Setiap orang pasti memiliki potensi yang berbeda-beda. Dan Allah menjadikan semua potensi itu sebagai bekal bagi kita di dalam menjalani kehidupan di dunia. Hal ini pulalah yang akan menjadi jalan kita menuju kepada kesuksesan, serta meraih impian yang dicita-citakan.
Tentunya jalan untuk meraih kesuksesan itu berbeda pula. Kita semua punya jalan masing-masing bagaimana cara dalam menempuhnya. Oleh karenanya, cara terbaik untuk meraihnya adalah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kadar kemampuan dan potensi yang kita miliki.
Ikhtiarkan mimpi dengan sebaik-baik mungkin dan berusahalah meraihnya dengan kekuatan pribadi kita sendiri. Jangan pernah berfikir untuk menjadi orang lain, ingin meraih apa yang mereka raih, ingin merasa apa yang mereka rasa. Rela berbuat dan berkorban banyak hal untuk bisa terlihat sama seperti mereka.
Hal inilah yang terkadang membuat kita suka meniru orang lain. Apakah meniru itu salah? Sebenarnya boleh saja, yang penting tidak membuat kita lalai dan lupa dengan diri sendiri. Jangan terlalu berlebihan, ingin menjadi seperti orang lain hingga potensi diri sendiri kita matikan. Itulah dampaknya, hingga kita tidak kokoh dalam kepribadian.
Oleh Buya Hamka dalam bukunya “Pribadi Hebat”, beliau menyebut orang seperti itu dengan gelar ‘Pak Tiru’. Generasi seperti ini tidak akan pernah memiliki kebesaran, karena jiwanya selalu berada di atas bayang-bayang orang lain.
Selalu meniru dan terobsesi menjadi pribadi lain dari berbagai aspek, akhirnya mereka tidak pernah puas dengan apa yang ada pada dirinya, bahkan terkadang ia harus memaksakan agar bisa sama meski itu di luar batas kemampuan.
Mengambil inspirasi dari keberhasilan orang lain itu juga penting! Kita butuh itu sebagai contoh jejak kesuksesan agar bisa mengetahui bagaimana ia jatuh bangun untuk melewati setiap rintangan yang ada di dalam perjalanan meraih impiannya.
Namun, tahukah kita bahwa semua bahagia dan wujud cita-cita yang kita lihat dari orang lain, itu semata-mata bukan hanya karena ia juga melihat orang yang telah berhasil sebagai ‘Potret’. Tetapi mereka percaya dengan kemampuan yang ia miliki sendiri, sehingga dengan itulah ia bisa mewujudkan mimpi yang dicita-citakannya.
Jadilah diri kita sendiri! Raihlah kesuksesan itu dengan cara dan kekuatan yang kita miliki sendiri. Karena setiap mimpi bisa saja sama, namun jalan, cara, bahkan tantangan dalam meraihnya pasti akan berbeda.
Allah punya skenario terbaik bagi hamba-hamba Nya dalam menjalani kehidupan di dunia dan meraih setiap impiannya. Tugas kita adalah berusaha dengan sebaik-baiknya agar diberikan kemudahan berjalan menuju ketetapan takdir terbaik dari Nya.
Jangan iri dengan prestasi yang dimiliki orang lain. Fokuslah dengan mimpi kita dan maksimalkan segala potensi yang ada untuk meraihnya. Maka jadilah yang terbaik dengan diri kita sendiri, tanpa kemudian membandingkannya dengan keberhasilan orang lain.
Yakinlah, bahwa Allah adalah sebaik-baik perencana, dan boleh jadi ‘Apa yang kita lihat baik bagi orang lain, belum tentu itu baik untuk kita’…
Semoga bermanfaat. Allahumma Aamiinโฆ
***********
Gowa, 08 Agustus 2021
Penulis: Muhammad Ikram, S.Sos.I.
(Founder Pena Ibnu Taimiyah, Pembina Daar Al-Qalam dan Pemred mujahiddakwah.com)
Demikian Semoga Bermamfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)














































































