• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Kamis, Juli 2, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    PP LIDMI 2026–2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    PP LIDMI 2026–2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

    MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

    MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    PP LIDMI 2026–2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    PP LIDMI 2026–2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

    MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

    MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Dari Raja Ampat Hingga Sultan Papua: 500 Tahun Islam di Papua

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 16 mins read
Juni 16, 2026
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Gema Takbir mengumandangkan kebesaran Allah di nusantara ternyata meluas, bahkan hingga ke Papua. Lautan luas diterabas, ombak diterjang oleh muslim untuk menyiarkan Islam ke penjuru nusantara. Di bumi Papua, kita dapat merasakan kehadiran dakwah Islam, bahkan sejak lima ratus tahun yang lalu.

Papua sendiri telah dikenal sejak lama. Pada masa Kerajaan Sriwijaya, Papua disebut Janggi. Pelaut Portugis yang pernah singgah di Papua tahun 1526-1527 menyebutnya ‘Papua.’ Namun ada pula yang menyebutnya Isla de Oro (Island of Gold). Kemiripan fisik orang Papua dengan orang Afrika membuat pelaut Spanyol menyebutnya ‘Nieuw Guinea’, merujuk pada wilayah Guinea di Afrika Barat.[1] Papua, mungkin juga berasal dari bahasa Melayu, pua-pua, yang berarti keriting. Istilah ini dipakai oleh William Mardsen tahun 1812, dan terdapat dalam salah satu kamus bahasa Melayu -Belanda karya Von der Wall tahun 1880, dengan kata ‘papoewah’ yang berarti orang yang berambut keriting.[2]

Istilah Papua sendiri tampaknya berasal dari bahasa Tidore, Papo Ua, yang berarti tidak bergabung atau tidak bersatu. Maksudnya adalah wilayah luas dan tanah besar itu (Papua) tidak termasuk ke dalam induk kesultanan Tidore.[3]

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Berbagai sebutan untuk Papua menyiratkan pada kita, akan keragaman bangsa yang berinteraksi dengan orang-orang Papua. Salah satu bangsa yang diketahui berhubungan dagang dengan orang-orang Papua adalah pedagang Cina. Pertukaran barang seperti porselin dan tembikar terjadi diantara mereka. Bahkan di kalangan masyarakat Seruni, terdapat keturunan Cina. Hubungan lain tercipta antara Kerajaan Majapahit dengan orang-orang Papua. Terutama dengan penduduk Papua di Onin (Wwanin), Fakfak. Hubungan ini diketahui dari Syair Negarakertagama karya Empu Prapanca (1365M), dalam sebuah bait syair disebutkan kata Wwanin (Onin, Fakfak) dan Sran (Kowiai atau Kaimana).[4]

Tak hanya dengan bangsa di Asia, para penjelajah Eropa juga telah mengunjungi Papua sejak abad ke 16. Tahun 1526, misalnya, Gubernur Portugal pertama di Maluku bernama Jorge de Menesez mengunjungi Pulau Waigeo (Raja Ampat). Tahun 1545, Kapten Ynigo Ortiz de Retez  dari Spanyol mencapai sekitar Sarmi, di muara Sungai Mamberamo. Ia kemudian memberi nama pulau itu (Papua) Nueva Guinea.[5] Hubungan orang Papua, yaitu Raja Waigeo dengan orang Portugis bisa ditelusuri dari catatan perjalanan Miguel Roxo de Brito, yang menjelajah ke Raja Ampat tahun 1581. Dari catatan De Brito, tampaknya dapat kita simpulkan Raja Waigeo telah memeluk agama Islam.[6]

Peta Papua di masa lalu. Sumber foto: Papuaweb.org
Peta Papua di masa lalu. Sumber foto: Papuaweb.org

Kontak-kontak orang-orang Papua dengan berbagai pihak tersebut biasanya sebatas perdagangan. Namun kontak orang-orang Papua dengan muslimlah yang kemudian memberikan dampak yang berbeda. Kontak orang-orang Papua dengan muslim tak hanya terbatas pada soal perdagangan, namun juga perubahan hidup mereka dengan memeluk Islam.

Syiar Islam di Bumi Papua terjadi terutama terkonsentrasi di wilayah Papua Barat, mulai dari Raja Ampat hingga Fakfak. Ada beberapa versi mengenai masuknya Islam di Papua. Kebanyakan sumber sejarah masuknya Islam di Papua berdasarkan sumber-sumber lisan masyarakat setempat. Versi Papua, misalnya, berdasarkan legenda di masyarakat setempat, khususnya di Fakfak. Versi ini menyebut Islam bukanlah dibawa dari luar seperti Tidore atau pedaganh Muslim, tetapi Papua sudah Islam sejak Pulau Papua diciptakan oleh Allah. Versi ini tentu saja tidak bisa diterima, namun secara tersirat versi ini menandakan Islam di Papua telah menjadi kepercayaan yang menyatu dengan masyarakat setempat.[7]

Versi lain adalah versi Aceh. Versi ini berdasarkan sejarah lisan dari daerah Kokas (Fakfak) yang menyebutkan Syekh Abdurrauf dari Kesultanan Samudera Pasai mengirim Tuan Syekh Iskandar Syah untuk berdakwah di Nuu War (Papua) tahun 1224. Syekh Iskandar kala itu membawa beberapa kitab yakni mushaf Al Qur’an, kitab hadits, kitab tauhid dan kitab kumpulan doa. Ada pula manuskrip yang ditulis di atas pelepah kayu, mirip daun lontara. Beberapa manuskrip tersebut diyakini selamat hingga saat ini. Namun versi ini perlu dipertimbangkan kembali, mengingat btu nisan Sultan pertama Pasai, Malik As Shalih di Pasai berangka tahun 1297M. Artinya, abad ke 13 adalah masa-masa awal Kesultanan Samudera Pasai. Dakwah Kesultanan Samudera Pasai saat itu (abad ke 13) sepertinya masih terkonsentrasi di Sumatera, mengingat saat itu, wilayah-wilayah lain di Sumatera pun belum sepenuhnya memeluk Islam. Manuskrip warisan yang disimpan hingga kini, akan lebih baik jika diteliti secara filologi.

Menurut tradisi lisan lain di Fakfak, Islam disebarkan oleh mubaligh bernama Abdul Ghafar asal Aceh pada tahun 1360-1374 di Rumbati. Makam dan Masjid Rumbati menjadi peninggalannya. Namun informasi lain menyebut Abdul Ghafar datang ke Rumbati tahun 1502 M. Kemungkinan ini perlu ditinjau kembali, terutama dalam hal waktu masuknya Islam. Kemungkinan Abdul Ghafar datang pada abad ke 16, bersamaan dengan masa keemasan Kesultanan Ternate dan Tidore sebagai bandar jalur sutera dan meluaskan kekuasaannya dari Sulawesi hingga Papua.[8]

Versi lain masuknya Islam di Papua adalah versi Arab. Versi ini menyebutkan Islam di Papua disebarkan oleh seorang sufi bernama Syarif Muaz al Qathan (Syekh Jubah Biru) dari Yaman , yang terjadi pada abad ke 16. Hal ini sesuai dengan adanya Masjid Tunasgain yang dibangun sekitar tahun 1587. Informasi lain menyebut Syekh Jubah Biru datang pada tahun 1420M.[9]

Pendapat yang tampaknya lebih kuat mengenai masuknya Islam di Papua adalah datangnya Islam di Papua melalui Kesultanan Bacan (Maluku). Di Maluku terdapat empat Kesultanan, yaitu, Bacan, Jailolo, Ternate dan Tidore (Moloku Kie Raha atau Mamlakatul Mulukiyah).[10]  J.T. Collins, menyebutkan, berdasarkan kajian linguistik, Kesultanan Bacan adalah Kesultanan tertua di Maluku. Syiar Islam oleh Kesultanan Bacan disebarkan di wilayah Raja Ampat.

Terbentuknya Kolano Fat (Raja Ampat atau Raja Empat, dalam bahasa Melayu) di kepulauan Raja Ampat oleh Kesultanan Bacan, dapat dilihat dari nama-nama gelar di kepulauan tersebut; (1)  Kaicil Patra War, bergelar Komalo Gurabesi (Kapita Gurabesi) di Pulau Waigeo, (2) Kaicil Patra War bergelar Kapas Lolo di Pulau Salawati. (3) Kaicil Patra Mustari bergelar Komalo Nagi di Misool, (4) Kaicil Boki Lima Tera bergelar Komalo Boki Sailia di Pulau Seram.Isitilah Kaicil adalah gelar anak laki-laki Sultan Maluku. Menariknya, nama Pulau Salawati menurut tutur lisan masyarakat setempat,, diambil dari kata Shalawat.[11]

Ada beberapa nama tempat yang merupakan pemberian Sultan Bacan. Seperti Pulau Saunek Mounde (buang sauh di depan), Teminanbuan (tebing dan air terbuang), War Samdin (air sembahyang). War Zum-zum (penguasa atas sumur) dan lainnya. Nama-nama tersebut merupakan bukti-bukti peninggalan nama-nama tempat dan keturunan Raja Bacan yang menjadi Raja-raja Islam di Kepulauan Raja Ampat. Kemungkinan Kesultanan Bacan menyebarkan Islam di Papua sekitar pertengahan abad ke 15 dan kemudian abad ke 16, terbentuklah kerajaan-kerajaan kecil di Kepulauan Raja Ampat, setelah para pemimpin-pemimpin Papua di Kepulauan tersebut mengunjungi Kesultanan Bacan tahun 1596.[12]

Pendapat ini didukung pula oleh catatan sejarah Kesultanan Tidore ‘Museum Memorial Kesultanan Tidore Sinyine Malige’, yang menyebutkan Sultan Ibnu Mansur (Sultan Tidore X) melakukan ekspedisi ke Papua dengan satu armada kora-kora. Ekspedisi ini menyusuri Pulau Waieo, Batanta, Salawati, Misool di Kepulauan Raja Ampat. Di wilayah Misool, Sultan Ibnu Mansur yang sering disebut Sultan Papua I, mengangkat Kaicil Patra War, putra Sultan Bacan dengan gelar Komalo Gurabesi. Kacili Patra War kemudian dinikahkan dengan putri Sultan Ibnu Mansur, yaitu Boki Thayyibah. Dari penikahan inilah Kesultanan Tidore memperluas pengaruhnya hingga ke Raja Ampat bahkan hingga Biak.[13]

 

Peta Indonesia Timur. Sumber foto: Andaya, Leonard Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.
Peta Indonesia Timur. Sumber foto: Andaya, Leonard Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.

Penyebaran Islam kemudian juga disebarluaskan ke berbagai wilayah pesisir Papua Barat, seperti Kokas, Kaimana, Namatota, Kayu Merah, Aiduma dan Lakahia oleh para pedagang muslim seperti dari Bugis, Buton, Ternate dan Tidore. Kehadiran orang Buton diperkuat dengan kesaksian Luis Vaes de Torres di tahun 1606. Ia menyebutkan di daerah pesisir Onin (Fakfak) telah menetap orang Pouton (Buton) yang berdagang dan menyebarkan agama Islam.[14]

Syi’ar Islam di Papua menjadi lebih mudah karena kesamaan budaya dan bahasa. Bahasa yang dipakai tergolong bahasa-bahasa dari rumpun Austronesia, seperti bahasa di Bacan dan Sula (bahasa Biak di Raja Ampat; Tobelo dan bahasa Onin di Fakfak dan Seram; maupun bahasa non Austronesia seperti di Ternate; Tidore dan Jailolo karena masuk golongan Bahasa Halmahera Utara, yaitu bahasa Galela). Bahasa Onin telah lama digunakan sebagai lingua franca yang berguna sebagai bahasa untuk perdagangan dan penyebaran agama Islam. Bahasa ini dipakai oleh kalangan pedagang dan elit (pemimpin masyarakat) yang terdapat di pesisir pantai selatan ‘Kepala Burung’ dan Semenanjung Bomberey (Fakfak dan Kaimana).[15]

Peta Raja Ampat. Sumber foto: Andaya, Leonard Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.
Peta Raja Ampat. Sumber foto: Andaya, Leonard Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.

Kemudahan komunikasi dengan para pemimpin masyarakat Papua, yang kemudian memeluk Islam, mendorong berdirinya kerajaan-kerajaan (Petuanan) otonom di bawah Kesultanan Tidore. Kerajaan-kerajaan (Petuanan) ini terdapat di Raja Ampat (Kolano Fat), yang tetap terpatri hingga kini sebagai identitas Pulau Papua. Kerajaan di Raja Ampat terdiri dari Kerajaan Waigeo (yang berpusat di Weweyai), Kerajaan Salawati (berpusat di Sailolof), Kerajaan Misool (berpusat di Lilinta) dan Kerajaan Batanta.[16] Kerajaan-kerajaan ini berdiri dengan perangkatnya masing-masing, yang diberi gelar oleh Kesultanan Tidore, sebagai imbal atas upeti kerajaaan tersebut kepada Kesultanan Tidore.[17]

Di wilayah Fakfak dan Kaimana kerajaan-kerajaan (Petuanan) ini terbagi menjadi sembilan, yaitu Petuanan Namatota, Komisi, Fatagar, Ati-ati, Rumbati, Pattipi, Sekar, Wertuar dan Arguni. Pengaruh Kesultanan Tidore di Kerajaan Wertuar misalnya, dapat dilihat dari pelantikan Raja Wertuar VII yang dilakukan oleh Sultan Tidore, Muhammad Tahir Alting pada tahun 1886. Sedangkan di Kampung Ugar, Fakfak, terdapat dokumen  silsilah Raja-Raja Ugar beraksara Arab, yang tertulis tahun 1929 M.[18]

Pengaruh Islam kepada masyarakat papua dapat diperkirakan dengan melihat penerapan ajaran Islam yang terdapat di masyarakat Papua saat itu. Penerapan hukum Islam, misalnya, telah diterapkan masyarakat Pulau Misool, hinggak akhir masa kolonial Belanda. Di sana terdapat Hakim Syara’ yang bertugas mengurusi perihal perkawinan, kematian dan sholat berjamaa’ah. Kehadiran Masjid-masjid tua, seperti misalnya Masjid Tunasgain, yang diperkirakan dibangun sejak tahun 1587. Atau di Patimburak, yang diperkirakan sejak abad ke 19.[19]

Kehadiran Masjid ini selain peninggalan fisiknya, dapat pula kita perkirakan kedudukannnya dalam masyarakat. Kehadiran Masjid sejak abad ke 16, menandakan sejak lama telah dilaksanakannya pendidikan Islam melalui khotbah Jum’at. Kehadiran Masjid bisa pula kita perkirakan berfungsi sebagai tempat pendidikan, meski dalam bentuk yang sederhana di masyarakat. Pola pendidikan sederhana ini dapat kita telusuri dengan ditemukannya kitab Barzanji, bertanggal 1622 M dalam bahasa Jawa Kuno dan teks khutbah Jum’at yang bertarikh 1319 M.[20] Kehadiran kitab Barzanji, dapat kita perkirakan sebagai upaya untuk menumbuhkan tradisi Islam dalam masyarakat.

Pengaruh Islam lainnya dalam masyarakat, dapat dilihat dari nama-nama yang terdapat dalam masyarakat papua pribumi. Di desa Lapintol dan Beo, pada umumnya, kaum pria memakai nama-nama Arab seperti Idris, Hamid, Abdul Shomad, atau Saodah untuk perempuan.[21] Islam juga mengubah penampilan masyarakat. Jika di pedalaman Papua, masyarakat aslinya belum berpakaian, dan hanya menutup bagian vitalnya saja, maka di pesisir penduduk Papua keadaan sangat berbeda.[22] Tak dapat dipungkiri, Syiar Islam di Papua mengalami proses yang gradual. Masih dapat ditemukan muslim Papua saat itu yang mempercayai kepercayaan Animisme atau kepercayaan lokal lainnya. Proses penyebaran Islam melalui kepala suku atau pemimpin masyarakat, membuat syi’ar Islam sangat bergantung kepada kepedulian kepala suku tersebut. Syiar Islam di Papua sedikit banyak juga terpengaruh oleh dinamika yang terjadi di Maluku.

Pasang-surutnya kekuasaan Kesultanan Tidore mempengaruhi kehidupan yang terjadi di Papua. Kehadiran bangsa asing yang menjajah Maluku, seperti Portugis, Inggris, Spanyol dan Belanda berpengaruh besar terhadap kekuasaan Kesultanan Tidore dan Ternate. Kedudukan Kesultanan Tidore pada masa Sultan Saifuddin yang sebelumnya sejajar dengan Belanda, lama kelamaan mengalami masa surut.[23]

Konflik internal dan suksesi kepemimpinan di Kesultanan Tidore ikut menyeret Belanda ke dalam pusaran konflik. Pergantian kepemimpinan di Kesultanan Tidore lambat laun melibatkan campur tangan VOC (Belanda). Kesultanan Tidore dan Ternate yang saling bertikai, memaksa keduanya bertekuk di bawah VOC dan menjadi vasal VOC. Hal ini berdampak pada pengaruh Kesultanan Tidore di Papua. Kesultanan Tidore mulai kehilangan pengaruhnya di Papua terutama sejak abad ke 18.[24]

Kondisi Kesultanan Tidore yang lemah, membuat seorang Pangeran Kesultanan Tidore, yaitu Pangeran Nuku memberontak terhadap kekuasaan Tidore. Pangeran Nuku kemudian menjadi simbol perlawanan terhadap VOC yang bersekutu dengan Sultan Tidore serta Ternate.Perlawanan Pangeran Nuku yang anti Belanda, menggerogoti kekuasaan Belanda di Maluku. Pangeran Nuku tidak saja mampu memperoleh dukungan dari orang-orang di Tidore, Ternate, Seram, dan juga Halmahera, tetapi ia terutama memperoleh dukungan dari orang-orang Papua terutama di Raja Ampat. Dukungan orang-orang Papua di Raja Ampat, membuatnya bergelar Sultan Papua II. Meneruskan Sultan Ibnu Mansur (Sultan Tidore X) yang bergelar Sultan Papua I.[25]

Kekuatan pasukan Pangeran Nuku begitu hebat, terutama saat ia bersekutu dengan Inggris untuk memerangi VOC. Yang menarik, Pangeran Nuku juga disebutkan didukung oleh ulama dan tokoh haji berpengaruh, yaitu Haji Umar. Ambisi Pangeran Nuku untuk membebaskan dan memunculkan kembali empat Kesultanan Maluku memang tak tercapai. Namun ia berhasil membebaskan Kesultanan Tidore dari pengaruh Belanda. Hingga ia wafat (1805), Kesultanan Tidore mampu berdiri tanpa pengaruh Belanda. Namun Semenjak ia wafat, Kesultanan Tidore tak mampu lagi mempertahankan kemerdekaannya. Belanda kembali menguasai Kesultanan Tidore.[26]

Masuknya kembali pengaruh Belanda ke Kesultanan Tidore membawa pengaruh besar di Papua. Belanda akhirnya terjun langsung ke bumi Papua, untuk menegakkan kekuasaannya. Motivasi Belanda menguasai langsung Papua setidaknya terdapat lima motif, (1) Belanda hendak mencegah intervensi asing seperti Inggris ke wilayah Papua. (2) Belanda juga berhasrat untuk melindungi kekuasaannya di Maluku. (3) Belanda memiliki kepentingan ekonomi di Papua, terutama dari hasil produk hutan, laut dan eksplorasi agararia. (4) Melindungi Belanda dari perompak, yaitu Suku Tugeri (Marind-Anim) di Papua. (5) Belanda hendak mendukung penyebaran Kristen (Katolik dan Protestan) di Papua.[27]

Belanda mendirikan benteng pertamanya di Papua, yaitu Benteng Du Bus. Dinamakan Benteng Du Bus, sebagai penghargaan terhadap Komisaris Jenderal Hindia Belanda, L.P.J. du Bus de Gesignies yang mengusulkan dibangunnya pos perdagangan di Papua (1826-1830). Belanda kemudian mengumumkan kepemlikan Raja Netherland atas seluruh wilayah Papua bagian barat, kecuali yang menjadi hak Sultan Tidore di Mansarij, Karandefur, Ambapura dan Umbarpon.[28] Meski Benteng Du Bus tak bertahan lama, namun hal ini menandakan berkuasanya Belanda di Papua secara langsung, setelah selama ini mereka ‘berkuasa’ melalui perantara Kesultanan Tidore. Namun pada kenyataannya Belanda mengalami kesulitan mengontrol Papua bagian barat, terutama pesisir bagian selatan. Di wilayah itu (Fakfak), masyarakat pribuminya beragama Islam, dan secara struktur kekuasaan berbentuk kerajaan (pertuanan) sehingga lebih dekat kepada pengaruh Tidore.[29]

Di antara kelima motif Belanda di Papua, mungkin dukungan Belanda terhadap penyebaran Kristen Protestan dan Katolik di Papua, yang paling berpengaruh negatif terhadap syi’ar Islam di Papua. Belanda amat mendukung Kristenisasi di Papua. Kristenisasi di Papua di mulai sejak 5 Februari 1855 dengan kehadiran Carl Willem Ottow dan Johann Gottlob Geissler di Mansinam, Manokwari.[30] Mereka berdualah yang kelak dijuluki ‘Rasul Papua’, dan tanggal kehadiran mereka kini diperingati setiap tanggal 5 Februari oleh Gereja Kristen Injili di Papua.[31] Dengan mendukung Kristenisasi di Papua maka, Belanda mendapatkan justifikasi untuk menduduki Papua, menutupi motif utama mereka, mengeruk keuntungan dari tanah Papua.

Di Papua bagian barat, penyebaran Kristen (Zending) bersaing dengan Missi Katolik. Para zending dibantu oleh guru zending yang berasal dari Ambon dan Manado-Sanger. Sedangkan missionaris Katolik dibantu guru yang berasal dari Kei. Kehadiran zending dan missi di Papua bagian barat ini menjadikan penduduk pribumi Papua memeluk Katolik dan Kristen. Namun lain halnya dengan Papua bagian selatan. Di wilayah ini dikuasai missi Katolik, sebagai akibat dari kebijakan Asisten Residen Kroesen. Pada Agustus 1905, missi Katolik dimulai dengan kehadiran Pastor H. Nollen, Pastor P. Braun dan Bruder Roessel di Merauke. Mereka mulai memfokuskan pada kajian bahasa, mengajarkan membaca, berhitung dan menulis. Tahun 1921 missi Katolik mulai mendirikan sekolah-sekolah bagi anak-anak Papua.[32]

Di Papua wilayah tengah, lembaga zending Christian and Missionary Alliance membuka pos penginjilan mereka di Baliem. Missi Katolik juga turut serta di wilayah ini. Namun daya cakupan zending lebih luas dibandingkan lainnya. Bagaimanapun, pemerintah kolonial mendukung penuh penyebaran Kristen dan Katolik di Papua,[33] hal ini bertolak belakang dengan sikap mereka terhadap syi’ar Islam di Papua. Tak ada dukungan, misalnya untuk anak-anak muslim pribumi di Papua.[34]

Syi’ar Islam sejak bercokolnya Belanda di Papua, lebih banyak bergantung kepada umat Islam itu sendiri. Tahun 1910, Haji Abdul Majid mulai mendirikan pendidikan Islam dan  masjid pertama di Jayapura. Ia pulalah yang menjadi imam masjid tersebut. Di Merauke, tahun 1908, seiring dibukanya perkebunan kapas, pemerintah Belanda mendatangkan orang-orang Jawa di wilayah tersebut. Anak-anak pendatang ini kemudian mempelajari agamanya dengan bantuan guru mengaji.[35]

Tahun 1930, Tengku Bujang, seorang yang berstatus diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda (Digulis), tiba di Merauke dan memulai dakwahnya dengan membangun Masjid Sepadin. Di Masjid inilah ia memulai khotbah Jumat dengan bahasa Indonesia. Ia pula yang mempelopori Sholat Ied di lapangan. Di Merauke ia kemudian membentuk Muhammadiyah. Antara tahun 1933-1936 Muhammadiyah mengirimkan tiga orang mubaligh ke Papua, yaitu Ustadz Jais, Ustadz Asarar dan Ustadz M, Chatib.[36]

Di Fakfak, Muslim Papua membentuk Kesatuan Islam Nieuw Guinea (KING), yang dipimpin oleh Raja Rumbati, yaitu Haji Ibrahim Bauw. Ia kemudian membuka sekolah Islam. Tahun 1933, bersama pembimbingnya, Daeng Umar, ia mendirikan Muhammadiyah Fakfak. Namun hal ini tak berlangsung lama, Haji Ibrahim ditangkap dan Daeng Umar diasingkan ke tempat lain. Tahun 1950, bahkan pekerja-pekerja Muslim yang ada di Jayapura dikembalikan secara besar-besaran ke luar Papua. Jayapura menjadi kosong dari penduduk Muslim. Masjid Jayapura pun dijadikan bar dan restoran.[37]

Pemerintah Belanda memang bersikap diskriminatif terhadap muslim di Papua. Buku-buku agama Islam sulit diperoleh, sehingga didatangkan dari Jawa atau daerah lainnya. Pemerintah Belanda, hanya mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak muslim, yaitu Openbare Vervolg School (O.V.V.S), itupun dilakukan menjelang pengalihan kekuasaan Belanda pada Indonesia ditahun 1960-an.[38]

Syi’ar Islam di Papua semakin semarak sejak Papua bergabung dengan Indonesia. Pemerintah kemudian mendirikan berbagai sekolah, termasuk sekolah pendidikan Agama Islam di Papua. Syi’ar Islam kembali menguat sejak dibukanya program transmigrasi di era Orde Baru.[39] Muslim-muslim yang hadir di Papua meneruskan kembali dakwah Islam di Papua yang telah dimulai setidaknya sejak 500 tahun yang lalu, ketika Islam menjadi agama pertama yang masuk ke Papua. Maka sungguh ironis jika umat Islam, yang telah hadir di Papua sejak 500 tahun yang lalu, diintimidasi dalam melaksanakan ibadah dan syi’ar agamanya.

Catatan Kaki: 


[1] Wanggai, Toni Victor M. 2008. Rekonstruksi Sejarah Umat Islam di Tanah Papua. Disertasi tidak diterbitkan. Jakarta:  Sekolah PascaSarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

[2] Gelpke, J Sollewijn. 1993. On the Origin of the Name Papua. BKI Vol 149 No: 2.Leiden.

[3] Wanggai, Toni Victor M. 2008.

[4] Ibid

[5] Ibid

[6] Gelpke, JHF Sollewijn. 1994. The Report of Miguel Roxo de Brito in His Voyage in 1581-1582 To the Raja Ampat, the MacClur Gulf and Seram. BKI Vol 150 No: 1 Leiden.

[7] Ibid

[8] Ibid

[9] Ibid

[10] Ibid

[11] Ibid

[12] Ibid

[13] Ibid

[14] Ibid

[15] Ibid

[16] Ibid

[17] Sinaga, Rosmaida. 2013. Masa Kuasa Belanda di Papua: 1898-1962. Depok: Komunitas Bambu.

[18] Ibid

[19] Ibid

[20] Ibid

[21] Ibid

[22] Andaya, Leonard Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.

[23] Ibid

[24] Ibid

[25] Satrio Widjojo, Muridan. 2002. Cross-Cultural Alliance-Making and Local Resistance in Maluku during Revolt of Prince Nuku, c. 1780-1810. Leiden: Universitas Leiden.

[26] Ibid

[27] Sinaga, Rosmaida. 2013.

[28] Ibid

[29] Wanggai, Toni Victor M. 2008.

[30] Sinaga, Rosmaida. 2013.

[31] Wanggai, Toni Victor M. 2008.

[32] Sinaga, Rosmaida. 2013.

[33] Ibid

[34] Wanggai, Toni Victor M. 2008.

[35] Ibid

[36] Ibid

[37] Ibid

[38] Ibid

[39] Ibid

************

Penulis: : Beggy Rizkiansyah
(Jejak Islam untuk Bangsa)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Beggy RizkiansyahIslam dan IndonesiaJejak Islam untuk Bangsa (JIB)Sejarah Islam di IndonesiaSejarah Islam di Papua
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

100 Tahun HM Rasjidi: Benteng Aqidah Umat

Next Post

ACT Sulsel Resmikan Pembangunan Masjid Darussalam Mualaf Makula Pinrang

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Aktivis Komite Solidaritas Palestina, Member of Ummah International & Saladin Comunity.

    LIBERATION OF AL AQSA

    Kesaksian Jurnalis Gaza: Dipukuli, Dirantai, hingga Ditolak Berobat di Penjara Israel
    BAITUL MAQDIS

    Kesaksian Jurnalis Gaza: Dipukuli, Dirantai, hingga Ditolak Berobat di Penjara Israel

    Juni 28, 2026
    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman
    BAITUL MAQDIS

    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman

    Juni 23, 2026
    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan
    BAITUL MAQDIS

    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan

    Juni 17, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa
    BAITUL MAQDIS

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol
    KABAR DUNIA

    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk
    PILIHAN EDITOR

    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk

    by Muh Akbar
    April 25, 2026
    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla

    by Muh Akbar
    April 22, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1639 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      899 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    PALESTINA TERKINI

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Juli 1, 2026
    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    Juni 28, 2026
    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Juni 23, 2026
    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Juni 21, 2026
    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Juni 18, 2026
    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Juni 16, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026
    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Juni 16, 2026
    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Juni 16, 2026
    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Juni 16, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Serangan Isr4el tidak hanya merobek-robek tenda-tenda, serangan itu juga memaksa sekitar 200 keluarga pengungsi Palestina di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, untuk mengungsi. Akibatnya, telah menghancurkan satu-satunya tempat berlindung mereka serta sedikit barang-barang yang tersisa. Inilah tujuan pendudukan Israel di Jalur Gaza hari ini: membunuh anak-anak dan menargetkan warga sipil yang tidak bersalah. Di tengah puing-puing dan kehancuran, rakyat Gaza terus bertanya: Di mana para mediator yang dahulu menjanjikan gencatan senjata? Sampai kapan dunia akan tetap diam menyaksikan pembantaian ini? Sejak kemarin hingga saat ini, jumlah korban tewas telah melampaui sepuluh orang, sementara serangan dan pemboman Israel di Jalur Gaza terus berlanjut. Menurut sumber kesehatan, jumlah korban tewas sejak pelanggaran gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025 telah meningkat menjadi 1.045 orang, ditambah 3.380 orang terluka. Jangan pelit do'akan yang terbaik untuk saudara-saudara kita di Gaza. Semoga Allah berikan ketabahan dan kemenangan serta kesyahidan bagi yang telah meninggal. Allahumma Aamiin... 🙌🙌 #gaza #palestina #freepalestine🇵🇸 #genosida #gazaunderattack
    • Mau dibilang toleransi dan menghargai hak manusia, kalau yg namanya LGBT gak ada toleransinya.  Kalau memang mau dianggap manusia, maka berlakulah selayaknya manusia normal.  Ditakdirkan jadi laki-laki atau perempuan, maka jadilah seperti apa yg sudah Allah tetapkan. Nggak usah belok’ menyalahi kodrat.  Selain melanggar norma, LGBT merugikan diri sendiri dan orang lain. Di agama manapun nggak ada namanya LGBT.  Tobatlah para LGBT!!!  SC: @iyuztagram  #lgbt #tolaklgbt #nasional #penyimpanganseksual
    • Menteri Diaspora Israel Amichai Chikli: Turki pimpinan Erdogan dan Suriah pimpinan Syariah merupakan ancaman yang lebih besar bagi kita daripada Iran. Mereka ingin menghidupkan kembali Kekaisaran Ottoman dan Kekhalifahan. Mereka ingin Yerusalem menjadi wilayah mereka lagi. Sejarah mencatat bahwa 2 penakluk Baitul Maqdis (Umar bin Khattab dan Shalahuddin al-Ayyubi) adalah orang yang berada di luar Baitul Maqdis atau Palestina. Semoga Allah kuatkan para pejuang dan pemimpin muslim untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa dari cengkraman Zi0nis Isr4el.. Allahumma Aamin... #masjidalaqsa #baitulmaqdis #türkiye #erdoğan #suriah
    • 🍉 AL AQSHA TANPA PENJAGA Pengetatan terhadap akses para petugas penjaga Al Aqsha oleh pihak penjajah. Ada peringatan serius mengenai upaya mengosongkan Masjid Al-Aqsa dan membatasi kewenangan lembaga wakaf Islam, di tengah tindakan yang disengaja untuk mengisolasi para penjaga masjid serta menjauhkan mereka dari tugas mereka. Semoga Al-Aqsa segera merdeka dari tangan-tangan kotor Zi0nis... #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #islam #masjid
    • Hari Jumat adalah hari terbaik yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan. Di hari ini, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memperbanyak shalawat. Sebab shalawat bukan sekadar rangkaian kata yang terucap di lisan, tetapi bukti cinta kepada manusia terbaik yang telah membawa kita dari kegelapan menuju cahaya Islam. Betapa sering kita mengingat orang-orang yang kita cintai. Namun, sudahkah hari ini kita mengingat Nabi Muhammad ﷺ yang begitu mencintai umatnya? Mari luangkan waktu sejenak. Hentikan kesibukan, tenangkan hati, lalu perbanyak shalawat. Semoga setiap shalawat yang kita lantunkan, menjadi jalan untuk mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ kelak di hari kiamat. Di hari yang mulia ini pula, saat lisan kita bershalawat, jangan lupakan Al-Aqsa dalam munajat kita. Sebab di sana ada saudara-saudara kita yang menjaga tanah yang diberkahi dengan air mata, kesabaran, dan pengorbanan. Semoga setiap doa menjadi sebab terjaganya Masjid Al-Aqsa serta terbebaskannya Palestina. _Aamin ya Rabbal Alamin_ 🤲🤲🤲 اللهم صل وسلم على نبينا محمد اللهم احفظ الأقصى وانصر أهل فلسطين 🤍 #jumat #shalawat #cintarasulullahﷺ #masjidalaqsa #baitulmaqdis
    Next Post

    K.H. Abdullah Syafi’ie: Bakti Sang Ulama Betawi

    Mujahid Dakwah adalah Porta media Islam Indonesia dengan visinya menebar cahaya Islam, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran. Memuat seputar artikel Islam, kolom, opini, sejarah dan peradaban, berita dunia Islam, Indonesian news. Serta menjadi pusat aspirasi dan literasi keilmuan dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media