MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menggelar Webinar Kemanusiaan untuk Palestina yang di adakan secara Virtual Online melalui aplikasi Zoom. Dengan mengangkat tema “SOLIDARITY FOR HUMANITY, Jeritan Palestina. Mengapa Kita Harus Peduli” yang di adakan pada 6/6/2021.

Ketua FMDKI Pusat, Fauziah Ramdani, S.Sos., M.SI mengatakan bahwa webinar kemanusian untuk palestina ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama dengan apa yang terjadi dengan saudara kita di palestina.

“Keberadaan muslimah hari ini harus diisi dengan pemahaman dan semangat juang bersama para pemuda yang tentunya memiliki peran yang sangat penting bagi perjalanan pembebasan Masjid Al-Aqsa. Semoga melalui wabinar kali ini, kiranya bisa mampu meningkatkan Ukhuwah kita sesama umat Islam, karena betapa kita sangat-sangat penting memperhatikan saudara-saudara kita di palestina,” ujarnya.

Aktivis Kemanusiaan untuk Palestina dr. Muhyina Nur menyampaikan materi tentang pentingnya solidaritas atau persatuan umat Islam dalam menjaga Al-Quds.

“Ketika umat Islam tidak lepas tanggungjawab terhadap Al-Quds maka itu merupakan awal kembalinya kebangkitan umat Islam. Tapi, kapan Al-Quds lepas dari umat Islam, maka itu merupakan awal kehancuran Islam,” tegasnya.

Dokter Muhyina Nur juga menjelaskan mengapa kita harus membela palestina. Ia mengungkapkan minimal ada tiga alasan.

“Alasan yang pertama adalah Ideologi. Di palestina ada amanah masjidil aqsa, kiblat pertama, masjid kedua di dunia, tanah suci ke tiga. Kedua adalah Politik dan Hubungan Internasional, serta ketika sisi Kemanusiaan,” pungkasnya.

Alasan membela palestina dari sisi politik dan hubungan internasional, karena adanya sebuah kesalahan yang besar dilakukan oleh kaum zionis israel karena sampai sekarang masih tetap melakukan imigrasi. Begitupun dengan sisi kemanusiaan, dimana ratusan warga Palestina yang mati dan luka-luka akibat serangan Israel.

Sebab itu, dr. Muhyina Nur berpesan bahwa perjuangan membebaskan Al-Aqsha adalah perjuangan yang panjang yang terus kita dukung dan suarakan.

“Perjuangan membebaskan Al-Aqsha adalah perjuangan panjang. Sungguh malu jika disepanjang perjalanan itu, tidak ada setetes keringat kita yang tercatat disana untuk masjidil Al-Aqsha, bumi mansyar wa mahsyar. Lalu bagaimana kita membawa wajah ke hadapan sang Pemilik Tanah Suci? Lalu bagaimana kita membela diri saat bertemu para Nabi yang sujudnya memenuhi setiap jengkat masjid Al-Aqsha,” imbuhnya.

Reporter: Wahyuni
Editor: Muh Akbar

Tinggalkan Balasan