Melatih diri untuk banyak tersenyum
Hendaknya seorang mukmin untuk senantiasa tersenyum. Jangan sampai semakin dia mengenal sunnah, semakin cuek dan bermuka masam. Ingatlah bahwa senyum merupakan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dan terlalu banyak hadits yangmenggambarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah orang yangsuka tersenyum. Contohnya adalah hadits dari Jarir bin Abdillah al-Bajali radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mengatakan,
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melarangku untuk bertemu beliau semenjak aku masuk Islam dan tidaklah beliau melihat aku kecuali beliau tersenyum ke wajahku.” (HR. Bukhari no. 3035)
Atau dalam riwayat lain Jarir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu mengatakan,
“Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatku sejak aku masuk Islam, kecuali dia tersenyum ke wajahku.” (Adabul Mufrad 1/97 no. 250, Syaikh Al-Bani berkata: Sahih)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam selalu murah senyum kepada para sahabat radhiallau ‘anhum ajma’in. Demikian juga hadits dari Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu tatkala menyebutkan sifat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,beliau mengatakan,
“Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tertawa kecuali dengan tersenyum.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadarak no. 4196)
Kemudian juga dari Abdullah bin Harits radhiallahu ‘anhu berkata,
“Saya tidak melihat seorang pun yang paling banyak senyumnya melebihi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad no. 17750)
Kemudian juga hadits dari Simak bin Harb rahimahullah berkata,
“Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah: “Pernahkah kamu duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Jabir menjawab; “Bahkan sering, beliau biasanya belum berdiri dari tempat shalat (dimana beliau shalat) subuh sebelum terbit matahari. Selama duduk-duduk itu, para sahabat ada yang bercakap-cakap membicarakan urusan masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum.” (HR. Muslim no. 2322)
Disamping Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah orang yang sukatersenyum, beliau juga menganjurkan untuk seseorang banyak tersenyum. Di antaranya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Senyummu di hadapan saudaramu merupakan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1956)
“Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun suatu kebaikan, walaupun hanya bermanis muka (tersenyum) kepada saudaramu (sesame muslim) ketika bertemu.” (HR. Muslim no. 2626)
Hadits-hadits di atas merupakan dalil tentang keutamaan dan anjuran untuk senantiasa tersenyum. Karena orang yang senantiasa tersenyum akan mendapatkan banyak faedah. Di antaranya adalah seseorang akan bisa melupakan kegelisahan di dalam hatinya. Jika orang tersebut terlatih untuk terbiasa tersenyum, maka mau atau tidak mau kegelisahan di dalam hatinya akan pergi. Karena orang yang susah untuk tersenyum, maka dikhawatirkan kelak akan ada masalah di dalam hatinya. Di antara faedah yang lain dari tersenyum adalah disenangi banyak orang. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, karena dianggap ramah.
“Sesungguhnya kalian tidak bisa memberikan kepada seluruh manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kali bisa memberikan kepada mereka semua dengan senyuman di wajah dan akhlak yang baik.” (HR. Al-Bazzar no. 9322 dalam Musnadnya)
Terkadang untuk mengambil hati manusia dengan harta tidak bisa dicapai karena harta seseorang terbatas. Akan tetapi kita dapat mengambil hati orang lain dengan murah senyum karena hal itu gratis. Dan murah senyum adalah salah satu tanda ketawadhuan seseorang.
Seseorang yang sulit tersenyum pasti memiliki sesuatu di hatinya. Entah dia sedangkan jengkel, tidak senang dengan sesuatu, atau bahkan dia sombong sehingga dia terhalangi untuk tersenyum. Betapa banyak para pemimpin yang susah untuk tersenyum kepada bawahannya, para pemilik rumah kepada asisten rumah tangga mereka, karena menganggap bahwa anak buah atau asistennya berbeda level dengan mereka, sehingga akhirnya mereka hanya tersenyum kepada koleganya, teman kerjanya, atau teman sepermainannya. Tapi lihatlah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang senyumkepada siapa saja karena beliau memiliki hati yang lapang lagi tawadhu. Oleh karenanya orang-orang yang senang tersenyum adalah orang-orang yang baik akhlaknya.
Maka dari itu latihlah diri kita untuk senantiasa tersenyum tatkala bertemu kawan, keluarga, atau siapapun. Karena kapan seseorang kurang senyum, maka saya katakana pasti dia memiliki sesuatu di dalam hatinya yang membuatnya sulit untuk tersenyum. Dan ingatlah bahwa senyum itu bisa menawan hati seseorang. Oleh karenanya para sahabat radhiallahu ‘anhum ajma’ain tertawan hati mereka karena senyum dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sebagaimana perkataan Jarir bin Abdillah yang telah kita sebutkan sebelumnya. Artinya jika kita semakin murah senyum, maka orang lain pun akan senang dan baik kepada kita, dan itu adalah salah satu hal yang membuat hidup kita bisa lebih bahagia. Adapun orang-orang yang jarang tersenyum, senantiasa memamerkan wajah segan sehingga mereka tampak berwiba, orang-orang hanya akan takut kepadanya, dan bukan seperti itu yang dicontohkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah orang yang disegani akan tetapibeliau juga orang yang paling banyak senyumnya.
Saya dahulu punya kawan di Yogyakarta yang suka tersenyum kepada semua orang. Akhirnya semua orang senang dengan dia. Ketika dia bertemu dengan orang-orang, dia pegang tangannya, kemudian dipijit, dan semua orang diperlakukan seperti itu. Dan kawan saya itu orangnya tawadhu. Dan memang biasanya orang yang suka tersenyum itu memiliki sifat tawadhu, karena orang yang jarang tersenyum biasanya ada kesombongan. Kawan saya tersebut suka tersenyum karena mungkin menganggap kehadiran dan menghargai orang-orang di sisinya. Oleh karenanya sebagaimana yang telah saya sebutkan ketika ada pimipinan yang jarang senyum kepada anak buahnya, bisa jadi karena kehadiran anak buahnya tidak dianggap bahkan tidak dihargai. Maka dari itu orang yang suka tersenyum adalah orang yang tawadhu dan pandai menghargai orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan tentunya hati seseorang yang senantiasa tersenyum akan lebih mudah menghilangkan masalah yang ada, karena senyum itulah yang memaksa masalah itu pergi. Dan itu akan membantu kita dalam menghadapi problematika kehidupan.
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah








































































