MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Secara spiritual, Ramadan adalah bulan pertama dalam hitungan catatan amal. Nabi Muhammad SAW mengatakan rekap catatan amal terjadi saat bulan Syakban sehingga secara spiritual Syakban adalah bulan kedua belas. Meskipun secara administratif, bulan kedua belas adalah Dzulhijjah.

“Nah Ramadan itu bulan pertama buka catatan amal baru untuk setahun ke depan. Kita mulai dengan perbanyak ibadah kepada Allah dan ibadah saat Ramadan itu tidak hanya ibadah puasa dan qiyamul lail, tetapi juga ibadah sosial. Bentuk ibadah sosial saat Ramadan yaitu dengan berzakat dan memperbanyak sedekah,” kata Ustaz Fahmi Salim dalam Kajian Peradaban ACT, Ahad, (25/4/2021).

Selanjutnya, menurut Ustaz Fahmi Salim, berpuasa itu seperti latihan paramiliter karena fisik dan mentalnya terus dilatih. Saat masuk Ramadan, di bulan apapun mau sesibuk apapun, dalam cuaca apapun, maka harus siap. Ini adalah cara Allah mendidik makhluk-Nya agar memiliki fisik yang prima dan siap diterjunkan di setiap medan.

“Umat yang dermawan, ibadah sosial dengan berzakat dan bersedekah lalu umat yang kuat fisiknya dengan berpuasa, maka inilah umat yang pantas memenangkan pertarungan peradaban dengan jihad fi sabilillah. Inilah jihad saat Ramadan yang dicontohkan Nabi SAW, bukan jihad yang disalahpahami seperti radikalisme dan terorisme,” kata Ustaz kelahiran Jakarta ini.

Jihad dengan gerakan filantropi, bukan gerakan terorisme, menunjukkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin. Gerakan filantropi tidak membeda-bedakan suku atau agama. Semua harus dapat, tanpa pandang bulu, maka itulah wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.

“Puasa juga mendidik agar kita menjadi insan yang rahmatan lil ‘alamin dengan menahan nafsu. Berbekal puasa dan kedermawanan inilah yang akan membangun dan membangkitkan peradaban Islam, insyaallah,” ungkapnya.

Laporan: Muhamad Ubaidillah
Editor: Muhammad Akbar

Tinggalkan Balasan