MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Di balik setiap mahasiswa yang bertahan di bangku kuliah, ada perjuangan yang tidak selalu terlihat. Beasiswa sering kali menjadi penentu, bukan hanya untuk melanjutkan studi, tetapi juga membuka ruang tumbuh dan berkarya.
Laznas BMH memberikan dukungan kepada dua mahasiswa UIN Jakarta melalui program beasiswa. Mereka adalah Najmi Z. Zarqa, mahasiswa Psikologi, dan M. Aidihil A, mahasiswa Akuntansi (24/4/2026).
“Program ini merupakan sinergi Laznas BMH bersama Kementerian Agama RI,” ujar Adi Yusuf, Amil BMH Jakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di kawasan Pamulang, keduanya berbagi perkembangan studi.
Aidihil mengaku bantuan tersebut memberi dorongan nyata dalam proses belajarnya.
“Alhamdulillah, melalui beasiswa dari BMH saya semakin terbantu. Sekarang saya mulai menulis puisi, cerpen, bahkan novel, dan berupaya menulis jurnal ilmiah,” ungkapnya.
Sementara itu, Najmi melihat beasiswa ini sebagai penguat arah hidupnya.
“Dengan ilmu psikologi, saya ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat. Saya tertarik mengkaji berbagai persoalan sosial yang bisa diselesaikan dengan pendekatan psikologi,” ujarnya.
Dari dua mahasiswa ini, terlihat bahwa dukungan pendidikan tidak berhenti pada bantuan biaya. Ia membuka jalan bagi tumbuhnya gagasan, keberanian mencoba, dan keinginan memberi manfaat.
Pada akhirnya, beasiswa seperti ini bukan hanya membantu seseorang bertahan di kampus. Ia pelan-pelan menumbuhkan harapan bahwa ilmu yang dipelajari hari ini akan kembali ke masyarakat dalam bentuk kontribusi yang nyata.
Beasiswa ini bersumber dari dana zakat, infak dan sedekah umat. Seperti Mbak Intan dari Vanilla Hijab. Kemudian dari Yasir, Ferry Irawan, dan Siti Martiati. “Mereka adalah orang-orang yang peduli masa depan anak muda bangsa,” tutup Adi Yusuf.
Laporan: Humas BMH


















































































