Dalam ibadah, hal sederhana sering menjadi penentu kekhusyukan. Salah satunya adalah sajadah atau karpet masjid. Ia bukan sekadar alas, tetapi bagian penting yang membuat jamaah nyaman saat berdiri, rukuk, hingga sujud.
Ketika sajadah sudah tipis, usang, atau tidak layak, kenyamanan ibadah ikut berkurang. Konsentrasi mudah terganggu. Suasana masjid pun terasa kurang mendukung.
Berangkat dari kebutuhan yang nyata itu, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Aksi Cahaya Muda Mulia (ACMM) menyalurkan Program 1000 Sajadah untuk Masjid yang kini memasuki titik ke-6 di wilayah Cirebon, Selasa (17/3/2026).
Penyaluran dilakukan di beberapa masjid yang menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat dan santri penghafal Al-Qur’an. Di antaranya Masjid Al Ikhlas, Masjid Ulul Albab, dan masjid di kawasan Argasunya, Harjamukti.
Bagi jamaah, kehadiran sajadah baru langsung terasa. Lantai masjid yang sebelumnya keras atau dilapisi karpet lama kini berubah lebih nyaman. Sujud menjadi lebih tenang. Ibadah terasa lebih fokus.
Di Masjid Al Ikhlas, rasa syukur itu disampaikan oleh Ustadz Khoirul Hadi, pengurus DKM.
“Kami sangat berterima kasih kepada BMH, ACMM, dan para donatur. Sajadah ini sudah lama kami butuhkan. Alhamdulillah sekarang jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Secara sederhana, ada tiga hal yang membuat sajadah menjadi elemen esensial dalam ibadah:
Kenyamanan fisik: Sajadah yang layak membuat jamaah lebih tenang saat sujud dan duduk dalam waktu lama.
Kekhusyukan ibadah: Lingkungan yang nyaman membantu fokus dan mengurangi gangguan saat beribadah.
Semangat memakmurkan masjid: Fasilitas yang baik mendorong jamaah lebih rajin datang ke masjid.
Perwakilan BMH, Asep Juhana, menegaskan bahwa program ini tidak hanya soal bantuan fisik.
“Ini bukan hanya tentang sajadah, tetapi tentang menghadirkan semangat baru di masjid dan menguatkan kecintaan umat terhadap rumah Allah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua ACMM, Ustadz Affan Falas, menyampaikan bahwa kolaborasi ini telah menjangkau enam masjid dengan total ratusan meter karpet yang disalurkan.
“Alhamdulillah ini bagian dari ikhtiar meraih keberkahan Ramadhan. Setiap sajadah yang terbentang menjadi jalan hadirnya pahala yang terus mengalir,” ujarnya.
Program ini menunjukkan bahwa kepedulian umat bisa hadir dalam bentuk yang sangat konkret. Sajadah yang tampak sederhana justru memiliki dampak besar bagi kualitas ibadah masyarakat.
Setiap lembar sajadah yang terbentang akan menjadi tempat sujud. Dari situlah doa-doa dipanjatkan, ayat-ayat dilantunkan, dan harapan-harapan dilangitkan.
Melalui kolaborasi BMH dan ACMM, satu hal menjadi nyata: ketika kenyamanan ibadah terpenuhi, semangat memakmurkan masjid pun akan tumbuh lebih kuat.
Laporan: Humas BMH


















































































