MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Saladin Comunity sukses menggelar Webinar Spesial Hari Pembebasan Pertama Baitul Maqdis bertema “The Legacy of Liberation: Umar bin Khattab’s Path to a Free Al-Aqsa” yang menghadirkan cendekiawan Muslim terkemuka, Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi, sebagai pembicara utama. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Jumat, (4 Juli 2025).
Dalam pemaparannya, Prof. El-Awaisi menegaskan bahwa isu pembebasan Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa bukanlah isu lokal semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif umat Islam secara global.
Sebagai pelopor bidang Kajian Islamicjerusalem Studies, beliau menjelaskan bahwa pembebasan wilayah suci tersebut membutuhkan kesadaran spiritual, peradaban, dan strategi dakwah jangka panjang.
“Pembebasan Baitul Maqdis bukan dimulai dari kekuatan militer, tetapi dari pondasi ilmu dan kesadaran umat. Rasulullah SAW menanamkan visi ini selama 23 tahun pembinaan, meskipun beliau tahu bahwa bukan beliau yang akan membebaskannya,” ujar Prof. El-Awaisi.
Lebih lanjut, Prof. El-Awaisi menekankan pentingnya i’dad ma’rifi (persiapan keilmuan) sebagai dasar dari strategi pembebasan. Pengetahuan tentang sejarah dan kemuliaan Baitul Maqdis harus dijadikan sumber inspirasi untuk gerakan nyata.
Menurutnya, kesatuan umat hanya akan tercapai jika seluruh Muslim merasa memiliki keterikatan spiritual dan akidah terhadap Baitul Maqdis.
Webinar ini digelar bertepatan dengan peringatan masuknya Umar bin Khattab RA ke wilayah Al-Quds pada tanggal 4 Juli, peristiwa yang menjadi tonggak penting dalam sejarah pembebasan Baitul Maqdis setelah wafatnya Rasulullah SAW.
“Setiap Muslim memiliki peran dalam perjuangan ini. Tidak semua harus berada di garis depan. Kita butuh pendidik, penulis, pemikir, dan penggerak di berbagai lini kehidupan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Prof. El-Awaisi menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia, untuk terus menyuarakan dan mengambil bagian dalam perjuangan pembebasan Baitul Maqdis.
“Jangan pernah merasa terlalu kecil atau terlalu jauh dari perjuangan ini. Kontribusi sekecil apapun, jika dilakukan bersama, akan membawa dampak besar dan menjadi amal jariyah yang kekal,” pungkasnya.
Webinar ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kesadaran umat Islam akan pentingnya Baitul Maqdis sebagai simbol peradaban Islam dan amanah sejarah yang harus dijaga bersama.
Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan motivasi dan kesadaran bahwa peradaban Islam bisa bangkit kembali, dimulai dari semangat pembebasan Baitul Maqdis. Ini bukan hanya harapan, tapi cita-cita yang harus terus dinyalakan dalam hati setiap Muslim, disetiap waktu, di mana pun berada.
Laporan: Saladin Comunity
Editor: Admin MDcom












































































