MUJAHIDDAKWAH.COM, DOHA – Mantan Wapres Jusuf Kalla dan rombongan yg terdiri antara lain Mantan Ketua Umum MUI Prof Din Syamsuddin dan Mantan Menkumham Hamid Awaluddin, KH Bachtiar Nasi berada di Doha menghadiri pemakaman pimpinan Hamas Ismail Haniyeh di Doha, Qatar, Jumat (2/8/2024).
Sebagaimana luas diberitakan Syahid Ismail Haniyeh ditembak drone Israel di penginapannya ketika berada di Teheran, guna menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru.
“Kita berharap peristiwa kematian Tokoh Hamas ini menjadi momentum persatuan Rakyat Palestina, khususnya persatuan antara Fatah dan Hamas. Persatuan keduanya merupakan syarat mutlak bagi kekuatan Palestina. Setelah itu baru diusahakan perdamaian antara Palestina dengan Israel,” tegas Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.
Sedangkan Prof Din Syamsuddin menilai kematian Ismail Haniyeh bukan menjadi akhir perjuangan pembebasan Palestina.
“Kematian Ismail Haniyeh tetap akan memunculkan tokoh baru Hamas, dan perjuangan membebaskan diri dari penjajahan Zionis Israel tetap akan berlanjut,” tegasnya.
Menurut KH Bachtiar Nasir, pemakaman Ismail Haniyeh dihadiri oleh ribuan pelayat. Masjid Negara Qatar yang menjadi tempat pelaksanaan shalat jenazah tidak dapat menampung.
“Semalam waktu takziah bertemu dengan tokoh-tokoh seluruh dunia yang datang bertakziah. Acara memang di suatu masjid yang kapasitasnya sangat besar. Tetapi tidak cukup. Sehingga banyak yang di luar,” ungkap UBN pada program Kuliah Semangat Pagi (KSP) di kanal Youtube Bachtiar Nasir, Sabtu (3/8/2024) pagi.

UBN juga menyampaikan perihal belum adanya pihak yang menyampaikan bertanggung jawab atas pembunuhan Ismail Haniyeh. UBN meyakini jika pelaku pembunuhan adalah Israel.
“Sampai hari ini belum ada yang bertanggung jawab. Memang sejak lama kalau di Iran ini, agen-agen Mossad sangat banyak. Direkrut dari kalangan bangsa Iran dari dulu,” ujar Ketua KIBBM ini.
Situasi tersebut, lanjut UBN, sengaja diciptakan Israel agar para aktivis baik dari kalangan Sunni maupun Syiah pro kemerdekaan Palestina bertikai.
“Semoga kita bisa menahan diri dan bersabar atas fitnah yang ditimbulkan hari ini,” pungkasnya.
Adapun calon pengganti Ismail Haniyeh akan diumumkan dalam waktu dua hari kedepan.
“Dalam dua hari dapat diputuskan siapa yang menjadi pengganti beliau. Salah satu kehebatan organisasi Hamas ini adalah bahwa dia tidak bergantung pada satu orang,” jelasnya.
Laporan: Syafaat
Editor: Admin MDcom
















































































