Menghiasi Diri dengan Adab Islam pada Saat Bersin
Wanita Muslimah yang senantiasa memahami hukum-hukum aga manya akan selalu menyadari bahwa Islam yang telah meletakkan adab sopan santun menguap di suatu majelis, juga telah meletakkan tata cara dan adab bagi orang bersin, sehingga kaum Muslimin mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan dan ucapkan pada saat bersin, serta apa pula yang harus diucapkan kepada mereka sebagai doa, dan itulah yang disebut dengan tasymit (mendoakan orang yang bersin).
Dari Abu Hurairah , bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci perbuatan menguap, Oleh karena itu, apabila salah seorang di antara kalian bersin dan dia mengucapkan hamdalah, maka setiap Muslim yang mendengar harus mengucapkan baginya: Yarhamukallahu (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu). Sedangkan menguap adalah bersumber dari setan. Oleh karena itu, apabila salah seorang di antara kalian menguap, maka hendaklah dia menahan sedapat mungkin, karena sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian menguap, syaitan tertawa.” (HR. Bukhari)
Kedua hal tersebut tidak boleh berlaku dalam kehidupan orang Muslim tanpa adanya ketentuan, kaidah dan tatakrama yang menjadikan kaum Muslimin dan Muslimah merasa bahwa agama ini telah datang untuk memperbaiki semua urusan mereka, tidak meninggalkan sedikit pun urusan, kecil maupun besar melainkan diberikan aturan dan ketentuan khusus yang menjadikan orang Muslim terikat dengan Allah Rabb semesta alam.
Oleh karena itu, apabila seorang wanita bersin, maka dia harus mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah), sedangkan orang yang mende- ngarnya harus mengucapkan “Yarhamukallahu“‘, lalu dia mendoakan kembali “Yahdikumullahu wa Yushlihu Baalakum” (Semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian). Demikian itulah yang diajarkan Rasululah melalui sabdanya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,
“Apabila salah seorang di antara kalian bersin, maka hendaklah dia mengucapkan Alhamdulillah, dan hendaklah saudara atau temannya mengucapkan Yarhamukallahu. Apabila dia (orang vang mendengar) mengucapkan hal itu kepadanya, maka hendaklah dia mengucapkan Yahdikumullahu wa Yushlihu Baalaku.”
Kalimat doa Yarhamukallahu disebut tasymit, diucapkan bagi orang yang bersin yang mengucapkan Alhamdulilah. Apabila tidak mengucapkan hamdalah, maka tidak perlu dibacakan doa tasymit tersebut. Mengenai hal itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah memberitahukan melalui sabdanya,
“Apabila salah seorarng di antara kalian bersin dan mengucapkan hamdalah, maka hendaklah kalian mendoakannya, apabila dia tidak mengucapkan hamdalah maka janganlah kalian mendoakannya. (HR. Muslim)
“Dan, dari Anas Radhiallahu Anhu, dia menceritakan, Ada dua orang bersin disisi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, lalu beliau mendoakan (bertasymt) bagi salah satu dari keduanya saja. Maka orang yang tidak didoakan itu bertanya, Mengapa engkau bertasymit pada si Fulan setelah dia bersin, tidak bertasymit padaku padahaljuga aku bersin ?’ Maka beliau pun menjawab, ‘Orang ini mengucapkan hamdalah (memuji Allah), sedangkan engkau tidak mengucapkannya’. “ (Muttafaq Alaih)
Dari bentuk kalimat doa yang diperintahkan oleh Nabi untuk diucapkan ketika ada orang bersin tersimpan tujuan besar, yang di antaranya adalah; dzikir dan memuji Allah Subhanahu Wata’ala, dan memperkuat tali persaudaraan dan cinta kasih antara kaum Muslimin, laki-laki maupun perempuan. Orangyang bersin memuji Allah karena Dia telah menghilangkan suatu yangmengganjal di kepalanya, sedangkan orang yang mendengarnya mendoakan supaya diberikan rahmat oleh Allah jika dia mengucapkan hamdalah, orang yang memuji Allah senantiasa akan mendapatkan rahmat-Nya, dan selanjutnya orang yang bersin itu mendoakan dengan doa yang lebih panjang yang mengandung pelbagai kebaikan, cinta kasih dan kasih sayang.
Demikian itulah Islam memberikan bimbingan atas kejadian-kejadian yang terjadi spontanitas dalam kehidupan kaum Muslimin agar mereka senantiasa ingat kepada Rabb mereka dan memuji-Nya serta menanamkan ke dalam jiwa mereka rasa persaudaraan, cinta dan kasih sayang.
Di antara tatakrama bersin adalah meletakkan tangan ke mulut dan merendahkan suara sedapat mungkin, karena demikian itulah yang di pada saat bersin. lakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
“Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu , dia menceritakan, ‘Apabila Rasulullah bersin, beliau meletakkan tangan atau bajunyake mulutnya dan merendahkan Suaranya’. “(HR. Tirmidzi)
Wanita Muslimah yang benar-benar sadar dan telah mendapat polesan Islam tidak akan lupa dalam menghadapi keadaan yang serba spontan tersebut untuk bertindak seperti yang telah diajarkan Rasulullah kepada kaum Muslimin, laki-laki maupun perempuan. Dia juga akan melestarikan ucapan-ucapan yang telah diajarkannya tersebut dengan mengucapkannya pada saat orang lain bersin, demikian halnya orang yang bersin juga harus mendoakannya sesuai dengan bimbingan beliau mengenai tatakrama bersin.
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 412-414)
Demikian Semoga Bermanfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)














































































