• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Selasa, Agustus 18, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Dikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Berlayar di Atas Kapal KM Dorolonda Menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Ahmad Hanafi Motivasi Kontingen Teguh dalam Perjuangan Dakwah

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    420 Wisudawan IX IAI STIBA Makassar Siap Mengabdi ke Masyarakat di Seluruh Pelosok Negeri

    420 Wisudawan IX IAI STIBA Makassar Siap Mengabdi ke Masyarakat di Seluruh Pelosok Negeri

    Bantu Korban Gempa, AQL Humanity-SAJID Kirim Relawan-Jurnalis ke Nagekeo

    Bantu Korban Gempa, AQL Humanity-SAJID Kirim Relawan-Jurnalis ke Nagekeo

    Wahdah Islamiyah Soroti Kesenjangan Ekonomi dalam Dialog Kebangsaan Menjelang Muktamar V

    Wahdah Islamiyah Soroti Kesenjangan Ekonomi dalam Dialog Kebangsaan Menjelang Muktamar V

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Dikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Berlayar di Atas Kapal KM Dorolonda Menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Ahmad Hanafi Motivasi Kontingen Teguh dalam Perjuangan Dakwah

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    420 Wisudawan IX IAI STIBA Makassar Siap Mengabdi ke Masyarakat di Seluruh Pelosok Negeri

    420 Wisudawan IX IAI STIBA Makassar Siap Mengabdi ke Masyarakat di Seluruh Pelosok Negeri

    Bantu Korban Gempa, AQL Humanity-SAJID Kirim Relawan-Jurnalis ke Nagekeo

    Bantu Korban Gempa, AQL Humanity-SAJID Kirim Relawan-Jurnalis ke Nagekeo

    Wahdah Islamiyah Soroti Kesenjangan Ekonomi dalam Dialog Kebangsaan Menjelang Muktamar V

    Wahdah Islamiyah Soroti Kesenjangan Ekonomi dalam Dialog Kebangsaan Menjelang Muktamar V

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in KHAZANAH, Tazkiyatun Nafs

Menjadi Muslim Profesional dan Kontributif

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 13 mins read
Juni 16, 2026
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana seorang muslim berusaha menjadi seorang muslim yang produktif dan juga kontributif kepada sesamanya. Topik ini merupakan topik yang sangat cocok bagi para dokter dan petugas kesehatan yang sumbangsih mereka sangat diharapkan oleh masyarakat secara umum dan kaum muslimin secara khusus. Terlebih lagi kita mengetahui bahwa kesehatan adalah nikmat terbesar. Sampai timbul khilaf dikalangan para ulama tentang yang lebih utama antara nikmat kesehatan atau nikmat keamanan. Akan tetapi meskipun nikmat keamanan lebih utama, nikmat kesehatan menjadi nikmat yang utama setelahnya. Oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا} سنن الترمذي

“Barangsiapa di antara kalian yang dipagi hari aman di tengah-tengah keluarganya, sehat badannya, ada makanan baginya pada hari itu, maka seakan-akan seleuruh nikmat dunia didatangkan baginya hari itu.” (HR. Tirmidzi 4/574 no. 2346)

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Dan inilah di antara nikmat yang sangat ingin disegerakan oleh manusia yaitu aman, sehat dan kenyang. Dan dalam hadits ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa nikmat kedua yang paling utama adalah kesehatan. Maka dari itu nikmat kesehatan adalah nikmat yang luar biasa.

Seseorang baru betul-betul merasakan nikmat kesehatan itu tatkala dia sakit. Oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari 8/88 no. 6412)

Inilah serangkaian mukaddimah kita sebagai pengingat bahwa para dokter sedang berkecimpung dalam kenikmatan yang luar biasa. Mereka berusaha untuk mengembalikan kenikmatan yang hilang dari seseorang yaitu nikmat kesehatan yang tentunya dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kalau kita berbicara tentang pekerjaan secara umum, tentunya bekerja adalah suatu perkara yang penting. Bahkan Allah Subhanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang bekerja dalam firmanNya,

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (37)

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS. An-Nur : 37)

Dalam ayat ini Allah tidak sedang menyebutkan orang yang berada di masjid. Karena kita tahu bahwa laki-laki memiliki tugas untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sehingga mereka harus keluar bekerja. Akan tetapi maksud dari ayat ini adalah Allah memuji orang-orang yang bekerja yang mereka tetap mengingat Allah Subhanahau wa ta’ala. Dan hal ini merupakan perkara yang luar biasa. Tatkala seseorang berada di masjid, mereka sudah jelas akan mengingat Allah. Akan tetapi berbeda dengan orang-orang yang bekerja di luar rumahnya yang mereka tidak dilalaikan oleh pekerjaannya dari mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala, sedangkan kebanyakan orang lalai dari mengingat Allah karena pekerjaannya.

Isyarat seperti itu juga disebutkan dalam hadits tentang tujuh golongan yang akan diberikan naungan oleh Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan Allah Subhanahu wa ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut (rindu) dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Bukhari 1/133 no. 660)

Dalam hadits ini disebutkan bahwa salah satu golongan orang yang akan diberikan naungan oleh Allah pada hari kiamat adalah orang yang hatinya rindu untuk kembali ke masjid. Ini merupakan isyarat bahwa orang tersebut sedang tidak berada di masjid dan dia sedang melakukan pekerjaan di luar masjid. Artinya adalah di sini Allah tidak selalu berbicara tentang orang-orang yang berada di masjid. Karena Islam adalah agama yang sempurna yang memehatikan segala aspek kehidupan. Secara normal seseorang tidak harus di masjid terus dan harus bekerja karena ada keluarga yang harus dia nafkahi. Sehingga Allah memuji orang-orang yang bekerja akan tetapi hatinya tidak lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Oleh karenanya bekerja adalah kebiasaan orang-orang salih dan juga bagi para nabi. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang makan lebih baik dari makanan yang berasal dari kerjanya. Dan sesungguhnya Nabi Daud ‘alaihissalam makan dari hasil kerjanya sendiri.” (HR. Bukhari 3/57 no. 2072)

Jadi makanan yang terbaik adalah makanan yang didapatkan dari hasil jerih payah seseorang dalam bekerja, dan bukan hasil dari meminta-minta. Dan Nabi Daud ‘alaihissalam adalah orang yang makan dari hasi jerih payahnya. Ini adalah hal yang menakjubkan karena kita tahu bahwa Nabi Daud ‘alaihissalam adalah seorang nabi sekaligus seorang raja. Akan tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Nabi Daud ‘alaihissalam pun juga bekerja. Dalam hadits lain dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

“Sungguh salah seorang dari kalian mengambil tali, lalu mencari kayu bakar untuk dipikul di atas punggungnya, itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain baik orang tersebut memberinya atau tidak.” (HR. Bukhari 3/114)

Hadits ini benar-benar isyarat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya seseorang harus berusaha untuk kerja sendiri. Lihatlah dalam hadits ini bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa seseorang lebih baik mencari kayu bakar lalu untuk dijualnya. Mungkin bagi kita ini adalah pekerjaan rendahan atau bahkan hina, akan tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hal itu lebih baik bagi seseorang meskipun pekerjaannya dipandang hina oleh kebanyakan orang daripada dia minta-minta. Ini merupakan motivasi syariat agar seseorang bisa produktif dan tidak menjadi tanggungan beban orang lain. Maka hendaknya seseorang bekerja dan memiliki penghasilan sendiri sehinga dia tidak minta-minta kepada orang lain.

Dalam hadits yang mahsyur juga disebutkan bahwa para sahabat radhiallahu ‘anhum juga bekerja, bahkan tatkala mereka sedang berpuasa. Disebutkan oleh Al-Bara’ radhiallahu ‘anhu,

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ الرَّجُلُ صَائِمًا، فَحَضَرَ الإِفْطَارُ، فَنَامَ قَبْلَ أَنْ يُفْطِرَ لَمْ يَأْكُلْ لَيْلَتَهُ وَلاَ يَوْمَهُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنَّ قَيْسَ بْنَ صِرْمَةَ الأَنْصَارِيَّ كَانَ صَائِمًا، فَلَمَّا حَضَرَ الإِفْطَارُ أَتَى امْرَأَتَهُ، فَقَالَ لَهَا: أَعِنْدَكِ طَعَامٌ؟ قَالَتْ: لاَ وَلَكِنْ أَنْطَلِقُ فَأَطْلُبُ لَكَ، وَكَانَ يَوْمَهُ يَعْمَلُ، فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ، فَجَاءَتْهُ امْرَأَتُهُ، فَلَمَّا رَأَتْهُ قَالَتْ: خَيْبَةً لَكَ، فَلَمَّا انْتَصَفَ النَّهَارُ غُشِيَ عَلَيْهِ، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ: {أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ} [البقرة: 187] فَفَرِحُوا بِهَا فَرَحًا شَدِيدًا، وَنَزَلَتْ: {وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الخَيْطِ الأَسْوَدِ} [البقرة: 187} [صحيح البخاري (3/ 28{(

“Diantara para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ada seseorang apabila sedang shaum lalu tiba waktu berbuka dia pergi tidur sebelum berbuka sehingga dia tidak memakan sesuatu pada malam dan siang hari hingga petang hari. Dan pada suatu ketika Qais bin Shirmah Al Anshariy ketika sedang melaksanakan shaum lalu tiba waktu berbuka dia mendatangi isterinya seraya berkata, kepada isterinya: “Apakah kamu punya makanan?” Isterinya berkata: “Tidak, namun aku akan keluar mencari makanan buatmu”. Kemudian (karena) di siang harinya dia bekerja keras, hingga (akhirnya) ia mengantuk lalu tertidur. Kemudian isterinya datang. Ketika isterinya melihat dia (sedang tertidur), isterinya berkata: “Rugilah kamu”. Kemudian pada tengah harinya Qais jatuh pingsan (saat bekerja karena tidak makan). Lalu persoalan ini diadukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka turunlah firman Allah Ta’ala QS Al Baqarah ayat 187 yang artinya: [“Dihalalkan bagi kalian pada malam bulan puasa bercampur dengan istri-istri kalian”]. Dengan turunnya ayat ini para sahabat merasa sangat senang, hingga kemudian turun sambungan ayatnya: [“Dan makan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu di waktu fajar”].” (HR. Bukhari 3/28 no. 1915)

Maka sangat jelas dari hadits ini bahwa para sahabat beraktivitas dan bekerja meskipun dalam kondisi berpuasa. Lihatlah kisah Abdurrahman bin ‘Auf waktu hijrah ke Madinah. Dia adalah orang yang kaya raya awalnya, namun kemudian menjadi orang miskin. Dan orang miskin tentunya butuh untuk disantuni. Maka tatkala di Madinah, dia ditawari oleh Sa’ad bin Rabi’ untuk diberikan separuh hartanya, dan menyuruhnya memilih salah satu dari istrinya yang dia sukai untuk diceraikan lalu dia nikahi. Akan tetapi Abdurrahman bin ‘Auf yang memiliki harga diri dan ingin bekerja sendiri, akhirnya diapun menolak tawaran dari Sa’ad bin Rabi’ dengan mengatakan “Semoga Allah memberkahi hartamu dan keluargamu“. Akhirnya Abdurrahman bi ‘Auf hanya meminta untuk ditunjukkan letak pasar untuk dia berjualan. Maka tatkala dia telah mendapatkan untung dan uang, barulah dia menikahi seorang wanita dari kaum Anshar.

Ini semua dalil bahwa bekerja dan makan dari hasil pekerjaan sendiri adalah hal yang sangat mulia. Tatkala seseorang memiliki pekerjaan, maka dia tidak akan berharap dan tidak meminta-minta kepada orang lain. Karena dari pekerjaan tersebutlah seseorang bisa mengambil hasil dan makan dari hasil tersebut. Oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

مَنْ يَكْفُلُ لِي أَنْ لَا يَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا، وَأَتَكَفَّلُ لَهُ بِالْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menjamin untukku untuk tidak meminta-minta sesuatupun kepada orang lain, maka aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Abu Daud 2/121 no. 1643)

Sehingga pernah salah seorang sahabat yang tatkala cemetinya jatuh dari tunggangannya, dia tidak meminta orang lain untuk membantunya, melainkan dia turun dari tunggannya dan mengambil sendiri cemetinya yang terjatuh. Itu semua dilakukannya untuk menerapkan perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas tentang tidak bolehnya seseorang minta-minta. Karena semakin orang tidak meminta-minta kepada orang lain, maka tauhidnya akan semakin tinggi. Begitupula ketika seseorang tidak berharap kepada orang lain, maka dia akan terfokus pada pengharapan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ibnu Taimiyah pernah berkata, “Berharaplah kepada siapa yang Anda kehendaki, maka engkau akan menjadi tawanannya“. Maksudnya adalah semakin seseorang punya utang budi kepada orang lain, maka dia akan menjadi tawanan orang tersebut. Sebagaimana seorang penyair berkata,

أحسن إلى الناسِ تَستعبد قلوبهم *** فطالما استعبدَ الإنسان إحسان.

“Berbuat baiklah kepada orang lain, niscaya engkau akan menarik hatinya *** Betapa kuat suatu kebaikan untuk menarik seseorang”

Dari sini menunjukkan bahwa betapa kuat suatu kebaikan bisa menarik seseorang. Maka tatkala seseorang sering meminta kepada orang lain, maka dia akan menjadi merasa hutang budi. Ibnu Taimiyah juga mengatakan,

استغني عن من شئت تكن نظيره، وأحسن إلى من شئت تكن أميره

“Cukuplah engkau tidak butuh kepada orang lain, maka engkau akan seimbang dengannya, dan berbuat baiklah kepada orang yang engkau kehendaki, maak engkau akan menjadi pemimpinnya.”

Jika semisal kita orang yang kurang mampu dan memiliki seorang teman yang berkelebihan, selama kita tidak pernah meminta-minta kepadanya, maka teman kitapun tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kita karena kita tidak pernah butuh kepada dia. Kita baru akan tampak rendah di hadapannya ketika kita meminta dan berharap kepadanya.

Kemudian tatkala seorang bekerja, maka akan semakin memperkuat tauhidnya kepada Allah. Dan perkara tauhid bukanlah hanya pada perkara yang dzahir semata, akan tetapi sampai kepada perkara hati yang berharap kepada Allah dan tidak kepada selainNya. Bahkan tatkala seseorang bekerja pada perusahaan yang gajinya sering tertunda, maka dia hanya meminta kepada Allah agar gajinya dibayarkan tepat waktu.

Maka inilah pentingnya bekerja dan beraktivitas dengan profesi apapun, terlebih lagi sebagai seorang dokter atau petugas kesehatan, yang sebagaimana telah disebutkan sbeelumnya, bahwa profesi tersebut merupakan profesi yang penting karena membantu seseorang untuk mendapatkan kembali kenikmatan yang hilang dari dirinya. Dan penjelasan di atas merupakan dalil bahwa para sahabat bekerja, bahkan para nabipun bekerja seperti Nabi Daud ‘alaihissalam, meskipun beliau seorang raja.

Maka tatkala seseorang ingin pekerjaannya berkah, maka jadikanlah pekerjaannya sebagai salah satu bentuk ibadah dan bukan hanya sekedar rutinitas dunia. Oleh karenanya berbeda antara orang jahil dan orang ‘alim dalam menyikapi masalah ibadah. Kalau orang jahil menjadikan ibadah sebagai adat atau tradisi, sehingga kita bisa melihat bahwa ada orang yang memakai jilbab karena melihat orang lain memakai jilbab. Sedangkan orang alim menjadikan tradisi sebagai ibadah. Terkadang bagi seorang alim melakukan hal yang biasa dia lakukan setiap hari, akan tetapi karena dia senantiasa memperbaiki niatnya, maka jadilah perkara yang harusnya merupakan perkara murni dunia berubah menjadi perkara ukhrawi yang berpahala di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukankah Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman,

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا (7)

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath-Thalaq : 7)

Maka tatkala seseorang sedang bekerja, hendaknya hadir dalam benak dia bahwa ada orang yang dia nafkahi atau tanggungi. Maka tatkala niatnya tidak terputus pada pekerjaan semata, akan tetapi juga meniatkan untuk tujuan menafkahi atau membantu orang lain, maka pekerjaannya akan menjadi ibadah. Dalilnya adalah Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَلَسْتَ بِنَافِقٍ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ، إِلَّا آجَرَكَ اللَّهُ بِهَا حَتَّى اللُّقْمَةَ تَجْعَلُهَا فِي فِي امْرَأَتِكَ

“Dan tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah semata-mata karena menharap wajah Allah, melainkan Allah pasti akan memberimu balasannya, sekalipun satu suap makanan yang kamu berikan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari 5/69 no. 3936)

Dalil di atas sangat tegas menunjukkan bahwa bekerja itu berpahala. Bahkan dalam hadits ini menunjukkan bahwa tatkala seorang suami istri yang dalam kondisi bermesraan yang merupakan murni duniawi dan tidak ada unsur agama bisa berapahala kalau dia memasang niat karena Allah semata. Maka bagaimana lagi dengan seseorang yang keluar bekerja di pagi hari, bahkan menemukan kesulitan dalam pekerjaannya, kemudian pulang malam hanya untuk mencari nafkah? Sudah pasti hal itu semua bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Oleh karenanya orang yang bekerja dengan baik, jujur dan amanah bisa menjadi sebab dia masuk ke dalam surga. Dan sebaliknya orang yang bekerja tidak jujur dan tidak amanah, maka bisa menjadi sebab dimasukkannya ke dalam neraka. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ فُجَّارًا، إِلَّا مَنْ اتَّقَى اللَّهَ، وَبَرَّ، وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang yang fajir (berdosa), kecuali orang yang bertakwa kepada Allah dan yang berbuat baik dan jujur.” (HR. Timirdzi 3/515 no. 1210)

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

إِنَّ التُّجَّارَ هُمُ الْفُجَّارُ» قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَوَلَيْسَ قَدْ أَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ؟ قَالَ: «بَلَى، وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ، وَيَحْلِفُونَ، وَيَأْثَمُونَ

“Sesungguhnya para pedagang itu adalah orang yang fajir”. Maka ada yang bertanya; “Ya rasulullah, mengapa anda mengatakan bahwa para pedagang adalah orang yang fajir? Bukankah allah telah menghalalkan jual beli?” Rasulullah menjawab; tentu Allah telah menghalalkan jual beli. Akan tetapi pedagang tersebut berkata tapi bohong, mereka bersumpah tapi dusta.” (HR. Ahmad 3/428 no. 15569)

Hadits di atas merupakan para pedagang yang masuk neraka. Adapun para pedagang yang masuk surga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ، وَالصِّدِّيقِينَ، وَالشُّهَدَاءِ

“Seorang pedangan yang jujur dan amanah akan bersama para nabi dan orang-orang shiddiqin dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi 3/515 no. 1209)

Dari hadits ini menunjukkan bahwa para pedagang yang amanah dan jujur mampu mengangkat derajatnya kepada derajat para nabi, shiddiqin, dan para syuhada. Maka inilah dalil bahwa pekerjaan seseorang bisa mengantarkannya ke dalam surga dan bisa pula mengantarkan seseorang ke dalam neraka jahannam. Oleh karenanya perlu untuk diperhatikan oleh para dokter dan petugas kesehatan, bahwa bisa jadi pekerjaan yang Anda lakukan bisa memasukkan Anda ke dalam surga, dan bisa pula memasukkan Anda dalam neraka. Adapun hal lain yang bisa mengatarkan seseorang ke dalam surga dengan pekerjaannya adalah karena niatnya yang benar, seperti meniatkan untuk menafkahi anak dan istri, atau untuk membiayai keluarga yang masih menjadi tanggunggannya. Dan jangan seseroang meniatkan pekerjaannya sebatas urusan duniawi semata. Karena berbeda dengan orang yang bekerja hanya untuk memperkaya diri, bisa jadi pekerjaan yang dia lakukan tidak memberikan pahala sedikitpun baginya.

Terlebih sangat memungkinkan untuk menjadi pahala dari pekerjaan seorang dokter atau perawat tatkala mereka menyelipkan nasihat-nasihat kepada pasiennya untuk mengingatkan mereka kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena kebanyakan seorang pasien tatkala sakit, dia akan pasrah, patuh dan mendengar pekartaan dari dokter atau perawat yang merawatnya. Mereka melakukan itu karena ada rasa butuh seorang pasien kepada dokter atau perawat untuk mendapatkan kembali nikmat kesehatan yang hilang dari diri mereka. Bahkan mungkin seorang pasien akan lebih mendengar perkataan dokter dari pada perkataan ustaz. Begitupula seseorang yang bekerja pada seorang pemimpin yang sering memerintahkan karyawannya untuk melakukan sesuatu diluar pekerjaannya. Mereka pasti akan mendengar dan patuh kepada pimpinannya karena rasa butuh mereka kepada pimpinannya. Saya pernah mendengar ada seorang dokter yang telah membuat banyak wanita mengenakan jilbab. Dan saya tidak yakin apakah seorang ustaz mampu untuk melakukan apa yang dilakukan oleh dokter tersebut. maka hendaknya bagi seorang dokter atau perawat menyelipkan hal-hal yang bisa menambah nilai pahala dari pekerjaannya, juga hal-hal yang mengajarkan kepada para pasien untuk bergantung hanya kepada Allah. Maka secara tidak langsung dengan begitu kita mendakwahi mereka. terlebih lagi ketika kita bisa mengingatkan pasien tentang sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Jangan kalian mencela demam, karena penyakit itu dapat menghilangkan dosa anak Adam, seperti halnya kir membersihkan karat besi.” (HR. Muslim 4/1993 no. 2575)

Ada kisah menarik tentang bagaimana seorang perawat muslimah mendakwahi seorang pasien wanita non muslim. Pasien tersebut adalah seorang yang terkenal di Perancis, dan melakukan percobaan bunuh diri dan gagal. Akhirnya dia dirawat di sebuah rumah sakit untuk pemulihan. Maka sang perawat tersebut merawat wanita tersebut, dan meninggalkan terjemahan Alquran di meja pasien tersebut, yang di ruangan itu tidak bacaan yang lain. Karena sang wanita ini merasa bosan, akhirnya dia membaca terjemahan Alquran tersebut hingga selesai. Dan akhirnya hal tersebut mengantarkan wanita ini menjadi muslimah.

Maka jika seseorang ingin agar pekerjaannya mendapatkan keberkahan di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala, hendaknya dia memiliki sifat-sifat berikut.

  1. Miliki pekerjaan yang memberikan manfaat yang banyak

Pekerjaan sebagai dokter ataupun perawat dan tenaga kesehatan lainnya memiliki kontribusi yang sangat besar. Dan tentunya ini menjadi sarana untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (Sahihul Jami’ Al-Bani 1/623 no. 3289)

وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah ‘Azza wa jalla adalah rasa senang yang engkau masukkan ke dalam diri seorang muslim, atau menghilangkan kesulitannya, atau melunaskan hutangnya, atau menghilangkan kelaparannya.” (Sahihul Jami’ Al-Bani 1/97 no. 176)

Meskipun seorang dokter atau tenaga kesehatan misalnya mendapatkan gaji dari pekerjaannya, akan tetapi ada pahala yang juga mereka akan dapatka. Sebagaimana halnya contoh seorang pedagang, mereka mendapatkan untung, akan tetapi karena kejujuran dan kebaikan mereka, akan ada balasan lain yang akan mereka dapatkan selain keuntungan yaitu pahala yang amat besar. maka seorang dokter atau perawat, hendaknya selalu meniatkan dalam pekerjaannya untuk senantiasa mau membantu menghilangkan kesusahan orang lain dengan senyuman, kata-kata yang lembut, kata-kata yang menghadirkan semangat, dan kata-kata yang semakin mendekatkan mereka kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan bukan memberikan ketakutan pada diri mereka. Oleh karena itu bidang kesehatan ini adalah bidang yang membuka pintu kebaikan yang sangat banyak bagi para dokter dan tenaga medis lainnya.

  1. Memiliki sikap amanah

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ، وَالصِّدِّيقِينَ، وَالشُّهَدَاءِ

“Seorang pedangan yang jujur dan amanah akan bersama para nabi dan orang-orang shiddiqin dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi 3/515 no. 1209)

Maka seorang dokter dan tenaga medispun harus menjadi amanah. Tatkala memberikan resep kepada pasien, hendaknya memberikan resep yang benar, dan jangan hanya mengikuti permintaan dari pihak rumah sakit. Kecuali memang obat tersebut cocok dan betul mengatasi penyakit yang diderita oleh pasien. Jika ternyata ada obat yang lebih baik dari obat yang kita resepkan dan kita mengetahuinya, maka haram bagi kita atas perbuatan tersebut. hal itu merupakan sikap yang tidak amanah. Dunia itu akan datang dan akan pergi. Maka jangan sampai dunia itu datang kepada kita dengan haram, dan perginyapun masih menyisakan untuk kita pikul pada hari kiamat.

  1. Berusaha untuk menjauhkan dirinya dari perkara yang tidak syar’i

Tidak boleh seorang dokter atau perawat memasukkan dirinya kedalam perkara yang tidak dibenarkan oleh agama, kecuali hal tersebut memang benar-benar dalam kondisi darurat. Contohnya adalah dokter kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin yang terkadang melihat dari lawan jenisnya hal-hal yang haram. Dan hukum asal hal tersebut adalah haram, namun boleh dalam kondisi darurat. Namun jika seseorang ingin agar pekerjaannya berkah dan berpahala di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala, hendaknya sebisa mungkin seorang dokter atau perawat mejauhkan diri dari hal-hal yang akan menjatuhkan mereka ke dalam kemaksiatan. Contohnya juga adalah seorang dokter laki-laki yang memiliki asisten perempuan, yang akhirnya membuat mereka berdua sering dalam kondisi berduaan. Meskipun di antara mereka tidak ada rasa saling tertarik, akan tetapi mereka telah terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berkhalwat. Maka jika hal tersebut tidak bisa untuk dirubah, maka setidaknya mereka melakukan hal-hal yang mudah untuk dilihat oleh orang lain.

  1. Hendaknya seseorang bekerja secara professional

Seorang dokter atau perawat hendaknya melakukan pekerjaannya secara professional. Bahkan jika memungkinkan, hendaknya mereka merawat dan mengobati pasien seperti halnya mereka merawat dan mengobati keluarganya yang sedang sakit. Dengan bergitu terkadang seseorang bisa bekerja dengan sangat teliti, berhati-hati dalam mengambil kesimpulan, dan akhirnya seorang dokter bekerja dan berusaha dengan giat untuk kesembuhan pasien. Dan memang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan dengan tekun.” (Syu’abul Iman 7/233 no. 4930)

Dalam hadits ini mencakup seluruh jenis pekerjaan. Baik bagi seorang dokter, guru, insinyur, ustadz, dan yang lainnya. Maka bagi seorang dokter hendaknya juga memberikan resep obat yang sesuai dengan penyakitnya. Karena ketahuilah bahwa dari pekerjaan kita juga akan dimintai pertanggungjawaban.

Inilah yang bisa kita bahas pada kesempatan kali ini, semoga para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya bisa menjadi pribadi yang salih dan salihah, dan juga menjadikan pekerjaan tersebut sebagai sarana untuk meraih surga Allah Subhanahu wa ta’ala.

***********

Penulis: Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA
(Pengajar di Masjid Nabawi Madinah)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Khazanah IslamMuslim Profesional dan KontributifTazkiyah An-Nafs
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Abdul Kahar Muzakkir, Muhammadiyah dan Kepahlawanan

Next Post

Pelanggaran HAM Terhadap Uighur Terkatagori Papan Atas

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Muh Akbar
    Agustus 17, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      901 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Kiyai Muhammad Zaitun Rasmin mengecam keras aksi promosi minuman keras (miras) yang menggunakan tantangan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick pemasaran.  Aksi tersebut menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan sebuah booth produk minuman beralkohol memberikan tantangan hafalan Surah Ad-Duha kepada pengunjung beredar luas di media sosial.  Menurut Kiai Zaitun Rasmin, penggunaan Al-Qur’an untuk kepentingan pemasaran produk yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan sangat melukai perasaan umat Islam.  “Demi marketing, demi gimmick, Al-Qur’an yang sangat dimuliakan umat Islam justru dilecehkan. Ini melukai hati seluruh umat Islam,” tegas Kiai Zaitun, Rabu, (12/8/2026).  Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan dengan permintaan maaf atau klarifikasi dari pihak terkait. Menurutnya, kasus tersebut perlu diusut secara serius untuk memastikan adanya pertanggungjawaban.  “Ini harus diusut dan dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.  Kiai Zaitun berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku usaha serta penyelenggara kegiatan agar menghormati nilai-nilai agama dan tidak menggunakan simbol ataupun ajaran agama sebagai gimmick pemasaran yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.  #zaitunrasmin #nasional #mui #penistagama
    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    Next Post

    Inilah Rahasia Tidak Berkahnya Harta Riba

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media