Jika manusia di dunia bahagia dengan iman dan amal sholih, niscaya akan bahagia pula di akhiratnya. Sebaliknya bila hidupnya sengsara karena kekufurannya, maka di akhirat pun akan rugi.
Penyebab yang membawa kerugian di dunia dan di akhirat secara umum ialah sebagaimana disebutkan di dalam Surat al-Ashr, yaitu orang yang tidak beriman, tidak beramal sholih, tidak berdakwah, dan tidak saling menasehati dengan kesabaran. Sedangkan penyebab yang lain, ialah sebagai berikut:
-Kekufuran
…. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. al-Mu’minun [23]: 117)
-Kemurtadan
…. Dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. al-Hajj [22]: 11)
Al-Imam Mujahid rahimahullah bekata: “Mereka berbalik menjadi kafir, di dunia tidak mendapatkan kebaikan dan di akhirat sungguh dia telah kufur kepada Alloh dan disiksa dengan siksa yang menghinakan.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/281)
-Kemusyrikan atau menyekutukan Alloh ‘Azza wa Jalla
…. Seandainya mereka mempersekutukan Alloh, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. al-An’am [6]: 88)
–Menolak yang haq dan menerima kebatilan
…. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Alloh, mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. al-Ankabut [29]:
52)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Pada hari kiamat akan dibalas perbuatan mereka disebabkan mereka mendustakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam serta mengimani thoghut dan menyembah berhala. (Tafsir lbnu Katsir 3/554)
–Mendustakan hari pembalasan amal
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Alloh…. (QS. al-An’am [6]: 31)
–Berdusta atas nama Alloh ‘Azza wa Jalla dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Alloh tidak beruntung.” (QS.Yunus [10]: 69)
Zujaj rahimahullah berkata: “Mereka hanya mendapatkan kenikmatan sedikit di dunia lalu dikembalikan kepada adzab yang pedih.” (Tafsir al-Qurthubi 10/173)
–Enggan bertaubat dan istighfar
Sebagaimana disebutkan dalam Surat Thoha[20]:124.
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (QS. Thoha[20] :124)
–Berbuat kerusakan di bumi
…. Dan mereka membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. al-Baqoroh [2]: 27)
Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Mereka berbuat kerusakan dengan perbuatan kufur dan maksiat.” (Tafsir al-Qurthubi 9/267)
–Mengikuti hawa nafsu dan jejak orang kafir
Sebagaimana disebutkan dalam Surat al-A’rof [7]: 149.
“Dan setelah merwka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, ” Sungguh, jika tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.”
–Menjadikan setan sebagai walinnya
…. Dan barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Alloh, maka sesungguhnya ia men-derita kerugian yang nyata. (QS. an-Nisa'[4]: 119)
–Merasa aman dari adzab Alloh
… Tiadalah yang merasa aman dari adzab Alloh kecuali orang yang merugi. (QS. al-A’rof [7]: 99)
–Berbuat zholim
Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tahukah kalian, siapakah orang yang paling merugi?” Para sahabat menjawab: ‘Menurut kami, orang yang merugi diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya umatku yang merugi adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim no. 2581)
Itulah sebagian contoh perbuatan yang mengakibatkan pelakunya rugi, terutama besok pada hari akhirat.
*************
Penulis : Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron Hafidzahullah
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah











































































