MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Ulama asal Palestina, Syaikh Arafat M. Ali Nassar, mengungkapkan tentang rencana busuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengajukan proposal perdamaian bagi Palestina dan Israel, yang digelari istilah Deal of the century atau kesepakatan abad ini.

Dia menyampaikan, terdapat sekitar 181 butir kesepakatan dalam proposal tersebut yang tentunya akan sangat mengakibatkan kerugian besar bagi negara Palestina.

“Ketika kesepakatan itu dilaksanakan, maka Palestina akan banyak dirugikan, karena Zionis Yahudi akan banyak menguasai wilayah di Palestina,” kata Syaikh Arafat dalam Tabligh Akbar bertema “Dari Makassar untuk Palestina Tolak The Deal of The Century”, yang diadakan Alquds Volunteer Indonesia (AVI) di Masjid Baiturrahman, Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (21/1/2020), sore kemarin.

Syaikh Arafat menyebut, terdapat enam poin kerugian yang kelak diderita warga Palestina apabila perjanjian busuk tersebut dilaksanakan, antara lain Israel bakal leluasa menguasai lahan di Palestina, yang secara tidak langsung bangsa Palestina akan terusir dari tanah kelahirannya sendiri.

Selanjutnya, dia berujar, Israel dengan akal bulusnya mampu memutarbalikkan fakta, di mana bangsa Palestina sebagai pemilik sah dari wilayah tersebut, justru harus meminta izin terlebih dahulu dari pihak Israel untuk masuk ke suatu kawasan tertentu di Palestina, termasuk di wilayah Alquds, yang di dalam terdapat kiblat pertama ummat Islam sedunia, yakni Masjidil Al Aqsha.

Selain itu, bagi warga Palestina yang hendak kembali ke negaranya setelah bepergian ke luar negeri, mereka dipersulit dengan alasan mesti memperoleh izin dari otoritas Israel.

“Padahal, ini kan negara milik warga Palestina sendiri. Inilah sesungguhnya bentuk penjajahan yang terus menerus dilakukan Israel,” tegas Syaikh Arafat.

Bahaya lain dari kesepakatan itu adalah warga Israel yang berdampingan dengan warga Palestina, memiliki hak untuk melakukan pengusiran apabila nyawanya merasa terancam. Bahkan, warga Israel berhak mengambil alih lahan milik warga Palestina itu.

Syaikh Arafat menegaskan, di balik deal of the century tersebut, ada motif bisnis dari Donal Trump untuk mengambil keuntungan yang sangat besar.

“Tetapi kami yakin kesepakatan itu tidak akan terwujud dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

Ketua Alquds Volunteer Indonesia (AVI) Sulawesi Selatan, Rahmat Ardiansyah, menjelaskan bahwa kehadiran ulama asal Palestina selama di Kota Makassar, selain untuk bersilaturrahim dengan kaum Muslim di daerah berjuluk Bumi Serambi Madinah ini, juga untuk menyampaikan tentang kondisi yang terjadi di Palestina, sekaligus penggalangan dana guna meringankan beban Muslim Palestina.

“Alhamdulillah, sejumlah sekolah-sekolah di Makassar telah syaikh datangi, dan sudah ada beberapa dana yang terkumpul untuk selanjutnya akan kami salurkan ke Palestina dalam waktu dekat,” terang Rahmat, yang setelah pelaksanaan tabliqh akbar tersebut, juga langsung beraudiens dengan Pejabat Wali Kota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb.

Laporan: Irfan
Editor: Muhammad Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here