MUJAHIDDAKWAH.COM,ย MAKASSAR – Idul Adha dirayakan pada 29 Juni 2023. Qurban adalah ibadah sunnah yang berarti binatang sembelihan seperti unta, sapi atau kerbau, dan kambing yang disembelih pada Idul Adha.
Sejarah qurban dalam Islam ini cukup panjang. Sebab ada amanah dari Allah SWT yang dititipkan terlebih dulu kepada salah seorang nabi utusannya yaitu Ibrahim AS.
Selain menjalankan ibadah, Idul Adha penting diperhatikan dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian, agar lebih sehat dan higenis.
“Daging kurban merupakan bahan pangan yang memiliki potensi bahaya biologi, fisik, dan kimia yang dapat terjadi selama proses penyediaannya mulai dari pemotongan, sehingga diperlukan perhatian khusus dalam penerapan kebersihan dan sanitasi selama proses penanganan hewan qurban, bahkan termasuk hal yang penting untuk diperhatikan adalah wadah untuk daging kurban yang umum dipakai di masyarakat adalah kantong plastik berwarna, padahal dampak negatif dari plastik sangat banyak,” kata Ustaz Ariesman, S.TP., M.Si., selaku Ketua Departemen Lingkungan Hidup (DLH) DPP Wahdah Islamiyah, Rabu (27/6/2023).
Ustaz Ariesman juga menjelaskan bahwa pada praktiknya masih banyak pihak yang menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk penyaluran daging kurban kepada masyarakat, maka diperkirakan akan menghasilkan timbungan sampah kantong plastik sebanyak 119.033.720 – 119 Juta data dari KLHK 2023.
“Plastik berwarna seperti hitam sering kali mengandung pewarna dan bahan kimia tambahan lainnya untuk memberikan warna gelap. Beberapa dari zat ini dapat mengandung senyawa yang berpotensi meningkatkan risiko kanker,” tuturnya.
Dilansir dari laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pihaknya mengeluarkan himbauan tentang bahaya penggunaan kantong plastik hitam untuk wadah pangan.
“Kami dari Departemen Lingkungan Hidup menghimbau dan mengajak masyarakat menerapkan prinsip Eco Qurban saat Hari Raya Idul Adha 1444 H. Eco Qurban adalah sebuah konsep yang menggabungkan praktik berkurban dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Beberapa alternatif wadah-wadah ramah lingkungan yang bisa digunakan antara lain daun pisang, daun talas, daun jati, besek bambu, besek daun kelapa, atau besek daun pandan. Hal ini untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kegiatan kurban atau penyajian makanan,” tambahnya.
Ustaz Ariesman menegaskan bahwa penggunaan wadah-wadah ramah lingkungan ini dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, Departemen Lingkungan Hidup (DLH) DPP Wahdah Islamiyah juga membebrkan beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penampungan dan peralatan penyembelihan hewan Qurban, diantaranya:
“Ketersedian tempat penampungan melindungi hewan dari hujan dan panas matahari, kotoran hewan dibersihkan, ketersedian air bersih yang memadai, pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan tajam dan bersih, ketersedian lubang penampungan darah, dan ketersedian tempat penampungan daging dan jeroan terlindungi dari panas dan hujan,” pungkasnya.
KLHK juga mendorong panitia kurban menggunakan daun, anyaman bambu, atau wadah yang bisa dipakai ulang untuk membagikan daging hewan kurban.
Selain itu, KLHK menyarankan penyediaan tempat sampah terpilah serta pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani sampah di tempat pelaksanaan shalat dan penyembelihan hewan kurban.
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom
















































































