Tidak Melibatkan Diri dalam Hal-hal yang Tidak Bermanfaat Baginya
Wanita Muslimah yang benar-benar sadar, cerdas dan cekatan tidak akan melibatkan diri dalam masalah-masalah yang tidak mendatangkan manfaat baginya. Dia tidak melepaskan pandangannya kepada wanita yang ada di sekitarnya dengan tujuan untuk mencari tahu urusan-urusan pribadi mereka, tidak mencampuri urusan yang bukan menjadi kepentingannya karena tidak jarang yang akan mendatangkan dosa dan sekaligus masalahbaginya. Dia hindarkan dirmya dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan bukan kepentingannya dan memelihara dirinya dari banyak bicara. Dia lakukan hal itu dengan berpegang teguh pada akhlak agamanya yang menyelamatkan orang Muslim dari perbuatan sia-sia serta membekalinya dengan akhlak mulia dan membimbingnya ke jalan yang lurus dalam bergaul dengan orang banyak.
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya.”
Dari Abu Hurairah , Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian untuk menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, hendaklah kalian semua berpegang teguh pada tali Allah dan jangan berpecah belah. Dan, Dia membenci kalian berbicara dari si anu oleh si anu, banyak meminta-minta, dan membuang-buang uang.” (HR. Muslim).
Masyarakat rabbany yang telah diciptakan oleh Islam, tidak akan pernah memberikan tempat bagi orang untuk berbicara dengan sumber yang tidak pasti, banyak bertanya atau meminta-minta, serta mencampuri urusan pribadi orang, karena penduduknya baik laki-laki maupun perempuan menyibukkan diri dengan hal yang lebih besar dan penting, mereka sibuk melaksanakan tugas hidup mereka di wilayah dan daerah sekitar urusan pribadinya masing-masing, di mana semua kerja keras mereka ditujukan untuk merealisasikan tegaknya kalimat Allah di muka bumi serta menyebarkan nilai-nilai lslam di tengah-tengah kehidupan manusia. Mereka yang sudah menyibukkan diri dengan tugas tersebut tidak akan melibatkan diri dalam perbuatan-perbuatan dosa.
Menghindarkan Diri dari Membongkar dan Mencari Aib Orang
Lidah wanita Muslimah yang bertakwa bersih dari membicarakan dan mengungkap aib orang lain dan sekaligus mencarinya, dan tidak senang untuk membicarakan hal-hal seperti itu di masyarakat Islam. Hal itu dilakukannya sebagai wujud pengamalan bimbingan ALQuran dan Sunnah Nabi yang dengan keras mengancam orang-orang yang merusak kehormatan orang lain dengan siksa yang sangat pedih di dunia maupun di akhirat,
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adalah azab yang pedih di dunia dan di akhirat. (An-Nur: 19)
Yang demikian itu karena orang yang mencari aib dan kesalahan orang Serta menyebarluaskan berita perbuatan keji di masyarakat sama seperti orang yang melakukan perbuatan keji itu, seperti yang dikatakan oleh All bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu ,
“Orang yang mengucapkan kekejian dan orang yang menyebar. luaskannya sama dalam memperoleh dosanya. “
Wanita Muslimah yang benar-benar menyadari petunjuk agamanya akan mengetahui bahwa penanggulangan kelemahan manusia bagi sebagian orang yang suka menganggap remeh dan mengabaikan masalah itu, bukan dengan mengungkap aib dan menyebarluaskannya di masyarakat, tetapi dengan cara memberikan nasihat yang baik kepada mereka, mengarahkan supaya mereka senantiasa berbuat taat kepada Allah Azza wa Jalla, dan menanamkan dalam dirinya supaya membenci segala macam bentuk kemaksiatan, dengan tanpa menyebarluaskan aibnya atau menyakitinya dan berbantah-bantahan dengan mereka. Dengan kata-kata yang baik dan nasihat yang tulus serta tutur kata yang lembut dalam menerangkan kebe naran kepada mereka, maka akan terbuka hati-hati mereka, jiwa dan raga mereka pun akan tunduk patuh. Oleh karena itu Allah Subhanahu Wata’ala melarang untuk mencari-cari kesalahan orang melalui firman-Nya,
“Dan, janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain. ” (AI- Hujurat: 12)
Yang demikian itu karena mencari-cari dan menyebarluaskan aib dan kesalahan orang vang melakukan kelalaian atau kesalahan serta senang membicarakannya tidak hanya menyakiti mereka saja, tetapi juga masyarakat yang hidup di sekelilingnya. Oleh karena itu, dengan keras Islam mengancam orang-orang vang senang menyebarluaskan berita perbuatan
keji di masyarakat. Tidaklah berita perbuatan keji itu tersebar di suatu masyarakat dan dibarengi dengan kesenangan orang untuk mencari-cari kesalahan dan aib orang lain melainkan hanya akan menimbullkan kerusakan saja, dan mudah berjangkitnya kemaksiatan dalam diri penduduknya, sehingga terputus hubungan persaudaraan, muncul permusuhan, kebencian dan kedengkian di kalangan mereka, hingga akhirnya timbul kerusakan meluas di seluruh masyarakat. Mengenai hal ini Rasulullah telah memberikan isyarat melalui sabdanya,
“Sesungguhnya jika engkau mencari-cari kesalahan kaum Muslimin, berarti engkau merusak mereka, atau nyaris engkau merusak mereka.”
Oleh karena itu, dengan keras Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang mencari kesalahan dan aib orang lain dan mengancam orang-orang yang mengabaikan larangan itu dengan ancaman akan diungkap aibnya meskipun dia sembunyi di bunker rumahnya,
“Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Allah dan jangan pula kalian menyebut mereka beraib serta janganlah kalian mencari-cari aib mereka, karena sesungguhnya barangsiapa mencari-cari aib saudaranya yang Muslim, maka Allah akan memperlihatkan aibnya sehingga dia merasa tercemar di rumahnya. “
Rasulullah sangat menyayangkan orang-orang yang Suka berprasangka dan meragukan serta menghitung-hitung kesalahan dan aib orang lain. Bahkan beliau sangat tersentuhjiwanya setiap kali muncul berita mengenai orang-orang yang menyakiti saudara mereka. lbnu Abbas telah melukiskan perasaan diri Rasulullah terhadap orang-orang yang suka mencari dan membuka aib orang lain, lbnu Abbas menceritakan,
“Rasulullah pernah menyampaikan suatu khutbah sampai suaranya terdengar oleh gadis-gadis di kamar pingitannya, beliau bersabda, “Wahai sekalian orang yang beriman hanya dengan lidahnya saja, sedang dalam hatinya tidak ada iman, janganlah kalian menyakiti orang-orang l yang beriman, dan janganlah kalian mencari-cari aib mereka, karena sesungguhnya barangsiapa mencari-cari aib saudara Muslimnya, maka Allah akan membeberkan aibnya. Dan, barangsiapa mencari-cari aib saudaranya berarti dia telah mencemarkannya, meskipun dia berada di ruangan tersembunyi di rumahnya. “
Itulah khutbah yang berapi-api yang berkobar dari jiwa Rasulullah sampai gadis-gadis yang sedang dipingit di kamar pingitannya pun mendengarnya. Dalam khutbah itu beliau memulainya dengan kata-kata, “Wahai sekalian orang-orang yang beriman hanya dengan lidahnya saja, sedang dalam hatinya tidak ada iman. Begitu berat kesalahan dan dosa dari perbuatan tersebut. Dan, Rasulullah telah mencopot kenikmatan iman dari mereka yang suka mencari-cari aib dan kesalahan orang lain.
Saudariku, begitu banyak nash-nash yang melarang perbuatan mencari-cari kesalahan dan aib orang lain tapi lalai dengan aibnya sendiri. Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari sifat sibuk dengan kesalahan orang lain tapi lalai dengan kesalahan sendiri. Aamiin..
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h. 292-295)
Demikian Semoga Bermanfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)













































































