MUJAHIDDAKWAH.COM, BULUKUMBA – Hati adalah tempat tumbuhnya keinginan, harapan, perasaan, dan cita-cita. Namun, tidak semua yang terasa baik di hati pasti membawa kebaikan bagi kehidupan. Terkadang, sesuatu yang begitu diinginkan belum tentu menjadi yang terbaik, sementara hal yang terasa berat justru menjadi jalan menuju kedewasaan iman.
Refleksi inilah yang menjadi salah satu pesan dalam Dialog Mahasiswi 2026 yang diselenggarakan di Gedung Ammatoa, Bulukumba, pada Ahad (11/10/2026).
Mengangkat tema “Follow Your Heart atau Follow Your Rabb?”, kegiatan ini mengajak mahasiswi untuk kembali merenungkan arah hidup, menimbang setiap keinginan, dan menjadikan petunjuk Allah sebagai pedoman dalam mengambil keputusan.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi tiga lembaga dakwah kampus di Bulukumba, yakni Lembaga Dakwah Kampus Darul Ilmi Bulukumba, Lembaga Dakwah Kampus Raudhatul Falah, dan Lembaga Dakwah Kampus Al-‘Afiyah Bulukumba. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antarlembaga dakwah kampus dalam menghadirkan ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai Islam bagi mahasiswi.

Ketua Panitia Dialog Mahasiswi 2026, Isra Eryana Agus, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, sebanyak 140 mahasiswi hadir dalam kegiatan Dialog Mahasiswi 2026. Semoga pertemuan ini menjadi ruang yang membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Ketua Lembaga Dakwah Kampus Bulukumba, Martiani, menjelaskan bahwa Dialog Mahasiswi merupakan program Departemen Dakwah yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswi untuk belajar, berbagi perspektif, serta memperdalam pemahaman Islam dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan,” terangnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Bulukumba, Nadia Alfira, S.Kep., Ns., M.Kep. Ia mengapresiasi terselenggaranya Dialog Mahasiswi 2026 dan menekankan pentingnya bersikap selektif dalam menentukan arah kehidupan, terutama di tengah derasnya pengaruh teknologi. Menurutnya, sesuatu yang tampak baik belum tentu membawa kebaikan bagi diri sendiri.
“Kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi ananda mahasiswi untuk berdiskusi, memperluas wawasan, serta menimbang setiap pilihan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Setelah acara resmi dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustazah Nur Maida, S.Kep., Ns. Ia mengajak mahasiswi untuk menyelami kembali suara hati dan memahami ke mana arah langkah selama ini dituju. Di tengah dunia yang kerap mengajarkan manusia untuk mengikuti apa yang dirasakan dan diinginkan, peserta diajak merenungkan apakah setiap keinginan benar-benar membawa pada kebaikan.
“Hati tidak cukup hanya didengar, tetapi juga perlu dituntun agar tidak kehilangan arah. Sebab, tidak semua yang terasa menyenangkan adalah yang terbaik, dan tidak semua yang kita inginkan merupakan jalan yang diridai Allah,” ujarnya.
Pesan tersebut mengajak mahasiswi memahami bahwa mengikuti petunjuk Allah bukan berarti mengabaikan perasaan, melainkan menempatkan perasaan dan keinginan dalam tuntunan Islam. Kedewasaan seorang muslimah tidak hanya diukur dari keberanian menentukan pilihan, tetapi juga dari kesediaannya menimbang kembali keinginan ketika bertentangan dengan nilai-nilai yang diyakininya.
Sejalan dengan pesan yang disampaikan pemateri, kesan serupa juga dirasakan oleh peserta yang menilai kegiatan ini dekat dengan keresahan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya disampaikan oleh Inadi Putri, peserta Dialog Mahasiswi 2026.
“Kegiatan ini luar biasa karena membahas hal-hal yang relate dengan keresahan hati, terutama tentang perasaan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswi untuk lebih memahami hati dan menentukan arah kehidupan,” ungkapnya.
Melalui Dialog Mahasiswi 2026, ketiga lembaga dakwah kampus berupaya menghadirkan ruang refleksi yang mendorong mahasiswi untuk lebih mengenali diri, menimbang pilihan, dan menjadikan Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi keresahan, tetapi juga menjadi awal bagi mahasiswi untuk lebih bijak dalam memahami perasaan, menentukan pilihan, dan menata arah kehidupan dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pegangan. Sinergi antarlembaga dakwah kampus diharapkan terus berlanjut dalam menghadirkan ruang pembinaan yang memperkuat pemahaman keislaman serta peran mahasiswi sebagai generasi yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Reporter: Zahratul Jannah



















































































