• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, Oktober 25, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    Ketum PP LIDMI Desak Penetapan Status Bencana Nasional di Tengah Lonjakan Luas Karhutla 2026

    Ketum PP LIDMI Desak Penetapan Status Bencana Nasional di Tengah Lonjakan Luas Karhutla 2026

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    Ketum PP LIDMI Desak Penetapan Status Bencana Nasional di Tengah Lonjakan Luas Karhutla 2026

    Ketum PP LIDMI Desak Penetapan Status Bencana Nasional di Tengah Lonjakan Luas Karhutla 2026

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Al-Maqdisi Studies, BAITUL MAQDIS

Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Israel Bukan Sebuah Negara, Tetapi Proyek Kolonial Barat (Bag 1)

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Mei 19, 2025
Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Israel Bukan Sebuah Negara, Tetapi Proyek Kolonial Barat (Bag 1)
608
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on WhatsApp

Setelah penelitian yang mendalam selama 40 tahun (1983-2023), peneliti ini telah menemukan bahwa kita sedang menghadapi sebuah proyek kolonial Barat yang ekspansionis dan strategis di wilayah Arab. Kesimpulan ini didapat dari dokumen-dokumen yang diungkapkan oleh pemerintah Inggris tersedia di Public Record Office di London yang dia pelajari selama beberapa tahun pada paruh pertama 1980-an, serta studi yang cermat dan panjang atas sumber-sumber lain yang tersedia.1

Proyek kolonial ini dimulai oleh pendeta Kristen di Inggris pada abad ke-19 dan kemudian dipupuk oleh negara Inggris, yang diwakili dengan pembukaan konsulat Inggris di Kota Suci Bayt al-Maqdis pada tahun 1838. Strategi ini diadopsi secara lebih luas oleh para pembangun Kekaisaran Inggris pada tahun 1840, sebelum kemunculan gerakan Zionis pada tahun 1897 sebagaimana akan dijelaskan lebih lanjut dan saat ini didukung oleh Amerika Serikat.

Untuk memahami topik penting ini, bab ini dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama membahas akar Proyek Kolonial Barat ini di wilayah Arab. Bagian kedua menyoroti dua komponen utama dari proyek kolonial ini: ‘Negara Buffer/Israel’ dan rezim-rezim di wilayah Arab. Bagian ketiga mengidentifikasi tujuan proyek kolonial Barat ini, serta menanyakan apakah tujuan tersebut masih relevan hingga hari ini. Bagian terakhir membahas masa depan dari ‘Negara Buffer/Israel.’

You might also like

Genosida Berbasis Data, Cara Israel Pakai AI Susun Daftar Target Pembantaian di Gaza

Genosida Berbasis Data, Cara Israel Pakai AI Susun Daftar Target Pembantaian di Gaza

Oktober 13, 2026
Dari London hingga Jakarta, Ribuan Orang Turun ke Jalan Tuntut Hentikan Genosida di Gaza

Dari London hingga Jakarta, Ribuan Orang Turun ke Jalan Tuntut Hentikan Genosida di Gaza

Oktober 13, 2026
Mamdani Kecam Genosida Israel Di Gaza: Setelah Tiga Tahun, Impunitas Harus Ditolak

Mamdani Kecam Genosida Israel Di Gaza: Setelah Tiga Tahun, Impunitas Harus Ditolak

Oktober 11, 2026
Menjaga Api Kepedulian: Ujian Konsistensi Keimanan dan Kemanusiaan Kita untuk Palestina

Menjaga Api Kepedulian: Ujian Konsistensi Keimanan dan Kemanusiaan Kita untuk Palestina

Oktober 8, 2026

AKAR PROYEK KOLONIAL BARAT DI WILAYAH ARAB

Dalam proyek kolonial Barat di wilayah Arab ini, kebijakan kolonial Barat bertujuan untuk mendirikan ‘penghalang manusia asing,’ yang kemudian dikenal sebagai ‘Negara Buffer’ (Israel) di bagian barat daya Levant, secara geografis berdekatan dengan Mesir. Karena lokasinya yang strategis, penguasaan daerah ini oleh kekuatan asing apa pun jelas akan mencegah persatuan politik di wilayah Arab.

Peneliti menunjukkan dalam bukunya The Roots of the Palestinian Issue (1991), dan dalam artikelnya ‘Britain’s Role in Establishing the Jewish State: 1840-1948’ (2002) bahwa ‘negara Yahudi’ di wilayah Arab adalah proyek kolonial Barat sebelum menjadi proyek gerakan Zionis. Inggris mengeksploitasi aspirasi Yahudi untuk mendirikan tanah air nasional guna melaksanakan rencana dan ambisi mereka menguasai wilayah ini dan sumber dayanya. Dengan kata lain, ‘negara Yahudi’ adalah salah satu langkah menuju pencapaian tujuan kolonial strategis di wilayah ini.2

Langkah awal untuk proyek kolonial Inggris dimulai pada tahun 1800-an dengan adopsi oleh beberapa pendeta Kristen di Inggris pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 terhadap seruan kembalinya Yahudi ke Tanah Suci sebagai pemenuhan janji-janji dalam Taurat. Pada tahun 1838, Konsulat Inggris didirikan di Kota Suci Bayt al-Maqdis, dipimpin oleh William Young, yang menandai berdirinya konsulat Kristen Barat pertama di Kota Suci Bayt al Maqdis.

Pendirian konsulat ini terjadi di bawah ‘privilege asing’ di Kekaisaran Ottoman. Prancis melindungi umat Latin dan Katolik, dan Rusia melindungi umat Yunani Ortodoks. Sebagai tanggapan, Inggris mendeklarasikan perlindungan bagi kaum Druze, Armenia, Protestan, dan Yahudi di Suriah, Gunung Lebanon, Palestina, dan Salonika. Konsulat ini mengarahkan sebagian besar upayanya untuk melindungi komunitas Yahudi di Tanah Suci, yang pada saat itu menurut laporan Wakil Konsul Inggris tidak melebihi sembilan ribu tujuh ratus (9.700) orang, yang tersebar di Kota Suci Bayt al-Maqdis, Galilea, Safed, dan Tiberias.3

Selain itu, kebijakan Inggris bergantung pada pemisahan Mesir dari Levant sebagai persiapan untuk mendirikan ‘negara Yahudi’ di Tanah Suci. Ide tentang pentingnya memisahkan Mesir dari Levant berasal dari tahun 1840, ketika kekuatan besar, termasuk Inggris, menandatangani perjanjian di London pada 15 Juli 1840, untuk memisahkan Mesir, membatasinya dalam perbatasannya, dan memisahkan Levant darinya sebagai langkah awal menuju pemecahan tanah-tanah Arab.

Memang, sebagai bagian dari kebijakan ‘pecah belah dan kuasai’ yang terkenal, proyek kolonial Inggris dari tahun 1840 hingga 1948 (selama periode 108 tahun), bertujuan untuk memecah-belah persatuan politik wilayah Arab dengan mendirikan penghalang manusia asing atau jembatan di wilayah Arab yang memisahkan Mesir dari Kekaisaran Ottoman. Penghalang ini dimaksudkan untuk mengisolasi Mesir dari provinsi-provinsi Arab lainnya, mencegah persatuan antara Mesir dan Levant, selaras dengan kepentingan kolonial Barat, dan berfungsi sebagai pusat pengaruh Inggris di wilayah tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga kontrol kolonial yang berkelanjutan atas wilayah Arab dan sumber dayanya.

Korespondensi antara Menteri Luar Negeri Inggris Lord Palmerston dan duta besarnya di Istanbul, khususnya memorandum Palmerston tertanggal 11 Agustus 1840, dan suratnya pada Februari 1841, mengungkapkan tujuan sebenarnya yang ingin dicapai oleh kebijakan Inggris dengan mendirikan jembatan atau penghalang manusia Yahudi di Tanah Suci.

Tujuan ini adalah untuk menciptakan wilayah regional di dalam Kekaisaran Ottoman di bawah perlindungan Inggris, membentuk penghalang yang mencegah persatuan politik di antara provinsi-provinsi Arab. Penting untuk dicatat bahwa Inggris, pada tahap-tahap tertentu, tidak menentang beberapa bentuk persatuan di antara provinsi-provinsi Arab dalam kerangka yang dapat dikonfigurasi. Inggris bahkan menyarankan dan mempromosikan gagasan mendirikan Liga Arab, misalnya.4

Ide-ide Palmerston dan inisiatifnya mengenai perlunya menemukan sekutu yang kuat serta mendirikan ‘negara Yahudi’ di Tanah Suci di bawah perlindungan Inggris semakin diperkuat5, terutama setelah pendudukan Inggris di Mesir pada tahun 1882. Pendudukan Inggris di Mesir ini mewakili tahap maju yang praktis dalam pelaksanaan proyek kolonial strategis Barat.

Dalam konteks persaingan kolonial melawan kolonial, Inggris menyerukan pembentukan komite tertinggi yang mengkhususkan diri dalam urusan kolonial dari tujuh negara Eropa. Komite ini mencakup sekelompok sarjana terkemuka dalam sejarah, sosiologi, ekonomi, pertanian, geografi, dan minyak bumi, termasuk: Profesor James, penulis The Decline of the Roman Empire, dan Louis Madelin, penulis The Rise and Fall of the Napoleonic Empire. Mereka menyerahkan laporan mereka kepada Perdana Menteri Inggris, Campbell Bannerman, pada tahun 19077. Laporan ini menekankan bahwa sumber bahaya nyata bagi negara-negara kolonial Barat tersebut berasal dari provinsi-provinsi Arab dan rakyat Arab yang tinggal di sana, karena berbagai faktor yang mereka miliki. Untuk menghindari potensi bahaya dari wilayah Arab, laporan ini merekomendasikan langkah-langkah berikut:

  1. Bekerja untuk menciptakan keadaan perpecahan, disintegrasi, dan fragmentasi di wilayah Arab.
  2. Mendirikan negara-negara buatan yang tunduk pada kekuasaan kolonial Barat dan berada di bawah kendalinya.
  3. Memerangi segala bentuk kesatuan intelektual, spiritual, atau historis, serta menggunakan segala cara ilmiah yang kuat untuk memisahkan wilayah dan rakyatnya satu sama lain (rekomendasi khusus).
  4. Untuk melaksanakan rekomendasi di atas, perlu dilakukan upaya memisahkan bagian Afrika dari wilayah Arab dari bagian Asia-nya, serta mendirikan sebuah ‘Negara Buffer’ di Tanah Suci. Hal ini karena “pendirian penghalang manusia asing yang kuat di daratan yang menghubungkan Eropa dengan dunia kuno dan menghubungkan mereka dengan Laut Mediterania, menciptakan kekuatan yang bermusuhan dengan rakyat wilayah tersebut dan bersahabat dengan negara-negara Eropa dan kepentingan mereka di dekat Terusan Suez, adalah pelaksanaan praktis mendesak dari metode yang diusulkan” (rekomendasi mendesak).

Laporan ini menjadi lampu hijau bagi kebijakan praktis Inggris dan gerakan Zionis untuk merebut Tanah Suci dari wilayah Arab lainnya, untuk menciptakan inti kolonial di dalamnya yang mewakili penghalang atau jembatan manusia asing di wilayah tersebut. Penghalang ini dimaksudkan untuk memisahkan Mesir dari Kekaisaran Ottoman, mengisolasi Mesir dari provinsi-provinsi Arab lainnya, khususnya Levant, serta mencegah persatuan nyata antara Mesir dan Levant. Tujuannya adalah untuk menjaga pengaruh kolonial di wilayah tersebut, selaras dengan kepentingan kolonial Barat, dan berfungsi sebagai pusat pengaruh Inggris di wilayah tersebut, dengan tujuan menjaga kontrol kolonial yang berkelanjutan atas wilayah Arab dan sumber dayanya.

Peneliti mencatat bahwa ada hubungan organik antara kolonialisme Barat dan Israel: Israel adalah pilar kolonialisme Barat di wilayah tersebut, dan telah dan masih memiliki peran fungsional sebagai ‘Negara Buffer’ dalam hal: merobek-robek dan memecah belah wilayah Arab, menciptakan negara-negara bawahan di dalamnya, mencegah persatuan Arab, menghalangi kemunculan Arab sebagai kekuatan regional, dan melayani kepentingan Barat di wilayah Arab, termasuk kontrol ekonomi atas sumber dayanya.

Memang, setelah berakhirnya Perang Dunia Pertama, kolonialisme berhasil memecah belah tanah-tanah Arab menjadi unit-unit geografis kecil yang selaras dengan proyek kolonial strategis ekspansionis Barat dan ambisi kolonial Barat di wilayah Arab. Pada level Levant, dibentuklah Emirat Transyordania – seperti yang akan dibahas – atas keputusan Churchill pada tahun 1921. Kemudian, Emirat Transyordania dipisahkan dari Palestina, dan Palestina dan Transyordania dipisahkan dari Suriah dan Lebanon. Perbatasan geografis Palestina ditentukan dan ditetapkan berdasarkan deklarasi Inggris (Deklarasi Balfour), pasal-pasal Mandat Inggris untuk Palestina, dan perjanjian Inggris-Prancis mengenai hal ini.

Perbatasan antara Palestina dengan Suriah dan Lebanon ditetapkan oleh perjanjian Prancis-Inggris pada 23 Desember 1920, dan dimodifikasi pada 1922-1923. Sementara itu, perbatasan antara Palestina dan Transyordania ditetapkan oleh Komisaris Tinggi Inggris untuk Palestina dan Transyordania pada 1 September 1922. Sementara itu, perbatasan antara Mesir dan Palestina ditetapkan oleh perjanjian yang dibuat pada 1 Oktober 1906. Perlu dicatat bahwa perbatasan pertama yang ditetapkan adalah dengan Mesir, yang telah diduduki oleh Inggris sejak 1882, sebelum deklarasi Inggris (Deklarasi Balfour), Mandat Inggris, atau Perjanjian Sykes-Picot.

Berdasarkan perbatasan-perbatasan ini, wilayah Palestina di bawah Mandat Inggris (tanah dan air) adalah 27.009 kilometer persegi. Pada tahun 1948, ‘Negara Buffer/Israel’ menduduki 20.700 kilometer persegi, atau 77 persen dari total wilayah Palestina di bawah Mandat Inggris, dan menyelesaikan pendudukan sisanya setelah perang/panggung tahun 1967. Pada tahun ketika Syarif Hussein mendeklarasikan revolusinya (1916), Inggris dan Prancis membagi tanah-tanah Arab di antara mereka sendiri sesuai dengan Perjanjian Sykes Picot 1916. Dengan demikian, Inggris memadamkan mimpi persatuan Arab yang dibayangkan oleh Syarif Hussein bin Ali dan anak-anaknya.

Langkah strategis kolonial berikutnya – untuk proyek kolonial strategis ekspansionis Barat di wilayah Arab – diwakili dalam upaya mencari afiliasi historis untuk unit-unit geografis ini untuk memperdalam pembagian dan fragmentasi mereka. Hal ini dilakukan melalui upaya ilmiah yang sistematis untuk menghidupkan kembali sejarah kuno setiap unit geografis. Penggalian ditingkatkan untuk menemukan sisa-sisa peradaban kuno, dengan demikian melacak setiap unit geografis kembali ke asal kunonya. Mesir adalah salah satu unit pertama yang menghidupkan warisan ini, melalui kegiatan gerakan yang mendukung Pharaonisme, yang dipromosikan oleh pers, dan sekelompok orang yang dididik di Eropa dan dipengaruhi oleh peradaban Barat.7

Secara umum, Mesir, dengan berbagai arus yang beragam, mengadopsi slogan nasionalisme lokal Mesir dan sibuk dengan urusan internalnya sendiri. Ia memilih untuk hidup dalam isolasi dari apa yang terjadi di luar perbatasan regionalnya dan tidak menunjukkan minat pada masalah Palestina atau perkembangan politik internal di Palestina selama tiga dekade pertama abad ke-20. Ide tentang takdir bersama Arab tidak terlalu populer di antara semua partai politik Mesir, dan banyak tokoh masyarakat di Mesir tidak mengetahui kenyataan Zionisme dan proyek pemukimannya di Palestina. Banyak politisi Mesir, termasuk pemimpin nasional Mesir Saad Zaghloul, menunjukkan sedikit minat pada perkembangan politik di Palestina. Sedangkan untuk pemerintah Mesir, mereka menunjukkan sedikit minat pada masalah Palestina, dengan mengklaim mengikuti kebijakan netralitas ketat dan tidak ikut campur dalam urusan Palestina. Sebaliknya, mereka berpartisipasi dalam kegiatan Zionis di Palestina, seperti mengirim Ahmed Lutfi el-Sayed – direktur Universitas Mesir – dan Ahmed Ziwar Pasha – Perdana Menteri Mesir pada tahun 1925 – untuk mewakili pemerintah Mesir pada pembukaan Universitas Ibrani di Kota Bayt al-Maqdis. Beberapa pemerintah Mesir bahkan menentang gerakan Palestina melawan proyek Zionis di Palestina dan mencoba membendung dukungan Mesir untuk Palestina, seperti yang terjadi dengan pemerintahan Mohamed Mahmoud pada tahun 1929, pemerintahan Mustafa el-Nahhas Pasha pada tahun 1930, dan pemerintahan Ismail Sidqi pada tahun 1931. Singkatnya, Mesir – pemerintah, gerakan nasional, dan basis rakyat – terisolasi dari peristiwa di Palestina, dan gerakan nasional Mesir tidak mampu memahami kenyataan apa yang terjadi di Palestina.8 (Bersambung…)

Catatan:

  1. Untuk pemahaman yang lebih baik mengenai proyek kolonial Barat di kawasan Arab, lihat: Abd al-Fattah El Awaisi, The Roots of the Palestinian Issue: 1799-1923 (Hebron, Tepi Barat yang Diduduki: al-Hassan House for Publication, 1991), hlm. 135-250; Abd al-Fattah El-Awaisi, “The Knowledge Model of al-Nasser Salah al-Din al Ayyubi for the Liberation of the Holy Land from the Crusader Occupation, as an Analytical Tool for Understanding, Interpreting, Realisation, and Directing our Contemporary Reality,” Journal of Islamicjerusalem
    Studies, Vol. 20, No. 3 (2020), hlm. 360-362; Khalid El-Awaisi, “The Origins of the Idea of Establishing A ‘Zionist Client-State’ in Islamicjerusalem,” Journal of al-Tamaddun, Vol. 14, No. 1 (2019), hlm. 13-26; Khalid El-Awaisi dan Emine Yiğit, “Early Foreign Penetration in the Holy Land during the Late Ottoman Period: The Role of Britain,” Journal of Islamicjerusalem Studies, Vol. 20, No. 1 (2020), hlm. 1-18; Abdul-Wahab Kayyali, “Zionism and Imperialism: The Historical Origins,” Journal of Palestine Studies, Vol. 6, No. 3 (1977), hlm. 98-112.
  2. Abd al-Fattah El-Awaisi, “Britain’s Role in Establishing the Jewish State: 1840-1948,” Journal of Social Affairs, Vol. 19, No. 75 (2002), hlm. 149-150.
  3. Abd al-Fattah El-Awaisi, The Strategic Planning for the Next Liberation of al-Aqsa Mosque, (İstanbul: Dar al-Usual al-Ilima, 2022), hlm. 298.
  4. El-Awaisi, The Roots of the Palestinian Issue: 1799-1923, hlm. 148-149.
  5. El-Awaisi, The Roots of the Palestinian Issue: 1799-1923, hlm. 150-154.
  6. El-Awaisi, The Roots of the Palestinian Issue: 1799-1923, hlm. 162-164.
  7. Abd al-Fattah El-Awaisi, Egypt and the Palestine Question before 1936, (al-Quds: 1987), hlm. 19-22.
  8. El-Awaisi, Egypt and the Palestine Question before 1936, hlm. 6-15.

**********

Penulis: Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi al-Maqdisi
(Seorang guru besar Hubungan Internasional dan Founder of the Global Civilizational Knowledge Project for Baitul Maqdis and its Field of Inquiry “Islamic Jerusalem Studies”)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menginspirasi dan Menyuarakan Kebenaran)

Tags: Islamic Jerusalem StudiesPembebasan Baitul MaqdisPenjajah IsraelProf Abdul al-Fattah el-AwaisiProyek Kolonial Barat
608
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Diguyur Hujan, Ribuan Umat Islam di Bogor Tuntut Genosida Dihentikan di Gaza

Next Post

Aksi Bela Palestina di Kawasan Monas, Ribuan Warga Serukan Stop Genosida di Gaza

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Genosida Berbasis Data, Cara Israel Pakai AI Susun Daftar Target Pembantaian di Gaza
    BAITUL MAQDIS

    Genosida Berbasis Data, Cara Israel Pakai AI Susun Daftar Target Pembantaian di Gaza

    Oktober 13, 2026
    Dari London hingga Jakarta, Ribuan Orang Turun ke Jalan Tuntut Hentikan Genosida di Gaza
    BAITUL MAQDIS

    Dari London hingga Jakarta, Ribuan Orang Turun ke Jalan Tuntut Hentikan Genosida di Gaza

    Oktober 13, 2026
    Mamdani Kecam Genosida Israel Di Gaza: Setelah Tiga Tahun, Impunitas Harus Ditolak
    BAITUL MAQDIS

    Mamdani Kecam Genosida Israel Di Gaza: Setelah Tiga Tahun, Impunitas Harus Ditolak

    Oktober 11, 2026
    Menjaga Api Kepedulian: Ujian Konsistensi Keimanan dan Kemanusiaan Kita untuk Palestina
    BAITUL MAQDIS

    Menjaga Api Kepedulian: Ujian Konsistensi Keimanan dan Kemanusiaan Kita untuk Palestina

    Oktober 8, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
    Kolom

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    by Imam Shamsi Ali
    Oktober 15, 2026
    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1647 shares
      Share 659 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1076 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      907 shares
      Share 363 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      813 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    Oktober 24, 2026
    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    Oktober 13, 2026
    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Oktober 6, 2026
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Ustaz Zaitun Rasmin mengingatkan bahwa potensi dampak sosial dari penyelenggaraan konser tersebut perlu menjadi pertimbangan serius pemerintah.  Menurutnya, penyelenggaraan konser berisiko memunculkan kekecewaan dan gejolak di tengah masyarakat, terutama karena Indonesia selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.  Ia juga menegaskan bahwa kemungkinan adanya penggalangan dana untuk Palestina dalam rangkaian konser tidak serta-merta menghapus potensi dampak negatifnya.  Pemerintah, menurutnya, perlu mempertimbangkan bukan hanya aspek legalitas acara, tetapi juga kepekaan kemanusiaan, persatuan masyarakat, dan citra Indonesia di mata internasional.  Kehadiran tokoh lintas agama dalam pertemuan tersebut turut menegaskan bahwa persoalan ini perlu dilihat dalam kerangka kemanusiaan, bukan sentimen terhadap agama tertentu.  MUI pun mendorong pemerintah agar mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan tetap konsisten pada amanat konstitusi dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.  Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah juga mengingatkan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Menurutnya, dukungan terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan genosida bertentangan dengan prinsip fatwa tersebut.  Ia secara khusus mendorong Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Luar Negeri untuk mencermati persoalan ini dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan komitmen Indonesia terhadap Palestina.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Hari Santri bukan sekadar peringatan. la adalah pengingat tentang nilai perjuangan, identitas diri, memuliakan ilmu dan ulama, serta pengabdian yang terus dibawa santri ke tengah masyarakat. Kiai Abdullah Sahal menasehati kita pentingnya memiliki identitas diri sebagai seorang penuntut ilmu, yang dimulai dengan keadaban, memuliakan ilmu dan ulama. Santri wajib membekali dirinya dengan adab, sebelum menuntut ilmu kepada para ulama, serta menyampaikannya kepada masyarakat. Pendidikan terbaik adalah yang membentuk jati diri, agar memiliki ketinggian adab dan kelembutan akhlak. Maka, beradablah sebelum berilmu dan beramal. #santri #santriindonesia #gontor #islam #pesantren
    • Kabar duka datang dari ulama kharismatik sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Prof KH Syukron Ma’mun wafat hari ini.  “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Daarul Rahman turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita tercinta, Prof. KH. Syukron Ma’mun bin KH. Ma’mun Nawawi (Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman),” demikian keterangan unggahan Instagram @daarulrahman_official, Minggu (18/10/2026).  Kiai Syukron Ma’mun mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung sejak pekan lalu. Jenazah almarhum akan disalatkan bakda Zuhur sebelum dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  Prof KH Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga santri. Ayah, ibu, dan kakeknya merupakan sosok yang memiliki peran dalam pendidikan agama di daerah asalnya.  Pendidikan formal keagamaannya ditempuh di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, hingga lulus pada 1967. Setelah pindah ke Jakarta, ia melanjutkan kegiatan menuntut ilmu kepada sejumlah ulama Betawi, di antaranya Habib Ali bin Husein di Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi.  KH Syukron Ma’mun dikenal dengan julukan Singa Podium berkat kepiawaiannya menyampaikan dakwah di hadapan masyarakat. Sejak berusia muda, ia telah berdakwah ke berbagai daerah, termasuk Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, hingga Magetan.  Selain berdakwah, ia juga aktif mengajar di perguruan tinggi dan mengisi majelis taklim. Jangkauan dakwahnya meluas ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Maluku. Ia juga menyampaikan syiar Islam ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.  Salah satu jejak penting KH Syukron Ma’mun adalah pendirian Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta.  رحمها الله رحمة واسعة وأسكنها فسيح جناته...  Semoga segala amal kebaikannya diterima oleh Allah, dosanya diampuni oleh-Nya dan dimasukkan ke dalam jannah-Nya. Allahumma Aamiin  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pengurus Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) mendesak pemerintah agar serius menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk segera mengevaluasi dan mempertimbangkan penetapan status bencana nasional berdasarkan kondisi faktual serta ketentuan hukum yang berlaku.  Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat penanganan karhutla melalui koordinasi lintas sektor, mobilisasi sumber daya, dan perlindungan masyarakat terdampak.  Dengan demikian, upaya penanganan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, baik dalam memadamkan kebakaran maupun mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan.  Desakan tersebut disampaikan di tengah besarnya luas kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan (SiPongi+), luas areal karhutla di Indonesia pada Januari–Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektare, meningkat 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.  Angka ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan masif, terukur, dan berkelanjutan.  Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian utama. Namun, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret yang sebanding dengan skala persoalan di lapangan.  Ketua Umum PP Lidmi, Muhammad Ikram, S.Sos., M.Sos., menegaskan bahwa besarnya persoalan karhutla harus dijawab dengan keseriusan dan langkah nyata dari pemerintah.  “Jika penanganan karhutla dinyatakan sebagai prioritas, pemerintah perlu menunjukkan keseriusan itu melalui langkah yang benar-benar terukur. Jangan sampai prioritas hanya menjadi pernyataan, sementara masyarakat masih menghadapi dampak kebakaran dan ancaman asap. Yang dibutuhkan bukan sekadar komitmen, melainkan tindakan nyata dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Ikram.  PP Lidmi menilai bahwa penetapan status bencana nasional perlu dievaluasi secara serius dengan tetap berpedoman pada ketentuan hukum dan kondisi faktual di lapangan.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #indonesia #hutan #bencanaalam #kebakaran #kebakaranhutan
    • Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis turut menanggapi serangan Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi yang mengakibatkan 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka.  Ia menegaskan, ajaran Islam menjunjung tinggi kehormatan jiwa manusia dan secara tegas melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban jiwa.  “Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil,” ujar Kiai Cholil dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).  Atas dasar prinsip keagamaan dan kemanusiaan universal tersebut, Kiai Cholil mengecam seluruh bentuk tindakan yang merusak upaya menciptakan perdamaian kawasan.  “Karena itu, kami mengutuk setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu upaya mewujudkan perdamaian serta stabilitas kawasan,” katanya.  Melihat eskalasi konflik yang kian memanas di Timur Tengah, Kiai Cholil mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan tindak kekerasan dan kembali ke meja perundingan.  “Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi. Konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah, ekonomi, dan kemanusiaan, serta berpotensi memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.  Selain menekankan ajaran Islam terkait perdamaian, Kiai Cholil juga mengingatkan Pemerintah Indonesia agar tetap waspada dan mengambil tindakan nyata untuk mengamankan WNI yang berada di Arab Saudi.  “Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami berharap agar terus memantau perkembangan situasi keamanan, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Langkah antisipatif perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia, termasuk jamaah umrah, jamaah haji, pekerja migran, dan masyarakat Indonesia yang berada di kawasan tersebut,” ungkapnya.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #arabsaudi #cholilnafis #islam #makkah #madinah
    Next Post
    Aksi Bela Palestina di Kawasan Monas, Ribuan Warga Serukan Stop Genosida di Gaza

    Aksi Bela Palestina di Kawasan Monas, Ribuan Warga Serukan Stop Genosida di Gaza

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media