MUJAHIDDAKWAH.COM, GOWA – Direktur Jamaica Muslim Center Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, mengisi ceramah yang digelar Kerukunan Keluarga Bulukumba Cabang Gowa (DPC-KKB Gowa), di Masjid Nurul Yusuf, Jalan Andi Tonro, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sabtu (4/1/2020).
Pria kelahiran Kabupaten Bulukumba itu, menyampaikan tentang akhlak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam.
Ustadz Shamsi Ali mengatakan, mempelajari sejarah Rasulullah, tidak hanya di Rabiul Awal, tetapi di waktu kapan saja, karena Rasulullah sebagai suri tauladan umat Islam, sehingga meski bulan maulid telah lewat, namun untuk mempelajari kisah Rasulullah tidak mengenal waktu.
“Rasulullah adalah kunci keimanan, sehingga cinta kepada Rasulullah merupakan kunci keimanan kita kepada Allah dan sebagai pembuka surganya Allah. Cinta yang dimaksud adalah bentuk ketaqwaan dan pengorbanan kita, dengan mengikuti semua sunnah Rasulullah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Shamsi Ali yang pernah mondok di Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, kemudian kuliah di Pakistan dan juga sempat belajar di Saudi Arabia, menjelaskan mengenai empat sunnah Rasulullah yang patut diikuti.
Pertama, meneladani Rasulullah dalam urusan keimanan, yakni menjadikan Rasulullah sebagai tauladan dalam mewujudkan keimanannya dalam kehidupan nyata. Keimanan kepada Rasulullah bukan keimanan biasa, yang umumnya merupakan pengakuan, tetapi dalam defenisi Rasulullah, tertanam kokoh dalam hati dan dibuktikan oleh amal.
Kedua, dari ketauladanan kepada Rasul adalah aspek ritual atau ubudiyaha. Dalam melakukan ibadah disyaratkan apa yang disebut tawqiifi atau berhenti melakukan sesuatu ritual, kecuali memang diperintahkan, baik melalui ayat-ayat Alqur’an maupun sunnah Rasulullah.
“Memang secara umum agama mengatur bahwa semua urusan ibadah ritual kita harus dilakukan dengan dua dasar, yaitu niat yang benar dan mengikut kepada tatacara Rasulullah dalam melakukannya, sehingga meneladani Rasulullah dalam melaksanakan ibadah ritual adalah sebuah keharusan. Selain kedua dasar itu, maka ibadah-ibadah ritual yang dilaksanakan, apabila tidak sesuai sunnah, jelas tertolak,” jelas Ustadz Shamsi.
Selanjutnya yang ketiga, yakni meneladani dari karakter pribadinya atau akhlak Rasulullah. Dalam Alqur’an, jelas terlihat bahwa Rasulullah yang dipuji adalah kebaikan akhlaknya. Ketauladanan Rasulullah dalam bentuk prilaku dan akhlak ini pulalah yang sesungguhnya menggoncang jiwa-jiwa manusia dan seluruh penjuru dunia. Tak terbilang, mereka yang benci kepada Rasulullah jatuh tersungkur di hadapan kebenaran Ilahi, karena akhlak Rasulullah.
“Dari masa ke masa, kemuliaan akhlak Rasulullah menjadikan manusia terkagum-kagum, seolah-olah melihat keindahan ajaran Allah di hadapan mata mereka. Dengan melihat akhlak Rasulullah, manusia seakan menyaksikan Alqur’an berjalan, karena memang karakter kemanusiaan atau akhlak beliau adalah perwujudan dari nilai-nilai tuntunan Alqur’an itu sendiri,” terang Ustadz Shamsi.
Sunnah keempat adalah sunnah Rasul dalam kehidupan sosial dan publik. Pada sisi inilah banyak yang terlupakan atau diabaikan sengaja atau tidak oleh umatnya, baik itu dikarenakan oleh ketidaktahuan atau pun karena kesalahan dalam memahami agama sebagai agama personal semata.
“Itulah sunnah-sunnahnya yang mencakup segala aspek hidup manusia untuk ditauladani. Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam memang adalah manusia biasa. Tapi kemanusiaan beliau mencapai tingkatan kesempurnaannya. Karenanya menuntut kesadaran umat untuk menauladani beliau juga secara sempurna dalam kehidupan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. Ia menyambut baik kegiatan itu dan menyampaikan apresiasi.
Dalam kesempatan itu, Adnan membeberkan programnya di 2020, di antaranya satu desa/kelurahan satu penghafal (hafidz) Alqur’an. Guna menyukseskan program itu, Pemkab Gowa telah bekerjasama dengan Ustadz Adi Hidayat, dalam rangka menjadikan para imam dusun, desa/lurah sebagai imam penghafal Qur’an.
Tak sampai di situ, Pemkab Gowa juga akan membangun rumah tahfidz yang akan ditempati bagi para calon penghafal Qur’an untuk belajar menghafal.
“Kami sangat berharap KKB Gowa dapat memberikan saran dan masukan untuk pembangunan Gowa yang lebih sejahtera dimasa yang akan datang,” kata Adnan.
Reporter: Ahmad
Editor: Admin MDcom













































































