MUJAHIDDAKWAH.COM,ย MAKASSAR โ Bidang Kajian Pemikiran dan Literasi Pemudi Wahdah gelar Kelas Online Pemikiran Islam, Ahad (28/7/24) dan Sabtu (3/8/24).
Berlangsung sejak pukul 20.30 WITA via Zoom Meeting, kelas ini dihadiri sebanyak 64 partisipan pada pertemuan pertama dan 88 partisipan di pertemuan kedua, di mana pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Makassar, Jakarta, Nunukan dan lain-lain.
Hadirkan Ustad Dr. Akmal Sjafril, S.T., M.Pd.I., pendiri Sekolah Pemikiran Islam dan Gerakan Indonesia tanpa JIL. Pada penyampaian materinya yang berjudul โApa yang Hilang dari Ummat Islam?โ, beliau menyampaikan bahwa masalah ummat Islam begitu berkembang saat ini, seperti LGBT, trend child free, begitu pun masalah di Palestina.
โAda hal-hal baru yang kita alami sekarang yang mungkin dulu situasinya agak berbeda. Untuk itu harus terus melakukan penelaahan supaya kita bisa mengatasi masalah sekarang,โ ungkapnya.
Ia juga mengutik dari QS. Al-Anfaal ayat 65 yang menjelaskan bahwa jika ada seratus orang mukmin yang sabar niscaya akan dapat mengalahkan seribu orang kafir.
โHarusnya dalam kondisi yang ideal yang namanya mukmin itu tidak sebanding dengan orang kafir, kita itu lebih superior, kita itu lebih pintar, kita itu lebih segalanya secara intelektual, secara fisik, teknologinya harus lebih baik, sebenarnya kita bisa lebih hebat dari mereka. Maka kalau kenyataan yang terjadi sekarang tidak demikian, dari situ kita bisa lihat ada masalah, dan masalahnya ada di dalam diri kita sendiri,โ jelasnya.
Pada pertemuan kedua, materi berjudul โWajah Generasi Muda dalam Lukisan Liberalisasiโ. Penulis buku Islam Liberal: Ideologi Delusional ini mengungkapkan bahwa bukan hanya agama Islam yang diserang dengan sekularisme, feminisme, LGBT dan sebagainya.
โSebenarnya bukan Islam doang yang diserang, tapi cuman Islam yang masih berdiri. Kristen itu udah nyerah gak bisa ngapa-ngapain lagi, mereka masih ada tapi sudah tidak berkuasa sama sekali, itu sangat berbeda dengan Islam. Kalau sekarang orang Islam masih punya syariat yang asli, kalau agama lain tidak punya sumber hukum yang bisa diyakini gak bakal berubah,โ terangnya.
Pada sesi terakhir, Ustad Akmal sapaan akrabnya menjawab pertanyaan dari peserta tentang permasalahan Gen-Z saat ini yang banyak terpengaruh dengan narasi-narasi yang tidak sesuai dengan ideologi Islam.
โIni adalah perang pemikiran, dan perang pemikiran harus dilawan dengan pemikiran. Anak-anak sekarang terpapar dengan informasi, sekarang hp itu isinya adalah internet, di YouTube itu banyak influencer yang aneh-aneh. Gen-Z dan Gen Alpha terpapar dengan narasi, ketika aktivis dakwah tidak punya narasi, kita tidak bisa meng-counter narasi mereka, akhirnya kita dianggap gak punya jawaban. Jadi tidak ada jalan lain selain kita belajar,โ jawabnya.
Di akhir kegiatan, para peserta diminta memberikan kesan dan pesan selama mengikuti kelas melalui link mentimeter yang langsung ditampilkan di layar zoom.
Reporter: Mutmainnah Jufri
Editor: Admin MDcom
















































































