Islam adalah ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi semesta alam, membawa masyarakat yang berada pada kejahiliyahan dan biadab menuju masyarakat bumi yang madani dan beradab.
Di dalam Islam seorang perempuan juga diatur hidupnya agar menjadi muslimah yang sejati, muslimah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di Kitab Shahih Muslimnya,
โDunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.โ (HR. Muslim No.2668)
Wanita muslimah ibarat sosok mulia,dimana etika para wanita berbangga mengumbar syahwatnya, ia tampil mempesona dengan syariat jilbab-Nya. Ia adalah anugerah ilahi bagi seluruh wanita di bumi ini. Pribadinyapun pancaran indah dari beningnya sabda junjungan. Dan jiwanya adalah jiwa pendidik dai teladan dan mujahid militan. Dalam suatu pepatah disebutkan bahwa wanita muslimah adalah perhiasan dunia dan ia lebih mulia daripada bidadari di surga. Menjadi wanita
muslimah yang baik hendaknya menjadi cita-cita setiap wanita karena wanita muslimah tentunya disukai Allah subehanahu wa ta’ala dan juga orang-orang disekitarnya. Ia bagaikan laksana mutiara berharga yang tak ternilai harganya.
Muslimah sejati ialah seorang muslimah yang mimiliki kecantikan bukan dari penampilan fisik, melainkan kecantikan sejati seorang muslimah bersumber dari ketaatan pada ilahi. Oleh karena itu, sebagai muslimah sejati boleh berpenampilan cantik tetapi tetap syarโi seperti menutupi seluruh aurat. Memakai busana muslimah yang syarโi adalah identitas awal yang mencirikan siapa diri muslimah tanpa perlu memperkenalkan diri bahwa seseorang itu adalah seorang muslimah. Agama berhubungan dengan iman, sementara iman terbentuk dari hati. Karena itu, kecantikan muslimah bersumยญber dari hati, bukan fisik.
Pada kenyataannya, tak semua wanita berada pada garis kemuliaan yang sama. Tak sedikit dari mereka bermudah – mudahan dalam syariat menyampingkan kewajibannya selaku muslimah dan bahkan tak banyak dari mereka yang memahami bahwa dirinya begitu berharga. Akan tetapi, sangat disayangkan. Serta sedikit sekali seorang muslimah yang mampu meraih prestasi gemilang sebagai Muslimah sejati. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik dan berusaha mendapatkan gelar kemuliaan itu.
Muslimah sejati juga harus menjaga cintanya, sebab cinta itu anugerah yang fitrah. Jika cinta datang tidak pada wakยญtunya, jangan ragu untuk tinggalkan. Maยญnaยญkala cinta yang datang belum hendak dibawa ke pelaminan, apapun bentuk dan alaยญsannya, tinggalkanlah. Tetapi ketika cinta jelas-jelas hendak disatukan dalam mahligai perniยญkahan, maka halalkan.
Memang terkadang tidak mudah untuk selalu istiqomah dan menjadi wanita muslimah yang baik, akan tetapi segala hal tersebut layak untuk diusahakan. Untuk menjadi wanita muslimah sejati atau wanita shaleha menurut Islam maka ia harus memenuhi segala kewajiban baik sebagai seorang anak, istri, ibu dan peranan lainnya dalam kehidupan.
Menjadi wanita muslimah sejati tidaklah begitu sulit seperti yang diperkirakan dan wanita muslimah sejati tentunya memiliki ciri tertentu. Beberapa ciri yang mencerminkan bahwa seorang wanita adalah muslimah sejati adalah sebagai berikut.
Senantiasa Menutup Auratnya Bukan Membungkus
Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim; baik muslim laki-laki maupun perempuan. Batasan aurat antara mereka berbeda-beda. Ketika aurat laki-laki hanya di antara pusar dan lutut, aurat perempuan meliputi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangannya.
Menurut jumhur โulama dan memang itulah pendapat yang terkuat. Imam An-Nawawi rahimahullah menyinggungnya (aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan) di Al Majmuโ, 3: 122 dan Minhajuth Tholibin, 1: 188.
Artinya: โDan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanyaโ (QS. An Nur: 31).
Namun, dalam hal ini menutup aurat berarti menghilangkan penghilatan orang lain terhadap bentuk tubuh kita. Maka dalam hal ini, perempuan yang masih memakai celana ketat berarti masih memperlihatkan bentuk tubuhnya / auratnya. Padahal menutup aurat itu ialah memakai pakaian yang lebar, menutupi aurat dengan tidak menampakkan lekukan tubuhnya. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW.
โAda dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.โ (HR. Muslim, no. 2128)
Tidak Membatasi Pergaulan
Seorang muslimah sejati, tidak boleh kurang pergaulan dan jangan merasa paling benar dalam perbedaan. Bukan berarti bebas, namun dalam hal ini yaitu bergaul dalam hal yang positif. Intinya, muslimah boleh gaul tetapi tetap dalam batasannya.Ketika Tuhan memperยญtemukan kita dengan seseorang, siapapun itu. Pasti ada manfaat yang kita peroleh dariยญnya. Agar menjadi muslimah yang baik daยญlam perยญgaulan, bisa melakukan hal-hal seperti membuka pintu diri untuk berinteraksi dengan masyarakat. Jadikan perยญtemanan atau pergaulan itu memยญberikan manfaat seperti mengajak orang lain berbuat kebajikan dan sebalikยญnya seorang muslimah pun terbuka meneยญrima ajakan yang sama dari orang lain.
Menanamkan Sikap Mulia Dalam Dirinya
Muslimah sejati ialah muslimah yang memiliki sikap yang mulia, diantaranya yakni jujur, suka menolong, sabar, berprasangka naik, tidak mudah putus asa dan berlarut dalam kebaperan, memuliakan orang tua, dll.
Muslimah sejati selalu meneladai akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam., para istri-istrinya, shahabiah, dan perempuan-perempuan mulia lain yang telah Allah anugerahkan kepada mereka perangai yang baik.
Salah satu tolak ukur seorang perempuan itu mempunyai akhlak yang baik adalah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Hal ini berdasarkan firman Allah subehanahu wa ta’ala di dalam Al Quran.
Artinya: โKatakanlah kepada wanita yang beriman: โHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya โฆโ (QS. An-Nur: 31)
Mampu Manajemen Waktu
Muslimah sejati juga hendaknya meยญmanยญfaatkan waktu dengan baik. Menyiยญbukยญkan diri dengan baik dan janganlah memยญยญbuang waktu karena waktu yang terbuang menyisakan sejuta penyesalan.
Menjadi Istri dan Ibu Yang Baik
Setiap makhluk telah diciptakan berpasang-pasangan. Kelak, seorang perempuan jomblo akan menemukan kekasih hatinya dan menjadi seorang istri. Tugas seorang istri yang paling utama adalah taat kepada suami sepanjang apa yang menjadi titahnya tidak bertentangan dengan syariโat, yang kedua adalah menjaga kehormatan keluarga, suami, dan dirinya sendiri. Dan kelak perempuan pula akan menjadi seorang ibu. Maka menjadi ibu yang baik menjadi salah satu tolak ukur kesejatian muslimah dalam agama Islam. Sebab, ibu yang baik akan dapat menciptakan generasi yang juga baik. Generasi yang baik akan menciptakan peradaban yang baik.
Percaya Diri
Muslimah sejati memiliki pribadi percaya diri. Tidak patah hati menyaksikan orang lain lebih dulu sampai di tujuan. Sebaliknya, ia semakin terpicu untuk melaju lebih kencang dengan segala daya dan upayanya untuk mencaยญpai tujuan yang lebih besar lagi.
Luas Wawasannya
Dalam Islam, tidak ada larangan bagi wanita dalam memperluas wawasannya. Ketika seorang muslimah ingin mempunyai wawasan dalam bidang akademik untuk mengambil pendidikan S1, S2, sampai S3, dengan syarat tidak menggadaikan apa yang melekat pada dirinya sebagai seorang perempuan Muslimah sejati pada kodratnya.
Olehnya itu, bagi yang bermimpi menjadi sebaik – baiknya muslimah sejati, ialah ia yang senantiasa menjaga kodratnya dan mencerminkan ciri atau kriteria yang telah dibahas diatas selaku muslimah sejati yang sesungguhnya. Jika kita bersungguh – sungguh, maka impian itu akan tercapai. Insya Allah.
**********
Penulis: Maulidiana Subhan
(Pengurus Mujahid Dakwah Media dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bulukumba)
Demikian Semoga Bermanfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel: www.mujahiddakwah.com(Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)













































































