MUJAHIDDAKWAH.COM, BANTEN – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar telah melaksanakan Rakernas I selama 2 hari mulai Jumat-Sabtu 11-12 Februari 2022 di Le Semar Hotel Jln. Bayangkara No.50, Sumur Pecung, Kota Serang Provinsi Banten.
Rakernas yang dihadiri sekitar 250 orang secara marathon baik secara offline (tatap muka) maupun virtual zoom meeting dimulai selesai shalat Jumat hingga malam dan dilanjutkan Sabtu pagi hingga siang mengusung tema “Arah Baru Menata Umat Merekat Bangsa”
Rakernas MA dibuka oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat H. Muhammad Mardiono yang dihadiri Wakil Ketua MPR RI H. Arsul Sani, S.H. Ketua Komisi VIII DPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt. Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen. Pol. Ahmad Nurwahid, dan Wakil Gubernur Banten Dr. H. Andika Hazrumy S.Sos., M.AP.
“Melalui Rakernas ini, Mathla’ul Anwar (MA) diharapkan terus membantu pemerintah dalam bidang Dakwah Agama, Pendidikan dan Sosial sebagaimana Ormas Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama serta ormas Islam lainnya di Indonesia,” kata Watimpres H. Muhammad Mardiono.
Dalam Rakernas tersebut juga dilakukan penandatanganaan MoU antara PBMA dengan PT Indonesia Power, dan Keluarga Alm. Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si (Sekjen Kemendagri) untuk pengembangan Pendidikan dan Perguruan MA. Pengembangan Pendidikan dan Perguruan MA tersebut berupa dana dan tanah wakaf.
“Pembangunan Lembaga Pendidikan dan Perguruan MA serta pengembangan MA secara umum tidak akan mampu kalau hanya oleh warga dan pengurus MA, tetapi sangat diharapkan bantuan/partisipasi seluruh komponen masyarakat,” kata Ketua Umum PBMA KH. Embay Mulya Syarief.
Pembukaan hingga penutupan dihadiri oleh unsur pimpinan dari Pengurus Besar (PB) MA, Dewan Penasehat, Majelis Amanah, Pengurus Wilayah; Pengurus Daerah dan Perguruan serta Pendidikan MA.
Hadir sebagai Nara Sumber, Wakil Ketua MPR RI H. Arsul Sani, S.H., M.Si. membahas tentang 4 Pilar Kebangsaan dan Implementasinya.
Direktur BNPT Brigjen. Pol. Ahmad Nurwahid membahas tentang Peranan Ormas Islam dalam Pencegahan Teroris. Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Yandri Susanto, S.Pt membahas tentang Arah Pengembangan Lembaga Pendidikan Keagamaan.
Agenda Rakernas ini juga mengesahkan Statuta Perguruan, Statuta Universitas MA, Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan, Pedoman Tata Kelola Badan Otonom MA, Program Kerja PB. Mathla’ul Anwar Tahun 2022-2023.
Rakernas juga dirangkaikan dengan acara pengesahan Pelantikan “MA Care Nasional”; Pelantikan LAZIZMA Pusat dan Pelantikan Pengurus Wilayah MA Provinsi Banten.
Hadir utusan dari Sulawesi Selatan 2 orang melalui virtual zoon meeting yaitu Plt. Ketua Pengurus Wilayah MA Sulsel H. Oman Sudirman, Lc, dan Sekretarisnya Drs. H. Ahmad Syihabi.
Mathla’ul Anwar harus berkembang di seluruh Indonesia dan yang perlu dikuatkan atau dikembangkan PWMA Sulawesi Selatan sebagai Provinsi yang berada di tengah-tengah NKRI. Peta Indonesia kalau dilipat dua kali maka titik perpotongan itu di Pantai Losari Kota Makassar Sulawesi Selatan.
“Olehnya itu kami mohon PBMA terus mensupport PWMA Sulsel terus berkembang, baik dari pengembangan kepenguruan maupun keberadaan Bidang Usaha Pendidikan, Dakwah, dan Sosial,“ harap Ahmad Syihabi di forum Rakernas melalui saluran zoom meeting.
Mathla’ul Anwar adalah Ormas pra kemerdekaan berdiri 1916, di Menes-Banten. Salah satu Pendiri utamanya adalah KH.Mas Abdurrahman yang belajar di Mekah, dan diantara guru-gurunnya adalah Syaikh Ahmad Khatib Alminangkabawi dan Syaikh Nawawi al-Bantani yang sama dengan gurunya KH.Hasyim Asy’ari ( NU) dan KH.Ahmad Dahlan ( Muhammadiyah). Mathla’ul Anwar beraliran Akidah Ahlussunah waljamaah dan berfikrah Wasatiah. Dan dalam bidang Fiqih membebaskan warganya untuk memilih salah satu dari Mazhab Empat.
“Contoh kalau di MA Banten warganya ada yang Qunut shubuh ada yang tidak Qunut itu biasa saja, ini salah satu kelebihannya,“ kata ketua Plt. PWMA Sulsel H. Oman Sudirman.
Menurut Oman Sudirman bahwa, Mathla’ul Anwar adalah salah satu dari 8 ormas Pendiri MUI Pusat bersama NU, Muhamadiyah, Persis dan ormas Islam lainnya. Ormas MA bergerak di bidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial. Selain kelebihan dari sisi moderasi dalam Mazhab Fikih.
“Kelebihannya MA juga dari sisi historisnya, yaitu MA bagian dari ormas perjuangan pra kemerdekaan,“ ujar salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Kota Makassar.
Oman Sudirman menuturkan, tidak mudah MA untuk dicap tidak moderat dari sisi ini semoga dalam hal administrasi relatif lebih dipermudah. Dan semoga pengembangannya di Wilayah dan Kabupaten/Kota bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga lebih mudah dalam pengembangan dakwah, pendidikan dan sosial.
“Kalau sisi kekurangannya di PBMA, dari sisi menejmennya masih butuh dukungan dan perbaikan-perbaikan,“ imbuh pria yang SLTAnya lulusan Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar di Banten.
Mathla’ul Anwar di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini dalam proses penyusunan dan melengkapi personil Pengurus Wilayah.
“Kami berempat telah mendapatkan mandat sebagai Plt. PWMA Sulsel. Selain saya dan Oman Sudirman, sebagai Bendahara adalah Hj. N. Linda Zakiah, S.Pd, dan Ketua Majelis Amanah adalah Prof. Dr. H. M. Galib, M.A ketua Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar,” ungkap Ahmad Syihabi yang sebagai Sekretaris PWMA Sulsel.
”Kami berharap sebelum puasa tahun ini Pengurus Wilayah MA Sulsel telah di SKkan dan dilantik oleh PBMA,” tambahnya.
Laporan: Ahmad Syihabi
Editor: Muhammad Akbar















































































