Tim Kemanusian Wahdah Islamiyah tiba di Aceh pada hari Kamis Tanggal 30 Desember 2004, tepatnya hari keempat pasca hantaman Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Ustadz Umar Soleh bersama tim mendarat di bandara Iskandar Muda sekitar pukul 23.00 Wib dengan menumpangi pesawat baru yaitu Adam Air yang kemudian beberapa bulan setelahnya dinyatakan hilang karena kecelakaan udara.

Sebelumnya, tim dari Makassar menuju Jakarta lalu melanjutkan perjalanan ke kota Aceh. Sesampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta, tim Wahdah Islamiyah diberangkatkan bersama tim kemanusian dari lembaga lainya yaitu Tim SAR UI dan relawan Darul Tauhid yang bergabung sehingga total personel dalam pemberangkatan tersebut berjumlah kurang lebih 120 orang.

Ketika tim tiba, suasana lokasi bencana belum banyak perubahan evakuasi pun masih sangat minim sehingga terlihat kondisi lokasi yang hancur, luluh lantak karena terjangan air laut yang sangat dahsyat, kondisi lokasi belum begitu terjamah, mayat-mayat masih bergelimmpangan, rumah-rumah rubuh, dan sisa-sisa hempasan ombak masih jelas nampak seakan belum banyak tersentuh.

BACA JUGA: SEJARAH TOKOH-TOKOH WAHDAH ISLAMIYAH LAINNYA

Ketua tim yaitu Ustadz Umar Soleh tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada. Beliau kemudian memerintahkan beberapa orang tim khususnya yang berasal dari Aceh untuk mencari penginapan yang terdekat dengan camp pengungsian dengan harapan lebih mudah untuk berinteraksi dengan para pengungsi.

Maka ditentukanlah markaz pertama Wahdah Islamiyah di Banda Aceh (dan sebagai markaz kedua Sulsel setelah RS. Zaenal Abidin) adalah sebuah area sekolah SD Negeri di Blang Bintang yang terletak tidak jauh dari Bandara Aceh, berdasarkan rekomendasi dari dr. Andi Faisal dan Pak Yusuf (Wartawan harian Fajar) yang telah tiba beberapa hari sebelumnya sebagai tim relawan pertama pemeruntah Sulawesi Selatan.

Keesokan harinya, Ustadz Umar dengan sigap sebagai ketua tim kemanusian Wahdah Islamiyah segera membagi job kerja bagi seluruh tim, ada yang bertugas menjaga posko, ada pula yang bertugas sebagai tim assessment meninjau langsung lokasi terdampak Tsunami.

Tim ini dipimpin langsung oleh Ustadz Umar beranggotakan beberapa tim Relief dan kesehatan (Tim Dokter). Keberangakatan tersebut bertujuan untuk melakukan pendataan jumlah korban dan pemetaan penyaluran bantuan dari donasi yang telah tersedia sebelumnya.

Diantara yang sangat menarik dari sosok Ustadz Umar saat berada di lokasi tugas adalah perhatiannya kepada pendidikan Al Qur’an bagi para pengungsi khususnya anak-anak korban Tsunami. Berposisi sebagai ketua tim kemanusian Wwahdah Islamiyah tidak menghalangi beliau untuk turun langsung melakukan kerja-kerja teknis.

BACA JUGA: SEJARAH LENGKAP USTADZ UMAR SOLEH

Oleh karena itu, beliau memiliki program khusus yang ditanganinya sendiri saat bertugas yaitu program mengajarkan anak-anak baca Al Qur’an di musallah-musallah pengungsian, memberikan hadiah-hadiah kepada mereka dan sekaligus terus memotivasi mereka agar tetap semangat belajar Al Qur’an dan mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah kepadaNYa.

Sepekan berlalu di camp pengungsian, tim sudah mulai berpencar. Abdullah dan Ahmad Raihan keduanya berasal dari Aceh meminta izin kepada ketua tim untuk pulang ke kampung halaman di Meulaboh untuk mencari keluarga yang juga terdampak Tsunami apa lagi daerah yang paling parah terdampak Tsunami saat itu adalah Banda Aceh den Meulaboh.

Kedua anggota tim ini pun berangkat dengan menggunakan sepeda motor menempuh rute yang cukup berbahaya ditambah kelangkaan bahan bakar bensin saat itu. Meskipun demikian, kondisi harus diterjang demi untuk mencari keluarga yang belum diketahui rimbanya pasca musibah.

Sumber / Referensi:

1. Abdullah (Wahdah Islamiyah Aceh)
2. Kasman Bakri (Dosen/Sekretaris Senat Stiba Makassar)

***********

Bersambung, Insya Allah..

Makassar, 30 Desember 2020

Penulis: Ustadz Syandri Syaban, Lc., M.Ag
(Almuni Internasional Islamic University Islamabad Pakistan, Dosen STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan