Corona dan Tuhannya Orang Musyrik
Corona, hanya seekor makhluk sangat kecil berukuran 100 – 150 nanometer. Namun marabahayanya, telah membuat seantero dunia terbelalak. Siapa gerangan yang telah menciptakan makluk kecil ini? Dialah Allah yang maha mulia, jangankan menciptakan makhluk sekecil Corona, mencipta matahari, bulan, langit dan seluruh semesta inipun Allah maha kuasa.
Laa ilaaha illallalla…
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali hanya Allah! Lihatlah, betapa dahsyat makhluk – makhluk ciptaanNya. Menunjukkan betapa maha agung dan maha hikmah Sang Penciptanya.
Sekarang kami ingin bertanya, makhluk apakah yang
telah berhasil diciptakan tuhan-tuhan selain Allah? Sebutkan satu saja walau seekor makhluk sekecil Corona!
Syahdan, jangankan menciptakan, mungkin kebanyakan tuhan yang disembah dan dipuja selain Allah itu, justru diciptakan sendiri oleh penyembahnya.
Segala puji bagi Allah atas nikmat akal, sehingga menghantarkan untuk mengenalNya & menyembahNya. Satu-satunya Tuhan yang haq, Dialah Allah yang Maha Esa.Para pembaca yang dimuliakan Allah…
Di dalam Al Quran, Allah mengajak kita berfikir adakah tuhan selain Allah yang layak disembah?
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan seandainya lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Betapa lemah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS. Al-Haj : 73)
Pada ayat ini Allah menantang tuhannya orang-orang musyrik, untuk :
-menciptakan binatang yang sangat lemah dan sederhana, bernama lalat, walau barang satu ekor!
-Setelah tak ada satupun tuhan itu yang mampu menciptakan lalat, Allah kurangi tantangan, silahkan kalian wahai tuhan kerjasama untuk menciptakan seekor lalat.
-Kemudian Allah kurangi lagi tantangan, cukup dengan mengusir lalat dari diri tuhan itu.
Pertanyaannya, sudah adakah tuhan selain Allah yang bisa menciptakan seekor lalat, walau mereka semua kumpul gotong royong? Atau barangkali melindungi diri dari keisengan lalat?
Sampai detik ini, tak ada satupun tuhan selain Allah, yang mampu melakukan itu.
Imam Ibnu Katsir menerangkan makna ayat di atas,
“Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun.” maknanya, kalau saja seluruh tuhan yang mereka sembah itu kumpul, mereka tak akan mampu mencipta walau hanya satu ekor lalat. Sebagaimana penjelasan Imam Ahmad.
Beliau melanjutkan,
Allah melanjutkan firmanNya, “Seandainya lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.” Maksudnya, tuhan-tuhan itu lemah, tak berdaya melawan atau membela diri dari ulah lalat. Kalau saja lalat itu mengambil sesuatu
manfaat yang ada pada mereka, kemudian ingin menyelamatkannya, mereka tak akan pernah mampu. Padahal lalat, adalah makhluk Allah yang paling lemah dan paling sepele.
Oleh karenanya, Allah mengatakan di ujung ayat, “Betapa lemah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.”
*************
Penulis: Ahmad Anshori
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah

















































































