Makkah Kota Isma’il Dan Ibunya
Makkah adalah tempat yang paling mulia di permukaan bumi, tanah haram, tempat dibangunnya rumah Alloh pertama kali di bumi (Ka’bah). Yang mula-mula menghuni Makkah adalah Hajar bersama anaknya, Isma’il alaihissalam nenek nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Hajar adalah wanita mu’minah, sholihah, dan teladan dalam tawakkal yang paling sempurna kepada Alloh. Ia ditinggal seorang diri oleh Nabi Ibrohim alaihissalam atas perintah Alloh di tempat yang pada saat itu tidak ada manusia di sekitarnya, tidak ada tanda-tanda kehidupan, tiada kebun, tiada air, dan tiada perbekalan yang cukup kecuali bekal taqwa; dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ
Ya Robb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitulloh) yang dihormati…. (QS. Ibrohim [14]: 37)
Hajar, nenek nabi kita, telah membuat sejarah yang harus ditulis dengan tinta emas. Ia rela berkorban untuk keridhoan madunya, Saroh,yang terbakar oleh api cemburu lantaran melihat Hajar melahirkan anak sedangkan dirinya mandul. Maka untuk menjaga perasaannya ini Hajar memilih untuk hijrah dari Palestina ke Makkah.
Hajar telah mewariskan sejarah, khususnya dalam hal tawak-kal kepada Alloh yang tidak ada duanya. Seorang diri ia di padang pasir tanpa perbekalan. Dan tidak cukup hanya itu, bahkan ia merawat seorang bayi. Seandainya kenyataan atau pengalaman seperti itu menimpa kebanyakan wanita zaman sekarang, kemungkinan besar mereka akan bunuh diri (na’udzubillah min dzalik) atau -paling tidak- akan mengalami stres.
Hajar adalah seorang wanita yang telah mengalahkan dan mengungguli kebanyakan kaum laki-laki, terlebih lagi kaum wanita. la tidak mengeluh karena ditinggal suami (Nabi Ibrohim alaihissalam), tidak gelisah karena kesepian tanpa siapapun, tidak sempit dada karena habisnya perbekalan, sebab iman memenuhi dadanya. la yakin bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakannya. Iman dan tawakkalnya mendorongnya untuk berusaha karena ia mengetahui bahwa pertolongan Alloh tidak datang begitu saja tanpa sebab dari hamba. Maka mulailah ia mencari penghidupan dengan mendaki bukit Shofa untuk melihat barangkali ada manusia yang dapat memberikan pertolongan atau ada sumber kehidupan di sana. Lalu ia berlari ke bukit Marwah dengan tujuan yang sama, karena makan dan minum untuk bayi dan dirinya telah habis. Dia melakukan itu hingga tujuh kali dan datanglah pertolongan Alloh dengan mengalirnya air Zam-zam. Seandainya kita yang mengalami seperti itu, mungkin hanya sekali atau dua kali dan putus asa, bahkan kemungkinan besar akan jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Ini buah ketaqwaan dari seorang wanita sholihah. Firman Alloh:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barangsiapa bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…(QS. ath-Tholaq[65]: 2-3)
Ini adalah buah yang dipetik di dunia. Adapun di akhirat tentu lebih baik dan abadi. Selain Zam-zam sebagai bahan makanan dan minuman khususnya jama’ah haji, Alloh juga mengabadikan apa yang dilakukan oleh Hajar sebagai bagian dari manasik haji yaitu sa’i antara Shofa dan Marwah.
Dengan keluarnya sumur Zam-zam maka mulailah ada kehidupan di Makkah. Bangsa Arab dari kabilah Jurhum dari Yaman dalam perjalanan dagang ke Syam melewati Makkah. Di sana mereka melihat burung-burung berkerumun pertanda ada air. Maka mereka mendatangi tempat itu dan mereka mendapati seorang wanita bersama anaknya dekat air Zam-zam. Mereka pun meminta izin untuk tinggal bersamanya dengan syarat mereka hanya berhak menggunakan air tanpa hak kepemilikan sumur. Makkah semakin ramai dengan penghuni dari kabilah Jurhum. Dan Isma’il alaihissalam pun tumbuh besar hingga akhirnya beliau menikah dengan seorang wanita dari mereka.
Oleh karena Isma’il dan Ibrohim ‘alaihimassalam bukan dari bangsa Arab, maka jadilah Isma’il seorang Arab Musta’ribah (orang asing yang menjadi orang Arab) lantaran tumbuh besar dan menikah di kalangan Arab dan berbahasa Arab.
Ibrohim alaihissalam datang ke Makkah untuk mengunjungi anaknya, Isma’il alaihissalam, beliau mendapatinya dalam usia muda dan Ibrohim alaihissalam menyampaikan mimpinya bahwa Alloh memerintahkan untuk menyembelihnya. Firman Alloh:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrohim, Ibrohim berkata: “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Alloh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. ash-Shoffat [37]: 102)
Dan tatkala keduanya mengamalkan perintah ini:
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
Tatkala keduanya telah berserah dan Ibrohim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (QS. ash-Shoffat [37]: 103)
Alloh ‘Azza wa Jalla menggantinya dengan korban hewan ternak. Firman-Nya:
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. ash-Shoffat [37]: 107)
Ini adalah contoh yang lain dari buah ketaqwaan dari seorang hamba yang sholih nabi yang mulia, termasuk juga bagian dari manasik haji dan sekaligus ibadah mulia bagi seluruh kaum muslim setiap ‘IdulAdhha.
Setelah itu, Nabi Ibrohim alaihissalam kembali lagi ke Palestina danbeberapa lama kemudian datang lagi ke Makkah. Beliau alaihissalam hanya menemui istri Isma’il alaihissalam dan ketika itu Hajar telah meninggal dunia. Ibrohim alaihissalam, sang bapak, menanyakan keadaan Isma’il beserta istrinya. Maka si istri mengeluhkan tentang keadaan mereka. Ibrohim alaihissalam lantas berpesan untuk disampaikan jika Isma’il pulang agar mengganti tiang pintu rumahnya. Ibrohim alaihissalam mempunyai firasat bahwa istri tersebut tidak baik.
Ketika Isma’il alaihissalam pulang, istrinya menyampaikan pesan itu dan Isma’il paham maksud bapaknya itu agar ia menceraikan istrinya, maka ia pun menceraikan istrinya itu, lantas menikah dengan wanita yang lain.
Kemudian Ibrohim alaihissalam datang lagi ke Makkah, ketika itu Isma’il alaihissalam pun tidak ada. Maka tatkala ia menanyakan keadaan mereka pada istri anaknya, si istri memuji Isma’il dan bersyukur pada Alloh atas nikmat-Nya. Maka Ibrohim berpesan jika Isma’il pulang agar disampaikan padanya untuk mengokohkan tiang pintu rumahnya.
Kemudian Ibrohim alaihissalam pergi lagi, lalu beberapa saat kemudian datang lagi ke Makkah. Di saat itu beliau mendapati anaknya, Isma’il alaihissalam, sedang menyiapkan anak panah dekat Ka’bah. Mereka pun saling menyambut sebagaimana halnya bapak terhadap anak dan anak terhadap bapak. Ketika itu Ibrohim mengajak Isma’il agar membantunya membangun Ka’bah atas perintah Alloh. Firman-Nya:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitulloh bersama Isma’il (seraya berdo’a): “Ya Robb kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqoroh [2]: 127)
Ibrohim alaihissalam membangun Ka’bah sedangkan Isma’il alaihissalam mengambilkan batu-batu. Hingga ketika bangunan telah meninggi, Ibrohim berdiri pada sebuah batu yang akhirnya pada batu tersebut membekas kedua tapak kaki beliau sebagai ayat Alloh bagi semua makhluk, inilah yang disebut dengan Maqom Ibrohim (tempat berdiri Nabi Ibrohim alaihissalam).
Nabi Isma’il alaihissalam hidup dan memiliki keturunan di tengah-tengah kabilah Jurhum dan sebagai nabi mereka.
*************
Penulis: Ustadz Abu Hafshoh as-Salafi
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah












































































