MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Wakil MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyayangkan Menteri Agama yang menggambarkan phobia kepada Hafidh (penghafal Al-Quran) muda “good looking”, bisa bahasa Arab, yang disebutnya sebagai pintu penyebar radikalisme di Masjid-masjid.
“Pernyataan itu sangat tidak diperlukan. Harusnya Menteri Agama malah berterima kasih kepada anak-anak muda itu, menyambut positif trend mereka yang good looking yang hijrah, bisa bahasa Arab, apalagi Hafidh (penghafal) Al Quran yang memakmurkan Masjid dan mau mengurusi Masjid,” ujarnya pada, Jumat (4/9).
HNW, sapaan akrabnya, mengatakan seharusnya para anak muda itu dibimbing agar masjid semakin makmur. Menurutnya, anak-anak muda good looking yang bisa dari kalangan selebritis, artis dan lainya itu jangam malah distigma dan diframing sebagai pintu penyebaran radikalisme melalui Masjid.
“Bila perilaku tidak bijak seperti ini terus dilakukan, bisa berdampak pada berkembangnya saling curiga diantara jemaah Masjid, dan anak-anak muda itu malah jadi takut ke Masjid. Akhirnya kembali ke lingkungan sebelumnya yang bisa destruktif dan jauh dari spirit positif Masjid,” tambahnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengingatkan agar Menag fokus kepada tugas pokoknya yaitu mendorong semakin terselamatkannya moral bangsa dan majunya kehidupan beragama di Indonesia.
“Seharusnya Menag bersuara lantang soal penghancuran moral bangsa itu. Tidak malah diam saja. Dan mestinya beliau serius hadirkan keteladanan menjadi Muslim yang Rahmatan lil alamin. Bukan justru terkesan phobia terhadap bermunculannya anak-anak muda good looking, bisa berbahasa Arab dan apalagi Hafidh (penghafal Al Quran) yang ikut memakmurkan dan mengurusi Masjid,” tuturnya.
Padahal mereka yang justru potensial menjadi generasi penerus yang selamatkan bangsa dengan moral dan laku beragama yang rahmatan lil alamin.
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Muhammad Akbar












































































