MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Ulama sekaligus Tokoh Dakwah Sulsel KH. Mansyur Salim meninggal dunia sore tadi di Rumah Sakit Grestelina Makassar, Selasa (4/1/2022). Dan akan dimakamkan di Perkuburan Baqi Moncongloe Maros pada Rabu siang.
Diketahui bahwa Ustadz Masyur Salim menderita penyakit Stroke selama 7 tahun, dan pertama kali mengalami Stroke 1 pada bulan Juni 2014, dan Stroke ke 2 pada bulan desember 2014 yang membuat tubuh beliau tidak lagi bisa berjalan. Serta Stroke ke 3 beliau pada Kamis 30 Desember 2021 dan rujuk ke rumah sakit sampai beliau wafat sore tadi.
KH. Mansyur Salim lahir di Makassar Sulawesi Selatan pada Jum’at 19 Desember 1960 dan beralamat di Bonto Baddo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Dan memiliki 6 orang anak 2 laki-laki dan 4 perempuan.
Kiyai Mansyur dikenal sebagai Ulama dan Tokoh Dakwah di Sulawesi Selatan yang memiliki semangat dakwah yang tinggi dalam pembinaan terhadap masyarakat dan generasi muda. Bahkan beliau memiliki banyak murid-murid yang berhasil dan melanjutkan perjuangan dakwahnya.
Beliau adalah Alumni Pondok Modern Gontor Darussalam dan kemudian lanjut ke LIPIA Jakarta. Setelah menyelesaikan studi di LIPIA dan beliau merupakan angkatan pertama, Kiyai Mansyur kembali ke Makassar dan membina banyak Majelis Taklim di antaranya adalah Masjid Wihdahtul Ummah dan menjadi pembina utama di masjid tersebut yang merupakan markas pertama Ormas Wahdah Islamiyah, kemudian Masjid Rahmatullah Tello, Masjid Ta’miirul Masajid, Masjid Emy Saelan, Masjid Mujahidin Bonto Baddo, Rohis SMA 2 Makassar dan lainnya.
Selain membina Majelis Taklim yang ada di Kota Makassar. Kiyai Mansyur juga pernah mengajar di Ponpes Darul Arqam Gombara dan melahirkan banyak murid di antaranya Ustadz Anies Matta, Lc (Tokoh Nasional dan Ketum Partai Gelora) dan Ustadz Dr. Imam Shamsi Ali, MA. (Imam Besar di New York Amerika Serikat).
“Hari ini saya menerima kabar duka, salah seorang guru saya tercinta Ustadz Mansyur Salim kembali keharibaan Allah Subhanahu Wata’ala. Beliau adalah salah seorang sosok penting yang turut membentuk karakter saya di masa remaja saat menjadi santri di Pondok Pesantren (Darul Arqam Gombara). Karakternya yang menginspirasi membuat kami yang menjadi murid-muridnya benar-benar merasa kehilangan dengan kepergian Beliau. Semoga Allah menerima amal-amal Beliau, mengampuni segala dosa2 nya serta menempatkan Beliau di dalam Syurga-Nya. Aamiin,” tulis Anies Matta di akun Facebook nya.
Ustadz Yusran Anshar selaku Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah yang juga merupakan murid Kiyai Mansyur Salim bercerita beberapa hal tentang perjuangan dakwah beliau.
“Beliau memiliki semangat dakwah dan tarbiyah serta semangat amal jama’i, beliau juga dikenal sebagai Dai Simatupang (siang malam tunggu panggilan), beliau berdakwah dimana saja Makassar, Gowa, Maros, Takalar dan daerah lainnya. Bahkan Beliau merintis dakwah di Manokwari Papua. Jam dakwah beliau dari ba’da shubuh sampai Isya,” ujar Ustaz Yusran Anshar dalam Kajian Spesial (Mengenang Ustadz Mansyur Salim) yang bertempat di Masjid Anas bin Malik STIBA Makassar bada Maghrib tadi. Selasa, (4/1/2022).
Selain semangat dakwah Kiyai Mansyur yang tinggi. Beliau juga tidak pernah luput untuk menghadiri kegiatan-kegiatan dakwah, Ustaz Yusran mengisahkan awal bertemu dengan Kiyai Mansyur saat menjadi pemateri di kegiatan Rohis SMA 2 Makassar.
“Beliau juga sangat bersemangat menghadiri kegiatan2 dakwah baik Muktamar, Mukernas, Rihlah dll. Beliau juga memiliki semangat belajar yang tinggi (cerdas dan wawasan ilmu yang luas) menguasai bahasa Arab aktif dan bahasa Inggris, serta keikhlasan dan tawadhu beliau dalam belajar dengan murid-muridnya. Sehingga sering beliau menghadiri pengajian yang disampaikan oleh murid-muridnya,” tambahnya.
Selama terkena penyakit Stroke banyak Ustadz yang datang menjenguk Kiyai Mansyur di kediaman nya dan juga meminta nasehat-nasehat beliau. Karena banyak murid-muridnya yang rindu dengan nasehat dan ceramah-ceramah beliau.
“Jagalah kesehatan dengan baik karena dengan kesehatan kita dapat melakukan kebaikan terutama dalam rangka beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Namun kebahagiaan seorang hamba itu terkadang ia rasakan dan dapatkan ketika ia diuji oleh Allah dan semoga kita menjadi hamba-hamba yang lolos dari ujian tersebut, mengangkat derajat kita dan menghapus dosa-dosa kita,” pesan Ustadz Mansyur Salim sebagaimana dituliskan oleh Ustadz Harman Tajang dalam akun Facebook nya 2017 yang lalu.
Semoga Allah Subhanahu Wata’ala mengampuni dosa-dosa beliau, melapangkan kuburnya, serta memasukkannya ke dalam syurga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesehatan dan ketabahan. Aaminn..
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom
















































































