian konstatinopel beliau sudah mengeluarkan hadis bahwa suatu saat nanti ada sebaik-baik panglima dan sebaik-baik pasukan yang menaklukan konstatntinopel,” tuturnya.
Selain itu, seminar ini menghadirkan pemateri yakni Prof. Ida Usman selaku Dekan FMIPA UHO dan Ustaz Mohammad Rais selaku pembina generasi muda.
Prof. Ida Usman dalam materinya menerangkan bahwa peradaban kedepannya erat kaitannya dengan teknologi.
“Peradaban seperti apa nanti yang akan kita alami dimasa yang akan datang, na selama ini kita sering mendengar istilah society era 5.0 atau revolusi indutri 4.0. yang akan kita hadapi kedepan adalah era dimana semua teknologi merupakan bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, ” ungkapnya.
“Peradaban seperti apa yang akan kita alami dimasa yang akan datang, yang akan kita hadapi kedepan era dimana informasi teknoologi merupakan bagian kehidupan manusia, saat itu kita sangat bergantung kepada perkembangan teknologi,” terangnya.
Pada materi lainnya, Ustaz Mohammad Rais menekankan kejayaan Islam puncaknya di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
“Kata para ulama kita, kejayaan Islam puncaknya ada pada di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.” ungkapnya.
Sementara itu, Ustad selaku dosen di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) juga menambahkan dalam pemaparannya bahwa syarat menjadi umat terbaik.
“Bagaimana kita menjadi umat terbaik, ingat ada syaratnya, syarat yang perna dilakukan para sahabat, apa itu? Taklunabilma’ruf, ajak saudarimu, ajak teman-temanmu, rangkul teman-teman kita dalam kebaikan, cegah saudara-saudara kita, pegang tangannya jangan sampai dia mengambil jalan menuju kepada neraka,” tambah dosen FPIK tersebut.
Dikegiatan tersebut juga diadakan Halaqah Qur’an sebagai sarana dan bentuk follow up bagi mahasiswa muslimah kota Kendari untuk melanjutkan pembelajaran keislaman yang lebih masif dan berkelanjutan.
Reporter: Sabitri Aderiani
Editor: Admin MDcom
















































































