Memberikan Kemudahan kepada Orang yang Berada dalam Kesulitan
Wanita Muslimah yang benar-benar bertakwa memiliki keistimewaan dengan pembentukan akhlak dan mentalnya, serta kepribadiannya yang penuh dengan toleransi dan lapang dada serta pergaulan yang baik. Apabila saudaranya tidak membayar hutang tepat pada waktu yang dijanjikan karena beberapa kesulitan yang dialaminya, maka dia akan menangguhkan sampai batas waktu tertentu hingga kesulitannya berakhir dan kembali menemukan kemudahan, sebagai wujud pengamalan firman Allah ,
“Dan, jika (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berikanlah tangguh sampai dia berada dalam kemudahan.” (Al-Baqarah: 280)
Yang demikian itu karena pemberian tangguh kepada orang yang berhutang yang sedang mengalami kesulitan merupakan akhlak yang mulia yang diperintahkan oleh Islam, sebab hal itu merupakan wujud dari realisasi kemanusiaan dalam bermu’amalah dengan saudaranya.
Wanita Muslimah mempraktekkan makna kemanusiaan yang luhur ini dalam penangguhan yang diberikan kepada saudaranya yang sedang mengalami kesulitan tidak lain merupakan bentuk dari ketaatan terhadap perintah Rabb-nya sekaligus sebagai amal shaleh yang akan menyelamatkan dirinya dari kesulitan pada hari Kiamat kelak serta menjadikannya berada di bawah naungan Al-Arsy yang agung, pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya.
Dari Abu Qatadah , dia menceritakan, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa yang ingin diselamatkan Allah dari kesulitan pada hari Kiamat kelak, maka hendaklah dia memberikan kemudahan kepada orang yang sedang dalam kesulitan atau membayarkan hutangnya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah , dia menceritakan, Rasulullah juga pernah bersabda,
“Barangsiapa memberikan penangguhan kepada orangyang mengalami kesulitan atau membayarkan hutangnya, maka Allah akan menempatkannya pada hari Kiamat kelak berada di bawah naungan Arsy-Nya, pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya. ” (HR. Tirmidzi)
Wanita Muslimah yang jujur dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi apabila dia mempunyai sifat lapang dada dan suka memberikan kemudahan, di mana dia membebaskan semua hutang saudaranya atau mungkin sebagian darinya, sehingga dia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah , di mana Allah akan memberikan ganti kepadanya perbuatannya itu dengan hal yang lebih besar dan banyak, dihindarkan dari ketergelinciran dan diselamatkan dari kedahsyatan hari Kiamat kelak.
Dari Abu Hurairah , Rasulullah telah bersabda,
“Ada seseorang yang memberikan hutang kepada orang banyak, dan dia berpesan kepada putranya, Apabila engkau mendatangi orang yang sedang dalam kesulitan, maka berikanlah kebebasan baginya, semoga Allah memberikan kebebasan kepada kita.’ Kemudian orang itu pun meninggal dan diberikan kebebasan oleh-Nya.” (Muttafaq Alaih)
Dari Abu Mas’ud Al-Badri , Rasulullah bersabda,
“Ada seseorang yang akan dihisab sebelum kalian, dan tidak ada kebaikan sedikit pun pada dirinya melainkan dia sering mengadakan jual beli dan memberikan hutang kepada orang lain, dan dia adalahorang yang suka memberikan kemudahan. Kepada putranya dia berpesan agar membebaskan hutang orang yang mengalami kesulitan. Allah befirman, Kami lebih berhak memberikan kebebasan padanya, karenanya berikanlah kebebasan padanya’ “(HR. Muslim)
Dari Hudzaifah, dia menceritakan, “Allah Ta ala akan meminta dihadapkan salah seorang hamba-Nya yang telah diberikan harta kekayaan, selanjutnya ditanyakan kepadanya, “Apa yang engkau kerjakan di dunia?” Dia menjawab, -semua orang tidak akan dapat menyembunyikan kata- kata atau berdusta pada saat itu- “Ya Rabb-ku, Engkau telah memberikan kepadaku apa yang Engkau miliki, dan aku telah melakukan jual beli dengan orang banyak, dan di antara kebiasaanku adalah membebaskan hutang, aku berikan kemudahan dan memberikan tangguh kepada orang yang sedang dalam kesulitan.” Maka Allah befirman, “Aku lebih berhakberbuat
demikiandaripada kamu. Berikanlah kebebasan kepada hamba-Ku.” Kemudian Uqbah bin Amir dan Abu Mas’ud Al-Anshari berkata, Demikian itulah yang kami pernah dengar dari mulut Rasulullah .” (HR. Muslim).
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 330-333)
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)














































































