Sekilas nampak istimewa dengan foto-foto berikut, seorang Syeikh Besar, Imam dan Khatib Tetap Masjidil Haram bahkan ketua DKM nya Masjidil Haram ikut mengepel lantai. Jika yang sudah mengenal beliau Insya Allah tidak kaget.
Bukan sekali dua kali ini beliau melakukannya. Hal lain yang menjadikan beliau disenangi para cleaner Masjidil Haram adalah beliau mudah sekali untuk membantu, bahkan untuk orang yang tidak beliau kenal sebelumnya, beliau juga sering duduk bersama dengan para Cleaning Services Masjidil Haram baik ketika makan ataupun lainnya.
Hal yang tidak pernah hilang dari beliau adalah beliau selalu menebar senyum pada siapapun yang beliau temui. Termasuk kepada jamaah.
Satu lagi kebiasaan baik beliau adalah mencoba menghafal berbagai ragam bahasa asing walau sepatah dua patah kata. Dua kebiasaan baik inilah yang atas Izin Allah menjadi wasilah masuk Islamnya lima orang China saat Kunjungan beliau di Beijing. Ceritanya begini, saat itu Syeikh menginap selama dua malam di salah satu hotel di kota Beijing.
โDi tengah malam dua warga China datang di kamar hotel, dan ia menyatakan ingin memeluk Islam. Saya jelaskan lewat seorang penerjemah lulusan salah satu Universitas Islam di Saudi, agar kunci pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadah,โ katanya seperti dikutip harian Al-Riyadh, Saudi.
Tidak beberapa lama lagi, tiga orang lainnya datang ke ruangan Sheikh Sudais yang tidak pernah ditutupnya semenjak masuk hotel hingga kembali ke negaranya. Ketiga orang warga negeri Tirai Bambu itu datang berniat yang sama. Setelah acara pengucapan kalimah syahadah, Sheikh menanyakan lewat penerjemah sebab mereka tertarik masuk Islam. Mereka serempak menjawab โtertarik dengan sikap Sheikh yang selalu hangat dengan senyum lembutโ.
โSelain itu, rasa percaya penuh kepada kami karena pintu kamar Sheikh selalu dibuka hingga meninggalkan hotel. Dan, satu lagi, sapaan Sheikh dengan bahasa China yang didapatnya pada hari pertama tiba,โ ujar mereka.
Momentum berikut baru sebagian kecil yang terekam kamera. Sebagai orang No. 1 di DKM Masjidil Haram & Masjid Nabawi (ุฑุฆุงุณุฉ ุดุคูู ุงูุญุฑู ูู), beliau terbiasa terjun langsung ke lapangan. Memastikan semua sisi pelayanan para tamu Allah purna tugasnya.
Sesekali menyapa jamaah, berbincang-bincang menanyakan kabar bahkan menawarkan bantuan. Bahkan sering sekali beliau mengucap salam terlebih dahulu sebelum orang lain (biasanya yang disapa Syeikh sampai kaget dan tidak menjawab). Masya Allah.
Seorang sahabat kami, pelajar Ma’had Al Haram yang atas izin Allah akhirnya bisa diterima masuk Ummul Quro (Yarhamhulloh) menuturkan banyak sekali kebaikan Syeikh yang tidak diexspos media, diantara adalah jasa beliau membantu kelancaran belajar para pelajar di Mahad Al Haram Mekkah dan Madinah.
Riwayat Pendidikan Syeikh Sudeis
Beliau lahir di Profinsi Qossim, tepatnya di Daerah Bukairiyah, 450km dari Kota Madinah pada tanggal 10 Februari 1960. Nama lengkap beliau Prof. Dr. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais.
Dari Bukairiyah beliau dan keluarga kemudian pindah ke Riyadh dan menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar al-Mutsanna bin Haritsah, kemudian ia masuk ke Ma’had ‘Ilmi (Sekolah Menengah Kejuruan) Riyadh. Pada usia 12 tahun beliau telah selesai menghafal al-Qur’an lengkap 30 juz dan menghafal al-Qur’an dari banyak guru di Riyadh atas bimbingan Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Alu Faryan.
Beliau juga belajar dari Syaikh al-Muqri Muhammad Abdul Majid Dzakir dan Syaikh Muhammad Ali Hasan. Dan lulus dari sekolah tersebut dengan membaca al-Qur’an menggunakan qira’at Hafs dari Ashim pada tahun 1979/1399 H dengan predikat sangat baik.
Studi magister beliau selesaikan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Jurusan Fikih pada tahun 1408 H dengan predikat Cum Laude. Kemudian melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Umm Al-Qura dengan predikat Cum Laude. Disertasi beliau berjudul “Studi dan Penelitian Kitab al-Wadhih fi Ushulul Fiqh karya Abu al-Wafa bin ‘Aqil al-Hanbali” dicetak pada tahun 1416 H.
Hari Bersejarah Syeikh Sudeis
Hari itu adalah hari Kamis, tanggal 22 Sya’ ban 1404 H (23 Mei 1984). Hari yang tidak akan pernah terlupakan oleh beliau bahkan menjadi hari bersejarah bagi beliau. Hari dimana saat itu atas izin Allah Azza Wa Jalla, pertama kali beliau menjadi Imam di Masjidil Haram. Suara tinggi nan merdu beliau mampu menghantarkan rasa haru pada mayoritas jamaah sholat waktu itu, terdengar isak tangis dari jamaah yang terbawa begitu indahnya suara beliau.
Berselang beberapa hari kemudian yaitu pada tanggal 15 Ramadhan 1404 H, atas Izin Allah pula beliau dipercaya menyampaikan khutbah Jumah pertama kali, dan Masya Allahโฆ Saat itu usia beliau baru 22 tahun.
Penghargaan Syeikh Sudeis
Selain doโa dari segenap kaum muslimin atas jasa-jasa beliau yang besar kepada ummat, beberapa organisasi pun memberikan penghargaan khusus kepada Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman as-Sudais. Di antaranya pada tahun 2005, beliau mendapatkan penghargaan sebagai โIslamic Personality Of the Yearโ (Toko Muslim Berpengaruh) dari Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) Organising Committee.
Pada tanggal 8 Mei 2012, Allah kembali memberikan anugerah besar kepada beliau dengan diangkatnya beliau menjadi kepala presidensial kepengurusan Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah ุงูุฑุฆูุณ ุงูุนุงู ูุดุคูู ุงูู ุณุฌุฏ ุงูุญุฑุงู ูุงูู ุณุฌุฏ ุงููุจูู Masya Allahโฆ
Semoga Allah senantiasa menjaga beliau, memberkahi sisa usia beliau dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala dan berkhidmah kepada Islam dan ummat Islam. Aamiin.
***********
Madinah, 12 Dzulhijjah 1442 H
Penulis: Muhammad Fauzy Ilham
Demikian Semoga Bermamfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)
















































































