MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Lembaga Dakwah Fakultas Study Club Al-Furqan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar (LDF SC Al-Furqan BEM FIS UNM) mengadakan Webinar Islam Nasional yang di adakan secara Virtual Online melalui Zoom Meeting. Sabtu, (12/03/2022).
Kegiatan ini bertema “Islam dalam Menyikapi Paham Liberal dan Sekuler di Era Modern” yang menghadirkan pemateri Ketua Program Doktor PAI UIKA Bogor dan Pendiri INSISTS yakni Ustaz Dr. Adian Husaini, M.Si.
Dalam awal materinya, Ustaz Adan Husaini menyampaikan perkataan Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas yang menjelaskan tentang tantangan kontemporer adalah pengetahuan yang bersumber dari barat. Karena mengandung nilai-nilai sekularisme dalam setiap cabang ilmu pengetahuan.
“Saya berani menyatakan bahwa tantangan terbesar yang secara diam-diam muncul di zaman kita adalah tantangan pengetahuan, memang, bukan melawan ketidaktahuan tetapi pengetahuan seperti yang dipahami dan disebarluaskan ke seluruh dunia oleh Peradaban Barat,” papar Dr. Adian Husaini dalam slide materinya.
Pendiri dan Peneliti INSISTS tersebut menjelaskan tentang bahaya nya faham sekularisme dalam kehidupan manusia, utamanya dalam dunia pendidikan. Karena memisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan dan terbatas pada sikap hidup kehidupan dunia saja.
“Sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengundang paham tujuan dan sikap janha di dalam batas hidup kemuliaan. Segala sesuatu dalam kehidupan kaum sekuleris tidak ditujukan kepada apa yang melebihi batas keduniaan. Ia tidak mengenal akhirat, Tuhan dan sebagainya,” tegasnya.
Walaupun kaum sekuleris ada kalanya mereka mengakui akan adanya Tuhan, tapi dalam kehidupan perseorangan sehari-hari mereka tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan, baik dalam sikap, tingkah laku, dan tindakan sehari-hari, maupun hubungan jiwa dalam arti doa dan ibadah.
“Seorang sekuleris tidak mengakui adanya wahyu sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengetahuan. Ia menganggap bahwa kepercayaan dan nilai-nilai moral itu ditimbulkan oleh masyarakat semata-mata. Ia memandang bahwa nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah atau pun oleh bekas-bekas kehewanan manusia semata-mata, dan dipusatkan kepada kebahagian manusia dalam penghidupan saat ini,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Dr. Adian Husaini juga mengkritik berbagai materi ajar dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, salah satunya dalam bidang sejarah. Yang menjelaskan bahwa asal usul manusia adalah dari hewan yang ber evolusi, kemudian mencapai kesempurnaan nya hingga menjadi manusia. Padahal dalam Islam, sangat jelas tentang asal usul manusia mulai dari Nabi Adam alaihissalam diciptakan.
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom

















































































