MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Selatan mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap Lembaga Amil Zakat (LAZ) bodong selama Ramadhan.
Pasalnya banyak LAZ yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan nama Baznas. Terkait hal tersebut, dibahas dalam Seminar bertema “Optimalisasi, Program Zakat Dalam Penguatan Ekonomi Umat”. Digelar di Novotel Hotel, Jumat, 15 April.
Pimpinan Baznas Sulsel, Muhammad Khidri Alwi mengatakan selain menghimpun Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS), telah menjadi tugas Baznas dalam menertibkan LAZ liar, khususnya di daerah melalui Baznas masing-masing kabupaten/kota.
Pasalnya, daerah kian menjadi sasaran empuk LAZ nakal maupun oknum-oknum yang meminta sumbangan tanpa adanya lembaga resmi yang menaungi.
Kata Khidri saat ini membayar zakat juga sudah mudah. Sebab sudah bisa membayar zakat melalui digital. Salah satunya melalui digitalisasi mobile banking Bank Sulselbar Syariah.
“Temuan ini tidak lantas kita laporkan ke pihak berwajib, kita juga bertindak untuk melakukan pembinaan. Berkomunikasi dengan mereka, apa yang jadi kendala dan mencari solusinya sekaligus melengkapi apa yang masih kurang,” ujar Khidri.
Selama Ramadhan 1443 Hijriah, Baznas Sulsel menargetkan zakat yang terhimpun sebanyak Rp3 miliar yang dipungut dari seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara), Polri dan TNI se Sulsel.
Baznas Sulsel mengestimasikan zakat ASN yang terkumpul setiap bulan sebanyak Rp2 miliar, namun di momentum Ramadhan jumlah tersebut dipastikan bisa lebih meningkat lagi menjadi Rp3 miliar.
Baznas Sulsel merilis sejumlah LAZ yang sering dijumpai di Sulsel dan telah terdaftar serta memiliki izin beroperasi oleh Kementerian Agama yakni Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan Baitul Mall Hidayatullah.
Kemudian ada dt Peduli, Yatim Mandiri, Baitulmaal Muamalat, LAZ Al Azhar, Lazismu Sulsel dan Ikhlas Peduli Umat.
PLT Direktur Utama Bank Sulselbar, Yulis Suandi mengatakan sekarang berzakat lebih praktis dan aman serta amanah. Sebab nasabah juga dapat bertransaksi mengikuti perkembangan teknologi kekinian.
“Makanya dari Bank Sulselbar mensupport LAZ. Sebab pada pengoperasian suatu LAZ, Baznas bertugas memberi rekomendasi dan Kemenag mengeluarkan izin. Selanjutnya tetap dilakukan pengawasan dari bank juga,” ucapnya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Zakat juga salah satu hal yang menguatkan ekonomi umat di Sulsel. Olehnya itu, Baznas sebagai wadah di Provinsi yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai penyalur zakat bagi masyarakat kurang mampu dan fakir miskin.
Laporan: Nursam
Editor: Muh Akbar
















































































