2. Jihad Mengamalkan Ilmu
Jika dalam mencintai seseorang, kita melakukan pembuktian dengan mengajaknya ta’ruf (perkenalan) supaya kita lebih mengenalnya sehingga bertambah cinta kita kepadanya, maka begitu pula ketika kita mencintai Allah, kita berusaha mengenal-Nya, mencari tahu apa-apa yang dicintai-Nya atau diperintahkan-Nya, apa-apa yang dibenci-Nya atau dilarang-Nya. Semua itu bisa kita dapatkan, bisa kita temukan dengan jalan menuntut Ilmu Syar’i.
Saat kita sudah mengenal orang yang kita cintai, maka kita akan berusaha kembali untuk bisa dekat dengannya. Sama halnya ketika kita mengaku cinta kepada Allah, setelah kita mengenal-Nya dengan jalan menuntut Ilmu maka kita buktikan lagi cinta kita dengan berusaha, berjihad lagi, bagaimana caranya supaya kita senantiasa bisa berada dekat dengan-Nya. Tentu itu hanya bisa kita dapatkan melalui apa-apa yang dicintai-Nya atau diperintahkan-Nya yaitu mengamalkan ilmu yang kita dapatkan.
Kesempurnaan cinta tidak bisa di dapatkan hanya dengan menyimpannya di dalam hati, mengucapkannya dengan lisan akan tetapi cinta butuh pembuktian. Dan pembuktiannya bukanlah hal yang mudah, tapi butuh perjuangan dan usaha atau jihad.
Begitu pula cinta kita kepada Allah, butuh pembuktian untuk meraih kesempurnaanya. Salah satunya dengan berusaha melaksanakan atau menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya yang tidak lain adalah bentuk pengamalan dari Ilmu.
โSeseorang yang berilmu akan tetap menjadi orang bodoh sampai dia dapat mengamalkan ilmunya. Apabila dia mengamalkannya, barulah dia menjadi seorang alim.โ (Fudhail bin โIyadh rahimahullah)
Perkaataan ini mengandung makna yang dalam. Apabila seseorang memiliki ilmu akan tetapi tidak mau mengamalkannya, dia seperti orang yang bodoh. Hal ini karena tidak ada perbedaan antara dia dan orang yang bodoh. Maka, seseorang yang berilmu tidaklah menjadi seorang alim yang sebenarnya sampai dia mengamalkan ilmunya.
Jihad mengamalkan ilmu ini adalah tidak lain merupakan ruh dari jihad kita menuntut ilmu. Perlu kita ketahui bahwa sebab dalam berjihad ada beberapa hakikat di dalamnya, yaitu: menghidupkan agama, menghinakan dan menundukkan ayaitan dan merasakan lelahnya diri dalam berperang. Hal ini sama dengan hakikat yang terdapat dalam menuntut ilmu.
Dalam menuntut ilmu pada hakikatnya adalah menghidupkan agama, menghinakan dan menundukkan syaitan, yang terakhir dalam menuntut ilmu itu sungguh melelahkan, oleh karena itu bagi yang menuntut ilmu dianggap sama dengan berjihad di jalan Allah.
Hakikat menuntut ilmu ini hanya bisa didapatkan ketika seseorang mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Tanpa ia mengamalkan ilmunya, ia tidak akan bisa menghidupkan agamanya, ia tidak akan bisa menghinakan dan menundukkan syaitan. Dan itu tidak bisa dinamakan jihad, karena ilmunya tidak memiliki nilai apapun (Sia-sia).
Ilmu tanpa disertai amal bagaikan pohon yang tidak berbuah. Pohon tersebut tidak ada manfaatnya. Tujuan menuntut ilmu adalah untuk diamalkan. Sebaliknya, orang yang beramal tanpa didasari ilmu, dia justru akan tersesat dan amalnya akan sia-sia. Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ู ููู ุนูู ููู ุนูู ููุงู ููููุณู ุนููููููู ุฃูู ูุฑูููุงุ ูููููู ุฑูุฏูู
โBarangsiapa mengerjakan suatu amal yang tidak ada tuntunannya dari kami, amal tersebut tertolak.โ (HR. Bukhari dan Muslim)
Perhatikan surat Al-Fatihah yang senantiasa kita baca,
ุงููุฏูููุง ุงูุตููุฑูุงุทู ุงููู ูุณูุชููููู ู (6) ุตูุฑูุงุทู ุงูููุฐูููู ุฃูููุนูู ูุชู ุนูููููููู ู ุบูููุฑู ุงููู ูุบูุถููุจู ุนูููููููู ู ููููุง ุงูุถููุงูููููู (7)
โTunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.โ (QS. Al-Fatihah: 6-7).
Dalam ayat tersebut, Allah Taโala menyebut orang-orang yang beramal tanpa ilmu sebagai orang yang sesat. Adapun orang-orang yang berilmu, tetapi tidak mau beramal, itulah orang-orang yang dimurkai. Ini adalah dua hal yang harus kita camkan dengan baik.
Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa maksud dari menuntut ilmu adalah agar digunakan untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak menyembah selain-Nya serta agar melakukan berbagai ketaatan kepada-Nya.
ุงููุฑ ููุชูุงุจู ุฃูุญูููู ูุชู ุขููุงุชููู ุซูู ูู ููุตููููุชู ู ูู ูููุฏููู ุญููููู ู ุฎูุจููุฑู ุฃููุงูู ุชูุนูุจูุฏููุงู ุฅููุงูู ุงููููู ุฅููููููู ููููู ู ูููููู ููุฐููุฑู ููุจูุดููุฑู
โ Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya. โ (Qs. Huud:1-2)
ููู ูุง ุฃูุฑูุณูููููุง ู ูู ููุจููููู ู ูู ุฑููุณูููู ุฅููููุง ูููุญูู ุฅููููููู ุฃูููููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุฃูููุง ููุงุนูุจูุฏูููู
โ Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: โBahwasanya tidak ada Tuhan yang benar melainkan Aku, maka sembahlah Aku. โ (Qs. Al Anbiyaโ: 25)
ุฅููููุง ุฃููุฒูููููุง ุฅููููููู ุงููููุชูุงุจู ุจูุงููุญูููู ููุงุนูุจูุฏู ุงูููููู ู ูุฎูููุตุงู ููููู ุงูุฏููููู ุฃูููุง ููููููู ุงูุฏููููู ุงููุฎูุงููุตู
โ Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab Al Qurโan dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. .Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih dari syirik.โ (Qs. Az Zumar : 2-3)
Ilmu dan amal saling membutuhkan satu sama lain. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Sebagaimana perkataan Imam Ghazali: โIlmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama, amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia- sia.โ (Kitab Ihyaโ Ulumuddinโ Al-Ghazali)
Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah untuk mengamalkan ilmu dengan semata-mata mengharap balasan dan pahala dari-Nya. Karena walaupun amalan kita di dasari dengan ilmu, akan tetapi tujuan dan niatnya bukan karena Allah maka itu juga merupakan suatu kesia-siaan.
***********
Bulukumba, 17 Oktober 2021
Penulis: Wahyuni Subhan
(Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Pengurus Mujahid Dakwah Media)
Demikian Semoga Bermamfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)
















































































