Menggunakan Cara yang Baik dalam Mendidik Anak

Wanita Muslimah yang cerdas mengerti jiwa anak-anaknya dan menghormati perbedaan karakter dan kecenderungan mereka, sehingga dia dapat masuk ke dalam jiwa itu dan menyelam ke dalam dunia mereka yang masih bersih dan jernih, untuk selanjutnya menanamkan nilai-nilai yang tinggi dan sifat-sifat terpuji serta akhlak karimah dengan menggunakan cara yang baik.

Secara alamiah, kepribadian seorang ibu sangat dekat dengan anak-anaknya dan mencintai mereka. Dia pandai menarik hati mereka, sehingga mereka senantiasa membuka jiwa dan hati bagi sang ibu yang dicintainya. Mereka mengungkapkan berbagai permasalahan yang dihadapinya, sang ibu pun menanggapinya dan berusaha untuk mengatasi dan mengarahkan mereka serta mengendalikan perasaan mereka, dengan tetap memperhatikan tingkat pemikiran dan usia mereka. Terkadang dia bermain dan bercanda dengan mereka, dan terkadang juga berbasa basi dengan mereka sembari menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyenangkan, lemah lembut dan penuh kasih sayang. Yang semuanya itu menambah mereka semakin cinta dan sayang kepadanya, dan tidak merasa bosan mendengar arahan dan bimbingannya, sehingga dengan kesadaran hati mereka menjalankan perintah dan menerapkan nasihatn Ada perbedaan antara ketaatan yang sebenarnya yang bersumber dari hati dan yang berdasar atas cinta kasih, penghormatan, penghargaan dan kepercayaan, dengan ketaatan palsu yang berdasar pada kekasaran, kekerasan, paksaan, dan ketidakhormatan. Di mana ketaatan pertama merupakan ketaatan abadi, kuat dan membuahkan hasil, sedangkan kedua adalah ketaatan temporer dan mandul serta akan cepat sirna dengan hilangnya kekerasan, kekasaran dan paksaan.

Memberikan Cinta dan Kasih Sayangnya kepada Anak

Tidak lepas dari ingatan wanita Muslimah yang selalu dipancari sinar agama bahwa anak-anak itu membutuhkan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam, dan kasih sayang murni supaya jiwa mereka tumbuh sehat dan jauh dan berbagai penyakit dan permasalahan. Dan, supaya mereka dapat mengisi diri mereka dengan optimisme dan menjadikan hatinya penuh kepercayaan, serta mengisi otak mereka dengan berbagai harapan dan keinginan. Bertolak dari hal itu, seorang ibu Muslimah yang benar-benar sadar akan meneteskan perasaan cinta, kasih sayang, dan kelembutan kepada anak-anaknya yang mengalir dari hatinya yang besar sehingga mereka dapat hidup bahagia dan jiwa mereka pun penuh kepercayaan dan ketenangan.

Seorang ibu Muslimah yang benar-benar bertakwa senantiasa menyayangi anak-anaknyva, karena memberikan kasih sayang merupakan moral Islam yang sangat mendasar, yang oleh Rasulullah diperintahkan baik melalui ucapan maupun perbuatan. Dan, kasih sayang ini merupakan akhlak yang paling menonjol, terutama kepada anak-anak, sebagaimana yang diceritakan Anas kepada kita,

Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih sayang kepada keluarganya selain Rasulullah . Pada saat Ibrahim hendak dicarikan wanita yang menyusuinya dari kalangan keluarga Madinah, beliau pergi dan kami bersamanya lalu beliau masuk ke suatu rumah dan menggendong Ibrahim dan menciumnya, dan kemudian pulang.” (HR. Muslim)

Kasih sayang Rasulullah meluas dari tunas-tunas Muslim yang mekar sampai ke anak-anak kecil yang masih senang bermain. Beliau senantiasa menanamkan kelembutan dan kasih sayangnya kepada mereka. Sebagaimana yang diriwayatkan Anas Radhiallahu anhu bahwa “setiap kali Rasulullah ralan melewati anak-anak kecil beliau senyum dan memberikan salam kepada mereka”. (Muttafaq Alaih)

Di antara sabda Rasulullah yang mengandung pendidikan abad adalah,

Tidak termasuk golongan kita orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak mengetahui hak orang besar di antara kita. “(HR. Ahmad)

Diriwayatkan juga dan Abu Hurairah bahwasanya Nabi pernah mencium Hasan putra Ali bin Abi Thalib. Lalu Aqra’ bin Habis berkata, ‘Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak dan aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka. ‘Maka Rasulullah bertutur, ‘Barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi’.” (Muttafaq Alaih).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah seorang pendidik besar yang senantiasa berusaha membentuk jiwa supaya mengalir di dalamnya sumber-sumber kasih sayang, dan membuka saluran-saluran yang tersumbat supaya mengalir cinta dan kasih sayang yang merupakan ciri utama dan ciri-ciri khusus manusia.

Pada suatu hari pernah datang kepada beliau seorang Badui dan berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak kalian? Sedang kami tidak pernah mencium mereka.” Lalu Nabi bertutur, “Apakah engkau ingin agar Allah mencabut kasih sayang dari dalam hatimu?“(HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan Aisyah Radhiallahu Anha juga pernah meriwayatkan,

Bahwa apabila Fatimah datang menemui Nabi , beliau segera mendatangi dan menyambutnya lalu menciumnya dan mempersilahkan Fatimah duduk di tempat duduknya (Rasulullah). Dan, apabila beliau mendatangi Fatimah, Fatimah segera berdiri dan menggandeng tangan beliau serta menyambut, mencium beliau dan mempersilahkan (Rasulullah) duduk di tempat duduknya (Fatimah). Dan, ketika Fatimah datang menjenguk Rasulullah pada saat sakit yang menghantarkan beliau kepada kematian, beliau juga menyambutnya dan menciumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah memberikan pujian kepada wanita-wanita Quraisy, karena mereka adalah wanita yang paling penyayang kepada anak-anak mereka, dan paling besar perhatiannya kepada pendidikan, pertumbuhan, dan mengurus mereka serta memberikan nasihat kepada mereka dengan tetap mengurus dan memberikan perhatian kepada suami-suami mereka. Demikian itu telah diriwayatkan Bukhari dan Muslim dalam sebuah hadits dan Abu Hurairah, di mana dia menceritakan, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,

Sebaik-baik wanita yang mengendarai onta adalah wanita Quraisy, mereka sangat menyayangi anaknya pada masa kecil, dan paling bisa memelihara hak suaminya.“(HR. Muslim)

Wanita Muslimah yang mendapat pancaran sinar agamanya di hadapan petunjuk dan bimbingan Nabi ini tidak akan berbuat kasar dan sadis kepada anak-anaknya, meskipun keras dan kasar sudah menjadi karakternya. Yang demikian itu karena petunjuk Nabi tersebut menyentuh hati lembut sang ibu sehingga dapat mengalirkan kasih sayang dan kelembutan, sehingga anak-anak menjadi seperti kepingan hati yang berjalan di atas bumi, sebagaimana yang diungkapkan seorang penyair,

Sesungguhnya anak-anak yang berada di sekeliling kita
hanyalah kepingan hati yang berjalan di atas muka bumi.
Apabila angin menerpa sebagian dari mereka,
niscaya mata enggan terpejam.”

Dengan demikian, ibu dan bapak merupakan pijakan cinta dan kasih sayang. Keduanya adalah tempat bersandar dan berlindung, penuh perhatian, pengorbanan, dan senantiasa memberikan perlindungan. Tidak diragukan lagi bahwa siraman kasih sayang yang diberikan seorang ibu Muslimah kepada anak-anaknya merupakan salah satu faktor terbesar bagi kebahagiaan dan kesejahteraannya dalam kehidupan ini. Dan, inilah yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita Barat yang digerogoti oleh kehidupan materialistis dan ditindas oleh pekerjaan sehari-hari yang tiada pernah henti, di mana mereka telah kehilangan siraman kasih sayang keluarga. Hal itu telah diungkapkan oleh Salma Al-Haffar, salah seorang anggota gerakan wanita di negara Syria setelah melakukan kunjungan ke Amerika, di mana dia mengatakan,

Sangat disayangkan bila kaum wanita kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan mulia yang telah diberikan oleh Allah. Yang saya maksudkan adalah kodrat kewanitaannya dan kebahagiaannya disebabkan karena pekerjaan yang tidak ada batasnya yang sangat membebaninya. Hal itu juga telah melenyapkan taman surgawinya yang menjadi tempat berlindung secara alami baik bagi wanita maupun laki-laki sama saja, dan tidak mungkin tunas-tunas mereka akan tumbuh dan berkembang tanpa adanya seorang ibu yang mengurus rumah. Dengan demikian, pada peranan dan asuhan keluargalah kesejahteraan masyarakat dan juga individu dapat terwujud, darinya pula terletak sumber inspirasi, kebaikan dan kreasi.”

**********

Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 202-206)

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

,

Tinggalkan Balasan