lImu yang Harus Dipelajari dan Ditekuni Oleh Wanita Muslimah
Sesuatu yang harus ditekuni dan dipelajari oleh wanita Muslimah adalah Kitabullah, Al-Qur’an: baik bacaan, tajwid, maupun penafsirannya. Selanjutnya adalah ilmu hadits, sirah, kisah para sahabat dan tabi’ in dan kalangan tokoh wanita. Kemudian ilmu fiqih dalam rangka memperbaiki ibadah dan mu’amalahnya serta mengetahui hukum-hukum agamanya secara benar dan tepat.
Setelah itu, baru bertolak untuk memberikan perhatian tugas pokoknya dalam kehidupan ini, yaitu mengurus rumah, suami, keluarga dan anak-anaknya. Wanita adalah makhluk yang dikhususkan Allah Subhanahu Wata’ala sebagai salah satu unsur penegak kehidupan rumah tangga, penyebar kasih sayang, dan penumbuh ketenangan, kebahagiaan, kesejukan dan kesejahteraan. Wanita inilah yang diberikan tugas oleh Islam untuk mendidik generasi penerus, pembentuk jiwa-jiwa pahlawan, serta melahirkan insan-insan yang memiliki otak cemerlang. Oleh karena itu, pada zaman sekarang ini banyak ungkapan-ungkapan yang melukiskan pengaruh wanita bagi suksesnya seorang suami dan anak-anak dalam kehidupan mereka, di antara ungkapan itu adalah “Carilah wanita!” atau “Di balik kesuksesan besar terdapat wanita.” Juga “Wanita yang mengguncang ayunan dengan tangan kanannya dan mengguncang dunia dengan tangan kirinya,” dan ungkapan-ungkapan lainnya. Kaum wanita tidak akan dapat merealisasikan itu kecuali jika dia cerdas, berkepribadian kuat, dan berjiwa suci serta bermoral tinggi. Bertolak dari hal itu, wanita memerlukan tambahan pendidikan dan pengajaran, nasihat dan bimbingan dalam membentuk kepribadian Islamnya yang istimewa.
Tidak bijaksana, jika pendidikan dan kebudayaan yang diberikan kepada wanita sama sepeti pendidikan yang diberikan kepada orang laki-laki dalam segala hal. Karena ada hal-hal yang dikhususkan bagi wanita yang tidak dapat dikerjakan oleh orang laki-laki. Demikian juga sebaliknya, ada hal-hal khusus yang wanita tidak dapat mengerjakanya. Di sana ada beberapa hal yang diciptakan khusus bagi wanita, dan ada juga beberapa hal yang memang diciptakan bagi laki-laki. Masing-masing dari keduanya diberikan kemudahan atas apa yang telah diciptakan Allah Subhanahu Wata’ala baginya, sebagaimana yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Seorang wanita manakala pergi menuntut ilmu harus selalu memperhatikan bimbingan dan petunjuk Islam dalam membentuk akal, jiwa, dan kemasyarakatannya, di mana belajarnya itu menjadikan dia dapat menunaikan tugas pokok, serta menjadikan kepribadiannya selalu sadar, produktif, dan bersifat membangun bagi keluarga, masyarakat dan umat secara keseluruhan. Dan, tidak berubah menyerupai laki-laki, berbaur bersama mereka dalam menunaikan tugasnya, serta menempati kedudukan laki-laki di tengah-tengah masyarakat. Seperti yang kita saksikan di berbagai masyarakat yang tidak membedakan antara metode pendidikan dan undang-undang penempatan fugas bagi laki-laki dan perempuan.
Apapun yang menjadi bidang keilmiahannya, seorang wanita harus senantiasa menekuni dan memantapkannnya serta menunaikannya dengan baik dan sempurna, sebagai wujud pengaplikasian dari petunjuk Rasulullah, “Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan suatupekerjaan dengan tekun.” (HR. Imam Baihaqi)
Menjauhkan Diri dari Hal-hal Khurafat
Wanita Muslimah yang rajin belajar akan senantiasa jauh dari berbagai keburukan khurafat, tahayul, cerita-cerita bohong yang sering menyelimuti pemikiran para wanita yang bodoh, tetapi wanita yang benar-benar sadar akan ajaran agamanya akan senantiasa berkeyakinan bahwa tunduk kepada ahli bid’ah dan khurafat, tahayul dan praktek perdukunan, serta sihir merupakan perbuatan dosa besar yang akan menghapus perbuatan orang Mukmin, serta merusak amalan-amalan ukhrawinya. Telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan sebagian istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , bahwasanya beliau pernah bersabda,
“Barangsiapa yang datang kepada juru ramal, lalu menanyakan mengenai sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama empatpuluh hari.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dalam bukunya Sunan Abu Dawud, dan Abu Hurairah Radhiallahu Anhu dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa mendatangi seorang dukun dan membenarkan apa yang dikatakannya, maka dia telah lepas dari (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Abu Dawud)
Tidak Pernah Lepas dari Membaca dan Menelaah
Kesibukan rumah tangga dan kewajiban sebagai seorang ibu tidak menyebabkan wanita Muslimah lupa untuk menelaah dan membaca. Yang demikian itu karena wanita Muslimah yang benar-benar sadar akan ajaran agamanya mengetahui bahwa membaca dan menelaah merupakan sumber yang menyirami akal dengan ilmu pengetahuan, dan memberinya makanan yang menghantarkannya kepada keterbukaan, kematangan, perkembangan, dan kecemerlangan.
Wanita Muslimah senantiasa menyadari bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah. Oleh karena itu dia selalu membekali akalnya dengan ilmu dan pengetahuan, tidak pernah berhenti membaca dan menelaah meski memiliki banyak kesibukan rumah tangga dan kesibukan sebagai seorang ibu. Dia senantiasa menyisihkan waktu untuk membuka buku atau majalah atau surat kabar yang bermanfaat yang memberikal hal-hal baru kepada pemikirannya yang telah dicetuskan oleh para ulama, sastrawan, pemikir baik itu berkenaan dengan kajian pemikiran, sosial, sastra, dan intelektual yang akan memperluas cakrawala pemikiran, serta mengembangkan intelektualnya dan menambah khazanah keilmuannya.
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 110-116)
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)









































































