Ustadz Umar Soleh adalah salah satu sosok kader andalan. Sejak bergabung bersama Yayasan Fathul Mu’in telah memperlihatkan dedikasi penuh untuk dakwah dan perjuangan. Bahkan setelah Yayasan Fathul Mu’in telah berubah nama menjadi Yayasan Wahdah Islamiyah, beliau telah menjadi salah satu tulang punggung gerakan organisasi yang siap ditempatkan pada posisi apa saja dan siap dikirim ke mana saja.

Dari hasil penelusuran penulis, Ustadz Umar Soleh telah menjabat di enam bagian penting dalam lembaga. Pertama sebagai Kepala Departemen Pendidikan Yayasan Fathul Mu’in (Cikal bakal Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah), kedua, Direktur (Pendidikan Guru Taman PGTKA yayasan Fathul Mu’in, ketiga Ketua Yayasan Islam Taufiq Yayasan Fathul Muin, keempat, ketua Lembaga Amil Zakat (LAZIS) yayasan Wahdah Islamiyah, kelima Ketua Depertemen Sosial (DEPSOS) Wahdah Islamiyah, keenam, Kepala Kantor Perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah Jakarta, dan terakhir adalah sebagai Direktur yayasan Al Hijaz Depok.

BACA JUGA: SEJARAH TOKOH-TOKOH WAHDAH ISLAMIYAH LAINNYA

Meskipun Yayasan al Hijaz bukanlah yayasan yang langsung berada di bawah naungan Yayasan Wahdah Islamiyah, akan tetapi yayasan ini secara secara ruh perjuangan sama dengan Wahdah Islamiyah.

Perjalanan panjang kebersamaan dengan jamaah Wahdah Islamiyah, salah satu kenangan indah bersama Ustadz Umar Soleh adalah pada tahun 2004 silam saat bencana Tsunami melanda. Bencana ini tidak hanya meluluh lantakkan wilayah Aceh dan sekitarnya, akan tetapi musibah ini juga menimpa sebagaian wilayah di luar Indonesia sebagaimana yang dirasakan oleh warga pesisir pantai Thailand dan sekitarnya.

Bencana yang menjadi tranding topik media-media nasional dan Internasional di tahun 2004 ini menelan korban kurang lebih 280.000 korban jiwa ditambah korban harta dengan hancurnya pemukiman-pemukiman warga, bahkan tidak sedikit pemukiman telah hilang rata dengan tanah.

Melihat kondisi yang begitu menyedihkan, hampir semua lembaga dakwah, lembaga kemanusian dalam dan luar negeri bergerak membantu. Demikian halnya dengan yayasan Wahdah Islamiyah dengan Depsos sebagai peluncurnya. Tidak perlu menunggu lama, tim segera diterbangkan ke Aceh menyalurkan bantuan yang telah tersedia.

Ustadz Umar Soleh sendiri bersama tim pertama Relawan Wahdah Islamiyah diterbangkan ke Aceh tiga hari pasca Tsunami menerjang. Tim ini terdiri dari beberapa kader handal Yayasan Wahdah Islamiyah yang bersal dari berbagai latar belakang pendidikan.

BACA JUGA: SEJARAH LENGKAP USTADZ UMAR SOLEH

Mereka adalah Ustadz Umar Soleh sebagai ketua Depsos, Ustadz Kasman Bakri, dr. Asyikun, dan dua orang kader asal Aceh yang saat itu sedang menempuh proses pendidikan di kota Makassar, yaitu Abdullah dan Ahmad Raihan bertugas sebagai tim Relief. Abdullah dan Ahmad Raihan ketika itu diikutkan dalam tim karena merekalah yang paling tahu kondisi lokasi bencana, sekaligus keikutsertaannya bertujuan mencari keluarga mereka yang juga menjadi korban.

Tim ini awalnya dikumpulkan di kantor Wahdah Islamiyah, nampak sosok Ustadz Umar Soleh sangat disiplin mengatur tim. Jika ada yang terlambat saat pertemuan, raut wajah beliau berubah menunjukkan ketidak senangan (kenang Abdullah).

Tim ini adalah tim kedua yang diberangkatkan dari Sulawesi Selatan bersama dengan tim kemanusian lainnya. Pemberangkatan dilepas langsung oleh Bapak HM. Amin Syam yang saat itu adalah Gubernur Sul-Sel dari kantor Gubernur.

Sumber / Referensi:
1. Ustadz Kasman Bakri (Sekretaris Senat STIBA Makassar)
2. dr. Asyikun (Anggota Depskirling DPP WI)
3. Ustadz Iskandar Kato (Ketua PUSLITBANG DPP WI)
4. Ustadz Abdullah (Wahdah Islamiyah Aceh)

***********

Bersambung, Insya Allah..

Makassar, 18 Desember 2020

Penulis: Ustadz Syandri Syaban, Lc., M.Ag
(Almuni Internasional Islamic University Islamabad Pakistan, Dosen STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan